Archive for Maret 2014

Kopnas KoFiPon ke 2

KoFiPon (Komunitas Fotografi Ponsel) dalam rangka Hari Ulang Tahunnya yang ke 5, kembali menggelar kopnas ke 2 di Yogyakarta. Tepat di titik 0 km, seperti tahun sebelumnya. Pada kesempatan kali ini kurang lebih 300 foto dipajang di sepanjang pagar Monumen Serangan Umum 1 Maret.
Dari segi jumlah personil yang hadir, hampir seluruh chapter di Indonesia mengirimkan perwakilannya. Jumlah panitia yang berdomisili di Jogja pun bertambah dibanding tahun lalu, sehingga total peserta dan panitia menjadi lebih banyak dan lebih meriah.

Sayang, kali ini aku nggak bisa berangkat ke Jogja.Disamping karena masalah kesehatan, juga permasalahan lain sangat mempengaruhi keputusanku itu untuk tidak berangkat bertemu teman-teman se-Indonesia yang sedang berkumpul di sana. Dan keputusan itu diambil tepat satu hari menjelang hari H..... Tragis.

Memang setelah pengumuman tentang keputusanku itu, malam harinya banyak dari teman-teman (terutama yang datang dari Kofipon chapter lain di luar chapter Jateng DIY) kemudian mengirimkan pesan lewat private massage Facebook sampai aplikasi chatting di handphone untuk menanyakan alasan aku nggak bisa hadir di lokasi. Kebanyakan dari mereka sangat menyayangkan ketidakdatanganku ke Jogja. Sedih memang, tapi bagaimanapun kondisi fisik pribadi harus diutamakan demi keluarga, pekerjaan dan tentu saja teman-teman. Dan alhamdulillah mereka mengerti dan kemudian mendukung keputusanku itu, selain juga mendoakan kesembuhanku. Sumpah aku sangat terharu karenanya.....

Satu hal lagi yang juga membuat aku amat sangat terharu adalah beberapa orang sahabat berkenan berfoto bersama hasil karyaku sebagai simbol dukungan dan apresiasi mereka.

#Kang Pur - " zizisalad"

#Nia dan Babeh Idin - "Mbahe"

                                                      #Nia dan Babeh Idin " Ninine " 

" ninine "

Bangga, salut, bahagia, haru dan aneka rasa lainnya bercampur jadi satu di dalam hati ini. Bagiku mereka adalah keluarga baru yang terjalin karena dasar kecintaan pada satu hal. Fotografi Ponsel....

Yang jelas, dengan digelarnya Kopnas KoFiPon ke 2 ini ikatan persaudaraan sesama anggotanya menjadi semakin kuat. Selain itu juga sebagai ajang pembuktian kepada dunia bahwa fotografi ponsel pun bisa menghasilkan karya yang sekeren itu...tanpa harus menggunakan kamera bermoncong yang harganya beberapa kali lipat dari harga ponsel yang digunakan.
(meskipun sebenarnya banyak anggota KoFiPon yang sejatinya adalah fotografer handal dengan senjata yang supermahal hehe....)

Persis seperti slogan KoFiPon

" Bukan masalah kameranya, tapi siapa di belakang kamera itu yang mengambil gambar... "






3.15.2014
Posted by ngatmow
Tag :

Festival Duren Dirun

Tanggal 13 Maret 2014, di Dusun Dirun, Desa Singamerta, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara digelar sebuah festival unik yang berbeda dengan festival lainnya di seputar kota Banjarnegara.
Festival Duren Dirun. Begitu kegiatan ini digaungkan ke seluruh masyarakat melalui media massa dan pemberitaan dari mulut ke mulut.

Sesuai namanya, Festival Duren (Durian) Dirun ini merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh segenap warga dusun Dirun beserta kelompok tani durian yang ada sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen mereka pada tahun ini.Selain itu juga adanya harapan warga sekitar agar dusun mereka dicanangkan dan bahkan dikukuhkan sebagai kampung duren di wilayah Banjarnegara. Kampung Duren Dirun, begitu kira-kira.

Ketua penyelenggara, Fachrur Azis, mengatakan bahwa pada awalnya festival ini hanya bersifat intern saja. Maksudnya lingkup desa namun mengundang bupati. Namun pada akhirnya Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, justru menghendaki lain. Beliau menyarankan agar kegiatan ini di blow up-kan sekalian untuk skala yang lebih besar.

" Perlu diketahui bahwa untuk lingkup dusun Dirun saja, terdapat tidak kurang dari 7000 pohon durian dengan berbagai varietas. Dari jumlah itu hampir 50% pohon tahun ini berbuah dan dapat dipanen. " jelas Azis.


Durian Dirun memang sudah dikenal sejak jaman dahulu oleh masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya, ada tiga jenis durian yang diunggulkan dan sangat digemari masyarakat yaitu Durian Bawuk, Durian Kenthi dan Durian Gandrung. bahkan ketiganya sedang diteliti oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Solok, Sumatera Barat.

Festival Duren Dirun digelar secara meriah dengan diiringi kesenian tradisional kuda lumping (Ebeg) dan pemutaran film indi hasil karya pemuda setempat. Selain itu, tiga acara utama festival Duren Dirun ini yaitu Lomba Buah Durian, Pameran Buah Durian dan Lelang Buah Durian juga mendapat respon positif dari warga Banjarnegara dan sekitarnya. Terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang menghadiri acara ini.


Antusiasme warga dan pengunjung semakin menjadi manakala Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno, berkenan menjadi "juru lelang" pada acara lelang durian di akhir Festival. Hampir seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ikut menawar dan membawa pulang durian asli dusun Dirun.



Kepala DPPKAD menjadi pemenang lelang pertama

siap disantap penonton dan peserta

antusiasme warga

Lomba Durian
Durian Gandrung dari Dusun Dirun

3.13.2014
Posted by ngatmow

Kamera DSLR vs Mirrorless

Dulu kita mudah mengatakan kamera interchangeable-lens sebagai kamera DSLR, tetapi sekarang tidak bisa. Mengapa? Ya karena kamera yang bisa diganti lensanya tidak saja jenis DSLR, tetapi juga kamera jenis baru yang dinamakan mirrorless. Apa itu mirrorless? Artikel yang merujuk dari Tomsguide.com ini sedikit banyak akan membahasnya.

Jika Anda ingin naik kelas dari kamera smartphone atau point-and-shoot (kamera kompak) ke kamera yang lensanya dapat diganti-ganti, Anda memiliki dua pilihan utama: kamera DSLR atau kamera mirrorless. Kedua jenis kamera tersebut pada dasarnya melakukan hal yang sama, tetapi masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan yang nanti akan mempengaruhi keputusan dalam membelinya.


Apa itu DSLR dan Mirrorless ?

Kamera SLR (Single lens reflex) merupakan jenis kamera yang telah ada selama lebih dari seratus tahun. Seperti pendahulunya yang berbasis film, DSLR (Digital SLR) masih menggunakan cermin untuk memantulkan cahaya dari lensa ke viewfinder (jendela bidik) sehingga kita akan melihat persis apa yang dilihat kamera secara optikal. Bila kita mengambil gambar, cermin tersebut akan naik dengan cepat, shutter (rana) di depan sensor gambar terbuka, dan cahaya akan mengenai sensor sehingga bisa dilakukan pengambilan gambar. Setelah itu cermin dengan cepat akan kembali ke posisi semula untuk menampilkan objek di viewfinder.
Sedangkan kamera mirrorless, seperti namanya, tidak perlu cermin. Cahaya akan melewati lensa dan langsung jatuh tepat ke sensor gambar, seperti dalam kamera kompak dan smartphone. Gambar obyek akan ditampilkan pada layar LCD atau elektronik vewfinder setelah itu baru menekan tombol shutter dan gambar/foto tersimpan.
Jadi kamera mana yang harus Anda pilih? Berikut daftar pertimbangan yang bisa digunakan untuk menentukan pilihan kamera yang tepat.

Ukuran dan Berat

Badan kamera DSLR secara umum relatif lebih besar, karena mereka harus memiliki ruang untuk cermin dan mekanisme shutter. Tetapi kondisi terakhir DSLR sudah cukup kecil, yang terkecil dan teringan yang tersedia adalah Canon EOS 100D, yang beratnya sekitar 600gram, dengan lensa zoom kit terpasang. Tetapi harganya sepertinya agak mahal untuk kamera entri-level (pemula). Sebuah model yang lebih ekonomis, Canon EOS 700D dengan berat 710 gram. Sebuah model dengan level di atasnya lagi seperti Nikon D7100 hampir dua kali lebih berat yaitu 1,2 kg atau lebih, tergantung pada lensa yang digunakan.
Sementara kamera mirrorless tidak memiliki cermin dan mekanik shutter, sehingga bodi kamera mirrorless bisa lebih kecil dari DSLR, dan memiliki konstruksi yang sederhana. Sebuah kamera mirrorless khas seperti Olympus PEN-EPL5 beratnya hanya kurang dari 450 gram termasuk lensa. Sementara kamera mirrorless terkecil Panasonic Lumix GM1 hanya seberat 204 gram dan berukuran persis kamera kompak sehingga benar-benar bisa dikantongi.
Disini Anda harus mengetahui kebutuhan, apakah bisa menerima beban yang lebih berat, karena biasanya setelah sekian lama orang akan malas membawa kamera yang berat. Atau justru ingin kamera yang mudah dibawa kemana saja tanpa khawatir membebani.

Kemampuan dan Akurasi Fokus

Kamera DSLR menggunakan mekanisme cermin untuk mengalihkan cahaya ke sensor khusus yang digunakan dalam proses yang disebut Phase Detect Auto Focus (PDAF). Sensor mengukur konvergensi dari dua berkas cahaya untuk dengan cepat mengkondisikan lensa ke dalam fokus.
Sementara karena tidak memiliki cermin, kebanyakan kamera mirrorless harus menggunakan teknik yang relatif lebih lambat, yang disebut Contrast Detect Auto Focus (CDAF) – metode yang sama yang digunakan oleh kamera point-and-shoot dan kamera di smartphone. Sensor gambar menangkap satu bagian kecil dari gambar yg di sedang dibidik, melakukan tes seberapa tajam itu, dan kemudian refokus lensa dan tes lagi sampai mendapatkan fokus yang paling tepat. Deteksi kontras sangat lambat dalam cahaya rendah dan dengan subyek bergerak, karena gerakan objek yang cepat membingungkan kamera.
Tetapi Kamera mirrorless terbaru, seperti Olympus OM-D EM-1, memiliki prosesor yang lebih cepat yang dapat mendeteksi kontras lebih cepat, sehingga mereka bisa fokus secepat DSLR, meski untuk foto sport CDAF belum bisa menyamai PDAF. Bahkan model kamera mirrorless yang baru akhir-akhir ini memiliki teknologi yang menggunakan satu sensor untuk menggabungkan kedua teknik auto fokus PDAF dan CDAF. Tapi masih belum jelas seberapa baik model-model baru tersebut dibanding DSLR.

Kualitas Viewfinder

Sisi positif dari viewfinder DSLR adalah bahwa Anda dapat melihat gambar secara optikal langsung, biasanya lebih jernih, responsif dan lebih cerah dibandingkan elektronik. Sementara kamera mirrorless harus menangkap preview gambar pada layar LCD dan atau elektronik viewfinder (EVF). Untuk LCD kadang di siang hari yang cerah agak susah untuk dilihat. Tetapi EFV generasi sekarang sudah jauh baik, responsif, cerah dan keuntungannya adalah preview gambar yang tampil sama dengan yang akan disimpan nantinya dan banyak informasi yang bisa ditampilkan seperti historgram.
Tidak semua kamera mirrorless memiliki EVF, hanya sebagian di kelas high-end seperti Panasonic GX7, Panasonic GH3, Fujifilm X-E1, X-Pro1, Sony NEX-7, Sony A-7 dan A-7R. Semakin lama diyakini teknologi EVF akan semakin baik, sehingga akan mampu menyamai kejernihan optical viewfinder dengan ukuran dan kebutuhan ruang yang jauh lebih kecil.

Image Stabilization

Semua kamera modern memasukkan fitur stabilisasi gambar, di mana akan mengurangi blur pada foto (umumnya pada kecepatan rana lambat) yang disebabkan tangan yang bergoyang saat memegang kamera. Baik kamera DSLR maupun mirrorless, melakukan ini dengan teknik menggeser sebagian kecil bagian dari optik lensa, teknik lainnya adalah menggeser sensor gambar utama.
Beberapa kamera mirrorless dapat menggeser kedua elemen lensa dan sensor gambar – kombinasi yang dapat lebih efektif daripada salah satu dari metode ini saja. Yang paling baru dalam teknologi ini adalah 5-Azis Image stabilization yang ditanam Olympus pertama kali di OM-D E-M5, yang memperhitungkan pergerakan sensor pada sumbu Z selain X dan Y. Hasilnya hingga 2 stop lebih baik saat menggunakan tangan.

Kualitas Gambar

Kamera mirrorless awalnya menawarkan gambar berkualitas lebih rendah daripada DSLR, dengan lebih banyak noise (graininess) dan warna yang lebih buruk, karena generasi pertama menggunakan sensor gambar yang lebih kecil yang menangkap cahaya kurang. Namun produsen kamera mirrorless telah menemukan cara untuk mengurangi noise, menggunakan sensor yang lebih baik (dan juga lebih besar) dan prosesor gambar yang lebih baik, dan sekarang tidak ada perbedaan nyata dalam kualitas gambar dalam kebanyakan model konsumer.
DSLR high-end menggunakan sensor yang sangat besar yang disebut “full frame” sensor yang telah memberikan mereka keunggulan high end. Baru-baru ini Sony mengenalkan kamera mirrorless dengan sensor full-frame, yaitu A7 dan A7R, hal ini menjadi langkah penting dalam menutup kesenjangan kualitas dan bahkan kinerja antara DSLR dan mirrorless.

Gambar dan Video Playback

Ketika datang untuk menampilkan gambar yang baru saja ditangkap, kedua jenis kamera dapat menggunakan layar LCD atau output HDMI ke televisi Anda. Meskipun body kamera mirrorless lebih kecil, sebagian besar memiliki ukuran layar LCD yang sama yaitu 3-inch, yang umum ditemukan di DSLR.

Lensa dan Aksesoris

Jika Anda ingin membeli kamera dengan lensa dapat dipertukarkan, artinya Anda membeli ekosistem seluruh lensa, dan juga aksesoris lainnya yang cocok. Anda tidak dapat menggunakan lensa Micro Four Thirds (MFT) pada body kamera DSLR body. Jadi, ketika memilih kamera, perlu mempertimbangkan berbagai lensa yang tersedia untuk sistem.
Memilih DSLR memberi akses ke sejumlah besar jenis lensa – dari sejumlah produsen – mulai dari yang murah hingga untuk profesional dan mahal. Sebaliknya, kebanyakan model mirrorless hanya memiliki sedikit pilihan lensa dari produsen kamera. Satu-satunya lensa untuk kamera Sony Alpha NEX berasal dari Sony itu sendiri, misalnya. Namun, Sony baru saja mengumumkan lima lensa baru untuk kamera mirrorless full-frame baru, yang sangat memperluas jangkauan lensa yang tersedia.
Sistem mirrorless dari produsen seperti Pentax (Q kamera) dan Samsung (seri NX) memiliki lensa paling sedikit, karena perusahaan-perusahaan ini memilih untuk membuat sistem mirrorless sendiri-sendiri. Sistem Micro Four Thirds memiliki pilihan terluas karena mereka adalah pionir dan dibentuk oleh beberapa perusahaan – Olympus dan Panasonic membuat kamera, dan lensa dibuat oleh Olympus, Panasonic, Sigma, Tamron dan lain-lain.
Anda dapat membeli adapter untuk menggunakan lensa DSLR pada kamera mirrorless. Tapi akan mengubah zoom (focal length) berdasarkan crop factor, dan juga akan menonaktifkan fitur seperti autofocus.

Kesimpulan (versi rumorkamera)

Jadi, kamera jenis apa yang terbaik secara keseluruhan, kamera DSLR atau mirrorless? Tidak ada. Semua benar-benar tergantung pada prioritas Anda. Jika kualitas gambar atas dan kecepatan yang paling penting bagi Anda, misalnya untuk sport, terlepas dari berat body, memilih DSLR untuk kinerja yang unggul dan dukungan luas jenis lensa.
Tapi secara umum kamera mirrorless memiliki pilihan lensa yang lebih dari cukup untuk kebanyakan situasi pemotretan, dan kecepatan fokus yang sudah sangat baik. Oleh karena itu, kamera mirrorless adalah pilihan terbaik jika Anda ingin membawa kamera kemana-mana dan tidak ingin terbebani sepanjang jalan.

Kesimpulan (versi brock7)

seperti kata pepatah “the man behind of the gun” dan sebuah jargon dari satu Komunitas Fotografi Ponsel, "Bukan masalah kameranya, tapi siapa di belakang kamera itu yang mengambil gambar" ..... apapun alatnya sebenarnya bukan sebuah masalah besar, hanya saja memang harus memperhatikan teknik dan skill individu si pemegang kamera. Jika memang berorientasi pada gengsi (ini juga sebenarnya sudah tidak perlu dijelaskan lagi - namun masih tertanam sebagai "mindset" anak-anak muda yang baru belajar memotret ), kamera DSLR yang berat dan besar itu boleh lebih menjadi pilihan.
Sama juga dengan apabila orientasinya pada harga atau budget, sebagian orang lebih memilih pada kamera Mirrorless. Padahal persepsi ini sebenarnya juga tidak tepat mengingat bahwa banyak sekali kamera mirrorless yang harganya justru jauh lebih mahal daripada kamera DSLR.

Yang jelas, janganlah alasan alat menjadi satu penghalang dalam belajar fotografi, karena fotografi menggunakan ponsel pun sudah sangat membumi akhir-aknhir ini. Bahkan sudah banyak pembuktian dari anggota komunitas fotografi ponsel yang hasil karyanya bahkan sudah bisa mengalahkan karya foto DSLR maupun Mirrorless....... 






Sumber : rumorkamera.com

Manusia dan Secangkir kopi

Malam ini, secangkir kopi kembali menemani Thomas yang belum mau terpejam. Tangannya masih setia memegang mouse berwarna hitam pekat dan mengeluarkan warna merah terang di bagian bawahnya. Sebatang rokok yang juga berwarna hitam masih menyala tergigit di sela bibirnya.

Beberapa saat berlalu, sesekali tangannya menggapai secangkir kopi yang masih hangat di sampingnya. Namun pandangannya tetap tak bergerak, lurus ke arah monitor yang sudah menyala sejak sore tadi. Dari posisi dan gestur tubuhnya, seolah pemuda tambun ini enggan beranjak meninggalkan setumpuk pekerjaannya untuk alasan apapun. Dan biasanya akan terus seperti itu sampai adzan subuh berkumandang keesokan harinya.

Namun nampaknya malam ini agak berbeda. Setelah beberapa waktu berlalu tubuhnya nampak mengendur, dia kemudian bersandar di kursi putarnya. Dia menghela nafas panjang.....terdengar berat dan tanpa tenaga..........
Aroma kopi yang khas ternyata mampu mengalihkan pandangannya dari layar kaca. Aroma wangi asli kopi bubuk mengingatkannya pada sosok almarhum kakeknya yang dulu  setiap hari selalu memberi nasehat sambil mengajaknya minum secangkir kopi.

Yup. Kopi. Kopi hitam kupu-kupu begitu dulu beliau menyebutnya.
Kopi hitam kupu kupu adalah secangkir kopi hitam ditambah sesendok gula pasir dan sejumput kecil garam. Aneh memang, tapi itulah yang menyebabkannya berbeda. Rasa yang dihasilkannyapun lebih gurih dan khas kopi asli buatan negeri sendiri......

Dulu, sambil ngopi kakeknya sering bercerita dan berpetuah. Petuah bijak tentang segala sesuatu yang terjadi di dunia. Segala sesuatu yang pasti akan dialami setiap manusia. Dan tak jarang segala sesuatu yang diprediksikan akan terjadi bahkan yang belum terbayangkan pada saat itu.

Thomas ingat pernah suatu saat sang kakek mengajaknya duduk di depan perapian sambil menyulut sebatang rokok klobot (rokok yang terbuat dari lembaran buah jagung) dan tentu saja secangkir kopi hitam di cangkir kaleng ukuran superjumbonya.

Sambil menimati rokoknya kakek bercerita, cerita perihal manusia dan secangkir kopi.

" Tom, kamu tahu tidak kalau hidup manusia itu seperti secangkir kopi ?"

" Halah kakek ini....... ya nggak lah kek, sama dimananya ?"

" Hehe .... kamu lihat cangkir kopi kita ini....." kata kakek sambil menunjukkan jarinya ke dua gelas cangkir berbeda rupa di depannya. " cangkir kakek terbuat dari kaleng, ukurannya besar, sudah kelihatan tua, kumuh dan rapuh, tapi masih bisa menampung air kopi ini sampai penuh dengan rasa yang sama dengan kopi yang ada di cangkirmu itu. padahal, cangkirmu masih bagus, terbuat dari beling, dan ukurannya hanya separo cangkir kakek...." lanjutnya.

" maksudnya kek ?" tanya Thomas nggak mengerti apa maksud pembicaraan kakeknya itu.

" tidakkah kamu sadar bahwa rasa kopi kita itu sama le ? tidakkah kamu sadar bahwa yang membedakan keduanya hanya cangkirnya saja ?"

" iya sih kek, tapi maksud kakek sebenarnya apa ? saya kok ndak mudyeng "

" begini cucuku yang ganteng dewe....maksud kakek sebenarnya adalah besok kalau kamu sudah menghadapi dunia nyata, kamu akan bertemu dengan berjuta warna sifat manusia. berjuta pula asal usul mereka...." kakek menghela nafas sebentar, kemudian ia melanjutkan perkataannya

" tapi satu hal yang perlu kamu perlu ketahui yaitu bahwa semua manusia adalah sama rasa, sama rata dan sama derajatnya di hadapan Allah SWT. Dan Dia tidak akan memandang cangkir kita, tidak akan memandang casing kita, tapi hanya akan "merasakan" kita sebagai umat manusia...."

" Sama seperti cangkir kopi ini, keduanya yang membedakan adalah cangkirnya, bukan isinya....cangkir ini mewakili asal usul manusia, pekerjaan mereka, jabatannya, kekayaannya, kekuasaanya dan sebagainya. Sedangkan isinya mewakili kita sebagai manusia seutuhnya.... "

" walah....ternyata seperti itu ya kek....nggak kepikiran saya je..."

" ada lagi lho Tom, kamu tahu kan kalau yang namanya kopi setelah habis pasti akan memberikan kesan bagi yang meminumnya ?"

" iya kek.... "

" nah itu dia, manusia setelah "habis masanya" juga akan meninggalkan kesan bagi orang-orang di sekitarnya. Apakah dia semasa hidupnya baik atau buruk, meninggalkan kesan positif atau negatif....itu semua tergantung pada saat dia masih mengisi cangkirnya, mengisi jabatannya, menggunakan kekayaannya, kedudukannya ketika hidup.... iya to "

" weh ...persis kek " jawab Thomas berbinar, wajahnya tampak bersemangat dan sudah mulai memahami apa sebenarnya yang disampaikan kakeknya itu.

" bagus....maka ingatlah sampai kapanpun ketika kamu meminum segelas kopi, maka kamu harus ingat bahwa hidup manusia ini sejatinya adalah untuk bersyukur menikmati apa yang ada dengan tidak melupakan Sang Penciptanya .....selalu ingat bahwa hidup ini sudah ada batasannya sehingga tidak akan muncul sikap sombong, selalu berusaha dengan maksimal dalam berusaha apapun dan dimanapun, selalu bersyukur, selalu berbuat baik, selalu berusaha untuk meninggalkan nama yang harum dan kenangan yang manis kepada sesama. Dan ingat, Jangan pernah mengunggul unggulkan cangkirmu, tapi isi yang ada pada dirimu."

" iya kek...."

" oya satu lagi, jangan lupa kalau kamu membuat segelas kopi, jangan lupa tambahkan sejumput garam. Jangan sampai kamu melupakan kopi hitam kupu-kupu ini seumur hidupmu..." sambung kakek serius.

" lho kenapa kek, apa maksudnya itu ?" cecar Thomas penasaran

" bukan apa-apa, kopi dengan sedikit garam itu sangat ampuh menangkal masuk angin lho....juga biar perutmu nggak mual. Tapi hal terpenting adalah...."

" apa kek ?"

" ...emmm...biar kamu selalu ingat kakek....hehehe "

Dan tidak terasa, setetes air mata telah mengalir di pipi Thomas malam ini.

3.10.2014
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow