Archive for Juli 2012

Trik "paksa" IDM jadi free full version tanpa crack

Langsung aja, trik ini bisa digunakan untuk semua versi Internet Download Manager baik yang menggunakan Windows XP, Vista maupun Windows 7.


Satu hal yang perlu diingat adalah pada saat melakukan proses perubahan ke full version Pastikan Koneksi Internet Dalam Keadaan Putus atau Disconnect.

Berikut Langkah-langkahnya :
1. Download IDM versi berapapun ( dianjurkan yg terbaru ).

2. Matikan koneksi Internet anda.

3. Install IDM yang sudah anda download tadi, setelah selesai IDM meminta anda untuk Reboot/Restart. OK saja.

4. Setelah anda Restart komputer, buka IDM anda dan pilih Registration. *Koneksi internet harus dalam keadaan mati.*
5. Masukkan Nama Depan, Nama Belakang, Email anda secara acak atau terserah anda. Kemudian masukkan Serial Number berikut (pilih salah satu)
W3J5U-8U66N-D0B9M-54SLM
EC0Q6-QN7UH-5S3JB-YZMEK
GZLJY-X50S3-0S20D-NFRF9

6. Sekarang IDM memberi tahu katanya serial numbernya invalid, biarin saja.

7. Sekarang kita MEMAKSA IDM untuk FULL VERSION.

8. Buka file HOST yang berada di C:\WINDOWS\system32\drivers\etc dengan menggunakan NOTEPAD. Kalau tidak ada berarti file tersebut ke-hidden. Untuk menampilkannya caranya : Klik Tools > Folder Options > Pilih tab View > cari Hidden Files and Folders > klik Show Hidden Files and Folders > Apply > Ok.

9. Setelah terbuka dengan NOTEPAD maka akan terlihat di barisan bawah ada tulisan
127.0.0.1 localhost

10. Tambahkan tulisan berikut dibawah 127.0.0.1 localhost yang tadi.

127.0.0.1 tonec.com
127.0.0.1 www.tonec.com
127.0.0.1 registeridm.com
127.0.0.1 www.registeridm.com
127.0.0.1 secure.registeridm.com
127.0.0.1 secure.internetdownloadmanager.com
127.0.0.1 mirror.internetdownloadmanager.com
127.0.0.1 mirror2.internetdownloadmanager.com

Fungsi dari tulisan di atas adalah untuk mengarahkan semua website di atas contohnya secure.registeridm.com ke localhost alias ke komputer kita sendiri.

11. Setelah selesai, tinggal anda Save atau Ctrl + S saja.

12. Buka IDM anda dan sambungkan komputer anda ke koneksi internet. Silahkan anda chek Versi dari IDM anda.

Jangan lupa kembalikan setingan Folder Hidden seperti semula. Lakukan langkah ini saat komputer anda tidak terkoneksi ke internet.



Sumber : kaskus.co.id
7.28.2012
Posted by ngatmow

Negeri yang diharapkan ?

Ironi.....
Tragedi....
Penderitaan.....
Pesta pora.....

Berawal dari membaca artikel berjudul " Negeri SBY, Memalukan (marah) krisis tempe" tulisan saudara Amaludin pada Kompasiana, hampir aku seharian berada di depan layar monitor membaca berita-berita teraktual surat kabar elektronik di internet tentang negeri ini, Indonesia

Sumpah aku semakin nggak ngerti dengan negeri ini. Negeri yang sebenarnya aku cintai namun lambat laun semakin membuatku muak dan benci. Kenapa tidak ? lihat saja di setiap pelosok dan disetiap sisi hidup kita sekarang ini penuh dengan kemunafikan, kebodohan, kebohongan, kebencian dan bahkan keserakahan.

Ada beberapa hal yang mendasari aku untuk mengungkapkan perasaanku seperti diatas tadi, muak..... dan itu antara lain berada di sekitar kita setpia harinya... Apa saja ? 
  • Hampir Semua orang tentu saja setuju bahwa apa yang disebut sebagai wakil para rakyat adalah justru musuh dalam selimut terbesar rakyat kecil..... bukan dari sisi tugas dan kewajibannya sebagai mana mestinya, melainkan dari tingkah polah dan kelakuan mereka yang seperti babi (menurutku tikus jauh lebih keren dibandingkan dengan babi....)
  • Hampir Semua orang setuju bahwa di negeri ini yang menyebabkan timbulnya perpecahan dan pengkotakan masyarakat adalah justru Partai Politik yang tumbuh subur dan menjamur dengan slogan bohongnya "Selalu mengedepankan, mendorong dan memperjuangkan kepentingan rakyat....".
  • Hampir Semua orang setuju bahwa terjadi kemunduran dan stagnasi di segala bidang kehidupan di negeri ini. Dan semua itu umumnya terjadi karena adanya kemunduran rasa patriotisme terhadap negara dan majunya fanatisme lokal tanpa ada inisiatif apapun dari si pemilik negeri untuk mencarikan jalan keluarnya
  • Hampir semua orang setuju bahwa pemerintahan di jaman ini adalah pemerintahan abal-abal. Maksudnya pemerintahan yang tidak serius memenuhi kewajibannya sebagai pengayom masyarakat tetapi lebih mementingkan pencitraan dan  angka tertulis diatas kertas mengenai pembangunan dan kemajuan bangsa (padahal pada kenyataannya angka-angka tersebut sangatlah jauh berbeda dengan kondisi masyarakat di dunia nyata).

Ah.......Entahlah mau seperti apa bangsa ini kelak andai saja semua manusia yang bertugas menjaganya bertambah "pintar" saling menjatuhkan, saling menghina dan saling menyalahkan.

Ada satu kasus yang belum lama terjadi namun menjadi paling "memalukan" menurutku soal bangsa ini  adalah pada saat penentuan awal puasa Ramadhan ini....
bagaimana tidak, puasa Ramadhan sudah beberapa tahun terakhir selalu terjadi perbedaan pendapat antara pemerintah dan ormas Islam tertentu. Pada pelaksanaan sidang isbat yang seharusnya menjadi "musyawarah besar" untuk menentukan awal puasa malah terjadi perang mulut dan adu gengsi antar mereka yang mengaku sebagai ulama dan tokoh agama.
Bahkan yang lebih lucu lagi adalah ada seorang pakar ilmu falak dari salah satu ormas yang mrndukung pemerintah itu malah justru menentang hasil isbat dan mempertanyakan hasil sidang isbat tersebut. Mbah Munir (beliau biasa disapa) menyesalkan mengapa dalam pengamatan rukyat hilal ada salah satu jemaah di Cakung yang sempat melihat hilal bahkan disumpah tidak dijadikan bahan dan dasar untuk menetapkan jatuhnya 1 Ramadan 1433 H.
"Politik dan gengsi. Mengapa sudah melihat bulan saat rukyat hilal ditolak yang di Cakung? Apakah itu sudah betul? Nabi tidak begitu caranya. Nabi ada orang kafir tahu tanggal, nabi saya tahu tanggal dan melihat hilal. Nabi langsung ngomong; Wes sesuk bodho(Ya sudah besok lebaran). Saya orang NU sama dengan Muhammadiyah wes biar. Sehingga tanggalan saya dan santri saya 1 Ramadan jatuh 20 Juli dan hari ini saya sudah puasa," jelasnya.

............ Dan yang jelas aku sendiri kemudian memutuskan ikut berpuasa pada tanggal 21 Juli atau mengikuti keputusan sidang isbat itu ( apakah dosa atau tidak biarlah nanti Allah SWT yang memutuskannya). Menurutku mbok ya mereka itu jangan saling adu gengsi dan menonjolkan diri bahwa mereka paling pintar. malu sama tetangga nggak sih ???

.......Berhenti sejenak.......

Melihat berita di media massa sebenarnya sudah menjadi kewajiban bawah sadar di setiap harinya. Banyak informasi teraktual yang dapat kita terima dan menambah wawasan. Tapi apa yang kita peroleh sekarang ? semakin banyak televisi yang beritanya tidak berimbang. Banyak pemberitaan yang membela pihak tertentu dan seolah ingin membentuk opini publik pemirsanya. Lihat saja salah satu tokoh top di salah satu saluran televisi swasta nasional sekelas Bang Karni Ilyas merasakan galau dengan tempatnya bekerja sekarang, apalagi ada tawaran lebih menarik di stasiun tetangga.

Di luar internal Bang Karni dengan TV tempatnya berkarya, banyak isu yang beredar bahwa di situ Bang Karni sudah tidak lagi memiliki kebebasan dalam mengeluarkan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas karena adanya intervensi dari salah satu parpol besar milik keluarga taipan di negeri ini. Entah benar atau tidak tapi jika memang hal itu benar maka kita semua sudah selayaknya untuk memakluminya. Dan kita semua sadar bahwa memang sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan apabila berkaitan dengan "mereka".
Berikut cuplikan seorang penulis pada Kompasiana.com

"Celakanya sisi berita yang dibelanya adalah sisi berita yang berlawanan dengan keadaan sebenarnya di masyarakat, melawan Legal Formal, adalah adagium utama Karni Ilyas untuk tidak dilanggar, Karni tidak pernah mau melawan keadaan yang sebenarnya, Karni justru mengedepankan kesahihan berita membuka selip2 berita yang melawan berita2 karena pencitraan "

Dan yang terbaru adalah soal hilangnya kedelai dari pasar-pasar kita. Coba bayangkan dan renungkan.... bukankah kita adalah negara dengan begitu banyak lahan pertanian dan jutaan penduduk yang bergantung kepadanya ???
Asal tahu saja, saat ini Indonesia sudah menjadi negara pengimpor kedelai terbesar di dunia. Setiap tahun, jumlah kedelai yang diekspor ke Indonesia sebanyak 1.600 ton. Dari jumlah itu, sekitar 70-80 persen digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe di Jakarta. Sebagian besar kedelai yang diimpor berasal dari Kanada, Argentina dan Brasil.
Padahal dulu Indonesia merupakan produsen kedelai ketiga terbesar dunia (pada tahun 1960an), hanya kalah oleh Amerika Serikat dan China. Kini, hanya Amerika Serikat yang bisa bertahan. Dan posisi Indonesia telah digeser oleh Argentina, Paraguay, Kanada, dan Bolivia. China kini di peringkat keempat. Indonesia dengan produksi tahunan di bawah 1 juta ton tidak berada dalam kelompok sepuluh besar. Amerika Serikat dan Brasil, semakin kuat setelah Argentina masuk menjadi produsen utama kedelai. Sementara Asia, yang ditopang oleh China dan India, hanya mampu memproduksi sepertujuh dari produksi negara-negara di Amerika.

Kini tempe dan tahu menghilang dari pasar tradisional maupun super market kelas menengah atas, Kementerian pertanian maupun Menteri Perekonomian kalang kabut bagaikan kehilangan handuk sehabis mandi, Mentan dan Menko Perekonomian menuding kekeringan yang terjadi di AS, menjadi biang kerok kelangkaan ini, padahal sejatinya Bean atau kacang kedelai adalah jenis dagangan stock future  trading (perdagangan komoditi berjangka), dalam hal ini tentu sekitar enam bulan lalu, para tengkulak sudah mengantisipasi permintaan ini, sehubungan dengan meningkatnya pasar permintaan di Indonesia, saat memasuki hari besar keagamaan.

Kesalahan Pemerintah Indonesia dalam kondisi seperti ini adalah membiarkan secara sengaja komoditas ini diombang ambingkan oleh pasar ( floading market) kondisi ini sangat kontra sekali dengan gandum (wheat), justru tidak mengalami guncangan pasar, karena penguasa dan pengusaha sangat melindungi Importir jalur import, distribusi maupun tengkulak produk ini, karena mereka ini adalah mafia resmi penyalur gandum di Indonesia, dengan demikian proses import hingga pendistribusian produk ini tidak akan pernah mengalami hambatan karena kekuatan besar non government rules selalu berperan dibelakang bisnis gandum ini, padahal kedua jenis produk pertanian ini mayoritas di Import dari Amerika Serikat.

Lalu apa jadinya negeri ini kala tempe yang katanya....sekali lagi katanya ....adalah warisan budaya bangsa kita yang kita lindungi (bahkan ketika diklaim oleh negeri Jiran menjadikan kita siap berperang terhadap mereka) hilang dari permukaan... Salahkan jika kemudian negeri sebelah mengklaimnya kembali dengan alasan yang sebenarnya "lucu" ini ?

.......entahlah........


Oya ada beberapa hal lagi yang sumpah membuatku semakin muak dengan negeri ini, nggak lain dan nggak bukan adalah kelakuan warga masyarakatnya.
Oke, mulai dari yang kecil dulu :
Kita semua setiap hari akan menemui kelakuan bocah tanggung alias ABG alias Ababil yang nggak ngerti tempat dan waktu. Bayangkan saja, jaman sekarang banyak sekali anak usia ABG yang meniru artis idolanya dari Korea tanpa memandang dan berpikir dimana dia berada... sebagai contoh misalnya saya pernah menemukan beberapa orang gadis usia SMA berjalan-jalan di objek wisata Dieng berpakaian entah apa namanya, berambut pirang  (ada yang merah juga), memakai gelang warna-warni, dan sebagainya serta mengenakan hot pants. ... Hotpant di Dieng ? apa nggak salah tuh ? disana kan daerah terdingin di Jawa Tengah sini karena lokasinya yang memang paling tinggi (bahkan awanpun seakan berada dibawah kita) .....

Di kalangan musisi :
Tidak diragukan lagi bahwa di dunia ini Indonesia punya banyak sekali plagiator...(kalo boleh dibilah demikian) yang nggak tanggung-tanggung dalam "karyanya" (silahkan baca juga "Sang Plagiator")
Contoh yang paling hot adalah Lagu Cinta Satu Malam yang di rilis tahun 2009 hampir 100% sama persis dengan sebuah lagu barat, hanya saja genre mereka yang berbeda. Lainnya ? Astagfirullohal'adzim......
Tidak percaya ?? sekarang mari kita cek disini... 

Dunia olah raga yang seharusnya menjadi tonggak berdirinya sportifitas dan kejujuran, justru menjadi sampah yang paling memuakkan dan menyesakkan dada, sekarang apakah ada bidang olah raga  dimana kita berada di puncak dunia layaknya Bulutangkis jaman Susi Susanti dan Alan Budikusuma dulu ???
Jawabannya NOL besar saudara......

Sepakbola yang seharusnya kita dengan 250 juta penduduk bisa menyusun satu tim nasional yang hebat (bahkan bisa lebih hebat dari Juara Eropa 2012 Spanyol) justru hancur karena perpecahan di tubuh PSSI sendiri. Mau apa lagi sih sekarang ?

Mungkin ada beberapa orang yang tetap berusaha untuk optimis bahwa negeri ini masih bisa diperbaiki. Tapi apakah mereka akan tetap terus bertahan andaikata semua elemen di lingkungannya dia yang seharusnya turut membantu justru sama sekali tidak mendukung dan malah berusaha menjatuhkannya demi segepok uang kertas ?
Apakah mereka bisa bertahan dengan hantaman dari kanan dan kiri yang berupa tekanan, ancaman, dan intervensi dari pihak-pihak berkuasa yang mana memiliki akses penting pada hal-hal yang akan mereka kritisi ??

BULLSHIT !!!

Semoga saja negeri ini hancur sekalian dengan menyisakan orang-orang yang berpikiran jernih dan berhati mulia........
7.26.2012
Posted by ngatmow

Prof. Sofjan: Tradisi Perbedaan Awal Puasa Itu Laknat, Bukan Rahmat

Perbedaan awal puasa antar negara adalah hal yang bisa difahami, walau pun tidak mesti terjadi pada masa sekarang yang serba canggih bahwa setelah konjungsi hilal sudah muncul di atas horizon setelah terbenam matahari. 

Hal itu disampaikan staf pengajar pada Islamic University of Europa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (14/7/2012). 


"Namun jika perbedaan awal Ramadan di satu negara apalagi di kota yang sama seperti Jakarta bahkan di satu gang yang sama, maka itu bukan lagi rahmat, namun laknat bagi umat Islam di tanah air," ujar Sofjan. 

Menurut Sofjan, perbedaan penetapan awal Ramadan sejak dulu bukan karena beda methode antara rukyah dan hisab, namun karena gengsi antara Muhammadiyah yang menerapkan methode horizon bebas dan Kemenag yang didominasi pemikiran horizon lokal. 

"Karena methode apa pun yang dipakai jika masing-masing pihak memahami bahwa tujuan dari rukyah dan hisab adalah sama yaitu hilal, pasti bisa ketemu dan puasa bersama," tandas Sofjan. 

Lanjut Sofjan, hakekat dan esensi perintah merukyah bukan ibadah dan tidak boleh disakralkan, tapi justru adalah untuk mengetahui apakah hilal sudah muncul atau belum. Jika kita sudah tahu hilal jauh sebelumnya, mengapa lajnatul isbath Kemenag dan ormas islam lainnya harus menunggu 29 Syaban setiap tahun untuk observasi hilal? 

Jika hilal sudah diyakini pasti muncul, mungkin dilihat di tempat lain, namun tidak mungkin dilihat di Indonesia, mengapa Kemenag harus mengerahkan massa memantau hilal di beberapa titik di tanah air pada 29 Syaban? 

"Artinya kenapa anggaran observasi dialokasikan dan dicairkan padahal sudah tahu haqqulyakin bahwa hilal untuk tahun ini pada tanggal tersebut tidak bisa dirukyah?Bukankah ini suatu pembodohan umat?," gugat Sofjan. 

Dijelaskan, untuk tahun ini konjungsi matahari dan bulan terjadi pada Kamis 19 Juli 2012 pukul 04.24 UT, 07.24 waktu Mekkah. Kondisi hilal di Indonesia sulit dirukyah karena ketinggian hilal kurang dari 2 derajat, walau pun sebenarnya ketinggian hilal 1 derajat pun pernah bisa dirukyah pada 1971 di Indonesia. 

Yang jelas, lanjut Sofjan, hilal sudah ada setelah matahari terbenam dan berumur lebih dari 8 jam setelah konjungsi. Kemungkinan dilihat di Mekkah ada selama sekitar 6 menit setelah matahari terbenam pada pukul 19.05 waktu setempat, lalu hilal tenggelam pada pukul 19.11. 

Dalam pandangan Sofjan, hanya ada satu solusi yaitu bubarkan lajnatul isbat dan ganti dengan lajnatul falak. Artinya, tidak mesti kumpul dan kongko-kongko lagi di Kemenag pada setiap tanggal 29 Syaban, tapi tentukan jauh sebelumnya bahwa puasa jatuh pada hari sekian dan tanggal sekian. 

Kemenag tahun ini harus berani menggunakan otoritasnya untuk mengumumkan awal puasa beberapa hari sebelum akhir Syaban dan menyiarkan puasa serentak pada 20 Juli 2012. Kemenag harus membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lilalamin bukan laknatan lilalamin. 

"Adalah suatu kesalahan besar jika beberapa ormas Islam dan lajnatul isbath Kemenag masih bersikeras mempertahankan tradisi dan adat yang tidak ada kaitannya dengan ibadat. Merukyah sendiri, dengan melakukan methode horizon lokal, berarti mempersempit rahmat dan menyebar laknat terhadap umat Islam di tanah air," 
demikian Sofjan.




Sumber : detik.com
7.22.2012
Posted by ngatmow

Mie ayam untuk haji.....

Malam itu Thomas Fatah sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Tubuhnya yang bulat hanya bisa bergelintingan kesana kemari di tempat tidur reotnya sehingga menimbulkan suara gemercit yang berisik.

Perutnya berbunyi lagi pertanda protes kepada tuannya kenapa sampai selarut ini belum diisi sama sekali. 

Disaat yang mulai kritis, tiba-tiba terdengar suara yang sangat akrab di telinga Thaomas.... ting.....ting.....
ting.....

"Bagus.... itu dia yang aku tunggu" soraknya bersemangat sambil baranjak bangun dari pembaringan.

Gerobag Mie ayam yang berwarna biru muda itu sebenarnya biasa-biasa saja.tapi entah kenapa banyak sekali warga di perumahan tempat Thomas tinggal menyukainya dan bahkan rela menunggu selama berjam-jam demi menikmati semangkok mie ayam hangat.

"Jan..... nggak ngerti ditunggu ya pak Tamyis?" seru Thomas kepada lelaki setengah baya penjual mie ayam itu.
"Waduh sori mas bos, dari tadi saya ngetem di perempatan gang nangka. Alhamdulillah banyak yang beli. Gimana nih ? pesen berapa?" jawab lelaki yang dipanggil pak Tamzis itu.
"owh..... ya dong pesen semangkok dulu. Seperti biasa ya, kering ga pakai kuah"
" Oke siap mas bos...." sahut pak Tamzis sambil dengan cekatannya menyiapkan semangkok mie ayam pesanan Thomas.

Sudah beberapa bulan terakhir Thomas memang sering sekali makan malam mie ayam buatan pak Tamzis. Disamping rasanya enak, orangnya pun sangat ramah dan enak dijadikan teman ngobrol. Wawasannya sangat luas bahkan mungkin nggak kalah dengan Thomas sendiri yang notabene adalah seorang pegawai negeri.
Dan selama itu pula Thomas menyimpan sebuah tanda tanya besar terkait kebiasaan yang dilakukan penjual mie ayam langganannya ini setiap kali dia membayar. Pak Tamzis selalu memisahkan uang yang diterimanya. Ada empat tempat dimana lelaki itu menyimpan uang hasil jualannya. Laci, kaleng, kotak kayu dan dompet.


"Pak maaf nih mau tanya, selama ini saya perhatikan kalau terima bayaran mie ayam mesti uangnya dipisah-pisah, kenapa sih pak ?" tanya Thomas nekad bertanya.
"Owh anu mas bos, saya cuma  ingin memisahkan hasil yang saya dapat untuk tujuan dan cita-cita saya kok. Yah maklum lah mas bos, orang kecil seperti saya kalau nggak begini ya kapan bisa maju ?"
"Lha emangnya apa cita-cita sampeyan pak?" tanya Thomas tambah penasaran.
"Jadi begini mas bos, tujuan sayamenyimpan di beda tempat salah satunya memang untuk keamanan saya. Jadi kalau ketemu dengan orang jahat kan paling saya kasih dari satu tempat penyimpanan saya masih punya tiga tempat lagi.....iya to ?"
"Hem bener juga ya, lha selain itu tujuannya apa pak?"
"Kalau itu sih sebenarnya demi menabung saja mas bos. Menabungnya adalah untuk 4 kepentingan besar saya. Satu kepentingan hidup sehari-hari, dua untuk kepentingan masa depan anak saya, tiga untuk kepentingan akhirat saya dan yang terakhir untuk kepentingan ibadah saya mas"
"Maksudnya pak ?"
 "Begini mas bos, seperti yang sampeyan lihat uang hasil jualan emang saya pisah ke empat tempat dengan porsi yang berbeda.
- Laci, dengan jumlah yang paling sedikit adalah untuk tabungan pendidikan cucu saya kelak mas. Biaya pendidikan sekarang sudah semakin mahal. Dan tentu saja akan menjadi berlipat ganda sepuluh tahun lagi. Sekarang cucu saya masih berumur 2 tahun. senagkan bapaknya sendiri masih bekerja serabutan di luar kota. harapan saya semoga besok pada saat cucu saya memasuki usia sekolah, saya sudah punya cukup uang untuk membantu biayanya.
- Kaleng, jumlahnya agak lebih banyak dari yang saya masukkan laci. Tujuannya adalah untuk tabungan sodaqoh atau sedekah saya mas. Kata pak ustadz kalau kita mau bersedekah meskipun kita juga dalam keadaan susah insyaalloh rejeki kita akan lancar dan akan selalu mendapatkan bantuan yang tidak terduga dari Allah SWT
- Dompet, kalau yang ini memang jumlahnya lumayan banyak, yaitu untuk keperluan hidup sehari-hari mas. Selain itu kalau saya tidak mengalokasikannya dalam jumlah besar bagaimana saya bisa belanja buat dagang besok sore ?"


Sejenak lelaki setengah baya itu terdiam. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang mengalami kelelahan yang luar biasa. Namun dengan senyumannya dia berusaha menutupi kelelahan itu dan mengalihkannya entah kemana.
"Lha yang terakhir pak? kan baru tiga tempat itu ?" tanya Thomas semakin penasaran.
"Hehehe....kalau yang terakhir saya sebenarnya malu mas bos. Malunya adalah seperti tidak mungkin tapi itu adalah cita-cita kuat saya yang saya akan berusaha dengan sekuat hati untuk bisa mewujudkannya."
"Apa itu pak ?
"Kotak kayu itu adalah usaha saya untuk bisa memenuhi panggilan Allah SWT ke tanah suci mas bos. Sya pengen haji. Meskipun entah kapan bisa terpenuhi dan cukup dananya, yang penting saya akan terus berusaha ke situ mas. Harapan saya sih tahun depan saya sudah bisa mendaftar haji.....insyaalloh....."

Degg ..... Thomas terdiam seribu bahasa mendengar jawaban penjual mie ayam itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang terkadang dipandangnya dengan sebelah mata itu ternyata mempunyai kebesaran hati dan cita-cita yang sangat luar biasa. 180 derajat dengan para anggota yang terhormat yang setip hari ditemuinya di kantor.

"Kenapa mas bos ? kok jadi diam? " tanya lelaki setengah baa itu kepada Thomas yang sedang takjub.
"Ah enggak pak, saya hanya kagum sama bapak. Bahkan hal seperti itu belum saya pikirkan sama sekali. Bapak hebat. "
"Bukan seperti itu mas, saya hanya berusaha bersikap realistis saja dengan keadaan yang saya alami. Saya hanya berharap dan berusaha selalu optimis bahwa Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya yang mau berusaha, berusaha, dan berusaha. "


Dan Thomas pun terdiam seribu bahasa.
Pikirannya melayang jauh entah kemana sampai akhirnya dia sadar bahwa dia sudah merenung di dalam kamarnya, diatas pembaringan reotnya sampai adzan subuh berkumandang hari ini………..


7.14.2012
Posted by ngatmow

Jalan Tikus Downloader : Downloader buatan anak negeri

Ada satu lagi hasil karya anak bangsa yang membanggakan di dunia maya. Setelah proses download file selama ini selalu identik dengan Internet Download Manager (IDM), muncul sebuah software sejenis yang bernama Jalan Tikus Downloader yang asli buatan anak bangsa. .

Kegunaannya sama seperti Download Manager lainnya, yaitu untuk memudahkan dan MEMPERCEPAT proses download file dari Internet serta memungkinkan untuk mendownload beberapa file sekaligus.


Karena masih dalam versi Alpha, software ini masih belum stabil dan masih sering terjadi Bug atau Error, selain itu sering terjadi miss (tidak berfungsi) pada situs-situs tertentu.
Salah satu kelebihan Jalan Tikus Downloader adalah tidak ada register. Sehingga pengguna bisa langsung download dan menggunakannya secara bebas. Juga sudah dijamin oleh pihak pengembangnya bahwa software ini 100% bebas malware, jadi aman bagi komputer pengguna.


Penasaran ??
silahkan kunjungi websitenya di www.jalantikus.com


 Jika ingin berpartisipasi dalam proses pengembangan baik melalui ide, saran, kritik, silahkan kirim email ke
  info@jalantikus.com


berminat ???


DOWNLOAD disini

Cara instal disini




Sumber : Kaskus.co.id
7.10.2012
Posted by ngatmow
Tag :

Sanim, dari tukang becak jadi pengusaha garam sukses

Bertahun-tahun lamanya Sanim menggantungkan nasib pada sebuah becak yang dimilikinya. Kini nasibnya berubah, ia menjadi jutawan dengan dua pabrik, tiga rumah, 10 mobil, dan dua kali haji dari usahanya itu.
Sanim (60) merupakan seorang pengusaha asal Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menjadi salah satu contoh warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Dua usaha yang ia jalani saat ini ialah pabrik pembuatan garam dan pupuk organik. Namun, nama Sanim lebih dikenal sebagai pengusaha garam ketimbang pengusaha pupuk organik.


"Sekarang saya punya 10 mobil, tiga di antaranya mobil pribadi tipe Daihatsu Taruna, Honda Jazz, dan mobil pertama ketika saya beli tahun 1997, yaitu Daihatsu Espass, bangga sekali saya saat itu. Sisanya mobil angkut produksi, seperti Fuso," ujar bapak empat anak ini, saat ditemui Kompas.com di acara peluncuran buku kewirausahaan Rhenald Kasali di Gedung WTC, Jakarta Kamis (5/7/2012).

Adapun beberapa jenis garam yang diproduksi ialah jenis garam grosok (garam non-yodium masih berbentuk butiran besar dan kasar, biasanya dipakai untuk budidaya dan pengawetan ikan), garam dapur (konsumsi), dan garam industri untuk pabrik tekstil.
Sementara jenis pupuknya, yakni organik tipe KCL (kalium clorida), fungsinya meningkatkan unsur hara kalium di dalam tanah budidaya.

Kemampuan produksi kedua pabriknya, Samin mengaku, dalam setahun mampu memproduksi masing-masing 2.000 ton baik garam maupun pupuk organik.
"Oh kalau barang jadinya, itu mah (harga jual) rahasia perusahaan, Mas. Yang penting perhitungan saya ini ada lebihnya gitu. Saya tidak tahu kiranya berapa, tapi tahun kemarin bersih minimal mencapai Rp 400 juta per tahun," tuturnya sambil tertawa.

Menimba ilmu dari pabrik garam

Sanim menceritakan, pada awalnya ketika masih sebagai tukang becak, ia sering mangkal di persimpangan Jalan Cirebon. Di tempatnya mangkal, berdiri sebuah pabrik garam yang cukup besar.
Sanim pun tertarik untuk melamar kerja di pabrik tersebut, dengan harapan nasibnya bisa lebih baik. Beruntung, Ia diterima bekerja di situ.
"Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri," ungkapnya.

Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.
Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. "Jadi bisa dikatakan cuma menimba ilmu di pabrik tersebut," tuturnya.

Ilmu yang diperolehnya ialah cara membuat garam krosok. Sanim pun menggarap empang peninggalan orang tuanya yang berada di belakang rumahnya untuk mencoba membuat garam.
"Alhamdulillah, lama-lama usaha saya berkembang, sampai yang awalnya usaha di halaman belakang rumah, lalu berkembang dan kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi," ujar Sanim, yang mampu mengantarkan keempat anaknya meraih gelar sarjana ini.

Petani garam umumnya memanfatkan empang atau kolam di dekat pantai. Caranya, dengan mengumpulkan air laut ke dalam empang. Lalu, dengan bantuan sinar matahari, air laut yang terkumpul tersebut akan menguap dan menghasilkan kristal-kristal bersenyawa Natrium clorida (NaCl).
Kristal NaCL itu dikumpulkan oleh petani, lalu dibersihkan berulang kali dari kotoran yang melekat hingga menjadi butiran halus dan kecil, tetapi non-yodium.

Itu dulu, tetapi kini, selain memproduksi sendiri garam krosok, ia juga membelinya dari petani garam di sekitar Cirebon. Dengan kisaran harga beli sekitar Rp 400 per kilogram.
Harga belinya murah disebabkan garam yang diterima masih sangat kotor dan berwarna hitam. Kemudian ia cuci kembali dengan alat seadanya.

Akhirnya, Ia memutuskan untuk membeli alat pencuci khusus garam krosok seharga Rp 20 juta-an. Lebih efisien, dan garam krosok bisa dibersihkan dengan cepat. Ia pun menjual garam itu ke industri, pertanian, dan perikanan.
Namun, Sanim enggan menyebut berapa harga jual garamnya. Di beberapa iklan promosi yang beredar di internet, harga jual garam krosok bersih bisa mencapai Rp 810.
Peralatan produksi garamnya pun masih menggunakan mesin tradisional. Menurutnya, ini warisan budaya setempat. Lagi pula, ia menganggap mesin tradisional lebih tahan lama dan tidak menimbulkan suara bising ketimbang mesin modern berbahan besi.

Mesin tradisional inilah yang digunakan Sanim untuk mengolah garam krosoknya menjadi garam beryodium dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kalau barang, jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah garam beredar," ungkapnya.

Memanfaatkan KUR

Lambat laun, Sanim pun mulai berpikir untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi dari yang ia jalani sekarang. Pada 2010, ia memutuskan untuk menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan perbankan BUMD Jawa Barat, yakni Bank Jabar Banten (BJB).
Sebelumnya, ia hanya memanfaatkan jasa bilyet giro Bank BJB untuk bertransaksi dengan pembeli luar kota. "Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke Bank BCA, tapi waktu itu ditolak. Setelah itu akhirnya kita ke bank BJB. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana," katanya bercerita saat kesulitan memperoleh dana usaha.

Untuk menghasilkan 2.000 ton garam, paling tidak Sanim harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 1 miliar. Untuk itu, ia sangat membutuhkan suntikan dana bank untuk memperlancar arus produksinya.
Ia mengaku tidak pernah mengalami kredit macet selama meminjam ke bank. "Ke depannya nanti saya akan meminjam kembali ke Bank BJB sebesar Rp 500 juta. Kepenginnya saya balikin sekitar 1 tahun," katanya.
Sementara itu, ditemui Kompas.com di tempat yang sama, Dirut Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan, bank yang dipimpinnya itu memberikan akses kemudahan bagi para pengusaha mikro melalui jalur KUR.
Salah satu langkah BJB ialah meluncurkan suatu program bernama "Warung BJB". Warung tersebut semacam bank keliling khusus untuk menyalurkan pembiayaan usaha mikro.

Kini, 430 Warung BJB tersebar di pasar-pasar tradional di beberapa wilayah Jawa Barat dan Banten.
"Khusus kredit (KUR) kita masih fokus di Jawa Barat dan Banten. Ini karena untuk menyalurkan kredit, kita harus tahu dulu customer-nya," tutur Bien.
Dirinya mengklaim, pengusaha mikro tidak perlu lagi berpikir ribetnya proses birokrasi pengajuan dana KUR.

Biasanya, lanjut Bien, pengusaha mikro yang datang ke BJB untuk mengajukan KUR didiskusikan terlebih dahulu, bank pun bisa langsung mencairkan dananya. Asalkan pengusaha punya tempat usaha tetap.
"Kita memberi dana mulai paling kecil yakni Rp 2 juta hingga yang paling besar sampai Rp 50 juta. Begitu tumbuh, lalu kita naikkan kembali levelnya sampai RP 100 juta. Lalu begitu tumbuh lagi, kita naikkan kembali level pinjamannya. NPL-nya (kredit bermasalah) pun kecil, hanya empat persen (maksimal lima persen) untuk mikro," kata Bien, yang pernah menjabat Direktur Treasury dan Internasional Bank BNI ini.

Rhenald Kasali tentang Sanim

Guru Besar FEUI sekaligus penggiat Rumah Perubahan kewirausahaan Rhenald Kasali mengatakan, banyak sekali orang yang menjadi tukang becak selama 20 tahun dan bahkan hingga akhir hayatnya.
"Tapi Pak Sanim berubah, justru Pak Sanim melihat dirinya ada potensi. Dan sekarang Pak Salim menjadi pengusaha besar di bidang garam. Ketika sebagian besar orang justru ingin impor garam. Pak Sanim berkutat untuk menyelamatkan garam Indonesia. Jadi ini salah satu contoh," ungkapnya pada sambutannya di peluncuran buku terbarunya tentang kewirausahaan.
Rhenald menyebut Sanim dan pengusaha mikro sejenis adalah para "pengusaha cracking". Para pengusaha yang awalnya bukan dari kalangan keluarga pengusaha, tetapi mereka nekat keluar dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada umumnya.
 
sumber : kompas.com
7.09.2012
Posted by ngatmow
Tag :

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow