Posted by : ngatmow prawierow 2.24.2012

Hari Sabtu kelabu. Itu yang sedang dipikirkan Thomas saat ini. Dia yang hanya seorang staff biasa di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Negeribanjir sedang merasakan kegalauan yang luar biasa. Ini terjadi akibat adanya isu bahwa akan ada "kabar gembira" alias rejeki tak terduga yang akan diberikan kepada segenap warga masyarakat kantor dinas dimana dia bekerja.

Kenapa dia sampai sebegitu galaunya ?

Ternyata masalahnya adalah sama seperti ketika ada harta karun pada kesempatan sebelum-sebelumnya. Semua orang pasang badan untuk berusaha menonjolkan diri menjadi yang terdepan untuk terlihat bekerja oleh bapak Kepala Dinas. Hanya saja posisi kali ini Thomas Fatah dalam keadaan yang kurang menguntungkan (meskipun sebenarnya dalam kondisi normal sekalipun dia akan merasakan hal yang sama juga......tidak tahu meski bagaimana)

Ceritanya berawal ketika pada hari Senin di minggu yang sama ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan Daerah alias BPKD. Nah para anggota tim BPKD yang kebetulan juga masih muda (dan bersemangat juga untuk urusan mencari nama di kantornya sana) itu langsung mengumpulkan semua bendahara kegiatan internal Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Negeribanjir, termasuk juga Thomas.

Setelah melalui pengarahan dan permintaan yang super banyak disana-sini, akhirnya meeting itupun selesai dengan satu kesimpulan yang muncul di kepala Thomas. BPKD kali ini ngeri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan brankas arsip dan lemari besi atau filling kabinet yang ada di lingkungan kantor Tanpa berprasangka apapun, dengan senang hati dan kepercayaan diri yang tinggi Thomas membuka kunci brankas yang menjadi tempat penyimpanan berkasnya.

Dan terjadilah apa yang semula sama sekali tidak terlintas di pikiran pemuda bertubuh agak tambun ini. Didalam brankas ternyata ada satu bendel amplop berisi uang.

..........................

" Waduh maaf ya mas, kemaren saya lupa ngambilnya. itu kan uang yang seharusnya untuk pengurus keuangan semua kantor dinas. nah uang-uang itu adalah punya merka yang belum datang kesini untuk mengambilnya... " Jelas Pak Jaelani mencoba menjelaskan pada Thomas.
Pagawai yang sangat agamis ini sebenarnya adalah pegawai senior di kantor dengan masa kerja sudah lebih dari 20 tahun. Tapi satu hal yang kemudian menjadi "cacat" nya adalah bahwa dia sekarang sudah mulai terkena JMB syndrome alias Sindrom Jenuh Membabi Buta pada pekerjaannya.

Thomas hanya bisa diam dan tak mampu berkata apa-apa. Matanya hanya beralih pada kalender berwarna-warni di ujung ruangan. Gambar seorang gadis berpakaian merah menantang seolah sedang tersenyum mencibirnya. Mungkin andaikan benar-benar gadis itu ada di sini dia akan berkata,
" Oalah mas, wong pekerjaan yang tidak ada untungnya kaya gitu kok dulu sampai mati-matian usahanya. Mending pekerjaan kaya aku saja yang hanya tinggal pose, jepret lalu bayaran...kalau pengen duit lebih ya tinggal lobi bos, pergi maen trus enak-enakan sama bos....duitnya tambah banyak, dapatnya enak, hasrat terpenuhi...hihihi....."

Thomas menghela nafas panjang. Ingatannya kembali pada 3,5 tahun yang lalu saat dirinya masih berstatus karyawan swasta. Saat itu, dengan susah payah dia mencari alasan yang tepat untuk keluar dari pekerjaannya sebagai interior disainer dan konsultan proyek dengan gaji yang 5 kali gajinya sekarang, hanya demi sebuah pekerjaan dengan status sosial yang cukup tinggi dimata masyarakat.

" Anda ini bagaimana sih mas, gitu saja kok nggak bisa dipercaya... " tanya Ibu Sekretaris Dinas dengan nada ketus.
" Maksudnya bagaimana bu ? tidak bisa dipercaya bagaimana ? " jawab Thomas
" Anda itu kan dititipi uang seperti itu, kenapa tidak diamankan dulu sebelum ada pemeriksaan ? bukankah sudah menjadi tanggung jawab anda sebagai pemegang kunci untuk selalu mengawasi dan mengontrol apa yang ada di lemari anda ? " sahut wanita berbadan besar dan berkacamata itu dengan nada yang semakin keras.
" waduh bu.... itu sebenarnya sudah saya usahakan semaksimal mungkin. Tapi itu kan titipan dari Pak Jaelani yang sedianya untuk honor pengurus keuangan se-Kabupaten tapi belum diambil. Saya juga tidak menyadari kalau uang itu masih ada di dalam sana. soalnya beberapa waktu yang lalu Pak Jaelani meminjam kunci saya katanya untuk mengambil uang....kan berarti uang itu bu " jawaban Thomas kali ini bernada agak tinggi.
" Ah itu kan alasan kamu saja untuk melepaskan kesalahan dari tanggung jawab. Pokoknya saya tidak mau tahu, nanti kamu lakukan saja apa permintaan BPKD. dan ingat jangan sampai permasalahan ini membawa dampak buruk bagi nama kantor dan bapak kepala dinas " sahut bu wakil kepala dinas sambil beranjak menyalami seseorang bertubuh kecil yang baru saja masuk ke ruangan itu.

Seseorang yang baru masuk itu adalah seorang pria setengah baya berambut penuh uban dengan perawakan kecil namun atletis. Sosoknya yang tegap untuk ukuran orang yang sudah berumur hampir setengah abad itu sangat jelas menunjukkan bahwa dia adalah seorang olahragawan.

" Bagaimana mas Thomas ? " tanya pak Kepala sambil mengulurkan tangan tanda mengajak bersalaman.

Thomas tidak menjawab. Bukan karena niat tapi karena bingung mau menjawab apa pertanyaan yang klise ini. Setelah bersalaman, buruh negeri yang juga desainer website ini kemudian menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya kepada seseorang yang yang dianggapnya akan memberikan jalan keluar dan segelas air bagi pikirannya yang seolah sedang tersesat di padang pasir Ghobi.

" maaf pak Kepala, yang ada dalam benak saya sebenarnya adalah harapan bahwa saya akan setidaknya dibantu oleh atasan untuk menjelaskan kepada para pemeriksa dari BPKD itu dan dijembatani bagaimana cara menyelesaikannya secara administratif. Kasus ini sebenarnya sangat sepele andai saja dari awal tidak ada yang terlalu ketakutan, terlalu panik dan terlalu berusaha menimpakan kesalahan kepada saya yang berposisi sebagai pelanduk diantara gajah. Saya disini sebagai pribadi mohon kepada bapak selaku atasan tertinggi saya untuk setidaknya menandatangani Surat Keterangan bermaterai yang saya buat yang isinya adalah penjelasan kronologis mengapa uang itu ada di brankas saya. Dan selaku pemegang kunci saya bahkan tidak berani menyentuhnya sekalipun.... "

Bapak Kepala Dinas menatap tajam wajah Thomas yang berkeringat dingin. Tampak wajah kebingungan di situ. Kebingungan akan suatu hal yang sebenarnya tidak perlu terlalu dipikirkan.
Setelah menarik nafas dalam-dalam selarik katapun muncul dari mulutnya yang berkumis dan berbau tajam rokok kretek.
" Mas, asal kamu tahu saja. Itu adalah kesalahan kamu secara personal. Dan saya tidak tahu menahu permasalahan ini. Jadi sebaiknya kamu menghadapi BPKD saja sendiri karena hal ini sudah diluar tanggung jawab saya. "

" Oya mas, besok kabar gembiramu berarti dipotong 10 % karena kelalaian ini..."

Dan matahari yang dinantikan Thomaspun urung terbit. Dunia kembali gelap.

Comments
1 Comments

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. nasib.... Semua cuma ada kepalsuan, basa-basi, n ujungnya makan temen sendiri. Buat thomas, belajar dari pengalaman biar anda ga mati sia2

    BalasHapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow