Posted by : ngatmow prawierow 6.16.2015

Rasanya sedih dan tragis juga melihat nasib persepakbolaan di negeri ini. Semakin kacau dan balau yang sudah tidak bisa diceritakan lagi pada anak cucu kelak. Ambyar..... Bahkan saking muaknya saya, kalau di tivi lagi ada berita soal PSSI, mending ganti channel gosip yang lucunya lagi-lagi menyinggung soal badan sepakbola yang satu ini dari sisi para artis. Jupe misalnya yang bernazar mau telanjang di GBK.......hemmmm

Eitss... sudah sudah, jangan bicarakan dia. Nanti imajinasi jadi melayang kemana mana.
Kembali ke topik utama aja, keanehan PSSI sekarang ini yang sudah dalam posisi dibekukan Menpora dan dibanned oleh FIFA (yang lucunya juga lagi kena kasus suap......nah....).

Terakhir, baru beberapa hari yang lalu kita disuguhi pertandingan yang memilukan dimana timnas U23 kita dibantai 5-0 oleh Thailand. Busyet..... sebuah skor yang menyayat hati. Bahkan untuk menontonnya di TV pun saya (dan berjuta penduduk Indonesia lainnya) sampai harus menahan nafas ketika gawang kita begitu sering terancam oleh serangan dari lawan (yang sebenernya level permainannya sama - menurut saya....)


So, apa yang salah ? Menurut saya..... ya sekali lagi menurut saya, yang salah adalah pelatihnya. Mas Aji Santoso itu. Dengan materi yang "mengandung" pemain-pemain U19 didikan Indra Syafri, yang notabene selalu bermain bola dengan otak, pelatih yang dulu bermain sebagai andalan di sektor bek/sayap kiri itu nyatanya tidak mampu meracik formula yang pas untuk anak asuhnya.

Bisa dilihat bagaimana Evan Dimas dan Paulo Sitanggang bekerja keras pontang panting di lini tengah tanpa bisa diimbangi oleh bagian penyerangan serta pertahanan kita. Dimana pemain lain yang ada dilapangan waktu itu yang notabene bukan hasil didikan pelatih Bali United saat ini, Indra Sjafri ? Sungguh sangat sangat tidak padu dan tidak mutu. Entah apa yang ada di pikiran pelatih kesayangan almarhum PSSI ini.

Eits, Kenapa disebut sebagai kesayangan ?
Oke kita ikuti track recordnya yang saya ambil dari beberapa sumber terpercaya......

Kiprah cemerlang Aji Santoso sewaktu menjadi pemain menggiur para elit PSSI untuk menggandengnya melatih pasukan merah putih. Radar mengarah kepadanya ketika ia memulai karir kepelatihan professionalnya diakhir 2000-an. Arah menjadi caretaker tim nasional Indonesia seolah menunggu waktu. Itu terbukti saat ia ditunjuk menjadi asisten pelatih timnas U23 senior tahun 2011, kemudian menjadi pelatih Timnas Senior Sementara saat menutup laga Pra Piala Dunia 2014 (laga bertandang ke Bahrain tahun 2012), dan menjadi pelatih kepala Timnas U23 sejak 2014 sampai sekarang.

Dibawah tangan dingin dan kejeniusannya meramu permainan 11 pemain dilapangan, Timnas menjadi sangat disegani dikancah Asia Tenggara bahkan Asia! Tengoklah bagaimana track recordnya memperoleh kemenangan2 mengesankan dari tim tangguh macam Timor Leste, Kamboja, dan Brunei Darussalam diajang resmi, atau menghadapi Persigar Garut dan Tim Pra PON domestik diajang persahabatan. Mencetak gol diatas 3 biji bukan hal langka. Hal ini kian mengukuhkan dirinya sebagai pelatih yang apik dalam meramu strategi tim.

Well, sekalipun masih belum mendapatkan gelar juara di segala ajang yang ia lakoni sebagai pelatih, tapi setidaknya ada beberapa pertandingan yang patut kita kenang sebagai laga apik. Laga-laga ini adalah pengukuhan superioritas Timnas saat ditanganinya. Berikut catatan Harum tersebut saat dia melatih pasukan Merah putih :

1. Bahrain 10 - 0 Indonesia (Februari 2012 = Pra Piala Dunia 2014). Hasil akhir = Juru Kunci grup. (Aji Santoso hanya melatih di 1 laga terakhir saja)
2. Thailand (U23) 6 - 0 Indonesia (U23). September 2014 = Asian Games 2014
3. Indonesia (U23) 1 - 4 Korea Utara (U23). Sept 2014 = Asian Games 2014. Hasil Tournamen = Perempat Final
4. Indonesia (U23) 0 - 3 Syria (U23). Februari 2015 = Laga persahabatan sebagai Tuan Rumah)
5. Indonesia(U23) 0 - 4 Korea Selatan (U23). Maret 2015 = Kualifikasi AFC U23. Gagal lolos ke Putaran FInal AFC U23
6. Indonesia (U23) 2 - 4 (U23) Myanmar. Juni 2015 = Pertandingan pembuka SEA GAmes 2015.
7. Indonesia U23 0 - 5 Thailand U23. 12 Juni 2015 = Babak Semifinal SEA Games 2015.
8. Vietnam U23 5 - 0 Indonesia U23. 15 Juni 2015 = Perebutan Juara III SEA Games 2015.

Track Record diatas adalah bukti kesaktian Aji. Yang paling fenomenal adalah saat laga menghadapi Bahrain (Febr 2012) skor Bahrain 10 - 0 Indonesia. Ini adalah laga "Legend" dimana rekor baru tercipta sebagai torehan prestasi emas bangsa ini. Dunia Internasional berdecak kagum sembari angkat topi terhadap hasil ini. Permainan ngotot dengan aliran-aliran bola jelas antar pemain merupakan terapan strateginya. Dan ini sangat menghibur.

Masih mengenai catatan harum diatas, lihatlah bagaimana Indonesia begitu trengginas, banjir gol kegawang lawan dan begitu sukar kebobolan saat menghadapi tim elit dunia (macam Bahrain, Myanmar, dan Thailand) adalah bukti nyata kejeniusan Aji Santoso. Sepanjang 2 dekade terakhir, rentetan hasil ini sangat memuaskan bangsa. Sungguh Aji melesatkan harapan besar tentang kejayaan Sepakbola Indonesia untuk berjaya di kancah Internasional. Bila pelatih seperti dia terus dipelihara memegang tampuk kepelatihan utama, niscaya Gelar Piala Dunia 2022 bisa disandingkan dengan Gelar Piala Asia 2023. Atau jika ada sedikit keajaiban, TImnas Indonesia bisa menginvasi African Cup, EURO, dan American Cup. O betapa bahagianya kami se-Indonesia.

Bagaimana dengan insting dan pengetahuan umumnya tentang sepakbola? Jangan ditanya. Sempat dikaitkan dengan isu pemanggilan Lorenzo Pace, pemuda 19 tahun keturunan Indonesia-Italia, Aji ogah memanggilnya karena sepengetahuan Aji ; Pace hanyalah pemain cadangan di Primavera Lazio. Pace jarang menembus skuad utama ungkapnya. Aji begitu kukuh dengan pernyataannya sekalipun statistik Pace di transfermarkt.com dan soccerway berkata lain (di kedua situs kredibel ini : Pace adalah penghuni regular squad Lazio Primavera). Berbekal wawasan luas, tak heran ia sanggup menjayakan sepakbola Indonesia di 2 tahun belakangan.

Btw, Jupe bayar hutangnya beneran lho ,.......hahahahaha.............

#AjiSantosomundur #saveIndonesianFootball #callIndraSjafri #KillPSSI #goTimnas #goEvanDimas

Special Thanks to sancimelekete on Kaskus

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow