Posted by : ngatmow prawierow 8.21.2013

Merdeka !!!

Itu yang diucapkan orang-orang pas upacara kemerin tanggal 17 Agustus dalam rangka peringatan ke 68 Kemerdekaan Republik Indonesia yang insyaalloh kita cintai bersama ini.

Bahkan sang pembina upacara mengulanginya kembali sampai beberapa kali hanya karena ada peserta upacara yang kurang lantang menirukan ucapannya. Tidak lupa plus sebuah sindiran singkat di tengah tengah amanat. busyet deh ....

Benarkah kita sudah benar-benar merdeka ?

Monggo kita renungkan sejenak kisanak.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat "berbincang" dengan seorang teman di komunitas foto, apa yang dimaksud dengan merdeka itu.
Waktu itu aku menulis sebuah status di akun jejaring sosialku seperti ini

apa artinya kata merdeka jika masih ada penjajah dalam rupa yang berbeda di negeri ini...."

beberapa menit kemudian, om John Leo berkomentar


"MERDEKA ............. dalam pengertian lain Bung Ngatmow Prawierow............. merdeka saat ini dalam pengertian bebas dalam melakukan korupsi, kejahatan, dan bebas dalam artian semau gue ga perduli dengan orang lain"

Setelah itu bang Surya Sudirja juga berkomentar


"berati itu kemerdekaan hanya bagi " M-E-R-E-K-A" ................"

Ada juga mas Arif Kurniawan yang menulis

" hanya bisa menghargai perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan, tapi sebetulnya setengah dari rakyat indonesia belum menikmati apa yang dinamakan kemerdekaan "

Nah sampai di situ saya kemudian mengambil sebuah kesimpulan (meskipun versi pribadi yang tidak jelas kebenarannya hehe) bahwa sudah menjadi sebuah ke"lumrahan" dan kemirisan bersama bahwa apa yang kita pekikkan dengan nada kemenangan justru menjadi sebuah nada sumbang dengan jeritan perasaan bagi masyarakat kelas bawah seperti saya sekarang ini.

Sebenarnya apa sih yang terjadi ?
Entahlah.

Jika kita nonton berita di TV setiap hari, maka yang akan kita jumpai adalah berita korupsi, pembunuhan, tawuran, dan aksi kriminalitas yang lain.

Bosan ? pasti.

entah apapun itu yang jelas terjadinya "ketegangan" di urat nadi masyarakat adalah karena kebosanan terhadap para pemimpinnya, wakil mereka dan pihak yang berwajib yang semakin hari semakin berani dan tanpa tedeng aling-aling menunjukan kesuperannya. demi satu tujuan pribadi mengorbankan kepentingan jutaan orang yang lain.

Yang terjadi di negeri ini sudah bisa dikatakan sebagai masa terburuk bagi hati nurani. Bagaimana tidak, sekarang ini bahkan sesama manusia sudah saling "makan". Ada sebagian golongan yang mengatasnamakan agama tega menginjak-injak sesamanya tanpa menggunakan ajaran yang sudah dituntunkan oleh agamanya itu, ada juga golongan manusia yang doyan makan apa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan warganya, ada juga segerombolan orang berseragam yang tega menarik pungutan (walaupun liar tapi resmi) yang tidak tanggung tanggung jumlahnya kepada warga yang diduga melanggar apa yang katanya tata tertib di jalan (yang katanya lagi) adalah daerah kekuasaan mereka.

Apakah itu yang namanya mengisi kemerdekaan ?
bah.....

Sedikit obrolan dengan seorang tukang becak di deket kantor sore tadi juga semakin membuat miris hati ini. Keluh kesah mereka yang selama ini kurang "menjadi perhatian" penguasa serasa begitu dalam. getir.

"10 penumpang sehari saja sudah untung mas " kata salah satu dari mereka.
" lha wong barang (produksi) Jepang semakin (men)njajah disini koh mas .... "

weh.... bener juga ya? di jalan raya saja negeri kita semakin terjajah oleh bangsa lain. kenapa terjajah ? karena bangsa ini digunakan sebagai "target" bisnis dan "target" kepentingan mereka tanpa adanya imbal balik yang sepadan....yah minimal adanya perhatian khusus lah pada para "elemen pendukung" mereka disini.....

Sebuah penjajahan dalam wujud yang berbeda kan....?

Yang jelas apalah artinya kita berkeluh kesah kalau tidak ada yang akan mendengarkannya. mending  kita ambil satu langkah kecil dimulai dari sekarang untuk membuat perbedaan yang sangat besar di masa yang akan datang. Perbedaan yang akan membawa perubahan di lingkungan, di masyarakat atau bahkan di negeri yang katanya kita cintai ini.

dan satu hal yang pasti, kemerdekaan itu akan benar-benar kita raih apabila kita mau bersyukur atas apa yang kita punya, apa yang kita terima dan apa yang kita rasakan. karena bagaimanapun kemerdekaan setiap manusia adalah berbeda dan hanya masing masing pribadilah yang bisa merasakannya......

" menurut bapak-bapak, merdeka itu apa sih ? apakah negera kita sudah benar-benar merdeka? "

" merdeka itu ya adil dan makmur mas, tapi saya ya tidak tahu seperti apa rasanya lha wong belum pernah merasakan kok....... " 

" yang penting kalau lagi tujuh belasan kayak gini becak saya laris buat karnaval mas....pokoknya merdeka lah ...hahahaha...."

MERDEKA !!! 


Comments
1 Comments

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. jempol tangan karo sikil maju, merdeka bung so... jelas, sudah makmur bung .... saya sudah namun sebagaian masyarakat kita masih terbelenggu ketidak pastian hidup

    BalasHapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow