Posted by : ngatmow prawierow 8.02.2011

Sedikit cerita tentang negeri ini gan, jujur aja aku sebenernya agak nggak suka dengan cerita-cerita yang mengalir di setiap mulut warga desa di daerahku yang mengatakan bahwa mereka tidak anti warga keturunan Tionghoa (Cina) tapi mereka dengan seenaknya masih mendiskriminasikan etnis minoritas ini di berbagai bagian kehidupan.

aku bukan seorang warga keturunan, tapi hatiku jadi begitu sakit dan miris saat nonton acara Kick Andy di sebuah stasiun TV swasta nasional tanggal 17 Juli kemarin. Dalam acara itu Andy F. Noya selaku presenter mengupas sebuah buku yang isinya "sangat menampar mukaku".


Dalam buku “Mereka Bilang Saya China” diceritakan tentang para perempuan yang berjuang melawan diskriminasi atas etnisnya. Ada yang berprestasi di dunia internasional, tetapi kewarganegaraannya masih sulit ia dapatkan. (Tentu saja kita semua tahu negeri yang dimaksudkan). Pribadi-pribadi yang memiliki andil besar tetapi perjuangannya melalui jalan terjal untuk diakui sebagai bagian dari bangsa ini.

Demikian pula dengan beberapa tamu Kick Andy kali saat itu : Basuki Tjahaya Purnama


Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M.' (lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966; umur 45 tahun) adalah Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur. Ahok, demikian ia biasa disapa, memang dikenal memiliki keinginan kuat dan kepedulian besar terhadap kesejahteraan rakyat. Masyarakat di provinsi Bangka-Belitung menyapa putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw) dengan panggilan "Koh Ahok".


Semangat nasionalisme warga negara Indonesia keturunan Tionghoa (berdialek Hakka/Kejia) ini bertumbuh seiring didikan keluarga yang ditanamkan sejak kecil. Teman-teman terdekatnya menjulukinya "minoritas ganda”. Sebagian waktunya banyak difokuskan untuk membela kepentingan rakyat. Pria beragama Kristen Protestan yang memiliki nama Tionghoa, Zhong Wan Xie ini memiliki seorang istri bernama Veronica ST (kelahiran Medan, Sumatera Utara, 6 September tahun 1977) dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas (1998), Nathania (2001) dan Daud Albeenner (2006).

Filosofinya adalah “orang miskin jangan lawan orang kaya, dan orang kaya jangan lawan pejabat”. Berbekal pelajaran dari almarhum ayahandanya itulah, Basuki Tjahaya Purnama atau yang dikenal Ahok adalah sosok manusia dermawan yang tak segan menyuarakan kenyataan pilu dari lembaganya, Dewan Perwakilan Rakyat, kepada masyarakat umum.

Masa Kecil
Masa kecil Ahok lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, salah satu kecamatan di Kabupaten Belitung Timur bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamat dari sekolah menengah pertama, Ahok melanjutkan sekolahnya di Jakarta. Sekalipun demikian, Ahok selalu berlibur ke kampung halaman sesuai pesan almarhum ayahnya,

Nasihat ini diikuti oleh Ahok dan adik-adiknya Dr. Basuri T Purnama (dokter PNS di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety SH. LLM (praktisi hukum), Harry Basuki MBA (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Karena itu, setelah menyelesaikan studi mereka pulang untuk berbakti dan berkarya di kampung halamannya.

Banyak kisah lucu maupun sedih melekat dibenaknya hingga sampai sekarang yang tak akan pernah dilupakannya, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Terutama saat jam pelajaran agama Islam semua siswa wajib mengikuti, tidak ada pengecualian bagi yang non muslim. Ia pun menemui kesulitan saat belajar membaca dan menulis ayat suci Al quran, karena ia seorang non muslim. Oleh gurunya, ia pun disarankan untuk mengikuti TPA (Taman Pendidikan Agama).

Perintah dari sang guru pun diikuti dengan berkunjung ke sebuah TPA (yang kebetulan adalah sebuah mushola) yang tidak jauh dari tempat tinggalnya pada suatu sore. Namun apa yang didapatnya bukanlah ilmu, tapi suatu hinaan dari seorang guru TPA saat itu, yang menyebut dirinya kafir. “Kamu orang kafir dak (tidak) boleh masuk ke sini (mushola). Ini hanya untuk orang Islam”. Ia pun diusir dan tidak boleh belajar membaca dan menulis Al Quran.

Ia pulang dengan sedih karena tidak bisa mengikuti pelajaran di TPA. Guru agama di sekolahnya lalu membebaskannya dari pelajaran membaca dan menulis Al Quran.


Berawal di tahun 2001, setelah ditutupnya pabrik pengolahan pasir miliknya karena dianggap tidak sejalan dengan kebijakan penguasa setempat, Ahok alih profesi dan terjun ke dunia politik. Tujuh bulan menjadi anggota DPRD II, Ahok langsung menjabat sebagai Bupati di Belitung Timur dengan menang telak. Perlu ditambahkan bahwa pada masa kampanye dia hanya bermodal Rp 500 juta, dan bukan seperti calon-calon lain yang sampai milyaran rupiah.
Semasa menjabat bupati, Ahok menjadikan warung kopi sebagai media untuk mendengarkan secara langsung keluh kesah warganya. Oleh karena itulah seluruh warganya mengenal baik setiap digit nomor telepon miliknya.

Meski gagal ikut dalam pemilihan sebagai gubernur di Bangka Belitung, karena di duga adanya manipulasi suara, anak sulung dari 3 bersaudara ini kini berjuang melalui jabatannya sebagai anggota DPR dalam Komisi II. Tak hanya itu, untuk menjembatani komunikasi dengan rakyatnya, Ahok pun selalu meng-up date web site pribadinya. Tak jarang apa yang dilakukannya itu membuka aib wakil rakyat lainnya.

Pendidikan dan Bisnis
Ahok melewatkan pendidikan dasar dan menengah pertama di Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Melanjutkan Sekolah Menengah Atas dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti. Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insinyur Geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung, menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV. Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Setelah dua tahun menjadi kontraktor, Ahok menyadari bahwa untuk menjadi pengelola mineral ia membutuhkan modal (investor) dan manajemen yang profesional.

Untuk itu Ahok memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM) menyebabkan ia diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta. Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik. Ia menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Karena ingin konsentrasi pekerjaan di Belitung, pada tahun 1995 Ahok memutuskan berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya.

Pada 1992 Ahok mendirikan PT. Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkannya dapat menjadi proyek percontohan untuk menyejahterakan (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT. Nurindra Ekapersada memikili visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.

Dengan visi ini pada tahun 1994, Ahok didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Alm. Wasidewo untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK). Pada akhir tahun 2004, seorang investor Korea berhasil diyakinkan untuk membangun Tin Smelter (peleburan bijih timah) di KIAK, hal ini dilakukan untuk menaikkan harga bijih timah tambang rakyat di pasaran Belitung, sehingga nantinya akan meningkatkan kemampuan perekonomian rakyat. Investor asing asal Korea ini tertarik dengan konsep yang disepakati untuk menyediakan fasilitas komplek pabrik maupun pergudangan lengkap dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.

Politik
Sukses menjadi pengusaha, tak membuat Ahok puas akan kariernya. Pada tahun 2004 ia tertarik terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai PIB sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Masuknya Ahok ke dunia politik didasari oleh pesan sang ayah (Zhong Kim Nam) yang pernah berkata “Kamu cocoknya jadi pejabat. Karena pengusaha mau pikirkan rakyat banyak, itu tidak mungkin,” demikian pesan ayahnya. Ahok lalu mengikuti saran ayahnya, ia pun kemudian masuk DPRD melalui Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). PPIB adalah partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2005, Basuki berpasangan dengan Khairul Effendi, BSc dari Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK) ikut sebagai calon Bupati-Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Dengan mengantongi suara 37,13 persen pasangan ini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belitung Timur definitif pertama.

Data hasil pilkada menggambarkan, pasangan Basuki-Khairul unggul di Kabupaten Belitung Timur yang menjadi lumbung suara Partai Bulan Bintang (PBB) pada pemilu legislatif tahun 2004 lalu. Bahkan, di Manggar-ibukota Kabupaten Belitung Timur, pasangan yang diajukan PBB juga dikalahkan Basuki-Khairul. Padahal, Manggar kampung halaman mantan Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra, yang menjadi basis utama PBB saat itu. Hanya dalam waktu sekitar dua tahun, aspirasi masyarakat di daerah yang banyak dihuni kelompok Melayu-Muslim itu beralih drastis.

Di pilkada Gubernur Babel tahun 2007, Ahok mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Basuki T. Purnama (Ahok) menjadi Gubernur Bangka Belitung dan ikut berkampanye untuknya.

Menurut Gus Dur, cagub keturunan etnis Tionghoa itu memiliki program strategis yang cukup bagus dengan membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan, jika ia terpilih menjadi gubernur Bangka Belitung. Masalah pendidikan dan kesehatan sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan. "Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya," ujar Gus Dur.

Penghargaan
Gerakan Tiga Pilar Kemitraan, yang terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, Kamis (1/2/2007), memberikan penganugerahan kepada para pribadi yang memberikan sumbangan terhadap upaya memberantas korupsi. Mereka adalah mantan guru SMPN 56 Jakarta Nurlaila dan Bupati Belitung Timur Basuki T Purnama (Ahok).

Ahok di nobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari unsur penyelenggara Negara. Ahok dinilai berhasil menekan semangat korupsi pejabat pemerintah daerah. Ini ditandai dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat Belitung Timur. Ahok mengalihkan tunjangan bagi pejabat pemerintah untuk kepentingan rakyat. Gerakan Tiga Pilar Kemitraan adalah kemitraan antara unsur pemerintah, dunia usaha dan masyarakat madani. Gerakan ini berdiri sejak tahun 2002 yang memiliki tujuan memberantas korupsi di Indonesia. Gerakan Tiga Pilar memiliki slogan "Bersih, Transparan dan Profesional" (BTP).

Kejujuran dan ketulusannya dalam mengabdikan diri untuk kesejahteraan rakyat dan Republik Indonesia juga menghantarkan Ahok menjadi salah seorang dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia oleh Tempo.

Dunia Maya
Website    :  http://ahok.org/
Facebook :  http://www.facebook.com/AhokBTP
Twitter      :  http://twitter.com/#!/basuki_btp
Youtube    : http://www.youtube.com/ahokbtp

Sekedar Info Gan, berikut Laporan Kerja AHOK sebagai ANGGOTA KOMISI II DPR RI yang dirilisnya dalam situs pribadinya tanggal 28 Juli 2011 kemarin


Jumlah DOP sebesar Rp.16,298,900. (Dihitung utk 5 hari dan 4 malam) Karena kenyataan hanya bertugas 4 hari dan 3 malam, saya tidak bersedia menandatangani penerimaan uang sebesar ini, saya minta tetap dibuatkan 4 hari 3 malam setelah masa reses baru saya akan tandatangan.

Hitungan untuk 4 hari 3 malam adalah berjumlah Rp.13,893,900.(Kelebihan Rp.2,405,000), karena ada tambahan biaya hotel semalam dengan jatah Rp.1,3jtan lumpsum.

Pengeluaran selama di kalteng 3 malam dan 4 hari:
Tiket bisnis garuda Rp.2,904,100.
Tiket kalstar sampoit-pangkalan bun Rp.300,000,.
Tiket trigana pangkalan bun-jakarta Rp.498,735.
Hotel luwansa panagka raya Rp.425,000.
Hotel idola sampit Rp.450,000.
Htl avila pklan bun Rp.390,000.
Airport tax. Rp.55,000.
Total pengeluaran Rp.5,022,835.

Jadi sisa yang menjadi milik saya Rp.8,871,065. Kalau saya menerima untuk hitungan 5 hari dan 4 malam. Maka uang yang akan saya bawa pulang menjadi Rp.11,276,065. kalau kami menggunakan pesawat dengan kelas ekonomi bisa mendapatkan tambahan Rp.1,5jt lagi? Hampir Rp.13,000,000.

Jika dibandingkan dengan gaji UMR pegawai yang berjumlah hanya Rp.1,4jt di Jakarta, maka untuk tugas kunker anggota DPR RI bisa membawa pulang uang berjumlah hampir 10 bulan gaji kerja pegawai biasa.

Inilah ironinya sistem penggajian kita, gaji PNS dan pegawai rendah bukan hanya tidak bisa menjamin kehidupan yang layak, apalagi jaminan kesehatan dan pendidikan, untuk memiliki rumah layak juga tidak akan bisa.

Ada yang salah dalam pengelolaan negara? Bagaimana bisa jika ada orang yang rajin bekerja dan jujur,tetapi tetap miskin di sebuah negara yg kaya raya.



Walah entahlah gan kalo kita dikasih pertanyaan seperti itu....

Trus ada lagi tulisannya dalam website resminya :

 
Dilema THR Bagi Anggota Dewan

Lebaran tentu membuat saudara-saudara Muslim begitu bahagia karena merupakan hari kembali menjadi fitri atau hari kemenangan kalau buat yang non musim juga bergembira karena bisa menikmati liburan yang agak panjang.

Momen lebaran buat saya yang kebetulan anggota DPR RI tentu akan bersinggungan dengan THR, mungkin karena stigma masyarakat yang mencap semua anggota DPR adalah orang-orang yang berlimpah akan harga karena jabatannya tersebut.


Saya bukan anggota DPR yang berlimpah dananya karena buat saya, saya tidak akan menggambil uang biarpun itu dengan embel-embel buat THR kalau tidak jelas asal muasal dana tersebut.


Kebetulan dana THR saya terbatas ada dana kunjungan kerja untuk satu tahun kedepan sebanyak RP. 21 Juta, kalau dana tersebut saya bagikan kepada semua pengurus cabang partai saya di Bangka Belitung tentu dananya tidak akan mencukupi, sebelumnya pengurus tingkat Provinsi telah meminta sumbangan kepada saya guna keperluan safari Ramadhan dan saya hanya mampu memberikan sebesar Rp 5 Juta.


Atas kejadian THR ini pula saya harus menjelaskan kondisi real saya sebagai anggota DPR RI ada beberapa kawan yang memahami dan bisa mengerti tapi ada juga yang tidak bisa menerima dan membandingkan saya dengan anggota DPR RI lainnya.


Bahkan ada yang mencaci maki saya karena tidak bisa memberkan seperti anggota lain atau mantan anggota DPR terdahulu bahkan dengan ancamakan kasih THR dulu nanti akan saya pilih lagi kalau Pemilu !


Saya sejak awal hanya mampu membuka satu layanan SMS guna menampung semua keluh kesah serta masukan dari masyarakat dan bekerja dengan baik serta TIDAK MENERIMA UANG YANG TIDAK RESMI, jika masyarakat akhirnya lebih suka pada anggota Dewan yang lebih suka bagi-bagi uang THR walaupun dana yang dibagikan belum tentu halal maka negeri ini akan diisi oleh para pejabat yang pintar cari uang “tambahan” dan pintar membagi-bagikan uang bukan bekerja untuk kepentingan jangka panjang masyarakat.


Jadi kesimpulannya adalah buat yang memang berniat berkerja sungguh-sungguh harus banyak-banyak berdoa serta menjalankan sumpah jabatan dengan benar walau rugi karena tentu godaan itu begitu kuat nah disinilah ujiannya “Apakah kita akan bertahan dengan idealisme dan integritas kita atau tidak”


Kampong laskar pelangi
BTP

Credit to : KASKUS.US



Sumber : www.gemari.or.id    dan   www.wikipedia.org  serta diperjelas dengan bantuan

Comments
4 Comments

{ 4 komentar... read them below or Comment }

  1. kie mesti gara-gara winchin kalah wingi.hahahaha :))

    BalasHapus
  2. Tegas dan berani, jadi ingat Alm. Soe Hok Gie, bedanya Gie di belakang layar, Pak Ahok terang benderang tampil....salute G.B.U : ))

    BalasHapus
  3. ikut mencerdaskan kehidupan bangsa ... ;D

    BalasHapus
  4. wahh bagus nihh pak basuki.Orangnya transparan.Dan selalu mendengar aspirasi publik

    BalasHapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow