Archive for 2013

Klinik KoFiPon di SMK N 1 Punggelan Banjarnegara

Tanggal 22 Desember 2013, Komunitas Fotografi Ponsel (Kofipon) sukses menggelar acara bertajuk  "Klinik Fotografi Dasar dengan Handphone" dengan bertempat di SMK N 1 Punggelan Banjarnegara. Acara yang diikuti oleh sekitar 70 siswa itu berlangsung meriah dengan berbagai macam kegiatan seperti pameran foto, diskusi, game dan lomba foto dengan menggunakan kamera handphone peserta yang sebagian besar adalah siswa SMK N 1 Punggelan.

Courtesy : Hidayat Syah Alam photo
Ketua panitia acara Buddy Yulli mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merubah pandangan generasi muda bahwa fotografi tidak hanya bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kamera mahal saja, namun juga bisa dilakukan dengan memaksimalkan kamera yang tersemat dalam handphone masing-masing.

Pada kesempatan ini Ketua pusat Kofipon, Hidayat Syah Alam, yang berkenan hadir dari Yogyakarta didapuk sebagai juri pada sesi lomba foto peserta bersama Oo Cah dan Ngatmow Prawierow. Lomba foto yang diikuti seluruh peserta workshop dengan sangat antusias ini ternyata menjadi salah satu ajang diskusi dan komunikasi antara peserta dengan tim Kofipon. Banyak hal yang kemudian ditanyakan peserta   terutama terkait teknik dan tips memotret dengan menggunakan handphone. Hasilnya sungguh diluer dugaan. Semangat dan rasa ingin tahu peserta membuahkan hasil yang maksimal. sebanyak 5 orang peserta berhasil menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah dari Tim Kofipon yaitu berupa lensa wide+macro osino untuk juara I, lensa macro osino untuk juara II, Topi Kofipon Macro untuk juara III dan pulsa untuk juara IV dan V.


Berikut hasil karya siswa SMK N 1 Punggelan yang berhasil menjadi 5 terbaik (dengan sedikit polesan dari admin tanpa mengurangi keaslian foto - hanya mempertegas warna saja)






Prihatin Sutarwanto,S.Pdi selaku Wakasek Kesiswaan SMK N 1 Punggelan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini selain sangat positif dan bermanfaat bagi siswa terutama bagi mereka yang menaruh minat pada fotografi, juga bisa mengurangi sisi negatif jiwa muda mereka (siswa,red) yang sedang menggebu gebu dengan satu kegiatan  positif yang cenderung "adem". Selain itu dia berharap bahwa acara semacam ini bisa terus digelar dan bekerja sama lagi pada kesempatan yang lain dengan KoFiPon.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan tersebut yang diambil dari beberapa sumber.

pameran foto

klinik dan diskusi

praktek lapangan bersama KoFiPon
setor foto untuk lomba

Game bersama Udien dan Sinchan

sesi foto bersama KoFiPon

sesi foto bersama KoFiPon




12.23.2013
Posted by ngatmow
Tag :

Foto buta warna saya

Ada sebuah pertanyaan dari seorang kawan beberapa waktu yang lalu, menggelitik tapi asik untuk dibahas. Dia bertanya kenapa saya selalu saja mengambil foto orang-orang yang saya temui di jalan dengan kamera handphone saya dan kemudian merubah foto berwarna yang saya ambil menjadi foto hitam putih.....

Jawabannya simple sodara-sodara, karena saya sangat suka dengan foto jenis ini. Menurut saya, hasil foto hitam putih atau BW memiliki keunikan tersendiri. Elemen hitam putih dalam fotografi dapat memperkuat kesan dramatis, misterius, dan elegan. Hal inilah yang menyebabkan foto hitam putih menjadi salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Dari dulu hingga saat ini foto bernuansa hitam putih selalu memiliki tempat dihati dan bahkan memberi kesan mendalam bagi orang yang melihatnya. Betul tidak ?


Ada beberapa "tema" foto BW yang memang sangat saya gandrungi. Portrait dan Streetphoto.  Portrait atau yang sering dipermudah kalimatnya menjadi foto wajah mungkin merupakan foto yang paling umum bagi kita semua yang memegang sebuah kamera. Entah itu kamera DSLR, kamera pocket, maupun kamera handphone sekalipun. Karena selain menarik, juga merupakan bentuk pengabadian ekspresi pribadi bagi kaum 4.L.4.Y alias penyuka foto selfie .....ah sudahlah, yang jelas untuk jenis ini saya lebih tertarik untuk mengabadikan raut wajah-wajah sepuh yang sudah berkeriput dari pada wajah-wajah cantik seorang model yang memang sudah siap untuk difoto (inilah yang membuat istri menjadi lebih "tenang" ketika saya pergi kemana-mana membawa alat jepret hehehe.......)

Bicara soal foto portrait, sebenarnya ada 4 hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan foto portrait yang enak dipandang namun sering kita lewatkan (ini versi saya lho ya). Pertama jangan lupakan cahaya, jangan terlalu banyak ruang kosong di atas kepala objek, mata berkata segalanya dan untuk mendapatkan kesan lebih, penuhi frame dengan subjek foto dalam hal ini bisa wajah si model - meskipun sudah penuh keriput hehehe....)

Berikut beberapa hasil jepretan untuk jenis foto ini dengan menggunakan kamera dari handphone Nokia N8 saya. Mohon masukan dan saran ya...







Memenuhi frame dengan subjek foto akan sangat berguna jika kita ingin menonjolkan subjek agar lebih "terlihat" dan "hidup" dalam foto yang kita tangkap. namun begitu, satu hal yang perlu diperhatikan adalah usahakan agar posisi mata berada di sepertiga bagian frame alias tetep mengikuti aturan ROT. kenapa ? karena biasanya POI dari foto seperti ini adalah bagian mata dimana mata bisa berkata segalanya....




Kembali ke persoalan jenis foto yang sedang saya gandrungi belakangan ini, satu hal lagi selain portrait adalah streetphoto. dari namanya saja sudah jelas yaitu foto yang diambil di jalanan, baik itu yang diambil secara terang terangan maupun sembunyi sembunyi sehingga tidak ketahuan objek fotonya.






** foto lainnya bisa dilihat di Zi Gallery atau Fan Page Zi Gallery

12.15.2013
Posted by ngatmow

Sebuah Perenungan

Kata orang tua, hidup itu harus selalu bersyukur apapun keadaannya, apapun kondisinya dan apapun peristiwanya. selalu saja ada hikmah yang akan kita dapatkan baik langsung maupun nggak langsung dari sebuah peristiwa. bahkan peristiwa sekecil apapun.

Bicara soal bersyukur, coba deh kita rasakan sendiri apa yang kita raih kalau kita mau bersyukur kepada-Nya. Bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa dan ajaib bahkan tanpa kita menyadarinya....tentu saja kalau kita mau menelaah apa dan dimana kita berada.

Ada sebuah cerita yang sungguh menyentuh hati terkait dengan rasa syukur masing masing pribadi yang saya temukan ketika iseng iseng membuka akun FB. Ceritanya begini ....... 

Sepasang suami-istri petani sedang bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya

 "Lihat Bu, betapa bahagianya suami istri yg naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah, tidak seperti kita yang harus lelah ber...jalan untuk sampai kerumah.."

Sementara itu pengendara motor & istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya


"Lihat Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat


"Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati


"Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing-masing......"

**asli copas dari status FB temen ..... 


QUOTE OF THE DAY

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika hanya melihat milik orang lain, dan selalu membandingkannya dengan milik kita.  Begitu juga soal hidup, bekerja dan berkeluarga.....

Bersyukurlah senantiasa atas hidupmu kepada-Nya, niscaya akan dilipatgandakan kebahagiaanmu karenanya........


11.29.2013
Posted by ngatmow

Tips memilih kamera versi saya

Setelah beberapa waktu lalu saya sedikit mengulas soal bagaimana caranya memilih lensa kamera DSLR, dan munculnya pertanyaan dari beberapa orang teman soal bagaimana cara memilih dan menentukan kamera bagi mereka yang rata-rata adalah berstatus masih belajar fotografi, kali ini saya memberanikan diri menulis sedikit tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan temen-teman serta bantuan dari mbah Google sebagai pelengkap referensi....


Ceritanya begini sodara-sodara, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan sebelum membeli atau mungkin meminjam (hehehe....) kamera digital untuk mengabadikan momen momen penting yang terjadi di sekitar kita. Dalam sebuah artikel di dal digital.com, disebutkan bahwa dalam membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan yang jeli terlebih dahulu, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya.

Nah berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih kamera digital, baik itu DSLR maupun Mirrorless versi brock7.tk

1.  Isi dompet
Membeli kamera digital harus disesuaikan dengan isi dompet kita. Jangan memaksakan diri apalagi sampai berhutang sana sini hanya demi gengsi dan mencari pandangan orang bahwa kita adalah seorang fotografer.....selain itu pilihlah kamera sesuai dengan kebutuhan, karena yang sering terjadi adalah memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita bahkan  tidak bisa menggunakan fitur tersebut untuk keseharian.

Sekedar saran, untuk pemula lebih baik memilih kamera yang untuk pemula saja dulu, kemudian seiring meningkatnya skill, baru kamera ditingkatkan. Oya, kalau dalam konteks belajar tekhnik fotografi, alangkah baiknya mengesampingkan gengsi dan gaya-gayaan. Kenapa ? karena hal tersebut sangat tidak dianjurkan dalam kita belajar fotografi.
Dalam belajar fotografi, menggunakan kamera pocket atau bahkan kamera handphone - yang saat ini sudah sangat canggih - pun sudah bisa dilakukan. Banyak bermunculan komunitas fotografi yang menggunakan kamera jenis ini untuk share beragam ilmu foto (karena banyak diantara angotanya yang ternyata adalah fotografer pro lho....) yang bahkan bisa dijadikan sebuah kegemaran hingga kebanggaan baru.


2. Resolusi
Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.
Hal ini menjadi penting ketika hasil foto nantinya akan digunakan sebagai apa, sebab tidak bisa dipungkiri bahwa semakin besar resolusi kameranya maka akan semakin besar pula kemampuan foto untuk dicetak. Artinya, kalau hanya sekedar ingin foto-foto narsis kemudian di share ke dunia maya, ukuran Megapixel besar dan kamera jenis tercanggih tidak terlalu dibutuhkan.


3. Sensor
Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.
Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".
Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.
Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.
Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.
Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

4. ISO dan speed alias kecepatan
Fitur lainnya yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.
Disamping ISO, kecepatan atau speed juga perlu digunakan sebagai pertimbangan, biasanya kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya pertandingan sepak bola, pertunjukan kesenian tari, lomba lari, balap sepeda/mobil atau bahkan menonton konser musik.

5. Ukuran dan Model
Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Oleh karena itu ukuran atau model kamera juga harus dipertimbangkan. Bagi yang bersedia ribet, kayaknya sih oke oke saja "menggendong" paralatan tempur tang berat dan rawan rusak itu, namun jika kurang suka dengan sesuatu yang ribet dan menghendaki yang ringkas dan mudah dibawa, mungkin kamera mirrorless lah jawabannya.



6. Image Stabilization/Anti Getar
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.


Kalo saya pribadi, sering saya justru menganggurkan kamera bermoncong di tas saya dan jeprat jepret sana sini dengan kamera di ponsel saya. Dan saya justru bangga itu. Suer.... hehehe....


11.25.2013
Posted by ngatmow

Menganti Ninggal Ati

Simbah setar kembali turun ke jalan raya beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 16 November 2013. Kali ini yang menjadi tujuan akhir adalah kota tetangga yang jaraknya tidak se-ekstreem biasanya, Kebumen. Rutenya hanya Banjarnegara - Kebumen - Purworejo - Kebumen (lagi)atau kurang lebih menempuh 180km saja (PP).

Dilihat dari jarak tempuh sih memang tidak terlalu jauh, tapi kondisi jalan yang beragamlah yang menjadi tantangan kali ini. Lebih dari separo jalan antara Banjarnegara sampai dengan Kebumen adalah jalan semi aspal alias pernah diaspal....hehe...sudah bolong disana sini sehingga pengendara kendaraan jenis apapun harus pandai pandai memilih jalan agar tidak "kejeglong" di lubang-lubang itu.


Bagi pengendara yang tidak biasa menempuh perjalanan dengan rute seperti ini, memang akan menjadi sebuah tantangan yang cukup menegangkan sekaligus mengasikkan. Sebab kita akan melaju melewati jalan pegunungan yang berkelak kelok dan naik turun (ada beberapa tanjakan dan turunan ekstreem juga) namun  disuguhi pemandangan yang luar biasa indah dan sejuk hampir di sepanjang rute perjalanan.

Satu hal yang menarik adalah pada jalur yang dilewati Simbah Setar kemarin, terdapat Waduk Sempor yang terletak 7 km di sebelah utara Gombong, atau sekitar 14 km arah timur laut kota Kebumen. Waduk yang membentang begitu luas dan begitu indah ini menjadi salah satu alternatif wisata di kota ini yang menyimpan beragam atraksi (katanya)...

Waduk Sempor sore hari 
Setelah beristirahat sekejap (nggak sampai 15 menit), perjalanan berlanjut sodara-sodara. Kali ini rute yang dilewati tidak begitu sulit karena merupakan trek datar dalam kota (Gombong-Kebumen). Nah selama menempuh trek ini, ada satu hal yang cukup menjadi tanda tanya bagi saya. Kok tidak ada kendaraan lain yang melewatiku ya ? apa karena orang didaerah ini memang berkendara dengan mode siput, atau memang simbah setar yang larinya ngalahin yang masih "muda".... entahlah hehehe....

Oke, singkat cerita kami (saya dan simbah)setelah berkunjung ke rumah salah seorang teman, menuju ke tujuan terakhir. Pantai Menganti.

Asing ? memang....saya juga baru pernah dengar....


Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Tidak mudah memang untuk mencapai lokasi pantai Menganti ini, jaraknya dari Kota Kebumen kurang lebih mencapai 63 Km. Tidak jarang bagi pelancong yang berasal dari luar kota seperti kami harus menggunaan GPS alias Gunakan Penduduk Setempat (banyak tanya pada penduduk maksudnya hehe...) untuk menemukan jalur yang benar - kami tersesat hingga 10 km lebih karena terlalu banyak percaya pada Go*gle Maps sodara sodara.... Dan parahnya lagi tidak ada satu pun akses transportasi umum yang mencapai lokasi ini kecuali kendaraan pribadi.

Sebenarnya sih bukan masalah kondisi fisik jalannya yang tidak memungkinkan karena jalan menuju lokasi sudah beraspal (atau lebih tepatnya agak beraspal), melainkan topografi jalan menuju lokasi Pantai Menganti berada pada kemiringan lereng yang  sangat curam, sehingga perlu keberanian, keterampilan dan kehati-hatian ekstra untuk berkendara naik turun bukit memutari lereng dan punggungan bukit ini. Spesial pokoknya....

Harus menguatkan nyali terlebih dahulu bagi yang belum terbiasa berkendara dengan medan yang curam, turun naik dan kelokan tajam. Tapi bagi saya dan simbah ini akan menjadi sebuah tantangan yang sangat mengasyikkan. Karena begitu melihat pemandangan pantai dari atas bukit, semua lelah terbayar dengan pesona Pantai yang begitu eksotis. Pantai ini dibatasi perbukitan batu gamping dan batu bekas gunung api. Hamparan pasir putih hasil abrasi batu gamping dan keindahan pohon kelapa di pinggir pantai menciptakan nuansa dan pesona nan indah.

Matahari terbit dilihat dari bukit di sebelah pantai menganti
Menurut penuturan penduduk setempat, Pantai Menganti memang belum dikelola oleh Dinas Pariwisata Pemda setempat, wajar jika pengunjungnya hanya segelintir, itu pun adalah mereka-mereka yang mempunyai nyali besar hingga sampai ke tempat ini. Atau bahkan orang-orang "kesasar" yang sebenarnya bertujuan menuju pantai ayah ataupun pantai Karang bolong....

Perlu diketahui, sejauh ini pantai Menganti masih menjadi Tempat Pelelangan Ikan nelayan setempat.Dengan balutan kesantunan khas masyarakat nelayan yang membuat kita cepat menjadi akrab. Kita bisa mendapatkan ikan segar langsung di tempat itu layaknya kita baru saja menangkap sendiri.

Nampaknya memang agak susah mengemas Pantai Menganti menjadi objek wisata yang menjanjikan dan menarik minat pengunjung. Dari segi destinasi memang oke, tidak banyak pantai yang terdapat dibalik gugusan Karst, bersisian dengan tebing yang menjulang tinggi dan karang-karang yang menahan laju ombak besar, ditambah lagi pesona pasir putih keemasan yang terkena matahari. Itu memang menjadi destinasi menarik. Keunikan daerah destinasi wisata memang manjadi alasan dan motivasi kuat bagi para pengunjung, meskipun mungkin jarak yang harus ditempuh dengan jarak yang teramat jauh.

Oya, ada satu lagi hal menarik yang perlu dimasukkan ke dalam daftar target buruan apabila kita mau berkunjung ke pantai yang satu ini. Kulinernya....

Yup, salah satu masakan andalan warung-warung makan yang berjejer di pinggir pantai adalah udang masak pedas. Sesuai namanya, masakan ini didominasi oleh rasa pedas yang berpadu dengan nikmatnya rasa khas udang laut dan bumbu lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan.

Walaupun hanya berlauk udang pedas dengan kerupuk dan irisan timun segar saja, namun makan siang sambil memandang hamparan laut yang menghampar luas dan dibelai angin yang lembut membuat kita akan lupa betapa sulitnya perjalanan pulang yang perlu diterjang nanti. selain itu harga yang dipatok untuk menikmatinya pun serasa sebanding dengan cita rasa yang diterima lidah kita.

Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa.

Tidak terasa hari sudah beranjak siang, sudah saatnya simbah diajak berlari lagi menyusuri jalanan pulang ke rumah dengan satu kesan membekas di dalam hati. Ternyata di negeri ini masih banyak hal yang bisa dibanggakan..... dan dirindukan.....

Karena suatu saat nanti, kami pasti kan kembali ke Menganti lagi.....

Berikut beberapa sudut keindahan Pantai Menganti yang sempat saya abadikan dengan Kamera Handphone Nokia N8 dan Kamera seleler Canon EOD 1100D pada waktu itu....


 



 












11.23.2013
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow