Archive for April 2011

Pale Moon : Si Browser Ajib

Satu lagi browser yang menurutku lumayan di dunia maya muncul gan....PALEMOON namanya.

Sudah puas dengan browser Firefox Anda pada SO Windows ? dan apa yang terjadi ketika kamu menemukan browser yang 25% lebih cepat? Asal tahu aja gan, Mozilla tidak menyediakan paket-paket pengoptimalan browser untuk Windows, sementara banyak pengguna Linux mendapatkan keuntungan dari browser yang dibuat khusus untuk sistem mereka.

Jadi, itulah alasan kenapa dibuat project Pale Moon. Pale Moon adalah browser yang dibangun dan dioptimalkan dengan 100% berbasis pada Mozilla Firefox. Sangat dioptimalkan untuk prosesor saat ini. Salah satu kelebihan Pale Moon adalah penggunaan memori yang lebih kecil karena penonaktifan kode berlebihan dan opsional. selain itu proyek ini juga meningkatkan kecepatan signifikan untuk menggambar halaman dan pengolahan script, serta dukungan penuh untuk SVG dan kanvas

Persyaratan :
· P4 atau A64 atau yang lebih up to date
· 64MB RAM
· 50 MB HDD space

Apa yang Baru di Pale Moon ini:
  • Fix untuk potensi kecelakaan browser karena 20110406​​-PRBug.
  • Fix untuk updater manual internal ketika sebuah paket bahasa diinstal.
  • DirectWrite disetel default pada posisi OFF gfx.font_rendering.directwrite.enabled = false) untuk menyediakan kompatibilitas yang lebih baik dengan permasalahan (terintegrasi) prosesor grafis. Jika itu bekerja untuk Anda pada Firefox 4.0, maka kemudian kita bebas untuk mengaktifkannya kembali (set true)
  • Perbaikan GUI / kecepatan krom.

Pengen Coba ?? downloadnya DISINI
4.26.2011
Posted by ngatmow

DPR sekarang berkualitas rendah

Koran hari pagi hari ini aku langsung disuguhi berita ini :
Kualitas Anggota DPR Rendah di sampul depan Harian KOMPAS.


Kalo dipikir-pikir bener juga gan, Tidak hanya kinerja yang dinilai buruk, kualitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 juga dinilai lebih rendah dibandingkan dengan anggota DPR periode sebelumnya. DPR periode sekarang dinilai lebih hedonis dengan gaya hidup mewah dan jauh dari rakyat.


Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia Sebastian Salang mengungkapkan, dengan hanya melihat kondisi DPR pada era Orde Baru, bisa dengan mudah disimpulkan bahwa kinerja legislasi DPR periode saat ini jauh lebih buruk

”DPR pada masa Orde Baru itu hanya punya satu ruangan kecil yang diisi enam sampai delapan orang. Mereka hanya ditemani satu sekretaris. Meski mereka saat itu lebih banyak menjadi stempel pemerintah, produktivitasnya bagus,” kata Sebastian di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bachtiar Effendy, pemerhati politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, menuturkan, DPR saat ini merupakan cermin dari praktik politik yang amat dasar, yaitu siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana. Keadaan ini merupakan buah dari rendahnya kualitas dan kompetensi orang yang ada di dalamnya serta tidak adanya desain besar di pemerintahan.

Politik menjadi komoditas, tidak lagi panggilan hidup. Menjadi anggota DPR lebih menjadi pekerjaan untuk memperoleh manfaat ekonomi sebesar-besarnya, bukan untuk memperjuangkan nilai tertentu,” kata Bachtiar.

Secara terpisah, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, DPR periode ini mengalami alienasi dengan rakyat yang mereka wakili. ”Mereka tak lagi nyambung dengan rakyat. Perilaku politik anggota DPR menjadi hal yang asing bagi rakyat,” katanya.


Jika dibandingkan, kinerja dan kualitas DPR periode awal pascareformasi juga masih jauh lebih bagus dibandingkan dengan anggota DPR sekarang.

Setelah reformasi, anggota DPR memang sudah punya ruangan sendiri, tetapi mereka belum punya staf ahli. Anggaran untuk membahas satu RUU saat itu hanya Rp 300 juta, tetapi hasilnya lebih baik. Lihat saja, jarang sekali produk UU yang dihasilkan DPR periode 1999-2004 digugat di Mahkamah Konstitusi. Bandingkan dengan DPR periode sekarang, baru sebulan mengesahkan UU langsung digugat di MK, seperti UU Partai Politik,” ungkap Sebastian.

Kondisi itu sangat ironis mengingat DPR sekarang didukung fasilitas lengkap dan anggaran lebih besar. ”DPR sekarang punya dua staf ahli dan satu asisten. Biaya pembahasan satu RUU bisa mencapai Rp 5,2 miliar. 

Namun kenyataannya, kami mencatat selama periode satu tahun masa kerja mereka (Oktober 2009-Oktober 2010) hanya tujuh UU yang dihasilkan, itu pun lima UU hanya ratifikasi perjanjian internasional. Satu UU merupakan inisiatif pemerintah karena berupa UU APBN,” ujarnya.

Dengan kenyataan seperti itu, kata Sebastian, tidak ada hubungan antara peningkatan anggaran dengan perbaikan kualitas dan kinerja DPR. Menurut dia, penyebab buruknya kinerja dan rendahnya kualitas anggota DPR ialah disiplin yang kurang.

4.18.2011
Posted by ngatmow

Restless Legs Syndrome : Kaki Tak Bisa Diam Pertanda Jantung Bermasalah

Jangan anggap remeh jika memiliki kaki yang tak bisa diam, selalu ingin bergerak ke sana ke mari atau menendang-nendang meski sedang tidur. Penelitian membuktikan penderita sindrom kaki gelisah 2 kali lebih rentan kena serangan jantung.
"Gangguan ini memang bukan penyebab serangan jantung, tapi bisa menjadi petunjuk adanya faktor risiko yang perlu diwaspadai," ungkap Dr Arshad Jahangir, ahli jantung dari Mayo Clinic Arizona, seperti diberitakan dari Dailymail, Rabu (6/4/2011)
Sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome merupakan gangguan neurologis (saraf) yang menyebabkan kaki rasanya tak mau diam bahkan saat sedang tidur. Gangguan ini termasuk salah satu faktor pemicu stres karena sangat mengurangi kualitas tidur. Namun hubungannya dengan kesehatan jantung bukan karena sindrom ini bisa menyebabkan stres. Lebih dari itu, penderita sindrom kaki gelisah cenderung mengalami penebalan pada jaringan yang melapisi dinding jantung sehingga tidak lancar dalam memompa darah.


Sebuah penelitian di University of California San Francisco menunjukkan, penebalan jaringan pada dinding jantung dialami oleh 45 persen penderita sindrom kaki gelisah yang menggerakkan kakinya lebih dari 35 kali selama tidur malam. Makin sedikit bergerak, risiko penebalan makin kecil.

Dalam pengamatan berkelanjutan selama 3 tahun, penderita sindrom kaki gelisah yang mengalami penebalan jaringan di jantung 2 kali lebih berisiko mengalami serangan jantung dan bahkan kematian. Sementara yang kakinya tidak banyak bergerak saat tidur, jantungya relatif aman-aman saja.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Ralph Brindis terhadap 584 penderita restless leg sindrome, dan dipresentasikan dalam konferensi American College of Cardiology di New Orleans baru-baru ini. Salah satu lembaga yang membiayainya adalah National Heart, Lung and Blood Institute.

Menurut International Restless Legs Syndrome Study Group, terdapat empat kriteria yang harus terpenuhi sebelum Anda didiagnosis RLS, di antaranya:

4.10.2011
Posted by ngatmow
Tag :

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow