Posted by : ngatmow prawierow 11.25.2013

Setelah beberapa waktu lalu saya sedikit mengulas soal bagaimana caranya memilih lensa kamera DSLR, dan munculnya pertanyaan dari beberapa orang teman soal bagaimana cara memilih dan menentukan kamera bagi mereka yang rata-rata adalah berstatus masih belajar fotografi, kali ini saya memberanikan diri menulis sedikit tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan temen-teman serta bantuan dari mbah Google sebagai pelengkap referensi....


Ceritanya begini sodara-sodara, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan sebelum membeli atau mungkin meminjam (hehehe....) kamera digital untuk mengabadikan momen momen penting yang terjadi di sekitar kita. Dalam sebuah artikel di dal digital.com, disebutkan bahwa dalam membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan yang jeli terlebih dahulu, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya.

Nah berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih kamera digital, baik itu DSLR maupun Mirrorless versi brock7.tk

1.  Isi dompet
Membeli kamera digital harus disesuaikan dengan isi dompet kita. Jangan memaksakan diri apalagi sampai berhutang sana sini hanya demi gengsi dan mencari pandangan orang bahwa kita adalah seorang fotografer.....selain itu pilihlah kamera sesuai dengan kebutuhan, karena yang sering terjadi adalah memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita bahkan  tidak bisa menggunakan fitur tersebut untuk keseharian.

Sekedar saran, untuk pemula lebih baik memilih kamera yang untuk pemula saja dulu, kemudian seiring meningkatnya skill, baru kamera ditingkatkan. Oya, kalau dalam konteks belajar tekhnik fotografi, alangkah baiknya mengesampingkan gengsi dan gaya-gayaan. Kenapa ? karena hal tersebut sangat tidak dianjurkan dalam kita belajar fotografi.
Dalam belajar fotografi, menggunakan kamera pocket atau bahkan kamera handphone - yang saat ini sudah sangat canggih - pun sudah bisa dilakukan. Banyak bermunculan komunitas fotografi yang menggunakan kamera jenis ini untuk share beragam ilmu foto (karena banyak diantara angotanya yang ternyata adalah fotografer pro lho....) yang bahkan bisa dijadikan sebuah kegemaran hingga kebanggaan baru.


2. Resolusi
Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.
Hal ini menjadi penting ketika hasil foto nantinya akan digunakan sebagai apa, sebab tidak bisa dipungkiri bahwa semakin besar resolusi kameranya maka akan semakin besar pula kemampuan foto untuk dicetak. Artinya, kalau hanya sekedar ingin foto-foto narsis kemudian di share ke dunia maya, ukuran Megapixel besar dan kamera jenis tercanggih tidak terlalu dibutuhkan.


3. Sensor
Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.
Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".
Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.
Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.
Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.
Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

4. ISO dan speed alias kecepatan
Fitur lainnya yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.
Disamping ISO, kecepatan atau speed juga perlu digunakan sebagai pertimbangan, biasanya kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya pertandingan sepak bola, pertunjukan kesenian tari, lomba lari, balap sepeda/mobil atau bahkan menonton konser musik.

5. Ukuran dan Model
Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Oleh karena itu ukuran atau model kamera juga harus dipertimbangkan. Bagi yang bersedia ribet, kayaknya sih oke oke saja "menggendong" paralatan tempur tang berat dan rawan rusak itu, namun jika kurang suka dengan sesuatu yang ribet dan menghendaki yang ringkas dan mudah dibawa, mungkin kamera mirrorless lah jawabannya.



6. Image Stabilization/Anti Getar
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.


Kalo saya pribadi, sering saya justru menganggurkan kamera bermoncong di tas saya dan jeprat jepret sana sini dengan kamera di ponsel saya. Dan saya justru bangga itu. Suer.... hehehe....


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow