Archive for Juli 2014

Suporter Cantik Piala Dunia 2014 : Eropa vs Latin

Laga sengit pada putaran piala dunia 2014 di Brazil yang lalu sangat ampuh menyedot perhatian pemirsa dari belahan penjuru dunia. Jutaan pasang mata memandang laga yang menelurkan Jerman sebagai juara pada Piala Dunia 2014 baik melalui layar kaca maupun secara langsung bahkan sampai tak berkedip dibuatnya.

Namun satu hal yang yang tidak boleh dikesampingkan yakni peran fans dalam memberi dukungan bagi tim kesayangan yang bertanding di lapangan. kalau kita nonton jalannya pertandingan melalui layar kaca, maka akan sering kita jumpai kameramen yang iseng mengarahkan kameranya ke barisan penonton di stadion (terutama penonton cewek). Sering dan menjadi seperti sebuah tradisi yang justru dinanti (bagi saya sih heheh....).
7.31.2014
Posted by ngatmow

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H


للّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ
Tak Terasa Ramadhan Akan Segera Pergi..
Hati Rasa Sedih Semoga Bisa Berjumpa Kembali..
Seiring Kepergiannya..
Izinkan Hati dan Jiwa Yang Hina Untuk Seraya Berucap Maaf :
- Atas Kata Salah Yang Terucap
- Atas Perbuatan Salah Yang Terbentuk
- Atas Niat Jahat Yang Tak Pernah Terungkap
- Atas Jiwa - Jiwa Yang Pernah Tersakiti
- Atas Tulisan Hina Yang Ternoda
- Atas WA Yang Sering Mengganggu

"Selamat Tinggal Ramadhan, Smoga Dapat Berjumpa Denganmu Kembali Nanti.. Selamat Datang Bulan Syawal.."
"Happy Ied Mubarak"
"Taqobbalallahu Minna Waminkum. Minal Aidzin Walfaidzin - Mohon Maaf Lahir dan Batin"



7.29.2014
Posted by ngatmow
Tag :

Nasib Lidah Dalam Negeri

Jajangmyeon (atau jjajangmyeon) adalah jenis Masakan Tionghoa yaitu mi saus pasta kacang kedelai hitam. Jajangmyeon dipengaruhi kuliner Tionghoa, dan orang Tiongkok biasa menyebutnya Zhajiangmian (炸醬麵)

Jajangmyeon menggunakan mie tebal yang terbuat dari tepung gandum. sedangkan sausnya dibuat dari pasta kacang kedelai hitam yang disebut chunjang (hangul: 춘장; hanja: 春醬) yang ditambahkan dengan bawang merah cincang, zucchini dan daging merah atau makanan laut. Ketika memasak saus biasanya ditambahkan cornstarch (sejenis pati yang terbuat dari tepung jagung) agar saus jadi kental. Pasta kacang kedelai (chunjang) dibuat dari kedelai yang dipanggang (dibakar).

Lhah terus kenapa tumben tumbennya saya kali ini menulis soal makanan Korea ?
Karena saya sangat tidak doyan sodara.......hehehe

Lebih baik makan mi instan goreng buatan sendiri dari pada harus makan makanan itu lagi. Bahkan kalo dibayar sekalipun. Suwer.

Ceritanya begini, kemarin saya, istri (plus zizi tentunya) beserta beberapa orang kawan berbuka puasa di Pujasera sebuah mall di Purwokerto. Nah karena banyaknya pilihan yang sempat membuat bingung dan putus asa memilih, akhirnya saya dan istri dengan pede nya memilih "warung" yang menawarkan masakan-masakan dari negerinya SNSD itu....

Hasilnya ?
Ambyar dengan sukses sodara-sodara...... dari tiga jenis masakan, hanya Ramyeon pesanan istri yang paling bisa ditolelir di lidah saya. lainnya ? NEHI......alias tidak sama sekali.

Apa sih Ramyeon itu ? Ramyeon (라면) adalah mie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi (ingat.....tanpa huruf L !!). (wikipedia)
Jadi rasanya seperti mie instan rasa ayam biasa yang dimasak dengan ditambahin bumbu pedas yang lumayan banyak...... begitu kira-kira.

Sedangkan masakan lain yang "gagal" di lidah saya adalah Jajangmyeon yang rasanya seperti mengaduk aduk isi perut alias eneg tadi dan juga Yangnyeom tongdak yang berupa daging ayam yang dimasak ala Korea.

Weleh Daging ayam sampai tidak doyan ?
Jawabannya Bwetul sodara-sodara.....

Perlu diketahui bahwa Yangnyeom tongdak adalah ayam goreng dengan balutan tepung tipis yang super renyah jika digigit dengan lumuran bumbu merah membara yang menggoda. Bumbu merah itu sendiri berasal dari Saus Gochujang. Apa lagi itu ? Gochujang terbuat dari cabai merah bubuk, sirup beras, tepung barley, tepung beras, garam dan kacang kedelai fermentasi, campuran semua bahan ini dimasak hingga kental dan pekat untuk kemudian di fermentasikan selama 2 -3 bulan. Selain pasta cabai, bahan lainnya yang penting untuk dimasukkan ke dalam saus adalah sirup beras (rice syrup).

Sirup besar  ini membuat saus terasa manis dengan kekentalan yang membuat ayam tetap crispy. Walau pun demikian saya masih menambahkan sedikit gula pasir untuk menyeimbangkan rasa pasta cabai (gochujang) yang asin.

Kebayang rasanya ?
Gurihnya ayam lenyap dengan sukses karena tertutup rasa asin dan kecut yang begitu dominan. Hanya rasa pedas yang mampu mengimbangi dua rasa itu. Begitu digigit, daging bukannya beraroma daging, tapi saos !! bah......

Dan akhirnya karena tidak sukses dengan pesanan awal tadi, kami pun kembali ke hidangan awal resep tradisional negeri sendiri.....Nasi Bakar Rica-rica super pedas.......tentunya setelah piring pesanan awal tadi bersih tak tersisa hehe.......


Di sepanjang perjalanan pulang, kami jadi sadar bahwa otak kami mungkin sudah go internasional, tapi untuk urusan lidah, kami masih sangat tradisional..... namun itulah yang membuat kami bangga. Kami masih cinta negeri sendiri, setidaknya masakan asli ibu pertiwi.......

7.23.2014
Posted by ngatmow

Apa yang tidak anda lihat di media tentang Gaza? – Wawancara dengan Dubes Palestina, Fariz Mehdawi

Nemu tulisan yang layak untuk kita baca dan kita ketahui soal konflik Palestina vs Israel di GAZA, tulisan berikut saya cuman copas dari timmarbun.wordpress.com tanpa menambah atau mengurangi isi di dalamnya demi orisinilitas. Monggo ....
____________________________

Di tengah ramainya pembicaraan dan perhatian dunia pada peristiwa yang terjadi di Gaza, saya berkesempatan untuk mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi di Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014 dalam bahasa inggris. Berikut adalah terjemahan lengkap dari wawancara yang berdurasi 24 menit tersebut.

Pertanyaan yang saya ajukan akan diawali dengan huruf T, dan jawaban Duta Besar akan ditandai dengan huruf J. Semoga berguna.

——————————————
Fariz N. Mehdawi, Dubes Palestina
T:
Duta besar, terima kasih atas waktu anda. Pertama saya ucapkan turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Gaza saat ini, yang harapannya akan segera membaik. Pertanyaan saya adalah, media tidak selalu dapat menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Apa kondisi Gaza yang tidak kita lihat di media?

J:
Yang tidak kita lihat, orang selalu tertarik dengan angka. Kita sudah berhitung berapa angka martir disana. Sudah lebih dari 200 orang, dan bangunan yang hancur juga sudah mencapai 200 lebih, lebih dari 5000 warga tidak bisa tidur tadi malam. Ada lebih dari 1000 orang terluka, jauh melebihi kemampuan fasilitas kesehatan kita. Masalahnya dengan kamera adalah, tidak mampu menunjukkan bagaimana gambaran besarnya. Contohnya, menggambarkan Gaza. Gaza hanyalah sebidang tanah kecil. Lebar 10km dan panjangnya 35km. Jadi, hanya sekitar 350 meter persegi, jauh lebih kecil dari Jakarta, itulah Gaza. Saat dimasuki 45.000 pasukan Israel, yang menguasai darat, laut, dan udara, ditambah lagi 2 ribu pesawat tempur F-16 atau F-17 menjatuhkan bom di daerah kecil dengan penduduk 1,8 juta, maka dimanapun bom itu dijatuhkan, pasti warga yang jadi korban.

Seperti anda ingin memukul seseorang yang botak, dimanapun anda memukulnya, pasti akan mengenai kulit kepalanya. Lalu, kondisi ini dibuat seakan terlihat seperti ada perang antara dua pasukan yang seimbang. Bukan itu keadaannya. Di Gaza, yang ada hanyalah penduduk sipil. Kita tidak ada tentara. Kita bahkan hampir tidak memiliki pasukan kepolisian untuk keamanan internal. Kami tidak memiliki pasukan yang bisa bertempur melawan tank dan persenjataan berat dari pasukan Israel, pasukan terbesar dan terbaik ke-4 dunia. Bagaimana kami di Gaza bisa bertempur melawan pasukan sebesar itu?

Jadi menunjukkan bahwa yang terjadi di Gaza adalah perang, itu tidak adil. Ini adalah pembantaian oleh pasukan yang sangat canggih dari negara Israel, melawan populasi sipil, yang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Tidak ada cukup air di Gaza, pasokan listrik tidak memadai, bahkan warganya tidak bebas untuk keluar masuk dari Tepi Barat ke Gaza. Mereka semua hidup dalam kondisi yang sangat berat, ditambah lagi aksi militer. Kemarin saya berbicara dengan mereka di telepon, dan mereka bilang mereka bahkan tidak bisa tidur. Karena serangan udara ini tidak berhenti. Mereka bilang rumah mereka seperti terkena gempa bumi, barang-barang berserakan, benda kaca pecah di lantai, meskipun bom tidak mengenai rumah mereka. Tragedi kemanusiaannya adalah mereka tidak punya pasokan makanan dan air yang mencukupi. Kehidupan keseharian mereka terhenti selama seminggu penuh. Kamera tidak bisa menangkap ini, media tidak bisa menangkap ini. Karena ini membuat seluruh warga Gaza hidup dibawah belas kasihan siapapun yang datang untuk membantu.

T:
Kita sepertinya hanya mendengar Gaza saat serangan seperti ini terjadi, di saat lain, seakan jadi tidak penting lagi. Anda bisa berikan gambaran bagaimana hidup dalam keseharian di Gaza?

J:
Sayangnya, seluruh dunia memperlakukan Gaza dengan tidak adil. Salah satunya adalah dengan menggambarkan Gaza sebagai tanahnya Hamas. Dimana penuh dengan teroris, tentara sipil, roket, bangsa yang ingin menghancurkan bangsa Yahudi dan membinasakan Israel, ini semua gambaran yang diberikan tentang Gaza. Sayangnya, beberapa Negara menganggap ini benar, dan menyebarkannya demikian. Hamas hanyalah sebuah organisasi politis yang memenangkan sebuah pemilu di tahun 2006. Selain Hamas, ada 13 organisasi politik lain di Gaza. Merekapun punya sistim militia sendiri, tapi bukan tentara professional. Seluruh Gaza sudah dikuasai, kita tidak memiliki perdagangan dengan bagian dunia manapun. Kita tidak punya pelabuhan, ataupun lapangan terbang. Kita hanya memiliki perbatasan Rafah, dan terowongan bawah tanah. Jadi bayangkan, dari mana pula kami bisa mendapatkan persenjataan militer yang canggih? Tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah persenjataan lokal yang sederhana, dan sangat primitif. Tidak bisa membunuh atau melukai siapapun. Kami akui, terkadang kami menembak kearah mereka, tapi itu murni untuk membela diri. Mana mungkin warga Gaza mau bunuh diri dan menerima keadaan yang buruk tanpa mencoba melawan, tentu ada perlawanan, tapi apakah sebanding dengan apa yang akan diterima? Tentu saja tidak. Kami hanya mencoba membela diri, dengan cara apapun yang tersedia.

Jadi kekuatan dari kedua pihak dalam konflik ini tidak seimbang. Tidak adil bila masyarakat berpikir kondisi ini seperti Afghanistan, atau pihak apapun, yang ingin membahayakan Israel. Bagaimana mungkin kami mau membahayakan Israel? Listrik yang kami butuhkan datangnya dari Israel. Obat-obatan yang kami butuhkan, datangnya dari Israel. Makanan yang kami beli untuk Gaza juga datang dari Israel. Bagaimana mungkin kami ingin membahayakan Israel? Sudah berapa orang yang terbunuh dalam 5 tahun terakhir? Tidak ada alasan.

Biar saya mundur sedikit, latar belakang dari agresi ini adalah kegagalan dari proses pendamaian. Semua tahu bahwa otoritas Palestina selama ini mencoba melakukan pembicaraan damai dengan Israel untuk menyepakati pendamaian yang permanen. Karena inti dari konflik ini adalah okupansi militer yang dilakukan oleh Israel sejak 1967. Seluruh dunia mengatakan bahwa solusinya adalah menciptakan 2 negara yang hidup damai bersebelahan. Ada beberapa kendala, pertama adalah dimana batas negaranya? Kami mengatakan batas negaranya mengikuti kondisi tahun 1967, sebelum Israel mengokupansi wilayahnya. Menurut batasan ini, Palestina adalah Gaza, Tepi Barat, dan Jerusalem. Itu basis fundamental dari kesepakatan damai, namun meski diterima seluruh dunia, Israel menolak mengakui batasan ini.

Pak (John) Kerry sudah memberikan dukungan luar biasa, dengan negosiasi berkelanjutan selama 9 bulan, tapi tidak ditemukan kesepakatan. Sementara itu, Israel terus membangun permukiman di Tepi Barat. Ini sebenarnya tujuan utama Israel. Tujuan utama Israel bukan di Gaza, tapi membangun permukiman di Jerusalem dan di Tepi Barat. Jadi mereka ingin mengalihkan seluruh perhatian dunia ke Gaza, daripada membicarakan apa tentang pembangunan permukiman mereka di tanah yang dirampas di Tepi Barat. Jadi, selama pendudukan ini terus terjadi, lingkaran kekerasan akan terus berulang.

Mengapa mereka menyerang Gaza? Karena kita juga telah mencapai rekonsiliasi damai antara Hamas dan Fatah, kini, tidak ada pemisahan lagi di Palestina. Hanya ada 1 pemerintahan, 1 presiden, dan 1 institusi di Palestina, beserta berbagai partai politik, yang akan bersiap menghadapi pemilihan umum pada Januari untuk memilih anggota parlemen dan presiden. Kami mulai bersatu, dan ini yang tidak diterima oleh Israel, mereka ingin menyerang Gaza, dan mencoba menganggap Hamas berbeda sendiri , menciptakan perang antara Israel dan Hamas saja. Ini adalah perang antara pasukan Israel melawan seluruh Palestina, bukan hanya Hamas, dan bukan hanya Gaza.

T:
Masyarakat Indonesia sangat terdorong untuk membantu rakyat Palestina. Ada yang memberikan uang mereka, ada yang memberikan doa, ada yang ingin datang dan membantu perjuangan disana. Apa saran anda bagi mereka?

J:
Saya sangat merasa terharu dengan perhatian yang diberikan oleh rakyat Indonesia, siapapun mereka. Pria, wanita, siapapun, ini sangat penting bagi kami. Seperti yang sudah saya katakan, ini bukan konflik militer, maka dukungan Indonesia disini mungkin sebaiknya berbentuk dukungan politis dan kemanusiaan. Ini juga yang telah selama ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam kancah perpolitikan dunia untuk berperan dan bersuara untuk membantu posisi kami. Ini juga telah dilakukan. Sekedar mengingatkan, saat kami mengajukan keanggotaan di PBB, Pak Marty Natalegawa, selaku Menteri Luar Negeri, dengan perintah dari Presiden Yudhoyono, datang sendiri ke New York untuk mendukung draf resolusi yang berisi permintaan keanggotaan kami. Ini adalah bantuan yang sangat besar, karena disitu Indonesia sekaligus mewakili 56 negara lain, yang sebagian besar diantaranya adalah negara Non-Blok dan negara Muslim, jadi Indonesia bisa membantu dengan memobilisasi dukungan di negara –negara ASEAN secara politis maupun diplomatis.

Indonesia juga bisa mendukung melalui OIC, dimana Indonesia juga punya pengaruh besar di organisasi berpenduduk muslim. Indonesia juga berpengaruh di Kelompok Negara G-77 dan negara-negara Non-Blok. Di tiga kelompok ini, Indonesia sudah berperan, dan kita pun berkoordinasi penuh di New York, Jeddah, dan lainnya. Itu faktanya. Baru dua bulan lalu, Indonesia membentuk konferensi bernama CEAPAD, yaitu konferensi negara-negara Asia Timur untuk pembangunan Palestina. Pembangunan Palestina adalah suatu proses yang panjang, dimana negara-negara tadi telah mendeklarasikan dukungan mereka untuk membangun institusi dan ekonomi kami. Kami telah mengadakan Expo Palestina pertama di Borobudur, dimana kami mulai bisa merencanakan untuk mengekspor komoditas kami, khususnya dalam bidang agrikultur, dan produk industri lain untuk memasuki pasar Indonesia.



T:
Jadi bantuan politis sudah memadai?

J:
Begitu besar bantuan politis, ekonomi, dan kemanusiaan. Baru kemarin kabinet memutuskan untuk mengirimkan bantuan tunai sebesar 1 juta dolar untuk pasokan medis yang akan disiapkan oleh Kimia Farma. Ini sangat penting. Tidak hanya jumlah uangnya, tapi bahwa ini berasal dari masyarakat Indonesia. Bayangkan, betapa besar dampaknya saat obat-obatan tersebut tiba di Gaza, dan mereka menyadari bahwa obat-obatan itu datang dari Jakarta yang 14 ribu kilometer jauhnya, bayangkan sokongan moral yang didapatkan oleh warga kami, bahwa mereka tidak sendirian. Kekuatan kami datang dari bantuan dan dukungan yang kami dapat dari warga biasa di Indonesia, dan ini sangat besar. Kami sangat tersentuh dengan mereka yang berikan dukungan melalui facebook, mereka yang datang ke kedutaan, yang menelepon karena ingin menyumbangkan uangnya, kepada mereka semua saya katakan bahwa mereka bisa koordinasikan bantuan apapun melalui kedutaan. Mereka bisa menelepon kami kapanpun mereka mau.

Kami juga memiliki gerakan Persahabatan Indonesia – Palestina yang diketuai seseorang yang sangat dihormati, Bapak Profesor Din Syamsuddin, yang mengepalai Muhammadiyah. Selama bertahun-tahun dia dipercaya untuk membantu mengirimkan bantuan kemanusiaan. Sebagian besar kebutuhan pangan, dan obat-obatan, melalui organisasi internasional, melalui system dalam PBB, melalui UNRWA, badan pemberi bantuan yang paling berperan bagi masyarakat Gaza dalam membagikan bantuan. Mereka adalah organisasi yang sangat transparan, akuntabel, dan dapat diandalkan. Karena terus terang, diluar itu, kita tidak bisa benar-benar yakin. Kita tidak bisa benar-benar yakin bahwa bantuan sampai ke tangan yang tepat.

T:
Saluran bantuan yang tidak terorganisir dengan baik seperti itu, apa pendapat anda tentang mereka?

J:
Situasi di Gaza sangat unik. Perbatasan antara Mesir dan Gaza tidak selalu bebas untuk dilalui. Kita harus terus mengorganisir bantuan-bantuan ini agar bisa masuk ke Gaza tepat waktu dan sesuai prioritas. Karena kebutuhan selalu berbeda-beda. Hari ini contohnya, kita baru mendapat kabar dari Menteri Kesehatan kami tentang kondisi terakhir di Gaza, dan obat apa yang dibutuhkan saat ini. Kita selalu membutuhkan obat-obatan, tapi tidak sembarang obat-obatan, tapi obat-obatan yang memang dibutuhkan, dan pasokannya sudah menipis. Kondisinya saat ini, ada 1000 korban luka dalam sehari, ini jauh diatas kemampuan kami. Itu sebabnya kami harus mengevakuasi beberapa diantaranya ke Mesir, untuk mendapatkan perawatan yang layak. Jadi saya sarankan bagi teman-teman kami di Indonesia, berbaik hati lah pada saudara-saudarimu di Palestina. Berdoalah bagi mereka apabila memungkinkan. Kalau mampu, akan baik sekali bila bisa menyumbangkan sesuatu, melalui jalur-jalur yang saya katakan tadi. Kami juga terus membutuhkan dukungan moralmu dengan mengangkat suara dalam masyarakat, dalam demonstrasi damai, biar dunia tahu bahwa Indonesia tidak menyetujui agresi ini, dan bahwa sampai saat ini tidak menerima pendudukan militer dimanapun.

Sejak jaman Soekarno, hingga saat ini, Indonesia selalu mendukung kami. Kenapa? Karena ini adalah permasalahan keadilan. Ini bukan masalah konflik agama, bukan masalah perselisihan batas wilayah dua negara. Ini masalah nasionalisasi, kemerdekaan, dan keadilan. Ini mengapa kita dalam konsensus dengan Indonesia. Seluruh Indonesia, seluruh partai politik di Indonesia setuju, alhamdullilah. Baik itu Muslim, Kristen, Buddha, semua di Indonesia mendukung Palestina. Saya bisa katakan, banyak sekali umat Kristen yang ingin membantu kami. Ada cara lain juga untuk membantu kami, yaitu dengan berinteraksi dan bekerja sama dengan kami. Berinteraksilah dengan kami dalam perdagangan, dalam pendidikan, dalam pariwisata. Tahun lalu saja ada 50 ribu warga Indonesia yang berangkat ke Palestina. Mereka berkunjung ke Jerusalem, berkunjung ke Bethlehem, dan Hebron. Kami ingin melihat angka ini bertumbuh, ini membantu ekonomi kami, sekaligus membuat mereka mengenal langsung bagaimana situasi yang sebenarnya disana. Saya juga ingin mengajak media untuk melihat langsung ke lokasi, karena mengalaminya langsung berbeda dengan mendengarnya dari orang lain.

T:
Jadi Gaza membutuhkan bantuan, tapi pastikan disalurkan melalui saluran yang tepat, itu pesan anda?

J:
Mohon lakukan itu. Pemerintah Indonesia juga akan dengan senang hati menyalurkan bantuan ini. Kami pun dari kedutaan siap untuk membantu menyalurkan bantuan yang ingin anda sampaikan. Gerakan Persahabatan Indonesia – Palestina yang dikepalai pak Din Syamsuddin juga sudah bekerja dengan sangat baik dalam menyalurkan bantuan. Saya bisa sarankan ke-3 saluran ini. Namun bila melalui saluran lain, saya tidak bisa berkomentar, tapi saya pun tidak dapat menjamin bantuan tersebut akan tiba ke tangan yang tepat. Tentu saja ada saluran lain, ada organisasi kesehatan lain jgua, seperti Mer-C yang membangun Rumah Sakit, mungkin sekarang sudah selesai, meski merupakan proyek lama. Tapi saluran-saluran seperti itu, baik dari pemerintah, maupun Internasional sangat transparan dan akuntabel, sehingga siapapun yang ingin menyumbang, mereka akan pastikan sumbangan itu sampai kepada mereka yang membutuhkan.

T:
Satu hal lagi: Banyak warga Indonesia yang berpikir ini perang antara dua agama. Mungkin anda bisa meluruskan apakah ini perang antar agama, atau penjajahan wilayah?

J:
Dalam politik, seorang politisi akan menggunakan isu agama. Bahkan terkadang saat pemilu, isu agama akan dibawa-bawa. Jadi anda bisa bayangkan. Saat gerakan zionis memulai proyek pembentukan wilayah Israel, mereka menggunakan isu agama dengan mengatakan adanya kerajaan bagi bangsa Yahudi 3000 tahun lalu. Ini cara gerakan zionis yang sebenarnya sekuler, membawa isu agama untuk meyakinkan bangsa Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina. Di Palestina hanya ada 30 ribu warga Yahudi saat deklarasi Balfour dicanangkan. Ini proyek kolonial yang tanpa bantuan Inggris, mungkin kita tidak akan pernah melihat adanya negara Israel di Palestina. Mereka berpikir untuk membangun permukiman Yahudi di Palestina karena adanya gerakan anti-semit di Eropa, bukan karena ada gerakan anti-semit di Timur Tengah, Negara Arab, atau Negara Muslim. Jadi ada dimensi agama dalam gerakan politis bernama zionis. Tapi konflik yang terjadi sekarang adalah antara pihak yang menjajah dengan yang terjajah. Ini proyek kolonialisasi yang harus berakhir. Itu sebabnya kami meminta nasionalisasi dan kemerdekaan.

Persis seperti yang terjadi di Indonesia. Apa yang terjadi di Indonesia bukanlah perang antara Kristen Belanda dengan Muslim Indonesia, tapi upaya kolonialisasi dari sebuah negara. Begitu perang ini berakhir, hubungan kalian pun kini sangat baik satu sama lain. Itulah yang kita bicarakan. Kalau pendudukan ini berakhir besok, maka kami menawarkan solusi dua negara dijalankan. Apa maksudnya? Bahwa Palestina akan hidup berdampingan dengan Israel. Kedua negara ini harus memperbaiki hubungan dengan saling mengakui keberadaan satu sama lain. Inilah yang dikatakan negara-negara Arab, bahwa apabila ini berhasil dilakukan, maka Israel akan memiliki hubungan diplomatik yang normal dengan semua negara tetangganya. Bahkan OIC sudah mengatakan hal yang sama, juga Indonesia. Apabila besok sebuah negara yang berdaulat dan merdeka berdiri di Palestina, maka tidak akan ada masalah antara Indonesia dan Israel sama sekali. Jadi dimana pula dimensi agama dalam masalah ini?

Apabila seluruh masyarakat muslim di dunia melawan Israel, maka Israel sudah lenyap dari muka bumi. Ada 1,5 Milyar warga muslim di seluruh dunia, jadi justru warga muslim tidak melihatnya dari dimensi agama. Tapi tentu saja setiap umat muslim berhak marah saat Palestina terusik. Karena situs suci agama islam terletak disini dibawah pendudukan.

Umat muslim takkan membiarkan masjid Al Aqsa dibawah pendudukan. Ini adalah qiblat pertama bagi umat muslim, bahkan sebelum Mekkah. Ada Al Haram Ibrahimi di Hebron, ini situs Abraham. Ini adalah situs suci yang dimiliki oleh setiap muslim, termasuk di Indonesia. Jadi setiap ada serangan atas Palestina dan situs ini oleh Israel, tentu berdampak pada semua muslim di seluruh dunia. Saya ingatkan, satu fakta. OIC, yang merupakan Konferensi Negara Islam, dibentuk karena ada 1 atau 2 warga Israel yang menyebabkan kebakaran di masjid Al Aqsa, ini membakar perasaan seluruh umat muslim, hingga mendorong dibentuknya OIC. Jadi bayangkan betapa pentingnya ini bagi umat muslim.

Israel selalu mengatakan bahwa Jerusalem adalah ibukota abadi Israel. Ini artinya mereka mengabaikan hak umat muslim, karena Jerusalem pun diduduki oleh mereka. Itu juga yang membuatnya seperti memiliki dimensi agama. Bangsa Israel yang ingin membuatnya terlihat seperti konflik antara muslim dan yahudi, sehingga mereka bisa menyertakan dunia barat untuk mendukung mereka. Mereka bisa membawa Eropa dan Amerika Serikat untuk mendukung mereka. Sehingga ini seakan menjadi konflik antara mereka dan kita. Antara dunia barat dan segala idealismenya, melawan umat islam yang primitif, oriental, dan teroris. Itu sebenarnya agenda Israel untuk memposisikan konflik ini. Bagi kami, bukan itu. Kami mencari dukungan. Lihat siapa yang mendukung Palestina. Apakah hanya negara muslim? Tidak. Lihat di PBB, lihat Vatikan, Sri Paus ada di Palestina, dan tidak ke Israel. Dia berangkat dari Amman, lalu terbang dengan helikopter ke Bethlehem. Ia tidak menganggap Bethlehem sebagai bagian dari Israel. Jadi ini posisi dari Sri Paus, dan gereja Katolik, bagaimana pula ini hanya menjadi masalah bagi umat muslim?

T:
Tapi perbincangan panjang ini juga menunjukkan, saat isu agama yang dibawa, fokus masyarakat beralih dari apa yang sebenarnya terjadi di Tepi Barat?

J:
Tepat sekali. Mereka ingin membuat konteks konflik ini sangat terbatas, bahwa masalah mereka hanyalah Gaza, dengan sebuah organisasi bernama Hamas. Baik, pertanyaannya begini: Hamas dibentuk tahun 1989, lalu mengapa Israel telah menduduki Palestina sejak 1948? Lalu apa alasan mereka pada saat itu?

T:
Terima kasih atas waktu anda, pak Mehdawi.

—————————————————

Bagi pembaca yang mungkin tertarik membantu warga Palestina dengan dana, atau bentuk lainnya, namun khawatir dananya disalahgunakan, bisa bertanya langsung ke kedutaan Palestina di nomor telp: 021-3145444 agar bisa disalurkan ke yayasan dan lembaga yang pasti menjamin dana tiba di tangan warga Palestina yang membutuhkan. Thanks for reading.



Tulisan aslinya bisa ditemukan di : timmarbun.wordpress.com
7.18.2014
Posted by ngatmow

Muak sama televisi

Luar biasa eneg. Itu yang saya rasakan di awal hari ini. Bagaimana tidak, lha wong setiap mengganti channel TV karena pengen tahu angka hasil perhitungan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden kemarin, yang ada hanya angka-angka quick count versi lembaga survey di hampir seluruh TV yang ada, yang memenangkan angka perolehan jagoannya masing-masing meskipun dengan angka yang entah dari mana asalnya dan bahkan terkadang ANEH. Nah yang terjadi kemudian adalah penonton seperti saya akhirnya hanya disuguhi tontonan tidak bermutu dari masing masing kubu capres yang berkoar-koar bahwa mereka menang...... dan itu terjadi sepanjang hari kemarin dan di awal hari ini.

Kok ya seperti itu lho.....Apa ini namanya bukan "pembingungan publik" ?

courtesy : posronda.net


Njuleg sekali saya. Kalau saja tv di rumah bukan tv baru, mungkin sudah saya lempar pakai asbak hehehe....


Bagi mereka yang sudah sejak awal terlibat langsung dalam kampanye, menjadi seorang simpatisan militan, pengagum berat yang bahkan berani bertarung dengan tetangganya sendiri mungkin siaran TV yang seperti ini sangat menguntungkan dan melegakan hati, misalnya, bagi yang mau no. 1 menang nonton perhitungan suaranya pasti di MNC, RCTI, Global TV dan TV One yang notabene dimiliki oleh juragan TV pro Prabowo. Sedangkan bagi yang pengen lihat no.2 menang nonton aja di SCTV, Trans TV, Trans7, Metro TV,TVRI, Net, dan lain-lain yang saya sendiri kurang tau punyanya siapa..... meskipun pada akhirnya nanti hanya ada satu yang jadi presiden.....dan mereka akan kembali sadar pada dunianya masing-masing dan ingat kembali bahwa siapapun yang jadi presidennya, hutang-hutang mereka akan tetap sama saja jumlahnya ga akan dilunasi oleh capres jagoannya, jadi maupun tidak.........

Tapi dalam kasus ini saya hanya ingin mengumpat kepada mereka, para juragan TV yang tayang di TV saya saja. (umpatan bagi para simpatisan saya rasa ga perlu karena akan percuma dan buang-buang tenaga saja), kenapa kok ya sampai terjun langsung dalam proses demokrasi ini dengan secara terang-terangan memihak pada satu kubu ? dimana netralitas jurnalisme yang seharusnya dijunjung tinggi ? dimana letak kejujuran sebuah media yang akan menjadi panutan massa ?

Sadar dong.....

sekarang kalau kita mau berpikir secara "normal", bukankah hal-hal itu berpotensi akan menyebabkan terjadinya kagaduhan yang luar biasa nanti di akhir acara ? bukankah hal itu akan semakin menyebabkan terpecah belahnya negeri ini ? bukankah yang kemudian terkena imbasnya secara langsung adalah kita juga,  rakyat kecil Indonesia ?

Semoga saja tidak...............


courtesy : Yoga YoGreat!

7.10.2014
Posted by ngatmow

The Golden Sunrise @Sikunir

Sekarang ini kalau kita sebut nama Sikunir, pasti semua orang sudah ngeh dan langsung mengaitkannya dengan Best Golden Sunrise. Yup, dengan ketinggian 2350 mdpl, akhir akhir ini Puncak Sikunir yang ada di desa Sembungan Dieng memang menawarkan keindahan matahari terbit dengan spot yang sangat indah. Lain dari yang lain. Bahkan diakui oleh banyak traveler dan mountainer (apapun itu artinya.....) bahwa matahari terbit di Sikunir itu keindahannya seperti matahari yang muncul dari surga. Sangat indah. (plis jangan dipikirkan terlalu dalam sebab akan sangat tidak masuk akal. Kenapa ? sebab mereka pasti belum tahu seperti apa matahari di surga itu. memangnya mereka sudah pernah ke surga ? hehehe......)
Maka tidak heran bahwa kemudian Puncak Sikunir ini  menjadi tujuan utama para penggila moment matahari terbit dari berbagai pelosok negeri. Dan salah satu diantaranya adalah saya.....suer

Sedikit cerita, Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa ini berada di ketinggian 2302 mdpl (jangan terkecoh dengan ketinggian Desa Ranupane di Gunung Semeru lho karena desa itu hanya berada di ketinggian 2.200 mdpl) merupakan gerbang masuk utama pendakian ke Puncak Sikunir.  Puncaknya sendiri dari Desa Sembungan sebenarnya tidak jauh, bahkan bagi para petualang, jarak tempuhnya dari tempat parkir khusus kendaraan (yang terletak di tepi telaga cebong) dijamin tidak akan sampai mengeluarkan keringat. Bagaimana tidak lha wong hanya 30 - 45 menit saja kita sudah sampai di puncak kok. Itupun untuk ukuran orang yang bulet seperti saya lho hehehe.....

Untuk menuju ke Desa Sembungan, kita harus terlebih dahulu sampai ke Dataran tinggi Dieng untuk kemudian kita perlu menempuh sedikitnya 20 menit perjalanan lagi ke lokasi dengan kendaraan bermotor (bisa menggunakan jasa ojek atau menggunakan kendaraan pribadi) melewati trek jalan yang cukup susah dan bisa dikatakan sebagai sungai kering hehe... serius. (ini yang kemudian menjadi salah satu pertanyaan di kepala saya, mengapa aset wisata yang sangat ramai semacam ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Padahal seharusnya aset seperti ini harus sudah didukung oleh saran dan prasarana yang bagus dan layak)


Bagi traveler dari luar kota, Ada dua rute utama perjalanan menuju ke desa Sembungan. Yang pertama, melewati rute Wonosobo-Dieng-Sembungan (dari arah timur) waktu tempuhnya adalah sekitar 1,5 jam perjalanan dengan tingkat tanjakan yang lumayan "susah dibayangkan". Jalur kedua (dari arah barat) yaitu jalur Banjarnegara-Batur-Dieng-Sembungan dengan jarak yang dibutuhkan kurang lebih adalah 2,5 jam. Sedikit lama memang karena melewati jalan aspal yang berkelok-kelok panjang namun dengan tingkat tanjakan yang masih "bisa dipikirkan". Masing masing jalur ini memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Namun yang menjadi persamaannya adalah kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah pada pagi hari atau siang harinya. Dijamin.


Oya ada satu hal yang perlu diperhatikan kalau kita akan traveling ke sana. Penghangat badan plus-plus. Eit, jangan berpikir yang nggak nggak dulu. Penghangat plus-plus yang yang dimaksud adalah jaket dobel, kaus kaki dobel, penutup telinga, hidung dan bahkan kalau bisa selimut ! kenapa ? sebab suhu udara di Desa Sembungan sendiri bisa turun sampai 10 derajat celcius lho. Apalagi pada bulan bulan pertengahan seperti Juli dan Agustus. Bisa dibayangkan seperti apa dinginnya suhu di Sikunir yang lebih tinggi dari desanya......

Penasaran ? langsung saja ke lokasi dan rasakan sensasinya......dijamin puas......
Buktinya ini........ hhehehe.....






7.08.2014
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow