Posted by : ngatmow prawierow 11.07.2017

Kabupaten Banjarnegara yang notabene adalah kota kecil dengan sebagian besar wilayahnya terdiri dari daerah pegunungan, tidak dipungkiri lagi punya sejuta kekayaan alam dan potensi wisata yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut lho kisanak..... suwer ......
Saking banyaknya, sampai sebagian besar potensi itu bahkan belum terpetakan oleh pemerintah (dalam hal ini Dinas Pariwisatanya). Kalaupun sudah ya paling hanya sebatas teman saja....eh...... maksudnya sebatas tahu dan "pernah" dikunjungi pejabat. Sudah gitu tok.......

Mau bukti ? Olret ........
Salah satu contohnya adalah Curug Sipawon yang secara geografis berada di wilayah dusun Pagondangan, Desa Wanareja  Kecamatan Wanayasa dan salah satu bagian dari Sungai Panaraban yang jadi batas wilayah Kecamatan Pejawaran dengan Kecamatan Wanayasa (ini yang menjadikannya disebut juga sebagai Curug Panaraban). Sudahkah sampai saat ini populer di kalangan para traveler luar kota atau minimal masuk dalam peta wisata ?
Agak sangsi saya .......


Dulu, curug alias air terjun ini pernah dikunjungi oleh para pejabat dan petugas dari Kabupaten Banjarnegara untuk sekedar difoto dan dipublikasikan di majalah KEBANGGAAN Pemda Banjarnegara (karena hanya kalangan mereka saja yang membacanya hahaha ...... ), DERAP SERAYU Magazine........ tapi adakah kelanjutan dan tindak lanjutnya ? Nehi pemirsah ......

Beberapa waktu yang lalu saya beserta Tim Njawar KPFB Banjarnegara sengaja mbolang kesana. Disamping memang dekat dengan sawah area kerja saya, juga rasa penasaran karena mendengar bahwa di curug ini masih banyak hewan liar semecam monyet, kera, kethek dan sejenisnya. Juga babi hutan dan celeng yang sering terlihat di sekitarnya. Maka dari itu saya ambil kesimpulan bahwa curug ini masih perawan...... virgin....... #maraipingin #ehh

Singkat cerita, saya dan mas Bowo Capung serta mas Agussalam Azzet  mencari waktu yang tepat alias longgar dan layak untuk mbolos ngarit demi sekedar piknik sebentar ke Air Terjun alias curug yang dimaksud. Tujuannya ? Jelas.... pingin membuktikan apa yang orang orang katakan dan ceritakan ...... jyah......

Dan perjalananpun dimulai .....

Pertama kami berkumpul di Kantor Kecamatan Pejawaran untuk kemudian berkendara kurang lebih 10 menit menuju Desa Sarwodadi. Jangan takut jalan berlobang (seperti isyu yang beredar selama ini) karena jalannya alus mulus layaknya paha mbak Luna lho pemirsa ..... suwer......

Selanjutnya dari pusat desa, kami ditunjukkan arah ke curug dimaksud oleh seorang perangkat desa melalui jalan tlasah alias jalan gemrunjal alias lagi jalan yang berupa susunan batu yang ditata sedemikian rupa sehingga lumayan bisa dilewati kendaraan bermotor.

Tidak lebih dari 1,5 km dengan pemandangan hijau dari daun tetumbuhan di kebon yang membentans sepanjang perjalanan kami akhirnya bisa diselesaikan dengan sempurna. Kuncinya, motor dalam keadaan prima, roda depan belakang cukup angin dan bensin penuh !!!


Sesampainya di ujung jalan tlasah, jalan kemudian berganti rupa dan bentuk. Bukan jadi jalan bayi melainkan jalan setapak yang hampir dipenuhi rumput ilalang setinggi dada. Butuh keberanian dan nyali sebenarnya. namun kata pepatah " Orang pintar kalah dengan orang yang beruntung, dan orang beruntung akan kalah dengan orang yang nekad " hehehe.......  kami lanjut terus.... menyibakkan kelambu itu eh.....menyibakkan rerumputan demi rerumputan sepanjang kurang lebih 500 meter (10 menit perjalanan RATA) berikutnya hingga sampai pada tujuan akhir yaitu Curug Sipawon.


Subhanalloh ......
Sangat indah sodara sodara.......
Air terjun setinggi kurang lebih 25 meter ini memiliki debit air yang cukup besar dengan bebatuan yang sangat mendukung untuk kegiatan foto pribadi alias selfi. Area pendaratan air pun cukup menarik dan luas sehingga memungkinkan untuk berenang dan ciblon disana. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yaitu pada tepat di bagian bawah air terjun terdapat lubang air yang cukup dalam berbentuk seperti pawon sehingga akan sangat berbahaya apabila terseret air ke dalam lubang tersebut apalagi dengan debit air yang sekarang ini lagi besar besarnya ..........

Airnya jernih sejernih matamu malam itu #ehh .....
sumpah airnya jernih dan adem, sangat cocok bagi manusia manusia dengan pikiran super berat untuk menyepi dan menenangkan diri. Adem, sepi, damai, terpencil pula......... recommended kalau mau bunuh diri  #ehh

Sebenarnya di balik bukit di sebelah curug ini, masih ada lain yang konon lebih indah dan menantang. Namanya Curug Tumpuk Telu..... dari namanya sudah bisa dibayangkan bahwa di curug ini akan ada 3 lapis (mungkin semacam rumah lapis yang lagi tren di ibu kota hehehe...) air terjun nan indah yang sangat menggoda untuk dijamah....... namun karena arus sungai terlalu deras dan tidak ada jalan lain ke sana selain lewat tengah kali ...... yakin.......

Dan rasa penasaran ini akhirnya harus kami tahan (semoga tidak menjadi penyakit seperti nahan ngeden) dengan sebuah komitmen bahwa ketika cuaca sudah memungkinkan kami pasti akan kesana lagi ......... PASTI......

Ikut ????





Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow