Tampilkan postingan dengan label berita duka. Tampilkan semua postingan
Bencana Longsor Situkung, Banjarnegara Berduka Lagi !
Banyak
yang mengaitkan hujan dengan kenangan, asmara dan bahkan waktu bersantai untuk
makan dan minum sesuatu yang menghangatkan badan. Namun bagi warga yang tinggal
di dataran tinggi atau pegunungan, hujan apalagi sampai deras bukan lagi soal
"romantisme" atau "mie rebus". Hujan deras yang mengguyur
berjam-jam justru adalah alarm bahaya, dan semuanya harus dalam mode siaga.
Itulah
yang terjadi, bencana tanah longsor besar terjadi pada Minggu sore, 16 November
2025, di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara.
Longsor ini terjadi akibat hujan deras yang berlangsung sepanjang hari, membuat
tanah di bukit yang berada di atas pemukiman warga menjadi labil dan runtuh secara
masif, menimbun puluhan rumah warga. Akibatnya 28 orang dinyatakan meninggal
dan seribu lebih warga berada di pengungsian.
Banjarnegara
berduka lagi.
Dari
keterangan berbagai sumber, sebenernya ternyata alam udah ngasih kode, gaess.
Sehari sebelum kejadian, tepatnya Sabtu, 15 November 2025, warga sudah
mendeteksi adanya retakan tanah di area Gunung Jaran yang terletak di atas
Dusun Situkung. Namun karena berada di tengah hutan dan banyaknya pohon di
sekelilingnya sebagai pengikat tanah, hal ini dirasa tidak begitu membahayakan.
Pada
hari Minggu (16 November 2025), hujan deras mengguyur Kecamatan Pandanarum
tanpa ampun selama lebih dari 13 jam. Bayangin, tanah yang udah retak diguyur
air segitu lamanya. Tekanan air pori di dalam tanah naik drastis, bikin tanah
jadi bubur yang siap meluncur ke bawah. Dan pada pukul 15.45 WIB mimpi buruk
itu terjadi. Sore itu, saat warga lagi istirahat dan sebagian keluar rumah
karena hujan reda, tebing di atas Dusun Situkung runtuh. Rekaman video yang
diambil warga pun mendadak viral di media sosial. Bencana mendadak itu berdampak
parah pada permukiman, pertanian, dan peternakan, menyebabkan ratusan warga
mengungsi, puluhan rumah rusak, ratusan ternak tertimbun, dan lahan pertanian
serta irigasi hancur, dengan area terdampak mencapai sekitar 10 hektar dan
luncuran material hingga 1 km.
Kepanikan
massal melanda. Semua masyarakat berlarian masing masing mencari selamat,
cerita kalau mereka nggak punya pilihan lain selain lari. Karena jalur biasa
udah tertutup lumpur atau terlalu bahaya, ada sebagian warga yang lari masuk ke
dalam hutan dan area kuburan desa buat nyelamatin diri. Kebayang nggak ?
Mereka
bertahan di sana sampai akhirnya ditemukan dan diidentifikasi oleh tim SAR beserta
relawan pada malam harinya. Mereka baru bisa dievakuasi dalam kondisi shock
berat, basah kuyup, dan penuh lumpur pada keesokan harinya melalui jalan hutan
yang memutar dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam. Respect setinggi-tingginya buat mental baja
mereka.
Hari
Senin, 17 November 2025 operasi evakuasi dimulai. Pandanarum mendadak
kedatangan ratusan orang dari berbagai penjuru, jalanan macet, banyak orang
dengan berbagai atribut tiba-tiba terlihat di sana. Mulai dari pasukan orange,
semi orange, TNI berbaju hijau, TNI berwarna abu abu, orang-orang yang
bersliweran membawa kamera dan alat perekam, drone terbang dimana mana. Sesuatu
yang jarang terjadi di sana.
Sebagian tim BPBD, SAR dan relawan mulai memetakan area longsor, lainnya ada yang mulai melakukan pendataan masyarakat terdampak, ada juga yang bergerak menyisir hutan untuk mencari penduduk yang mengungsi disana.
Kantor
Kecamatan Pandanarum berubah menjadi Posko Induk penanganan bencana, Dapur
Umum, Gudang Logistik dan Media Center. Semua bergerak, bersinergi dan
menyamakan tujuan, Penanganan Maksimal.
Satu
hal yang menjadi kendala dalam proses pencarian korban adalah factor cuaca yang
tidak bersahabat dan kontur tanah di sana yang memang "ngeri-ngeri
sedap". Menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi), di daerah itu punya struktur geologi sesar dan jenis tanah
pelapukan yang gampang banget rontok kalau kena air jenuh. Dan inilah yang
menjadi penyebab luasnya area longsoran.
Sampai
hari ke 4 (Rabu, 19 November 2025), pencarian korban masih belum bisa dilakukan
secara maksimal. Meskipun sudah banyak pejabat yang datang dan memerintahkan
untuk segera melakukan pencarian (bahkan dengan alat berat sekalipun), alam
tetap tidak bisa dilawan. Kata teman teman BPBD, konyol rasanya kalau sampai
terjadi tim penyelamat malah diselamatkan. Betul juga kan ?
Tapi diluar itu semua, tim non lapangan tetap bergerak tanpa henti. Terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi Masyarakat terdampak, plus para petugas dan relawan di lapangan. Dapur umum tetap mengebul, pendataan logistic dan bantuan yang masuk dan keluar tetap dilakukan dengan cermat, perbaikan sarana dan prasarana termasuk transportasi, jalur evakuasi bahkan fasilitas medis dipercepat.
Hebat….
Kamis
(20 November), Perlahan tapi pasti, korban-korban mulai ditemukan. Setelah
melalui proses rekayasa cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pencarian
besar besaran dimulai. Dengan melibatkan 18 alat berat (excavator) tim lapangan
menyisir Lokasi terjadinya longsoran sesuai dengan data yang sudah dibuat tim BPBD Banjarnegara.
Satu
demi satu korban mulai ditemukan.
Ada
satu hal yang unik dalam proses pencarian ini, muncul sosok “indigo” yang juga
ikut dilibatkan dalam proses pencarian jenazah. Rival Altaf namanya. Di
lapangan beberapa kali dia menunjukkan Lokasi diduga terdapat jenazah yang
masih tertimbun tanah, dan hampir semuanya tepat.
Saking sulitnya medan dan banyaknya korban yang belum ketemu, operasi SAR yang harusnya 7 hari diperpanjang 3 hari lagi. Dan puncaknya adalah di hari terakhir atau hari ke-10, Selasa (25 November 2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan lima korban yang semuanya berasal dari sektor A2 (sektor A Worksite 2). Kelima korban yang ditemukan berada di sektor A2 merupakan satu keluarga yang berdasarkan kesaksian kerabat korban, mereka terlihat berlari untuk menyelamatkan diri namun tidak berhasil dan terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah.
Dengan
ditemukan jasad 5 orang ini, maka jumlah total korban longsor yang telah
dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia mencapai 17 orang dan 11 orang tidak
ditemukan.
Upacara
penaburan bunga berjalan dengan haru, hampir semua orang yang hadir tidak kuasa
menahan air mata. Ada perasaan haru, sedih, lega dan beragam perasaan yang
bercampur menjadi satu seiring rintik hujan yang ikut turun seolah semesta
turut berduka.
So,
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari bencana
ini ?
Bencana
Situkung ini jadi tamparan keras buat kita semua soal lingkungan. Banyak hal
yang perlu kita sadari dan pertimbangkan.
- Geografi Kita Rawan : Kita tinggal di Ring of Fire. Tanah di Banjarnegara emang subur, tapi juga rapuh.
- Pentingnya Mitigasi : Retakan tanah sehari sebelumnya itu warning. Ke depannya, sistem peringatan dini harus lebih kenceng lagi biar warga bisa evakuasi SEBELUM longsor kejadian, bukan SAAT kejadian.
- Solidaritas : Aku salut banget sama relawan. Dari yang masak di dapur umum sampai yang nyangkul lumpur, kalian pahlawan!
Yang terakhir,
kita semua harus peka dan peduli sama tanda alam !
We will always love you mom.......
Tepat jam 01.20 WIB tanggal 5 September 2016 ibu tercinta dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Setelah perjuangan panjang selama 6 tahun melawan Diabetes, dan 6 bulan terakhir keluar masuk Rumah Sakit, akhirnya sampai ibu ditakdirkan harus berpulang pada-Nya.
Hancur hati ini rasanya mengingat bahwa sebagai seorang anak saya belum bisa membahagiakan beliau, belum bisa memenuhi apa yang pernah dicita citakan beliau, belum bisa mengantar beliau piknik ke pantai Karangbolong lagi untuk sekedar ber melodi memory mengenang masa dulu,
belum bisa menghantarkan beliau menunaikan ibadah haji yang sebenarnya tinggal menunggu satu tahun lagi........
Beberapa saat yang lalu, waktu beliau masih dirawat di PKU Muhammadiyah Wonosobo, sebenarnya saya seolah olah sudah diberi isyarat bahwa akan ditinggalkan utnuk selamanya. Salah satunya adalah dengan berbisik " ibu titip bapak ya...... adikmu tolong didampingi.......kasihan"
Ada lagi pesan tersirat beliau waktu mengatakan ingin dekat dengan bu AR, salah satu sahabat karibnya yang sudah berpulang beberapa tahun yang lalu.
Deg......
Tapi semua itu ingin rasanya saya tepis dan buang jauh jauh dari dalam isi kepala.....
Sampai akhirnya berita itu datang........
Ibu, pecah air mata yang tidak pernah menetes selama ini ketika harus meletakkan ibu di pembaringan terakhir itu.....
ada rasa kehilangan yang tidak tertahankan yang bergejolak dalam dada ini........ namun itu harus segera dihilangkan bukan ? saya harus ikhlas. Harus merelakan ibu berpulang ke pemilik semua kehidupan di dunia ini.......
"ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MUDKHALAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QABRI AU MIN 'ADZAABIN NAAR.
Artinya : "(Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka)
Ibu, rasanya saya sudah tidak sanggup menulis apa apa lagi saat ini, layaknya ibu yang tetap menulis diary ketika sedang berjuang melawan sakit.......
Hanya doa yang bisa kami sebagai anakmu bisa panjatkan kepada Allah SWT, agar ibu beristirahat dengan tenang untuk menghadap-Nya, mendapat tempat yang terindah di sisi-Nya, mendapatkan penerangan di alam-Nya, serta mendapat anugerah khusnul khotimah dari-Nya.... Aminn.........
We will always love you Mom.......
![]() |
| Bersama ibu tahun 2013 |
![]() |
| Nikahan Anis - Santi (28/3/2016) |
![]() |
| Mei 2016 - zizi ngumpet |
AJI SANTOSO : Pelatih Jenius kesayangan Para Elit PSSI
Eitss... sudah sudah, jangan bicarakan dia. Nanti imajinasi jadi melayang kemana mana.
Kembali ke topik utama aja, keanehan PSSI sekarang ini yang sudah dalam posisi dibekukan Menpora dan dibanned oleh FIFA (yang lucunya juga lagi kena kasus suap......nah....).
Terakhir, baru beberapa hari yang lalu kita disuguhi pertandingan yang memilukan dimana timnas U23 kita dibantai 5-0 oleh Thailand. Busyet..... sebuah skor yang menyayat hati. Bahkan untuk menontonnya di TV pun saya (dan berjuta penduduk Indonesia lainnya) sampai harus menahan nafas ketika gawang kita begitu sering terancam oleh serangan dari lawan (yang sebenernya level permainannya sama - menurut saya....)
So, apa yang salah ? Menurut saya..... ya sekali lagi menurut saya, yang salah adalah pelatihnya. Mas Aji Santoso itu. Dengan materi yang "mengandung" pemain-pemain U19 didikan Indra Syafri, yang notabene selalu bermain bola dengan otak, pelatih yang dulu bermain sebagai andalan di sektor bek/sayap kiri itu nyatanya tidak mampu meracik formula yang pas untuk anak asuhnya.
Bisa dilihat bagaimana Evan Dimas dan Paulo Sitanggang bekerja keras pontang panting di lini tengah tanpa bisa diimbangi oleh bagian penyerangan serta pertahanan kita. Dimana pemain lain yang ada dilapangan waktu itu yang notabene bukan hasil didikan pelatih Bali United saat ini, Indra Sjafri ? Sungguh sangat sangat tidak padu dan tidak mutu. Entah apa yang ada di pikiran pelatih kesayangan almarhum PSSI ini.
Eits, Kenapa disebut sebagai kesayangan ?
Oke kita ikuti track recordnya yang saya ambil dari beberapa sumber terpercaya......
Kiprah cemerlang Aji Santoso sewaktu menjadi pemain menggiur para elit PSSI untuk menggandengnya melatih pasukan merah putih. Radar mengarah kepadanya ketika ia memulai karir kepelatihan professionalnya diakhir 2000-an. Arah menjadi caretaker tim nasional Indonesia seolah menunggu waktu. Itu terbukti saat ia ditunjuk menjadi asisten pelatih timnas U23 senior tahun 2011, kemudian menjadi pelatih Timnas Senior Sementara saat menutup laga Pra Piala Dunia 2014 (laga bertandang ke Bahrain tahun 2012), dan menjadi pelatih kepala Timnas U23 sejak 2014 sampai sekarang.
Dibawah tangan dingin dan kejeniusannya meramu permainan 11 pemain dilapangan, Timnas menjadi sangat disegani dikancah Asia Tenggara bahkan Asia! Tengoklah bagaimana track recordnya memperoleh kemenangan2 mengesankan dari tim tangguh macam Timor Leste, Kamboja, dan Brunei Darussalam diajang resmi, atau menghadapi Persigar Garut dan Tim Pra PON domestik diajang persahabatan. Mencetak gol diatas 3 biji bukan hal langka. Hal ini kian mengukuhkan dirinya sebagai pelatih yang apik dalam meramu strategi tim.
Well, sekalipun masih belum mendapatkan gelar juara di segala ajang yang ia lakoni sebagai pelatih, tapi setidaknya ada beberapa pertandingan yang patut kita kenang sebagai laga apik. Laga-laga ini adalah pengukuhan superioritas Timnas saat ditanganinya. Berikut catatan Harum tersebut saat dia melatih pasukan Merah putih :
1. Bahrain 10 - 0 Indonesia (Februari 2012 = Pra Piala Dunia 2014). Hasil akhir = Juru Kunci grup. (Aji Santoso hanya melatih di 1 laga terakhir saja)
2. Thailand (U23) 6 - 0 Indonesia (U23). September 2014 = Asian Games 2014
3. Indonesia (U23) 1 - 4 Korea Utara (U23). Sept 2014 = Asian Games 2014. Hasil Tournamen = Perempat Final
4. Indonesia (U23) 0 - 3 Syria (U23). Februari 2015 = Laga persahabatan sebagai Tuan Rumah)
5. Indonesia(U23) 0 - 4 Korea Selatan (U23). Maret 2015 = Kualifikasi AFC U23. Gagal lolos ke Putaran FInal AFC U23
6. Indonesia (U23) 2 - 4 (U23) Myanmar. Juni 2015 = Pertandingan pembuka SEA GAmes 2015.
7. Indonesia U23 0 - 5 Thailand U23. 12 Juni 2015 = Babak Semifinal SEA Games 2015.
8. Vietnam U23 5 - 0 Indonesia U23. 15 Juni 2015 = Perebutan Juara III SEA Games 2015.
Track Record diatas adalah bukti kesaktian Aji. Yang paling fenomenal adalah saat laga menghadapi Bahrain (Febr 2012) skor Bahrain 10 - 0 Indonesia. Ini adalah laga "Legend" dimana rekor baru tercipta sebagai torehan prestasi emas bangsa ini. Dunia Internasional berdecak kagum sembari angkat topi terhadap hasil ini. Permainan ngotot dengan aliran-aliran bola jelas antar pemain merupakan terapan strateginya. Dan ini sangat menghibur.
Masih mengenai catatan harum diatas, lihatlah bagaimana Indonesia begitu trengginas, banjir gol kegawang lawan dan begitu sukar kebobolan saat menghadapi tim elit dunia (macam Bahrain, Myanmar, dan Thailand) adalah bukti nyata kejeniusan Aji Santoso. Sepanjang 2 dekade terakhir, rentetan hasil ini sangat memuaskan bangsa. Sungguh Aji melesatkan harapan besar tentang kejayaan Sepakbola Indonesia untuk berjaya di kancah Internasional. Bila pelatih seperti dia terus dipelihara memegang tampuk kepelatihan utama, niscaya Gelar Piala Dunia 2022 bisa disandingkan dengan Gelar Piala Asia 2023. Atau jika ada sedikit keajaiban, TImnas Indonesia bisa menginvasi African Cup, EURO, dan American Cup. O betapa bahagianya kami se-Indonesia.
Bagaimana dengan insting dan pengetahuan umumnya tentang sepakbola? Jangan ditanya. Sempat dikaitkan dengan isu pemanggilan Lorenzo Pace, pemuda 19 tahun keturunan Indonesia-Italia, Aji ogah memanggilnya karena sepengetahuan Aji ; Pace hanyalah pemain cadangan di Primavera Lazio. Pace jarang menembus skuad utama ungkapnya. Aji begitu kukuh dengan pernyataannya sekalipun statistik Pace di transfermarkt.com dan soccerway berkata lain (di kedua situs kredibel ini : Pace adalah penghuni regular squad Lazio Primavera). Berbekal wawasan luas, tak heran ia sanggup menjayakan sepakbola Indonesia di 2 tahun belakangan.
Btw, Jupe bayar hutangnya beneran lho ,.......hahahahaha.............
#AjiSantosomundur #saveIndonesianFootball #callIndraSjafri #KillPSSI #goTimnas #goEvanDimas
Special Thanks to sancimelekete on Kaskus
Memandang Longsor Dahsyat Jemblung dari Ketinggian Udara dan Satelit (Artikel Copas dari Ekliptika)
Sejumlah citra foto dan videonya telah dipublikasikan semenjak awal. Sementara pencitraan kedua dilaksanakan oleh tim respon cepat bencana LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) pada saat yang hampir sama. Memanfaatkan satelit penginderaan jauh Pleiades milik badan antariksa Perancis yang melintas jauh di atas lokasi bencana pada 16 Desember 2014 TU, tim LAPAN mencitra dan mengolah datanya dalam kanal cahaya tampak (visual) untuk kemudian memublikasikan hasilnya per 19 Desember 2014 TU. Hasil kerja dua tim yang berbeda tersebut saling melengkapi sehingga memberikan perspektif baru dalam upaya kita memahami bencana tanah longsor dahsyat Jemblung (Sampang) 2014 ini.

Citra aerial dan citra satelit tersebut menyajikan batas-batas longsor dan beberapa perspektif tiga dimensi sektor longsor tertentu. Tatkala batas-batas tersebut dimasukkan ke dalam program pemetaan seperti Google Earth, diperoleh bahwa longsor dahsyat Jemblung (Sampang) 2014 mencakup area seluas hampir 18 hektar. Dari area seluas itu sekitar 2,2 % di antaranya, yakni hampir 4.000 meter persegi, merupakan bagian yang tak terjamah aliran maupun timbunan tanah dalam bencana ini, yang mencakup sebuah rumah berdinding putih dan kebun jagung.
Dua Luncuran
Selamatnya rumah dan kebun jagung ini dari terjangan tanah longsor telah mengundang decak kagum. Banyak yang menyebutnya sebuah keajaiban. Cerita-cerita yang tersebar luas tak berkeruncingan di media sosial menuturkan rumah itu adalah milik kiai kampung yang rajin berdakwah kepada penduduk sekitar. Namun penelusuran lebih lanjut menunjukkan pemilik rumah tersebut adalah seorang petani yang tinggal bersama istri, anak, menantu dan cucunya. Meski rumah tersebut selamat dari terjangan tanah, namun tidak demikian dengan penguninya. Hanya sang menantu yang sedang hamil 9 bulan dan satu keponakannya yang luput dari maut meski sempat tertimbun tanah setebal 1 meter. Sementara petani, istri, anak dan seorang cucunya lagi menjadi korban bencana dahsyat ini.

Google Earth memperlihatkan dusun Jemblung secara topografis terletak di sebuah lembah berarah barat-timur yang dipagari dua buah gunung (bukit), masing-masing di sisi selatan dan utaranya. Bukit di sisi selatan dikenal sebagai Gunung Telagalele. Lembah ini tidak rata melainkan berhias sejumlah gundukan. Di sela-selanya mengalir sungai Petir, sebuah sungai kecil yang bermuara ke sungai Merawu. Sungai Merawu sendiri merupakan salah satu anak sungai utama dari sungai Serayu yang besar. Sehingga sungai Petir dan seluruh dusun Jemblung pada dasarnya merupakan bagian dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Serayu.
Lembah dimana dusun Jemblung berada juga bukanlah lembah datar ataupun landai, karena ujung timurnya 30 meter lebih tinggi ketimbang ujung baratnya. Selain lebih rendah, ujung barat lembah dimana dusun Jemblung berada juga tepat bersisian dengan sungai Petir. Berbeda dengan ujung timurnya. Faktor ini yang nampaknya berperan penting terhadap aliran tanah pada bencana longsor dahsyat 12 Desember 2014 TU.
Sebelum luncuran tanah terjadi, dusun Jemblung telah lebih dulu dikejutkan oleh dua peristiwa luncuran tanah dalam skala kecil yang mengambil lokasi di dusun Jemblung sebelah barat. Apakah masih berkaitan ataukah tidak, apakah salah satu atau kedua longsor kecil itu menyebabkan gangguan stabilitas lereng utara Gunung Telagalele ataukah tidak, yang jelas ia segera diikuti luncuran tanah yang jauh lebih besar. Luncuran tanah terakhir ini secara umum dapat dibedakan menjadi luncuran tanah sisi timur dan luncuran tanah sisi barat.

Hal itu berbeda dengan luncuran tanah sisi barat. Pada awalnya luncurannya mungkin kecil dengan arah ke utara-barat laut. Namun tumpukan material longsornya amat mendesak lereng yang lebih rendah. Sehingga lereng yang sudah labil itu pun turut runtuh, menghasilkan longsor dalam volume lebih besar juga dengan arah ke utara-barat laut. Hal yang sama berulang, tumpukan materialnya mendesak lereng yang lebih rendah lagi hingga turut longsor. Pada akhirnya luncuran tanah sisi barat membawa volume tanah yang lebih besar ketimbang sisi timur. Pun demikian energinya, sehingga daya gerusnya pun lebih besar. Massa tanah pun terdorong jauh tanpa terhenti meski telah menghantam dusun Jemblung sebelah barat dengan telak. Selain dari luncuran tanah sisi barat, dusun Jemblung sebelah barat juga diterjang sebagian kecil massa tanah dari longsoran tanah sisi timur yang tadi terbelokkan. Akibatnya dusun Jemblung sebelah barat pun dihapus dari peta, sebagian tertimbun tanah dan sebagian lagi tergerus. Massa tanah di sini pun meluncur jauh hingga memasuki sungai Petir untuk kemudian menghilir sejauh sekitar 150 meter. Sehingga selain di bekas dusun Jemblung sebelah barat, banyak jasad korban longsor yang ditemukan di sekitar sungai Petir.

Pelajaran
Selain bermanfaat memperkirakan bagaimana mekanisme sebuah bencana khususnya pada bencana yang berskala besar, penggunaan citra aerial dan/atau citra satelit memberikan pelajaran berharga dari Banjarnegara. Citra aerial dan/atau citra satelit sangat membantu dalam pencarian jasad korban. Dalam bencana longsor dahsyat Jemblung (Sampang) 2014 ini, citra aerial dan satelit membantu memberikan gambaran antara pra dan pasca bencana. Sehingga gambaran dimana rumah-rumah yang tertimbun/tergerus tanah longsor dapat segera diperoleh. Mengingat cuaca yang kurang mendukung dengan langit kerap mendung, satelit penginderaan jauh tak bisa secepatnya membantu apalagi jika bekerja pada kanal cahaya tampak. Sebab pandangan satelit ke lokasi bencana akan kerap terganggu oleh tutupan awan. Sebaliknya PUNA/drone tidak begitu terganggu karena ketinggian jelajahnya lebih rendah dibanding awan. Sepanjang tidak turun hujan deras, PUNA/drone dapat dioperasikan tepat di atas lokasi bencana.

Selain sangat membantu dalam pencarian jasad para korban dengan memetakan batas-batas kawasan yang terlanda bencana longsor, pelajaran berharga lainnya dari Banjarnegara adalah bahwa citra aerial yang diproduksi PUNA/drone juga membantu mengevaluasi bagaimana tutupan vegetasi (tumbuh-tumbuhan) di sebuah lereng. Juga bagaimana keadaan lereng tersebut, khususnya lereng yang telah menunjukkan gejala pendahuluan akan bencana tanah longsor dalam bentuk retak-retak tanah dalam beragam skala. Ini akan sangat membantu dalam menyiapkan kewaspadaan bagi masyarakat disekitarnya.


Titik-titik ini perlu segera ditangani dengan jalan segera ditutup tanah hingga rata. Juga perlu untuk terus dipantau apakah ada tanda-tanda pendahuluan lainnya seperti mulai merosotnya lereng, mulai miringnya pepohonan/tiang listrik ataupun mulai menegangnya kabel listrik yang melintas di atas lokasi. Selain itu bagaimana skenario terburuk terkait besarnya luncuran tanah dan arahnya pun musti mulai dipikirkan. Dalam konteks inilah pencitraan aerial berbasis PUNA/drone menjadi penting peranannya untuk mengevaluasi status lereng tersebut. Apalagi dengan kemampuannya yang melebihi resolusi citra satelit penginderaan bumi dan ongkos operasionalnya yang relatif murah. Agar kelak korban tak lagi berjatuhan…
Special Regard to ekliptika.wordpress.com
Berita duka dari Jemblung
Banyak korban selamat mengatakan bahwa musibah kali ini sangat aneh. Tanah longsoran bergerak seperti ombak yang bergulung dan berputar membentuk pusaran besar. Tanah seolah menjadi cair dan berwarna mengerikan dengan gemuruh suara yang sungguh dahsyat.
Karena itulah kemudian banyak versi cerita muncul di kemudian hari. Mulai dari yang bersifat ilmiah sampai cerita mistis yang melatarbelakanginya.
Kebanyakan dari korban selamat pada malam itu juga bergerak dengan alat seadanya untuk mencari korban selamat lain yang lokasinya tidak begitu jauh dari posisi mereka. Malam yang gelap itu semakin mencekam dengan teriakan manusia yang maminta pertolongan. Dan tangisan orang orang yang kehilangan sanak saudara, juga teriakan orang orang yang saling menguatkan satu sama lain ditengah himpitan tanah tanpa bisa saling menolong. Tragis....
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan beberapa penyebab terjadinya longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (15/12/2014 - Kompas)
"Dusun Jemblung di dalam peta merupakan daerah yang rawan longsor dengan intensitas sedang-tinggi," ujar Sutopo, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat.
Sutopo mengatakan, pada dua hari menjelang terjadinya longsor, yaitu pada tanggal 10-11 Desember, wilayah di sekitar Dusun Jemblung, Banjarnegara, diguyur hujan yang cukup deras. Akibatnya, tanah di lokasi tersebut menjadi penuh dengan air. Kemudian, menurut Sutopo, materi penyusun bukit Telaga Lele, di Dusun Jemblung, merupakan endapan vulkanik tua sehingga solum atau lapisan tanah cukup tebal dan terjadi pelapukan.
Selain itu, kemiringan lereng di bukit tersebut kurang dari 60 persen. Saat kejadian, mahkota longsor berada pada kemiringan lereng 60-80 persen. Sutopo juga mengatakan, penyebab longsor tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Tanaman di atas bukit tempat terjadinya longsor adalah tanaman semusim, dengan jenis palawija, yang tidak rapat. Akibatnya, kondisi tanah menjadi longgar dan mudah terbawa air."Budidaya pertanian yang tidak mengindahkan konservasi juga jadi penyebab. Kondisi tanah dan air di lokasi kejadian, di mana tidak ada terasering pada lereng tersebut," kata Sutopo.
Innalillahi wainna ilaihi roji'un.....
Hanya itu yang bisa kita ucapkan selain segera bertindak dengan segala kemampuan yang kita bisa untuk meringankan beban bagi saudara saudara kita yang terkena musibah disana.
Tidak lupa mari kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa, semoga mereka yang sedang tertimpa musibah diberikan kekuatan dan kesabaran, dan kita semua semoga diingatkan bahwa kita ini hanyalah makhluk-Nya yang tidak punya kekuatan apapun untuk berlaku sombong dan melupakan keberadaan-Nya


































