Archive for April 2015

Lagi lagi tentang Cak Nun

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata (ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya). Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, sempit, tidak paham kontek, nggk kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.

Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat.
“Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat,” kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.
Kita memang masih sesat karena setiap kita sholat diwajibkan membaca ayat ‘Ihdinash Shirathal Mustaqim’ yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus.
“Kalau sudah merasa lurus dan benar maka nggak usah ikut pengajian..di sini tempatnya orang sesat yang terus mencari kebenaran dan jalan yang lurus.”

Cak Nun tidak ingin masyarakat umum mengenalnya sebagai kyai, haji, ustadz atau gelar-gelar semacam itu. Beliau sengaja mencopot gelar-gelar tersebut.
Pernah suatu kali Cak Nun jadi seorang pembicara dalam acara seminar. Panitia membuat Spanduk penyambutan yang isinya kurang lebih : “Selamat datang KH Emha Ainun Nadjib….”
Cak Nun pun bercanda sama panitia-nya, “Mas kalau gelar saya Kyai Haji..terus gelarnya Rasullulah apa mas ..: Kanjeng sepuh Kyai Haji Panglima Besar Waliyullah Nabiullah blablablablablabla..Muhammmad SAW.”

Dan kayaknya Cak Nun berhasil dengan cita-citanya itu. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai tokoh budaya, penyair atau seniman. Ketika ada jamaahnya Cak Nun yang bicara pemikiran (bukan ajaran) Cak Nun tentang agama, mereka sinis : “Kok percaya sama omongannya penyair… belajar agama kok dari seorang budayawan..!”

Tongkrongannya pun biasa saja, tidak menampakan diri sebagai seorang kyai.
“Agama itu letaknya di dapur, nggk perlu dipamerkan di warungnya…nggak masalah kamu masak di dapur pakai gas, kompor biasa atau apa pun yang penting yang kamu sajikan di ruang tamu adalah masakan yang menyenangkan semua orang..begitu juga dengan agama, nggak masalah agama apapun yg di anut yang penting output di masyarakat itu baik..jadi orang yang mengamankan, menentramkan, menolong saat dibutuhkan..”

Cak Nun adalah salah satu tokoh gerakan reformasi (yang tidak diakui negeri ini), melengserkan sekaligus guru ngajinya Presiden Soeharto. Yang membujuk Gus Dur untuk mau jadi presiden dan mengajaknya meninggalkan istana saat Gus Dur di-impeachment oleh MPR.
“Lapo sampeyan nang istana setan…ayo mulih nang istana malaikat..!” ajak Cak Nun pada Gus dur.
“Nang endi istana malaikat iku Cak..?” tanya Gus Dur.
“Yo nang Ciganjur (rumah Gus Dur)..!” jawab Cak Nun.
Setelah itu Gus Dur keluar istana cuman pakai kaos oblong dan celana kolor.

Saya rasa jarang ada orang yang begitu ikhlas, berani, cerdas, arif seperti beliau. Walaupun pendidikannya cuman sampai semester 1 Fakultas Ekonomi UGM tapi otaknya melebihi seorang profesor. Profesor pun minder kalau disandingkan dengan Cak Nun. Karena beliau adalah berlian yang intelektualitasnya mumpuni.

Banyak sekali aktifitas Cak Nun demi keutuhan NKRI yang tak pernah diakui, ditulis dalam sejarah Indonesia. Dan sekarang beliau memutuskan untuk Out Of Box dari semua itu. Indonesia mengalami sakit kronis parah. Ilmu manusia pun nggak sanggup untuk menyembuhkan Indonesia. Cak Nun pun tak lagi mau tampil di media nasional. Menyibukan diri dalam kegiatan pengajian, shalawatan dan semacamnya (Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat, Kenduri Cinta, Bang Bang Wetan dan sebagainya).

Cak Nun tidak mengakui negara Indonesia. Beliau cuma seorang penduduk Indonesia saja. “Saya tidak menganjurkan anda Golput…tapi kalau anda nggak Golput itu goblok..! Wis ngerti dike’i taek kok yo gelem ae…tiap lima tahun sekali dike’i taek kok yo ora kapok-kapok..! Terus anda masih penasaran : ‘jangan-jangan ini lidah saya ya..? lho kok pahit..lho kok??’..”

Dalam setiap acara seminar, sarasehan atau apa pun namanya Cak Nun tidak pernah perduli soal honor. Dibayar atau tidak dibayar bagi Cak Nun tak masalah. Cak Nun mewanti-wanti pada manajemen yang ngurusi Cak Nun untuk tidak menyebutkan angka.
“Berapa sih yang akan anda bayarkan pada saya??…dibayar berapapun nggak akan cukup!…Maka lebih baik tidak usah. Bukannya saya hebat…tapi saya takut menyinggung perasaan Tuhan. Urusan Akhlak dan dagang harus dipisahkan. Jangan sampai akhlak dikapitalisasi.”
Ustadz dibayar itu bukan karena transfer ilmunya tapi karena waktunya (yang dikorbankan), akomodasinya dan seterusnya. Karena itu tidak selayaknya kalau ada Ustadz, Motivator, Guru Ngaji pasang tarif.

Cak Nun yang menyebarkan kebaikan, membuka pori-pori kecerdasan, mencerahkan, membesarkan hati para jamaahnya tanpa minta imbalan apa pun. Beliau selalu memposisikan sama dengan jamaahnya. Sama-sama belajar dan mencari kebenaran bersama.
Berikut ini cuplikan beberapa pituturnya tentang ketidakinginanya untuk dikultuskan :

“Awas kalau sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat) sama saya….tak tonyo ndasmu..!
Karena di maiyah ini semua orang berposisi sama.
Di sini tidak ada kyai-nya, tidak ada imam-nya, tidak ada mursid-nya, tidak ada syekh-nya.
Biasanya khan sebuah perkumpulan pengajian atau tariqat ada ‘ndas-ndasane’ yang harus ditaati sama jamaahnya.

Yang harus anda taati hanya Rasullulah dan Allah..bukan saya…saya nggak mau..!
Soalnya kalau anda taat sama saya..Saat kamu nyolong..saya nggk bisa nolong kamu di akhirat.
Hanya Allah dan syafaat Rasulullah yang bisa menolong kamu.

Kalau kamu taat sama saya..apa gunanya?
Saya sendiri masih harus taat sama Rasullah dan Allah.
Di sini adalah majelis ilmu..mencari kebaikan bersama dan tujuanya bukan untuk menguasai Indonesia..tapi mencari kebenaran bersama.

Jangan hidup menurut Cak Nun. Hidup sekali kok menurut Cak Nun..menurut Cak Nun, menurut syekh ini, menurut ulama ini, menurut itu…gak kabeh!!
Hidup itu menurut Allah, menurut Rasullullah..titik!
Hidup sekali kok menurut ini, menurut itu.
Kalau hidup menurut Cak Nun, nanti saya diseret di pengadilan Gusti Allah :
“Wong iki jarene nglakoni ngene mergo awakmu Nun..”
Terus saya njawab, “lha salahe dewe..wong kulo cuma’ ngomong kok..”

Kebenaran itu tidak pada siapapun. Kecuali pada keputusan terakhir anda masing-masing. Karena itu nanti yang dihisab oleh Allah. Anda boleh mendengar apa pun, boleh menafsirkan kayak apa pun, boleh melakukan apa pun setelah itu. Tapi sebenarnya yang dinilai adalah bahwa itu menjadi keputusan anda. Jangan pernah punya keputusan yang tidak otentik pada diri anda masing-masing. Artinya kalau shalatmu itu ya shalat kamu dan Allah..itu otentik.
Bukan kamu plus Cak Nun, plus Kyai, plus Ustadz, plus Ulama dan Allah.

Sepanjang kebenaran itu anda ketahui terletak di situ maka seluruh forum apa pun tidak masalah. Karena anda dewasa, tidak gampang ‘masuk angin’ oleh kalimat kayak apa pun.

Jangan mau ditipu oleh siapapun yang menghadir-hadirkan Tuhan kepadamu. Yang menghalang-halangi hubunganmu dengan Allah. Jangan percaya kepada Emha Ainun Nadjib. Jangan percaya kepada Kyai, Ustadz atau siapapun. Itu hak pribadimu untuk menemukan Tuhanmu dengan gayamu dan caramu..!”

Begitulah segelintir cerita tentang sang Guru Rakyat yang sebenarnya bisa berjilid-jilid kalau diceritakan secara detail. Begitu banyak kiprah beliau dalam mencerdaskan rakyat negeri ini dengan gerakan Maiyah-nya yang tujuannya tidak untuk menguasai Indonesia. Indonesia itu kecil, Indonesia adalah bagian dari kampung halamanku, begitu kata Cak Nun.

Dan Maiyah bukanlah sebuah sekte, aliran, madzhab dan sejenisnya. Maiyah adalah sebuah majelis ilmu, mencari kebenaran bersama untuk membentuk manusia Indonesia baru yang tangguh, berani, cerdas dan berwawasan luas (tambahi sendiri kalau kurang).

sumber tulisan : Robbi Gandamana dalam kompasiana.com
4.30.2015
Posted by ngatmow
Tag :

Zizi sudah 5 tahun

Happy birthday to you ....Happy birthday to you ....Happy birthday to you
Happy birthday  Happy birthday
Happy birthday Zizi ............

Nggak terasa semua bulu yang ada di badan ini ikut berdiri saat semua yang duduk mengelilingi Zizi bertepuk tangan sambil bernyanyi. Senyum dan tawa mereka membawa keceriaan malam tadi.

Ya, zizi sudah 5 tahun. Sudah mulai memasuki "masa-masa penting" dimana tingkat kecerdasannya baik secara intelektualitas maupun kecerdasan sosialnya akan berkembang dan terbentuk dengan sangat cepat.

Hemm.....

Sedikit cerita tentang semalam, ulang tahun Zizi yang ke 5 ini memang kami rayakan dengan sederhana. Cukup dengan roti ukuran mini yang akan ludes jika dimakan beberapa orang saja, sedikit masakan bundanya yang hanya bermodal sambel pedes dan air putih secukupnya, prosesi berlangsung dengan lancar dan tertib sampai akhir...







Yang jelas, hanya iringan doa yang terpanjat kepada Yang Maha Kuasa untuk selalu mengiringi setiap jengkal langkah putri kecil kami di sepanjang hembus nafasnya, doa kepada- Nya semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, kebahagiaan, kecerdasan yang menjadikannya menjadi seorang muslimah sejati, wanita solekhah yang mandiri, berdikari dan bisa menjadi seorang pemimpin cantik yang disegani sesuai namanya, Almaira Zivanna Al Azis.

Amin ... Amin ... Ya Robbal 'alamin



Ucapan terimakasih tidak lupa tersampaikan kepada seluruh saudara, sahabat dan teman teman yang menyempatkan diri menulis dan mengirim sms, bbm, whatsapp, email, fax bahkan surat kaleng......



4.29.2015
Posted by ngatmow
Tag :

Cara Update Windows 7 Bajakan Atau Tidak Asli

Permintaan untuk Update System Operasi terkadang tiba tiba muncul di layar monitor kita. Dan ini bagi saya pribadi merupakan sebuah "ancaman" serius yang harus segera diatasi. Maklum, selama ini saya selalu menggunakan OS abal abal alias asli tapi rekayasa.hehehe......

Namun bagi sebagian pengguna lain, hal ini merupakan kewajiban untuk menindaklanjuti permintaan update ini demi mendapatkan pembaruan terbaru dan perbaikan bug dari Microsoft.

Nah bagi sesama pengguna windows 7 yang enggan melakukan update pada windows karena takut akan terkena Blacklist, sebaiknya jangan diteruskan seperti itu. Kenapa? sebab "kenakalan" kita itu adalah sebuah resiko menggunakan windows yang tidak asli atau bajakan.

Ssstt....
Sebenernya update windows tidaklah begitu penting kisanak, hanya bila kita benar-benar memubutuhkan misalnya update untuk service pack dan windows scurity maupun Net Framework dll sajalah update itu dibutuhkan. Dan tentu saja bagi pekerja dengan jatah penggunaan komputer minimal seperti saya hal itu sangat kurang penting.hehehehe..........

Tapi, bila ingin mencoba melakukan update pada windows 7 dengan windows tidak asli atau bajakan dan takut akan terkena Blacklist, maka tutorial di bawah ini wajib untuk diperhatikan

Sebenernya, windows bajakan pun tetap bisa di update dan terhindar dari yang namanya blacklist, yang perlu kita lakukan hanyalah melakukan settingan yang tepat pada windows update kita masing masing.

Berikut settingan windows update agar terhindar dari windows blacklist :
  • Buka windows update pada komputer Anda melalui Control Panel dan pilih change setting pada options sebelah kiri, 

  • Kemudian silahkan pilih setingan update, klik dan pilih ''Check for updates but let mr choose whether to download and install them '' kemudian klik ok. untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar di bawah !


  • Bila settingan sudah di pilih, sekarang klik "Check for update", tunggu beberapa menit hingga tampil seperti gambar di bawah ini.

Disini Anda akan memilih mana yang ingin Anda download dan install updatenya, Anda bisa memilih semua atau beberapa saja sesuai dengan keinginan Anda atau mana yang rasanya di perlukan, Anda bisa centeng semunya kecuali file yang bernama KB971033 yang besarnya 1,2MB. karena file inilah yang akan mendeteksi windows Anda asli atau bajakan.

Bila sudah di hapus tanda centeng pada box KB971033maka kini Anda bisa update windows dengan aman tanpa takut akan terkena Blacklist, namun jika windows anda terlanjur terkena Blacklist, silahkan klik disini untuk informasi mengenai cara menghilangkan Blacklist pada windows 7. 

  • Berikutnya silahkan klik ok kemudian klik install updates.


Done, 

Last, sementara mungkin hanya itu yang bisa dishare-kan mengenai cara update windows 7 pada windows yang tidak asli atau bajakan, karena keterbatasan tenaga untuk browsing lebih lanjut.

Bagaimanapun juga, saran untuk membeli windows yang asli dan original memang harus selalu di nomor satukan. Tapi, jika merasa sulit dalam masalah keuangan, maka install windows bajakan merupakan solusi yang tidak tepat dan ilegal namun terpaksa di dilakukan..... seperti saya ini misalnya hehehe



Sumber : kompisoft.com
4.28.2015
Posted by ngatmow

Cak Nun : Nyicil Simpati Kepada Setan

Ada satu tulisan esainya Cak Nun tahun 2012 atau tepatnya tertanggal 7 Desember 2012 lalu yang sangat sangat dan sangat "masuk" dan "kena" banget sama apa yang saya tonton di tivi sore tadi. Atau 2 tahun lebih setelah tulisan itu dibuat.

Cak Nun ?

Ya. Emha Ainun Najib. Seorang budayawan, seorang seniman, intelektual muslim, dan kolomnis super nyentrik yang tidak mau disebut sebagai seorang kiai, tokoh agama apalagi ustadz, walaupun dengan pengetahuan agama yang sangat mendalam dan super mumpuni (menurut saya yang seorang "cethekan" ini).

Sedikit tentang Cak Nun, beliau adalah (mungkin)satu satunya tokoh intelektual muslim di negeri ini yang beraliran moderat yang tidak condong kepada organisasi apapun, beliau dekat dengan semua golongan islam bahkan dengan non muslim karena sifat keterbukaannya juga sifat kearifannya terhadap semua golongan, dan yang terpenting adalah beliau tidak fanatik mazab sehingga punya pemikiran lebih luas dan "mrantasi".

Salah satu hal yang membuat saya pribadi semakin kagum terhadap beliau adalah, dalam setiap berceramah beliau jarang sekali (atau bahkan tidak pernah) mau memakai pakaian ala ustadz (seperti mereka yang di tivi tivi itu), paling hanya memakai setelan hem atau kaos. Hal ini adalah karena Cak Nun hanya pingin dianggap sebagai orang biasa. Dan perlu diketahui bahwa beliau tidak pernah menganggap komunitas ceramahnya adalah pengajian, tetapi hanyalah forum umat islam yang sedang bersama sama berusaha memecahkan masalah-masalah yg terjadi pada mereka.

Langsung saja, setelah berusaha mencarinya lagi, berikut copas tulisan yang saya temukan dari laman pribadi Cak Nun, www.caknun.com tanpa mengurangi apalagi menambahi sedikitpun....hanya sebagai bahan perenungan terhadap apa yang sedang terjadi di lingkungan, bangsa dan negara kita saat ini :

Tulisan ini saya bikin dengan mencuri waktu di sela-sela forum, menyelinap beberapa momentum untuk bisa menulis. Kerja saya seperti Setan: berupaya pandai menggali peluang untuk memasukkan partikel energi dan nilainya ke pori-pori kejiwaan manusia. Dan untuk manusia di jaman ini, hal yang dilakukan Setan semacam itu bukan pekerjaan sulit, karena manusia sudah hampir tidak memiliki pertahanan apapun terhadap penetrasi Setan.

Juga karena manusia sudah semakin tidak mengenali dirinya sendiri, apalagi mengenali Setan, sehingga tidak pernah secara sadar atau instinktif mengetahui apakah ia sedang dipengaruhi oleh Setan, apakah sedang berjalan didorong dan dimotivasi oleh Setan, apakah ia sedang menyelenggarakan sesuatu yang pengambil keputusan sebenarnya adalah Setan di dalam dirinya.

Tentu saja Setan tidak bisa kita pandang dengan terminologi materi atau jasadiyah. Ia lebih merupakan enerji, atau gelombang. Sedemikian rupa manusia harus mempelajari dirinya sendiri: dari wujud materiilnya, psiche-nya, roh atau rohaninya.

Kita sedang meyakini bahwa kita adalah manusia, adalah makhluk sosial, adalah warganegara Indonesia, adalah bagian dari masyarakat dunia, adalah kaum profesional, adalah Ulama, anggota Parlemen, pejabat, aktivis Ornop, golongan intelektual atau apapun. Tetapi itu semua adalah termin-termin yang sangat materiil, baku dan elementer. Sesungguhnya kita tidak benar-benar mengenali diri kita pada atau sebagai dimensi-dimensi yang lebih substansial.

Kita, pada konteks tertentu, dan itu sangtat serius dan merupakan mainstream: mungkin sekali adalah boneka-bonekanya Setan. Kita hanya robot yang diremot oleh kehendak Setan. Kita hanya instrumen dari kemauan-kemauan Setan.

Anda mungkin menganggap saya main-main retorika. Tidak. Ini sungguh-sungguh. Jangan mengandalkan ilmu pengetahuan baku dari sekolahan dan universitas, sebab penelitian-penelitian di wilayah itu tidak akan sampai pada hipotesis, identifikasi atau invensi tentang Tuhan, Malaikat, Iblis, Jin dlsb — yang sesungguhnya merupakan wujud nyata sehari-hari kehidupan kita.

Kita sedang menghabiskan waktu untuk bermain-main menunggu kematian tiba. Mainan kita namanya Negara, demokrasi, Pemilu, clean governance, pengajian, tausiyah, mau’idhah hasanah, band dan lagu-lagu, tayangan dan sinetron…. Semua itu tidak benar-benar kita pahami bahwa bukanlah kita subyek utamanya.

Tentu ini semua harus sangat panjang ditelusuri, dianalisis, dipaparkan dan disosialisasikan. Tulisan ini sekedar membukakan pintu agar manusia mulai mempelajari Setan, sebagai salah satu metoda paling pragmatis dan efektif untuk mengenali dirinya. Sebab hanya dengan benar-benar mengenali dirinya maka manusia akan bisa berpartisipasi untuk turut menjamin keselamatan dirinya, keluarganya, anak cucunya, lewat Negara, sistem sosial atau apapun.

Anda semua semua sedang menjadi korban tipu daya dari segala sesuatu yang Anda sangka kemajuan, kesejahteraan, pembangunan, segala yang indah-indah di layar teve, di halaman koran, di kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan, bahkan di pasar, di panggung, di gardu dan di manapun.

Tolong jangan membantah dulu sebelum mempelajari Setan, dalam segala wilayah, konteks dan skala. Pelajari setan untuk individumu, untuk keluargamu, untuk keselamatan anak-anakmu tahun-tahun yang akan datang, untuk masyarakat dan bangsamu. Tuhan bilang “Mereka melakukan tipu daya, dan Aku juga…. Aku kasih waktu sejenak kepada mereka….”

Jatah untuk menyembuhkan diri bagi bangsa kita sudah berlalu. Ramadlan dan Idul Fitri sudah kita lalui tanpa makna apa-apa. Metabolisme zaman sudah tiba di putaran di mana kita memerlukan jangka waktu yang akan jauh lebih lama lagi untuk bisa menyembuhkan dan menyelamatkan kita semua sebagai bangsa. Segala sesuatu sudah kita jalani, kita junjung, tanpa melahirkan paradigma baru apapun di bidang apapun. Indonesia sudah “mati”. Tahun 2008-2015 akan semakin terpecah, semakin tertipu daya, semakin lapar dan panas, semakin stress dan deppressed, karena kita sendiri sudah terbiasa menipu daya diri kita sendiri.

Semua sisi kehidupan kita sudah palsu. Setan bilang kepada saya: “Tidak ada tantangan lagi. Manusia bukan tandingan Setan sama sekali. Manusia sangat mudah kami kendalikan. Sangat tidak memiliki kepegasan dan ketahanan untuk mempertahankan kemanusiaannya. Sungguh sudah tidak menarik lagi bertugas sebagai Setan….”

Di dalam Kitab Suci ada disebutkan: “Dan ketika dikatakan kepada Malaikat: Bersujudlah kepada Adam, maka bersujudlah mereka, kecuali Iblis, karena sombong dan lalai…”

Diam-diam dibisikkan kepada saya oleh Setan: “Kami sengaja tidak bersujud kepada Adam, kami minta satu periode zaman saja kepada Tuhan untuk membuktikan argumentasi kenapa kami tidak bersujud kepada Adam. Hari ini saya nyatakan: Tidak relevan Iblis bersujud kepada Adam, karena anak turun Adam sekarang terbukti sangat beramai-ramai dan kompak menyembah Iblis….”





Sumber : www.caknun.com dan Mbah Google
4.21.2015
Posted by ngatmow

Instagram

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow