Archive for Desember 2010

Catatan Mas Andi : Indonesia si Anak Durhaka

Polemik tentang keistimewaan Yogyakarta kian memanas, seiring dengan hasil sidang rakyat hari senin lalu yang dilegalisasi DPRD DIY untuk tetap menetapkan Sultan sebagai gubernur. Disisi lain pemerintah justru kian ngotot mempertahankan pemikirannya untuk mengisi jabatan gubernur melalui pemilu. Berbagai bencana tampaknya belum ingin beranjak dari bumi Yogyakarta. Belum pulih sepenuhnya akibat terjangan gempa tahun 2006 yang menyebabkan ribuan korban jiwa berjatuhan dan rumah warga porak poranda, kemudian disusul oleh bencana akibat erupsi merapi beberapa waktu yang lalu yang juga menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan desa rata dengan abu. Kini ancaman bencana baru sedang mengintai Yogyakarta, berbeda dengan bencana sebelumnya yang disebabkan karena faktor alam maka ancaman bencana kali ini lebih banyak berkaitan dengan persoalan politik namun akibatnya tak kalah hebat yaitu berpotensi merusak harga diri, kerukunan dan ketentraman rakyat Yogya. Dan semua potensi bencana politik ini bersumber dari kengototan pemerintah untuk memaksakan disahkannya RUU keistimewaan Yogyakarta yang isinya dianggap tidak sesuai dengan kehendak masyarakat Yogya dan bersifat ahistoris.

Disinformasi

Beragam pendapat dan sikap kemudian bermunculan dari berbagai pihak sehingga menyebabkan situasi Yogyakarta kian memanas. Ada pihak yang pro pemerintah namun lebih keras pihak yang menentang. Aura penentangan bahkan ditunjukkan oleh penduduk di Yogyakarta dengan beramai-ramai mengibarkan bendera Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat hingga berbagai pelosok pedesaan sebagai simbol dukungan mereka terhadap eksistensi dan sikap keraton. Berbagai korban politik juga mulai berjatuhan, dimulai dengan pengunduran diri GPIH Prabukusumo adik Sri Sultan Hamengubuwono X sebagai ketua pengurus daerah Partai Demokrat. Disusul dengan desakan berbagai pihak agar para wakil rakyat dan pengurus partai yang berasal dari Yogyakarta termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Roy Suryo agar juga mundur dari partainya.

Munculnya berbagai sikap dan pendapat tentang RUUK Yogyakarta ini bukannya kian memperjelas persoalan namun sebaliknya justru kian memperpanas keadaan. Hal ini disebabkan karena berbagai sikap dan pendapat lebih sering diwarnai oleh ego posisi dan sudut pandang pribadi. Oleh karena perlu kiranya untuk mengurai lebih jernih persoalan ini secara subtantif dan bertahap sehingga akan membuat fokus persoalan menjadi kian jelas.

RUUK memang perlu

Amir Syamsudin dari Partai Demokrat yang pro pemerintah dalam berbagai perdebatan berulangkali mengarahkan pembicaraan akan pentingnya RUU keistimewaan Yogyakarta ini. Statement ini memang benar akan tetapi tidak tepat jika terus-terusan ditekankan untuk menjawab berbagai kritikan yang masuk karena dapat mengaburkan persoalan yang lebih subtantif yang diperdebatkan yakni tentang dilema posisi dan peran Keraton dan Gubernur. Pentingnya RUUK ini tidak perlu diperdebatkan dan ditekankan lagi karena ini sudah disepakati oleh semua pihak. Bahkan Sultan sendiri sudah menekankan pentingnya RUUK ini sejak beberapa tahun yang lalu, termasuk dengan rencana mundur dari jabatan gubernur jika pemerintah tidak serius menyelesaikannya.

Istimewa peran dan posisi

12.14.2010
Posted by ngatmow

Wawancara Eksklusif

Beberapa waktu yang lalu, aku pergi ke Yogyakarta ikut tes alias ujian terkait Diklat PBB dan BPHTB berbasis e-learning....meskipun sebenernya aku sendiri nggak tau sama sekali makanan apa tuh PBB dan BPHTB hehe.....

Tapi bukan itu yang aku mau ceritain.

Pas perjalanan pulang, kami (semua berlima) mampir ke Malioboro, nah disitu sambil nongkrong nunggu yang lain belanja aku sempat ngobrol sama seorang pengamen yang sedang "kerja".
Salutnya, dia aku kasih duit pas lagi nyanyi nggak mau, dan baru mau nerima uang setelah satu lagu selesai.....hebat juga nih orang pikirku....

Aku (N)         : " kok g mau mas tadi ? sori nih jadi tanya..."
Pengamen (S) : " wooh, sante mas...emang aku dan temen2 membiasakan diri gitu kok. nggak cuma bisa    minta n nyadong (minta-Jawa) aja tapi nggak jelas kerjanya..."

N  : " lha emange ada mas yang kaya gitu (nggoblog mode : ON)"
S   : " lha sampeyan tu gimana to ? wong kita tu ada yang namanya DPR to...nah itu dia yang aku        maksud..."

N  : " eh mas aku mau tanya nih, Jogja kan sekarang lagi "nggak enak hati" sama pusat.kalo menurut           sampeyan gimana ?
S   : " kalo aku ya tetep Sinuhun Kanjeng Gusti mas, biarpun gembel gini tapi kalo disuruh milih aku masih    bisa pake akal sehat kok. sekarang ontran-ontran itu kan sebenarnya rekayasa politik.nah yang          berkepentingan dengan perpolitikan siapa jal ? DPR to..... tai tenan pancen kok.... "

N  : " maksude piye mas ? "
S   : " lha sekarang gini aja wis mas, DPR kalo nggak rapat kan nggak ada duit tambahan.sebab jalan2 ke      luar  negerinya sudah dikecam banyak orang, merekan kan kemudian berpikir lagi piye carane ben oleh         duit maneh......lha ini carane...."

N : " oo...maksude biar dapat uang sidang, uang duduk dan uang kemringet yo mas ?"
S : " nah kui mas.....tanpa PILKADA demokrasi di jogja sudah ada dan berjalan selama ratusan tahun.., dan itulah maksudnya DEMOKRASI PANCASILA..., bukan demokrasi pake duit korupsi buat konflik dan pemborosan anggaran yang ujung2nya duit rakyat juga.bener to ?"

N : " wah mbuh mas, aku dudu wong jogja kok....hehehe "
S : " sampeyan wong ndi ? Indonesia juga to ? ngerti UUD 45 to ?"

N : " ya ngerti dong mas...lha kaitane sama UUD apa ? kok tau2 sampeyan lari ke situ ?"
S : " nah kui,.....sampeyan sama aja sama SBY itu. asal tau aja mas, katanya Indonesia akan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945, nah kalo pengin cari pemecahan terbaik masalah ini ya tolong UUD 45 dibuka dan dipelajari lalu dilaksanakan.... lha wong menungsane bangsa kita tu inget UUD  kalo pas lagi kepepet tok kok.po maneh pemimpine.......mbuh kelingan po rak aku yo ra ngerti..."

N : " lha sampeyan kok malah ngerti mas ? "
S : " eeh...ngece ik.....ngerti ra mas, aku ki selalu mengikuti berita lho.opo gunane tivi nek mung nggo nonton sinetron.bener to ?  percuma ... ra ,arai tambah pinter. onone malah wong ndeso2 dadi pingin kerjo neng kota sing umahe apik trus pengen ketemu cewek sing pupune diler ngantek cawete ketok....pengen numpak mobil mewah sing koyo nggone sinetron......negoro opo iki ??? "
N : " Indonesia mas..... "
S : " lucu...... "

N : " Lucu piye mas ? "
S : " sampeyan kui lucu, sampeyan pegawe negeri to ? "


N : " yoi..."
S : " aku tak takon, sampeyan tau mbolos kerjo ? nek ora yo bali sak penake ? "

N : " hehehe....tau mas...lha piye ?"
S : " korupsi kui mas.....piye negoro iki meh maju tur dadi apik nek wargane seko sing paling cilik wae do bejad ngono kui.aku po maneh mas....... oya sampeyan sarjana ?sarjana opo ?"

N : " iyo mas, ekonomi....UNNES"
S : " aku ...... hukum UGM mas....."

DEGG......... sambil ngucapin kalimat terkhir itu dia ngloyor pergi nggak pamitan nggak menoleh dan nggak tau kemana. yang jelas dia kemudian berbaur dengan keramaian pejalan kaki di Malioboro yang sumpeknya setengah mati.

memang bener juga sih, bangsa ini perlu introsepksi diri dengan segenap hati dari setiap nurani warganya. dari yang terbawah sampai yang teratas.
mungkin bangsa ini juga perlu ada perombakan yang luar biasa besar untuk menghapus budaya buruk yang semakin lama bukannya semakin berkurang tapi justru semakin berkembang dan meluas dari setiap elemennya.

yang jelas, perlu ada usaha mempertebal keimanan masing2 pribadi agar tidak melangkah ke hal2 yang tidak selayaknya...............lagi

12.08.2010
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow