Archive for April 2014

Zizi sudah 4 tahun

" Ayah sekarang kan zizi sudah 4 tahun, kan sudah nggak boleh ngompol lagi kan yah .... ? "

Begitu kalimat yang dilontarkan Zizi kemarin sore ketika saya pulang ke rumah.
Yup, tanggal 28 April 2014, Zizi genap berumur 4 tahun.

Banyak sekali perkembangan yang terjadi padanya. Mulai dari semakin ceriwis, semakin kritis, semakin narsis, semakin jago nangis.... hehe....untuk yang terakhir sekarang dia sudah semakin sadar bahwa kalau dia nangis maka orang-orang yang ada di dekatnya akan luluh (berlaku buat bundanya, om dan tantenya, dan terutama kakek neneknya, tapi jarang berlaku untuk ayahnya hehehe....)


Alhamdulillah, selama 4 tahun ini saya dan bundanya, sedikit banyak bisa mencukupi semua kebutuhannya. Kebutuhan sekolah, sandang, pangan, serta kebutuhan lain yang dibutuhkannya dalam masa pertumbuhan.

Namun kami juga sadar bahwa ada satu hal yang kami belum bisa mencukupinya. Waktu.

Waktu bersama Zizi kami akui masih sangat kurang sekali. Saya sebagai ayah terkadang hanya bisa bersamanya sore hari saja atau bahkan tidak bertemu sama sekali kalau pulang kantor sampai larut malam. Sedangkan bundanya karena jarak tempuh yang jauh antara rumah dengan tempat kerjanya maka mau tidak mau harus sampai di rumah lagi sore hari. Dan efektif bersama Zizi hanya beberapa saat sebelum ketiduran di depan tv karena kondisi badan yang sudah terlalu lelah.

Huft....Sudahlah, tidak usah dibahas lagi karena hanya akan membuat pening kepala ini. Yang jelas kami selalu berusaha untuk bisa mengoptimalkan setiap detik waktu kami bersama Zizi sebaik baiknya dengan apa yang kami punya, kami bisa berikan dan kami ingin ajarkan demi kebaikan keluarga kecil kami saat ini dan masa depan Zizi tentunya.

Terakhir, di ulang tahun Zizi yang ke 4 ini tidak lupa kami mohonkan kepada Allah SWT supaya Zizi selalu dalam lindungan-Nya, selalu diberikan kesehatan, kecerdasan, kesempurnaan, selalu bisa menjadi seseorang yang bermanfaat dan bisa dibanggakan keluarga, agama, bangsa dan negara, serta kelak menjadi seseorang yang bisa mengangkat harkat dan martabat trah kami, Al Azis clan.... Amin....


4.29.2014
Posted by ngatmow
Tag :

DiegoKoi : bukan fotografer, tapi pelukis ajaib

Mencengangkan.....
itulah apa yang bisa dihasilkan oleh tangan "emas" Diego Fazio. Diego Fazio adalah seniman otodidak dari Italia berusia 24 tahun yang juga seorang mantan pembuat tatto. Dalam dunianya, dia lebih dikenal sebagai DiegoKoi.

DiegoKoi menggambar dengan hasil menakjubkan hanya dengan menggunakan pensil dan kertas. Karyanya begitu detail yang sekilas hampir mustahil untuk menentukan bahwa gambar-gambarnya itu digambar hanya menggunakan tangan. Sumpah sangat istimewa.

Langsung saja simak hasil karyanya berikut ini.....ingat sekali lagi bahwa ini bukan foto tapi asli lukisan tangan.....




Lanjut ke yang lebih mengagumkan lagi ya.....




Lanjut.......







Kaya gak mungkin kan ? Okeh sekarang saya kasih buktinya....check this out ....
Prosesnya:






Prosesnya:







Bagaimana sih tampang si Koi ini ?



Pengen tau lebih lanjut tentang DiegoKoi ?
  1. Deviantart
  2. Facebook
  3. situs pribadinya


Sumber : Kaskus
4.26.2014
Posted by ngatmow
Tag :

Gumun sama mas pram........

Saya lagi gumun yang segumun gumunnya sama salah satu profesi yang katanya paling "menonjol" di negeri ini. Tidak usah disebutkan, tapi kita semua pasti sudah memahami profesi apa yang katanya melindungi dan melayani masyarakat....

Kenapa saya gumun ?
Begini ceritanya, beberapa minggu yang lalu adek ipar saya kecelakaan dan "kasusnya" ditangani oleh mas pram (sebut saja demikian) atau lebih lengkapnya mas pramuka hehehe........ mulai di TKP (Tempat Kejadian Pertabrakan hehehe.....) sampai pengamanan kendaraan di pos khusus kecelakaan angkutan darat.

Waktu itu, mas pramuka itu terlihat bersinar dan memancarkan aura hebat, bagaikan pahlawan yang sangat pantas dibanggakan oleh masyarakat sekitar. Dengan gagah berani dia mengatur dan mengolah lokasi tabrakan hingga ketertiban umum tetap terjaga dengan sempurna. Wajah garangnya menunjukkan sebuah ketegasan yang sangat layak diacungi banyak jempol.

Tapi itu dulu......beda hari, beda pula yang terjadi.....

Nah, baru kemarin (setelah selang 2 minggu dari kejadian) saya baru sempat mengurus perkara ini sampai pihak yang berwenang. Karena melibatkan 3 pihak, maka semuanya waktu itu sepakat untuk berembug dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Oleh karena itu kami sepakat untuk mengurus segala sesuatunya di pos khusus kecelakaan angkutan darat kota kami.

Pos ini sebenarnya berbentuk kantor dengan banyak ruangan dan tempat parkir yang cukup luas. Di ujung tempat parkir itu banyak tergeletak bangkai sepeda motor beraneka rupa. Hancur.....
Di setiap jendela, terpasang sticker besar dengan tulisan MAFIA HUKUM DILARANG MASUK dan di setiap pintu dipasangi tulisan besar ANTI KORUPSI.....
tapi kok perasaan saya jadi tidak enak setelah melihatnya lho. Atau mungkin karena di bagian dalam kantor yang beraura gelap itu banyak berdiri sosok-sosok menyeramkan dengan tampang sangar tapi mneyedihkan ya?
entahlah....saya sendiri tidak tahu itu......

Pada awalnya sih semua berjalan lancar. Dengan disaksikan oleh salah satu personel mas pramuka, acara kekeluargaan selesai dengan damai dan ditandai juga dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama ketiga pihak yang berkepentingan. Perlu diketahui bahwa ketiga pihak ini terdiri dari saya, sebagai wakil keluarga dimana adik ipar merupakan korban terparah, Pak Haji (selaku wakil anaknya yaitu orang yang menyerempet adik saya) dan mas Saudi yang merupakan pengemudi sekaligus pemilik truk yang pada akhirnya bertabrakan face to face dengan adik saya.

Ada satu keanehan setelah proses penandatanganan. saya disuruh keluar oleh mas pramuka dari ruangan musyawarah tersebut setelah sebelumnya disuruh membayar sejumlah uang yang katanya sebagai biaya administrasi untuk mengeluarkan kendaraan yang masih ditahan di pos khusus kecelakaan angkutan darat.

Pada awalnya saya bingung, namun belakangan saya baru ngeh kalau itu adalah sebuah trik saja yang diterapkan mas pramuka yang bernama Anton pada waktu itu. Setelah saya keluar, dua pihak yang lain ternyata masih diajak "rembugan" secara intensif oleh yang bersangkutan. Pak Haji yang anaknya pada saat kejadian adalah "pihak paling salah" (lha wong naik sepeda motor tanpa SIM, STNK, jalannya ragu-ragu alias zigzag dan langsung kabur setelah kejadian), tentu saja panik luar biasa. Mas pramuka terus mencecar keduanya dengan berbagai pertanyaan yang menjebak dan seolah memojokkan mereka. Bahkan dengan sedikit bumbu ancaman pidana dan penjara.

Dan apa yang sudah diperkirakan sebelumnya, dengan alasan untuk menyelesaikan proses hukumnya yang sudah terlanjur masuk berkas (walau entah apapun itu maksudnya), Pak Haji dimintai uang sejumlah satu juta rupiah sedangkan mas Saudi satu setengah juta.

Busyet....
Sudah jatuh tertimpa tangga

mungkin itu yang tepat buat Pak Haji dan mas Saudi. Mereka yang sebelumnya sudah sepakat untuk membantu biaya perawatan dan pengobatan adik saya dan juga masih harus memikirkan biaya perbaikan kendaraan masing-masing, ternyata masih harus diwajibkan (kalau bisa dibilang demikian) membayar sejumlah uang hanya demi "menutup berkas kasus" oleh mas pramuka yang katanya ikhlas berbakti melindungi dan melayani masyarakat.

Negeri apa ini ?
Selapar itukah pihak yang berwenangnya ?

Sungguh tidak bisa diterima akal pikiran saya yang awam ini. Manakala terjadi kecelakaan logikanya pasti pihak yang menjadi pelaku dan korban sedang menderita kesusahan dan tidak mempunyai niatan untuk berkecelakaan seperti yang telah terjadi. Kenapa kok ya ada yang tega "meres" sedemikian rupa seperti itu tanpa adanya toleransi blas.......... kecuali "korban" ini memiliki ikatan darah dengan "mas pramuka di pos itu".

Satu hal lagi yang menjadi pertanyaan saya adalah apa bener ada peraturan hukum yang memperbolehkan mas pramuka meminta sejumlah uang (bahkan sampai dengan 10 juta ke atas apabila terjadi kecelakaan yang menimbulkan kematian) kepada "korban kecelakaan itu" tanpa adanya toleransi sedikitpun ?
Sebagai informasi, di tempat yang sama saya bertemu dengan seorang supir bis yang  sudah tiga minggu berada di sana karena bis yang dikendarainya menabrak orang bunuh diri. Sialnya, pak sopir ini disamping harus memberikan santunan kepada korban senilai belasan juta juga harus membayar biaya hukum dan mencabut berkas sebesar belasan juta juga TANPA POTONGAN alias KORTINGAN sedikitpun. Padahal dari ceritanya kepada saya dari profesinya sebagai supir bus antar propinsi dari mana dia bisa dapatkan uang sebesar itu ? dan yang lebih tragis lagi dia hanya boleh pulang ke rumah setelah biaya tersebut dilunasi. Pertanyaannya lha kapan mencari uangnya kalau diaharus selalu ada di pos mas pramuka tersebut sepanjang hari ?

Entahlah......(lagi)
saya juga bukan orang pandai untuk urusan semacam itu.....yang jelas segala macam semboyan, motto, dan sebagainya adalah sangat mubadzir alias tidak berguna.

Melindungi dan Melayani ?

No....no.....no.....it's just a big bullshit.....
People know who you are....... just a bast*rd with great position and nice uniform........

Mohon maaf kalau setelah membaca tulisan ini ada pihak-pihak yang merasa tersindir, karena memang sesungguhnya untuk sedikit mencolek hati kita semua untuk lebih peduli sesama. Bukan hanya demi mengejar setoran yang sudah ditarget saja kepada atasan ataupun orang rumah, tapi juga mari kita sedikit membukakan pintu hati untuk menumbuhkan jiwa "manusia" lagi.......









4.23.2014
Posted by ngatmow

Sepenggal peristiwa hebat

Malam belum begitu larut saat Thomas beringsut meninggalkan singgasana (kalau boleh disebut demikian)andalannya. Sambil mengucek matanya yang mulai terasa pegal, dia berjalan untuk menuju perempatan di ujung gang rumah kosnya demi menuruti kemauan "anak buah" di dalam perut buncitnya yang sudah sejak tadi berdemo dan menimbulkan pergolakan hebat.

Pantas saja jika matanya terasa pegal, sebab sejak sore hari kedua mata itu dipaksanya melotot di depan komputer untuk mengejar dead line laporan keuangan kabupaten yang tinggal beberpa hari lagi harus disetorkannya kepada pemeriksa. Samar samar saat dia bangkit, sempat terdengar hembusan angin dan suara desahan lega dari kursi sofa reot berwarna ungu itu seolah sedang bernafas lega setelah baru saja terbebas dari "beban berat" yang tidak terkira rasanya. Sebagai tanda saking lamanya Thomas menancapkan pantat bundarnya di sana....

Hanya butuh kurang dari lima menit sampai juga Thomas di tujuan,di perempatan itu ada sebuah warung tenda yang menjual nasi goreng, mie goreng, nasi rebus, mie rebus, nasi bakar, mie bakar dan bahkan es teh bakar....sangar....

Pak Tamyis, begitu nama pemilik warung ini biasa dipanggil, adalah seorang pria berumur 45 tahun dengan tubuh kurus kering, sedikit kumis tipis, rambut yang lurus namun tidak beraturan dan selalu ada asap rokok mengepul dari mulutnya, selain itu dia adalah orang tua tunggal dari seorang gadis super manis dengan senyum paling menawan yang pernah ada di ujung gang itu. Hebatnya lagi, mereka adalah tukang begadang yang rela mengurangi jam "hidupnya" demi menunggui lapak dagangannya habis walaupun sampai jam berapapun.

Next....
singkat cerita, saat makan dengan lahapnya, Thomas sempat melihat ada seorang ibu beserta dua orang anak kecil melintas di depan warung tenda itu. Mereka berhenti sejenak menatap warung yang sedang ramai pengunjung itu. Ada wajah hampa dan tanpa harapan di wajah mereka. Tidak lama setelah itu mereka pergi, berjalan menyeberangi perempatan dan duduk di salah satu sudut toko yang ada di sana.

Malam pun kembali berjalan dengan tertib.....
Jam di tangan Thomas sudah menunjukkan angka 12 pas. Dia masih sangat betah berada di warung tenda itu dan belum ada tanda tanda akan beranjak pergi. Padahal Pak Tamyis sudah emosi banget lihat bocah tambun ini duduk ngobrol disitu sama anak gadis semata wayangnya, Martini, padahal makanan pesanannya sudah ludes hampir sejam sebelumnya.

" Bu....sini....." teriak pak Tamyis tiba-tiba di luar tenda.

Thomas yang sedang asik ngobrol sedikit mengernyitkan dahinya mendengar teriakan lelaki bertubuh mungil langganannya itu. Begitu juga dengan si manis Martini yang kaget dengan apa yang dilakukan bapaknya.
Tidak berapa lama muncul ibu tadi lengkap dengan kedua anaknya yang sudah kelihatan mengantuk. Wajah mereka pucat seperti menahan lapar.
" Bagaimana pak ? bapak memanggil saya ? " tanya ibu itu
" Sampeyan belum makan mbok bu ? ini saya ada sedikit nasi goreng. monggo dimakan saja. " jawab Pak Tamyis lengkap dengan logat Banyumasnya sambil mengulungkan dua piring nasi goreng anget kepada ibu itu.
" Wah jangan pak, tidak usah.... terima kasih. Wong sampeyan juga lagi jualan kok. Nanti kalau rugi bagaimana ? " jawab ibu itu menolak dengan halus.
" We lah....jyan, gapapa bu. wong saya alhamdulillah hari ini lagi banyak rejeki. Lumayan rame. ini buat ibu dan anak ibu....tidak apa apa....lagipula hanya dua piring kok, gak bikin saya rugi lah.....monggo ini...."
" Tapi saya tidak punya uang buat membayar pak......"
" Sudah bu, tidak apa-apa.... saya ikhlas. Anggap saja rejeki dari Yang Di Atas lewat saya bu..... "
" Alhamdulillah.....Terima kasih sekali pak....." Sahut ibu itu terbata-bata. Sambil menerima piring itu dia memanggil anaknya yang duduk di trotoar seperti bingung apa yang sedang terjadi. " Le, makan dulu ini, kita dapat rejeki....."

Dan merekapun makan dengan lahapnya seperti orang sedang membalaskan dendam kesumat.

Thomas dan beberapa orang yang sedang makan tertegun melihat adegan itu. Mungkin apa yang mereka pikirkan saat itu sama. Alangkah beruntungnya mereka dibandingkan dengan ibu beserta kedua anaknya yang sedang makan di pojok warung sana dan betapa mulianya hati pak Tamyis yang dengan sukarela memberikan sebagian barang dagangannya demi perasaan kemanusiaan.

" Maaf pak, kami tidak bisa membayar makan, biarlah kami mencuci piring disini untuk mengantinya ... " kata ibu itu tiba tiba. Tangannya memegang dua buah piring yang telah bersih tanpa ada satu butir nasi sekalipun.

" Busyet....cepet banget....ini makan apa nglonggong" komentar Thomas dalam hati

" Walah jangan....nggak usah bu, itu tugasnya anak saya. Nanti dia mau ngapain kalo sudah dicuci ibu. "
" Tapi pak..."
" Sudahlah bu, insyaalloh saya ikhlas lahir bathin kok. Lha sampeyan ini mau kemana, dari mana dan kok bisa ada di sini ?"
" Begini pak, kami ini berasal dari Yogyakarta dan sebenarnya mau ke ibu kota. Tapi di jalan tas saya dijambret orang. Padahal hape, dompet dan sedikit uang yang saya pegang ada di situ semua. Sekarang kami bingung mau bagaimana pak. Harta kami sudah lenyap. Dan kami bingung bagai mana cara kami pulang atau meneruskan ke ibu kota" cerita ibu itu sambil terbata-bata.....

" Sudah bu, jangan sedih atau bingung, malam ini sampeyan bisa tidur di rumah saya. Nanti biar ditemeni anak saya itu..."
" Lha bapak bagaimana ? apa istri tidak marah ?"
" Istri saya sudah meninggal kok bu, saya hanya hidup sama anak semata wayang saya itu. Lagipula saya biasanya di sini sampai pagi kok. Jadi sampeyan bisa istirahat di rumah saya..."
" Terimakasih sekali bantuannya pak....saya tidak tau harus ngomong apa lagi, terimakasih "
" iya bu...."

Setelah beberapa saat nampak ragu dan perlu sedikit bujukan dari Pak Tamyis, akhirnya mereka setuju untuk ikut bersama Martini pergi menuju rumah penjual nasi goreng itu yang jaraknya tidak jauh dari warung tenda yang kini hanya tertinggal 4 orang pengunjung beserta 1 makhluk aneh bertubuh bulat yang sedang tercengang tidak tahu harus ngomong apa.

Thomas pun beranjak untuk membayar tagihan makannya. Pada saat yang sama seorang pengunjung juga berdiri dan membayar makanannya. Tangannya memegang selembar uang seratus ribuan.

" tidak ada kembaliannya pak, yang kecil saja, wong hanya 20 ribu kok "
" bukan pak, nggak usah dikembalikan....ini sekalian untuk ibu dan dua anak itu kok, malam ini dan besok pagi....setuju kan ?
" we lhah.... jangan pak, nanti saya malah jadi nggak ikhlas lagi. beneran, jangan... "
" bener nih pak ? "
" saestu pak....saya ikhlas lahir bathin kok "
" benar benar mulia hati bapak ini, jarang lho ada orang kaya bapak ini.... hemm kalau begitu ya sudah pak. saya permisi dulu. Oya besok saya pesan nasi goreng bungkus yang jangan terlalu pedas ya. Sekitar 30 bungkus deh.saya ambil habis maghrib. oke pak ?"
" Bener itu pak ? alhamdulillah...siap ....insyaalloh akan saya siapkan. Terimakasih pak...."

Dan berlalulah orang itu dengan meninggalkan Thomas yang masih belum bisa bergerak dengan mulut yang ternganga. Semakin takjub.

Dalam hatinya Thomas hanya bisa mengandaikan bahwa apabila semua orang di negeri ini berlaku dan bersifat seperti ketiga orang yang ditemukannya malam ini, bangsa ini akan semakin besar dan tidak akan ada lagi yang namanya "keprihatinan bangsa" seperti yang terjadi di masa sekarang ini.

Hufftt.....semoga akan segera menjadi kenyataan
4.16.2014
Posted by ngatmow

(mencoba memahami) bahwa kita itu unik

Ada satu hal yang sudah beberapa waktu ini setiap malam saya lakukan yaitu "mencari tambahan uang jajan" dari beberapa web luar (yang berbahasa luar pula maupun yang sudah bisa berbahasa sini)yang lumayan ajib dan "lancar mengalir" hehe..., juga dari ikutan lomba foto sana sini yang sebenarnya mungkin hanya punya harapan 0,001 % untuk menang (sebuah peluang yang wajar mengingat bahwa sebagian hasil foto saya merupakan jepretan kamera ponsel, sedangkan yang menjadi pesaing kebanyakan adalah fotografer pro dengan peralatan yang supercanggih)

Keep Optimist....!!
Itu dia yang selalu saya gaungkan dalam isi kepala saya selain sebuah kalimat bijak dari ibu tercinta....Jangan bosan berdoa.....
Hasilnya, alhamdulilah hasil jepretan ponsel saya bisa sedikit menyela tempat diantara hasil jepretan kamera bermoncong panjang hehehe.....

ah sudahlah, saya nggak bermaksud sombong kok sodara-sodara. hanya ingin sedikit menulis saja soal siapa dan apa yang bisa kita gali dari diri masing-masing. Kenapa ?
karena manusia itu unik dan keunikan itu sangat berbeda antara satu dengan yang lain.

So, seunik apakah kita ?

Okeh....dari hasil browsing sana sini, ada beberapa langkah lho sebenarnya yang bisa kita lakukan agar bisa menemukan & mengenali lebih dalam keunikan diri kita....

Langkah pertama, mungkin ada baiknya kenali diri sendiri lebih dahulu.
Tidak sedikit orang yang tidak bisa menjawab ketika ditanya apa kelebihan dan kekurangan dirinya ? (ini termasuk saya lho hehehe....)
Paling setelah berfikir cukup lama jawabannya hanya "haduuhh..apa ya?"  dan ketika diteruskan malah akan terjebak dengan memaparkan banyak sisi kekurangan (pesimistis) ketimbang sisi kelebihan (optimistis).

Bener kan ?

banyak ragam cara agar kita bisa mengenal diri kita lebih jauh, misalnya dengan membuat daftar tentang apa tujuan-tujuan hidup kita,seberapa banyak target pencapaian hidup kita dan sebagainya. selain itu menurut saya ada satu kalimat ampuh yang cukup "menonjok" hati terkait soal pencarian jati diri,.... untuk apa saya ada di dunia ini....

Langkah kedua adalah dengan mencoba hal-hal yang baru.
mungkin dengan melakukan hal-hal yang baru dan masih asing dari kebiasaan kita, akan membawa kita mengenali sisi dalam tentang keunikan yang ada pada diri sendiri.

namun jangan salah, tentu saja ada koridor yang musti dipahami, dimengerti dan dipatuhi. Koridor itu adalah norma, etika dan susila. selama tidak melanggar batas batas itu maka sah bagi kita untuk mencoba hal baru bahkan jikapun sampai meninggalkan "zona nyaman" masing masing

Meninggalkan zona nyaman misalnya adalah dengan berpetualang/travelling disela-sela kesibukan aktivitas kerja/kuliah/sekolah ke tempat yang belum pernah kita kunjungi/asing. Manfaatnya selain demi pengalaman baru juga mengasah dan menggali potensi keunikan diri kita yang terkait dengan daya adaptasi diri kita terhadap lingkungan baru. hal itu akan berguna ketika kedepannya kita mesti pindah tempat tinggal karena suatu alasan tertentu, kita sudah cukup bisa menggunakan pengalaman keunikan kita yang bersifat adaptif, dimana hal tersebut telah dilatih sebeumnya.

Langkah ketiga adalah selalu mengingat dan menjaga api semangat bahwa diri kita itu adalah istimewa/unik. pupuk terus rasa percaya diri itu, sehingga semakin hari semakin besar dan selalu terjaga semangatnya. Kita mesti percaya diri bahwa memiliki "berjuta" kemampuan diri yang istimewa. karena kemampuan itu adalah keunikan yang dimiliki dan tersimpan dalam diri pribadi masing-masing, sehingga tugas kita adalah membiarkan keunikkan itu bangkit sendiri atau terbangkitkan.. jangan sampai terlena atau malas sehingga secara tak sadar malah menina bobokan keunikan itu..

Wake up man....
Munculkan dan biarkan rasa narsis dan pede itu bersemi (tentunya selama ngga berlebihan lho...)
Dan pastikan bahwa apa yang kita bisa dan kuasai merupakan salah satu keunikan kita yang bisa diandalkan untuk hal apapun yang membanggakan....alright ?

Keep spirit and let's move on man....
4.10.2014
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow