Archive for Januari 2012

29 tambah 1

Alhamdulillah.....
Itu kalimat yang aku sebutkan kemaren malam. dalam kesendirian (anak bini dah tidur)aku sempat tertegun dan kemudian menitikkan air mata.
Sebenarnya bukan perkara gampang buatku untuk itu, tapi kali ini entah kenapa hati ini begitu tergetar tak tertahan.

malam itu memang sebuah malam yang spesial buat aku, genap 29 tahun yang lalu aku dilahirkan oleh ibu ke dunia ini dengan segala perjuangan yang aku sendiri ga bisa membayangkannya. dan setelah itu aku bisa tumbuh dan berkembang dalam kasih sayang beliau yang tiada terkira.
tapi setelah 29 tahun berselang, apa yang bisa aku berikan untuk membalas semua itu ?



belum ada.....


hari ini, umurku 29 tahun lebih 1 hari. dan mulai hari ini juga aku akan melakoni satu tahun kedepan yang baru dan penuh pengharapan.
terutama pada banyak hal yang semestinya sudah aku capai tapi masih tertangguhkan...

Semakin aku berpikir sebenarnya banyak juga yang sudah aku raih tapi tidak aku syukuri.nggak tahu kenapa perasaan ini selalu bebal untuk merasakan dan bahkan mengunjukkan rasa syukur kepada - Nya.

yang jelas dalam doaku semakin tertekankan permohonan semoga apa yang akan aku putuskan untuk dijalani di depan sana adalah segala sesuatu yang terbaik dan selalu dalam perlindungan-Nya.karena semua itu nggak lain dan nggak bukan untuk istri dan anak tercinta dan demi mendapatkan kehalalamn dan Keridhoan-Nya....

Dan semoga saja aku bisa menjadi lebih baik lagi dari sekarang ini, bisa menjadi suami yang baik, ayah yang sempurna, anak yang berbakti, teman yang luar biasa dan siapapun yang terbaik bagi sesamanya....amin
1.26.2012
Posted by ngatmow
Tag :

Thomas Fatah, Si Buruh Negeri

Tersebutlah Thomas Fatah, seorang pegawai negeri rendahan di sebuah kota kecil yang merupakan bagian dari sebuah negara kecil bernama Inasia. Dia adalah seorang pegawai golongan IIIa di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Negeribanjir yang baru tiga tahunan menjalani karir sebagai buruh negara.

Singkat cerita, dalam menjalankan pengabdiannya sebagai buruh negeri - seperti yang biasa dia katakan, lambat laun orientasi dan cara berpikirnya pun sedikit demi sedikit ikut berubah. Tergerus oleh adat dan kebiasaan "aneh" di kalangan birokrasi nyeleneh yang sudah mendarah daging di sekitarnya.

Semula dia menyangka bahwa menjadi seorang buruh negeri adalah sesuatu yang membanggakan dan dapat meningkatkan status sosial dan derajat keluarga. Tapi ternyata anggapan itu adalah sebuah anggapan KOSONG yang SALAH.
Kenapa ? sebab pada kenyataannya masyarakat di sekitarnya dari hari ke hari semakin membenci birokrasi dan pemerintahan yang ada. Dan banyak sekali hal yang menyebabkannya.....

Sebenarnya Thomas adalah seorang pemuda yang rajin, tekun, cerdas dan berdedikasi tinggi pada setiap pekerjaannya. Hal yang merupakan tuntutan wajib pada pekerjaannya di sektor swasta sebelum menjadi seorang buruh negeri. Namun yang terjadi kemudian adalah ketidakselarasan antara hati, pikiran dan kenyataan yang selalu bertentangan.

Misalnya begini, dia ada di bidang Pencatatan dan Pembukuan untuk segala transaksi keuangan tingkat kabupaten, nah suatu ketika dia yang dalam kesehariannya bertugas merekap segala pengeluaran negara menemukan adanya "pembayaran konyol" yang entah bagaimana kebenarannya...... Biaya belanja pendamping operasional dana taktis fungsional kepala daerah...... panjang banget dan bikin pusing kan ?
otomatis timbul pertentangan dalam hatinya. Sebagai seorang warga negara, tentu saja dia sangat tidak suka dengan hal semacam ini, tapi sebagai seorang buruh negeri yang memang bertugas untuk merekapnya, hal ini tentu saja harus diinputnya ke sistem pencatatan daerah.

Pernah suatu saat dia bertanya pada seorang buruh negeri senior yang satu ruangan dengannya. Pak Ahmad Dwijo, SE. Ak.
" Pak transaksi untuk rekening ini, Biaya belanja pendamping operasional dana taktis fungsional kepala daerah, sebenarnya untuk apa sih ? "
" Oah, kalau itu anda jangan terlalu bertanya mas pas lagi banyak orang " sahut Pak Dwijo.
" Lah...kenapa pak ? "
" Gini mas, rekening itu adalah rekening penyesuaian untuk segala aktifitas kepala daerah yang kemudian dibiayai oleh negara karena kegiatan dimaksud adalah kegiatan resmi Pemda. Jadi segala bentuk pengeluaran yang dikeluarkan oleh kepala daerah pada saat itu kemudian diganti oleh pemda sebagai bentuk penghargaan kepada yang dimaksudkan. Dan hal itu merupakan sebuah rahasia negara yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang keuangan daerah saja seperti kita ini "
" Halah.....ga mudeng aku pak....intinya saja pak...."
" Intinya yang jelas gini mas, misal pak kepala daerah ada kunjungan ke sebuah daerah dan disana memberikan bantuan senilai Rs 10.000, maka kemudian pada hari itu atau hari berikutnya Pemda akan memberikan "bantuan" kepada yang tersebutkan itu sejumlah uang yang sama sebagai Ganti Uang yang telah dikeluarkan."
" O begitu ya...pantes saja saya sering menemukan rekening itu dengan nominal yang sama dengan pemberitaan media massa bahwa kepala daerah kita baru saja menyumbang ke mana-mana..... "
" ya memang begitulah adanya mas, anda harus siap mental, siap hati dan pikiran juga harus siap tutup mulut soal riskan semacam ini lho....bahkan sama istri anda sekalipun." jelas pak Dwijo memperingatkan.
" lah saya sih masih bujangan pak...lagian kalo mau ngomong juga sama siapa tidak akan ada yang percaya kok....hehehe..."

Merekapun kemudian kembali bergelut dengan aktifitasnya masing-masing. yang jelas sejak saat itu muncul sebuah asumsi tegas di pikiran terdalam seorang Thomas Fatah, si Buruh Negeri rendahan, bahwa adalah suatu hal yang sangat wajar apabila banyak orang berlomba-lomba menjadi kepala daerah (bahkan dengan berbagai macam cara nista sekalipun) karena kemudian modal akan segera kembali dan rekening akan segera terisi dengan sendirinya dan dengan status yang sangat termaklumi.
1.25.2012
Posted by ngatmow

Unimaginable Zi

Lama ga posting membuat aku yang bebal ini semakin bingung untuk menuliskan sesuatu. hehehe... tapi itu ga penting ah...

kali ini aku hanya sekedar ingin cerita soal anakku yang sudah berumur 20 bulan.

Jadi ceritanya begini (acara tv mode :on)

beberapa waktu terakhir aku yang bekerja sebagai kuli negara lagi pol-polan dengan kerjaan di kantor. nah hal ini yang mengakibatkan selama beberapa hari aku ga ketemu (dalam artian bisa bermain dan bercanda) sama si kecil ZI. maklum aku berangkat pagi hari kira-kira jam 6an trus pulang lagi jam 20an atau bahkan lebih kalo pas hujan...dan secara otomatis ZI yang menuruni sifat bapaknya yaitu tidur awal bangun kesiangan belum sempat ketemu dan memandang wajah tampan bapaknya ini....

nah pas kemarin alhamdulillah aku berhasil pulang agak "sore"an, aku dikejutkan dengan kemampuan ZI yang sudah jauh meningkat.
Tak disangka-sangka Zi yang tadinya belum begitu lancar ngomongnya, ternyata sudah bisa mengucapkan sesuatu secara utuh meskipun belum bisa lengkap satu kalimat penuh,
tak disangka juga ternyata dia sudah mulai pinter sholat dan menirukan aku yang lagi berjamaah dengan bundanya,
ga disangka juga Zi sudah hapal beberapa iklan makanan di TV yang bahkan aku sendiri baru lihat iklannya malam itu,
ga nyangka juga bahwa ZI sudah bisa "sibuk" menirukan aku yang sedang berkutat dengan laptop lengkap dengan angguk-angguk kepala dan geleng-geleng kepala tanda pikiran "bundetku"....


ah nggak tau mesti ngomong apalagi gan, semua terjadi begitu saja.aku sendiri ga tau mesti seneng, sedih, atau apalah.

Yang jelas aku jadi sadar bahwa perkembangan anak sangat cepat dan perkembangan anak yang sangat cepet itu harus disertai dengan bimbingan dan pengawasan ekstra ketat dari kita sebagai orang tua, dan kita sendiri sebagai orang tua harus sadar dan ikhlas melakukannya karena itu semua demi masa depan anak kita, buah hati kita dan generasi penerus kita.


Harapanku dan selalu terucap dalam doaku adalah bahwa semoga ZI bisa tumbuh menjadi anak yang solikhah, cerdas, sehat lahir dan bathin, kelak mampu menjadi seseorang yang berguna bagi semuanya, bisa membanggakan orang tuanya, dan kami (aku dan bundanya) mampu serta sanggup mewujudkan semua harapan itu.......Amin
1.21.2012
Posted by ngatmow
Tag :

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow