Posted by : ngatmow prawierow 1.11.2017

Rame !! itu yang lagi saya perhatikan di jagad dunia maya negeri ini beberapa waktu terakhir. Hampir semua manusia yang merasa pandai saling berlomba untuk memberikan pendapat, opini dan bahkan analisa soal sesuatu yang mungkin mereka sendiri nggak tau apa itu....

Kerusuhan, caci maki, hujatan, perngawuran, perdobolan, perzinaan #ehh..........
dan yang paling santer tidak lain dan tidak bukan adalah isu SARA yang tentu saja merebak kemana mana bahkan sampai kehati sanubari mereka, sehingga sudah tidak ada (tahu) lagi batasan mana yang benar dan mana yang salah.....
Yang penting anu.................

Hemmm.... mungkin manusia yang sudah merasa pinter itu merasa bahwa karena punya banyak teman yang sesudut pandang menjadikan mereka golongan yang paling bener dan segala tuntutannya HARUS TERLAKSANA meskipun dengan berbagai cara. Damn ...............

Saking tertutupnya mata hati mereka, bahkan sampai menjudge orang yang bergerombol, yang tidak mereka kenal, bahkan tidak berpakaian seperti mereka, sebagai lawan......... Masyaalloh ...........
Seperti yang lagi anget ini ......


Mungkin bagi kita yang sudah sangat biasa membaca berita berita macam itu akan menganggap biasa dan tidak akan begitu menanggapinya. Tapi apa jadinya jika salah seorang dari mereka (yang ternyata bukan orang orang yang dituduhkan si pembuat status dan ternyata adalah serombongan wartawan yang sedang beristirahat ketika meliput sidang kasus anu) mengetahui status ini dan kemudian menanggapinya?

KISRUH .........
Jelas ................

Bagaimana tanggapan kawan kawan pewarta foto kemudian dalam menanggapi status itu ? Simak saja kisanak ..........

"Surat terbuka untuk Eko Prasetia"
Selamat sore mas Eko Prasetia. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan jasmani, rohani dan kesehatan berfikir kepada anda.

Sore ini kami mendapati sebuah foto yang anda unggah di halaman Facebook melalui akun anda tanggal 3 Januari 2017. Sebuah foto yang sengaja anda ambil menggunakan telepon pintar untuk memotret kami yang tengah menunggu proses persidangan berlangsung. Foto itu anda lengkapi dengan keterangan foto sebagi berikut "Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir dipersidangan hari ini. Udah seperti PSK asal China kelakuan mereka, pake tutupin muka segala".

Kami berusaha memaafkan dan memaklumi kata-kata kotor anda yang sudah menghakimi kami, melecehkan profesi kami, menyakiti perasaan kami. Baiklah, mungkin anda tidak kenal kami, anda juga tidak mengerti pekerjaan kami. Anda juga tidak merasakan kelelahan kami. Mungkin anda terlalu sibuk mengikuti kata hati anda yang sedang dibalut kebencian yang sangat. Anda juga mungkin terlalu sibuk mengais kemarahan untuk anda umbar ke jagat maya. Sehingga anda buta dan leluasa menghakimi kami seperti apa kehendak hati anda.

Mas Eko, anda dengan sadar dan sengaja mengangkat telepon anda dan mengarahkan kameranya kepada kami. Anda sadar betul kami ini wartawan, oleh karenanya anda memang sengaja memotret kami.

Mas Eko, kami ini awak media, kami adalah jurnalis foto yang setiap hari bekerja mengabadikan peristiwa dengan kamera. Tugas kami menyampaikan berita melalui gambar.

Kedatangan kami ke persidangan adalah murni karena tugas jurnalistik. Terlepas dari siapa yang sedang berperkara dalam persidangan, sejauh itu suatu peristiwa penting yang layak diketahui masyarakat luas. Dipastikan kami akan ada dan hadir mengabadikan peristiwa tersebut dimana dan kapan pun itu. Anda mungkin tidak pernah tau bagaimana kesulitan kami. Ya karena kami tidak mau mengeluh, kami bekerja karena kami mencintai profesi kami.

Mas Eko yang kami hormati, perkataan anda yang mengatakan kami tim cyber/buzzer penista agama sangat merendahkan profesi kami. Anda menyamakan profesi kami sama dengan PSK. Sebegitu kronis kebencian anda hingga menyebarkan fitnah dan menyerang kami. Sehat mas Eko? Kami mendoakan anda selalu dalam keadaan sehat mental dan fisik.

Ingin sekali kami marah, melaporkan anda ke Polisi dan melihat anda duduk di kursi pesakitan lalu kami arahkan semua kamera kami menyoroti wajah anda. Lalu kami sebarkan fotonya dengan kata-kata yang sama seperti kata-kata kotor yang anda lemparkan kepada kami. "Inilah penyebar fitnah menutupi wajahnya seperti PSK asal China karena malu diberitakan di media masa dan diunggah media sosial".
Bagaimana perasaan anda mas Eko? Jika anda tidak tersinggung, kami ragu anda punya nurani. Sebaiknya ada segera berkonsultasi dengan psikolog terdekat.
Mas Eko profesi kami dilindungi Undang-undang pers. Langkah dan gerak kami dipagari kode etik jurnalistik. Kami tidak bergerak sebebas pikiran dan hati anda. Sebagai jurnalis, kami punya tanggungjawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi.
Kami ini adalah garda terdepan dalam industri media, kami bukan pembuat kebijakan, kami juga bukan pengambil keputusan, kami tidak memiliki kekuatan membuat suatu sikap keberpihakan.
Mas Eko kami hanya ingin melihat sikap kesatria anda sebagai seorang laki-laki. Kami ingin melihat keberanian anda untuk bertanggungjawab atas semua perbuatan dan ucapan anda yang sudah melukai kami.
Kami tidak ingin menodai hati kami dengan kebencian, kami tidak ingin mengotori pikirian kami dengan amarah.
Kami serahkan semua persoalan ini kepada pihak yang berkompeten untuk diselesaikan.
Semoga Tuhan memaafkan kita semua. Amin
Pewarta Foto Indonesia

Adem, berwibawa, tenang namun pasti dengan satu tujuan............ Dibawa ke ranah hukum.......
Selanjutnya apa yang terjadi sodara sodara ?
beliau langsung mewek, merengek dengan membuat sebuah status lagi


hahahaha ...... saya kira padahal dia sudah sakti mandraguna, ga takut hukum negara, bolone akeh poll ...... ternyata hanya seorang has# biasa .......hahahaha.............



Kapokmu kapan hehehe ..........

Pengen tahu seperti apa orangnya ? ga perlu repot repot cari akunnya di media sosial bro, sudah dihapus. Mungkin untuk menenangkan pikiran atau untuk menghilangkan jejak walau sebenarnya sudah terlambat.......hanya sebuah foto yang menampakkan wajahnya beliau hasil dari screenshoot rekan rekan PFI



Mari doakan saja semoga semua pihak mendapatkan yang terbaik saja. Dan beliau lekas diterima di sisi-Nya ........

Sebenarnya, awal kisah pagi tadi saya nggak begitu tertarik untuk membuat tulisan ini, namun sebagai warga negara yang baik dan merasa bahwa hal semacam ini sangat perlu untuk diangkat sebagai sebuah tulisan ringan. Gatel saya untuk berkomentar dan menga*ukan mereka mereka yang berpikiran picik semacam itu.

Saya sendiri kok lama lama merasa sangat kasihan sama mereka yang hatinya selalu dipenuhi kebencian kepada satu orang (yang pada akhirnya merembet kemana mana), padahal dalam agama mereka sendiri sudah dijelaskan bahwa tidak boleh memendam dendam, kebencian dan harus memaafkan kalau sudah dimintakan maaf. dan sekarang pada akhirnya mereka sendiri hanya bisa melihat keburukan orang lain saja tanpa bisa melihat kekurangan (dan bahkan pelecehan yang dilakukan mereka kepada agamanya sendiri) yang dilakukan teman teman mereka dengan berbagai cara.

sungguh kasihan bahwa mereka lupa bahwa dalam agama mereka sendiri sudah diajarkan bahwa harus saling menghormati keyakinan orang lain.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
(QS. Al Kafirun : 6)
 " Untukmu Agamamu... dan untukku agamaku... "

Yang jika kita artikan secara bodonan adalah bahwa dalam beragama tidak ada toleransi. Alias tidak boleh saling singgung menyinggung, mencampuradukkan ajaran agama, Penting untuk dicermati, toleransi tidak boleh dimaknai sebagai upaya mencampuradukkan keyakinan, ritual ibadah, tradisi dan simbol-simbol antar agama-agama. Karena itu berarti menghancurkan sendi-sendi agama. Toleransi hendaknya dilandaskan pada pengakuan terhadap keberagaman (pluralitas), bukan dibasiskan pada pengakuan ideologi semua agama adalah sama dan benar (pluralisme). Alright ???

Namun, toleransi antar umat beragama wajib hukumnya. Jadi plis perhatikan kata yang dicetak tebal ..........ANTAR..........

 Allah Ta’ala berfirman

 لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
(QS. Al-Mumtahanah : 8)
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Selain itu ada juga dalam Al Qur'an :

 “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah : 8)

“Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah : 7)

Dari dalil Qur’an tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa: Toleransi antar umat beragama itu wajib selama memang saling menghormati. ya kan ??

Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haq bil bathil, mencampuradukan antara hak dan batil, suatu sikap yang sangat terlarang dila-kukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah tole-ransi padahal itu merupakan sikap sinkretis yang dilarang oleh Islam.
Sementara itu tidak ada paksaan untuk menyinggung dan mengangkat isu-isu agama. Jika pun suatu saat berdiskusi tentang masalah sensitif ini, jangan sampai memaksakan bahwa agama Islamlah yang paling benar. Karena tidak ada paksaan dalam agama.

“Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama Islam, karena telah jelas antara petunjuk dari kesesatan. Maka barangsiapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Alloh sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh : 256)

“Berilah peringatan, karena engkau ( Muhammad ) hanyalah seorang pemberi peringatan, engkau bukan orang yang memaksa mereka.” (QS. Al-Ghosyiyah : 21 -22)

Nah lho..............
Sekarang mari kita bandingkan dengan apa yang sedang "in" di tivi tivi...... mereka yang seharusnya menjadi panutan umat justru malah menjadi yang paling keras dalam meneriakkan kebencian. Mereka yang (sayangnya) mempunyai banyak pengikut adalah mereka yang paling lantang meneriakkan kata kata tidak pantas yang pada akhirnya diikuti oleh pengikutnya itu....

Masyaalloh .........

Saya hanya bisa beristighfar dan mengelus dada saja  (dada sendiri sodara sodara bukan punya Luna Maya lho.....) sambil nyeruput segelas kopi dan berdoa agar ini bukan lah awal dari akhir peradaban bangsa ini ...............


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow