Posted by : ngatmow prawierow 3.02.2011

Aku lahir di Tunisia, tinggal di Mesir, dan menumpahkan darahku di Libya. Aku dipukuli di Yaman dan melintasi Bahrain. Aku akan tumbuh berkembang di dunia Arab hingga mencapai Palestina. and now my name is FREE .....
Itulah yang ditulis Kareem Saif dalam halaman akun jejaring sosial Facebook ”Aku Seorang Arab” beberapa waktu yang lalu.

REVOLUSI yang mengguncang dunia Arab membangkitkan kebanggaan rakyat di kawasan itu. Sebelumnya, mereka kerap dituding negara Barat sebagai ”sarang teroris” atau ”halaman belakang”. Rakyat Arab juga sejak lama ditekan oleh pemerintah yang represif. Sejak jatuhnya presiden Tunisia dan Mesir, diikuti gerakan rakyat di Libya, Yaman, dan Bahrain, ribuan pengguna internet dari Tunis, ibu kota Tunisia, hingga Sana’a, ibu kota Yaman, dengan bangga memperlihatkan identitas mereka. Bahkan kemuadian bermunculan Akun lain yang merefleksikan harga diri orang Arab juga muncul di dunia maya, seperti ”Bangga Menjadi Arab” dan ”Persatuan Dunia Arab”. Pesan persaudaraan, seperti ”Tunisia mencintai Bahrain” atau ”Arab mendukung Libya”, juga bertebaran.

Apa yang terjadi sekarang ini ?
sungguh miris rasanya bahwa saat ini aku melihat dengan kepala sendiri umat muslim yang ada di negara-negara arab sedang diobrak-abrik dan di"blender" oleh sebuah kekuatan "setan" yang mengatasnamakan dirinya demokrasi.

memang apa yang terjadi sekarang ini tidak lepas dari terpetak-petaknya negara arab sehingga muncul kecemburuan sosial.Selama ini penduduk arab seolah dipetakan dan tidak ada komunikasi dan persatuan diantara mereka. tidak seperti bangsa Eropa yang saling bergaul (mungkin ini alasan utama para demonstran yang sebagaian besar adalah kaum muda) dan menjunjung kebebasan dengan sebebas-bebasnya.

Aku jadi sedikit berpikir, 
kenapa mereka sebelum menggalakkan aksinya tidak berkaca pada bangsa kita, INDONESIA yang kalo boleh aku mengatakan "GAGAL" dalam mendirikan sebuah negara demokrasi setelah demo besar-besaran tahun 1998. Liat saja, apa yang terjadi dengan bangsa kita saat ini. semua hal dan sudut kehidupan bangsa ini telah carut-marut tidak ada penyelesaiannya, demokrasi yang katanya demi rakyat nyatanya justru digunakan untuk kendaraan golongan politik saja, pemerintah pusat yang harusnya memikirkan rakyat di seluruh pelosok negeri belakangan malah "ribut" dan saling serang di setiap elemennya yang terdiri dari banyak perwakilan partai dan tentu saja perwakilan kepentingan, tidak ada hukum yang ASLI lagi dimana hanya demi segepok uang maka seorang pengacara akan mati-matian membela seorang penjahat dan "membantai" seorang korban....

kembali ke semenanjung arab, gelombang demonstran yang semakin hari semakin meluas sungguh membuat suatu kekhawatiran dan prasangka tidak sedap. bagaimana tidak, semua manusia sudah tahu bahwa semenanjung arab adalah pusat minyak bumi dimana tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak membutuhkannya. lalu muncullah sebuah pertanyaan :
"APAKAH SEMUA KEJADIAN YANG BERGEJOLAK DI SANA ADALAH SEBUAH REKAYASA ?"

mungkin juga sih, tapi siapa ?
apakah ZIONIS yang memang seumur hidupnya ditakdirkan memusuhi Islam.
apakah Amerika dan sekutunya yang sangat berkepentingan dalam "menguasai" dunia (hampir seluruh permukaan bumi ini sudah mereka kuasai kecuali negara-negara Arab).
apakah tragedi ini berdasar pada SARA atau kepentingan antar Agama ?
apakah ini adalah pertanda bahwa Kiamat sudah semakin dekat ??

entahlah...yang jelas semua ini jangan sampai mempengaruhi kita yang masih memiliki pikiran dan hati nurani yang jernih.

ada satu kalimat dalam sebuah film (tidak mutu) buatan anak negeri yang nggak sengaja aku tonton tapi sangat mengena :
"....biarkan mereka bersengketa, biarkan mereka saling tikam...yang penting kita tetap apa adanya, yang penting kita tetap berpikir bagaimana cara kita agar tetap bisa makan besok pagi....."

Comments
3 Comments

{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. dunia emang sudah mulai aneh gan.semua orang sekarang pinginnya serba instan dan kayaknya dah ga ada lagi yang mikir dengan jauh ke depan.cuman ada satu kata buat komentar : TRAGIS !!

    :-L

    BalasHapus
  2. cuman kita yang bisa jaga bangsa kita dari anarki seperti mereka bos....jangan sampai deh.

    BalasHapus
  3. @ anonim : budaya kita emang sedikit demi sedikit mulai termakan jaman bos....makanya sebagai generasi muda kita harus pandai2 menjaganya
    @ tukang dawet : setuju banget gan....

    BalasHapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow