Posted by : ngatmow prawierow 7.10.2014

Luar biasa eneg. Itu yang saya rasakan di awal hari ini. Bagaimana tidak, lha wong setiap mengganti channel TV karena pengen tahu angka hasil perhitungan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden kemarin, yang ada hanya angka-angka quick count versi lembaga survey di hampir seluruh TV yang ada, yang memenangkan angka perolehan jagoannya masing-masing meskipun dengan angka yang entah dari mana asalnya dan bahkan terkadang ANEH. Nah yang terjadi kemudian adalah penonton seperti saya akhirnya hanya disuguhi tontonan tidak bermutu dari masing masing kubu capres yang berkoar-koar bahwa mereka menang...... dan itu terjadi sepanjang hari kemarin dan di awal hari ini.

Kok ya seperti itu lho.....Apa ini namanya bukan "pembingungan publik" ?

courtesy : posronda.net


Njuleg sekali saya. Kalau saja tv di rumah bukan tv baru, mungkin sudah saya lempar pakai asbak hehehe....


Bagi mereka yang sudah sejak awal terlibat langsung dalam kampanye, menjadi seorang simpatisan militan, pengagum berat yang bahkan berani bertarung dengan tetangganya sendiri mungkin siaran TV yang seperti ini sangat menguntungkan dan melegakan hati, misalnya, bagi yang mau no. 1 menang nonton perhitungan suaranya pasti di MNC, RCTI, Global TV dan TV One yang notabene dimiliki oleh juragan TV pro Prabowo. Sedangkan bagi yang pengen lihat no.2 menang nonton aja di SCTV, Trans TV, Trans7, Metro TV,TVRI, Net, dan lain-lain yang saya sendiri kurang tau punyanya siapa..... meskipun pada akhirnya nanti hanya ada satu yang jadi presiden.....dan mereka akan kembali sadar pada dunianya masing-masing dan ingat kembali bahwa siapapun yang jadi presidennya, hutang-hutang mereka akan tetap sama saja jumlahnya ga akan dilunasi oleh capres jagoannya, jadi maupun tidak.........

Tapi dalam kasus ini saya hanya ingin mengumpat kepada mereka, para juragan TV yang tayang di TV saya saja. (umpatan bagi para simpatisan saya rasa ga perlu karena akan percuma dan buang-buang tenaga saja), kenapa kok ya sampai terjun langsung dalam proses demokrasi ini dengan secara terang-terangan memihak pada satu kubu ? dimana netralitas jurnalisme yang seharusnya dijunjung tinggi ? dimana letak kejujuran sebuah media yang akan menjadi panutan massa ?

Sadar dong.....

sekarang kalau kita mau berpikir secara "normal", bukankah hal-hal itu berpotensi akan menyebabkan terjadinya kagaduhan yang luar biasa nanti di akhir acara ? bukankah hal itu akan semakin menyebabkan terpecah belahnya negeri ini ? bukankah yang kemudian terkena imbasnya secara langsung adalah kita juga,  rakyat kecil Indonesia ?

Semoga saja tidak...............


courtesy : Yoga YoGreat!

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow