Posted by : ngatmow prawierow 4.23.2014

Saya lagi gumun yang segumun gumunnya sama salah satu profesi yang katanya paling "menonjol" di negeri ini. Tidak usah disebutkan, tapi kita semua pasti sudah memahami profesi apa yang katanya melindungi dan melayani masyarakat....

Kenapa saya gumun ?
Begini ceritanya, beberapa minggu yang lalu adek ipar saya kecelakaan dan "kasusnya" ditangani oleh mas pram (sebut saja demikian) atau lebih lengkapnya mas pramuka hehehe........ mulai di TKP (Tempat Kejadian Pertabrakan hehehe.....) sampai pengamanan kendaraan di pos khusus kecelakaan angkutan darat.

Waktu itu, mas pramuka itu terlihat bersinar dan memancarkan aura hebat, bagaikan pahlawan yang sangat pantas dibanggakan oleh masyarakat sekitar. Dengan gagah berani dia mengatur dan mengolah lokasi tabrakan hingga ketertiban umum tetap terjaga dengan sempurna. Wajah garangnya menunjukkan sebuah ketegasan yang sangat layak diacungi banyak jempol.

Tapi itu dulu......beda hari, beda pula yang terjadi.....

Nah, baru kemarin (setelah selang 2 minggu dari kejadian) saya baru sempat mengurus perkara ini sampai pihak yang berwenang. Karena melibatkan 3 pihak, maka semuanya waktu itu sepakat untuk berembug dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Oleh karena itu kami sepakat untuk mengurus segala sesuatunya di pos khusus kecelakaan angkutan darat kota kami.

Pos ini sebenarnya berbentuk kantor dengan banyak ruangan dan tempat parkir yang cukup luas. Di ujung tempat parkir itu banyak tergeletak bangkai sepeda motor beraneka rupa. Hancur.....
Di setiap jendela, terpasang sticker besar dengan tulisan MAFIA HUKUM DILARANG MASUK dan di setiap pintu dipasangi tulisan besar ANTI KORUPSI.....
tapi kok perasaan saya jadi tidak enak setelah melihatnya lho. Atau mungkin karena di bagian dalam kantor yang beraura gelap itu banyak berdiri sosok-sosok menyeramkan dengan tampang sangar tapi mneyedihkan ya?
entahlah....saya sendiri tidak tahu itu......

Pada awalnya sih semua berjalan lancar. Dengan disaksikan oleh salah satu personel mas pramuka, acara kekeluargaan selesai dengan damai dan ditandai juga dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama ketiga pihak yang berkepentingan. Perlu diketahui bahwa ketiga pihak ini terdiri dari saya, sebagai wakil keluarga dimana adik ipar merupakan korban terparah, Pak Haji (selaku wakil anaknya yaitu orang yang menyerempet adik saya) dan mas Saudi yang merupakan pengemudi sekaligus pemilik truk yang pada akhirnya bertabrakan face to face dengan adik saya.

Ada satu keanehan setelah proses penandatanganan. saya disuruh keluar oleh mas pramuka dari ruangan musyawarah tersebut setelah sebelumnya disuruh membayar sejumlah uang yang katanya sebagai biaya administrasi untuk mengeluarkan kendaraan yang masih ditahan di pos khusus kecelakaan angkutan darat.

Pada awalnya saya bingung, namun belakangan saya baru ngeh kalau itu adalah sebuah trik saja yang diterapkan mas pramuka yang bernama Anton pada waktu itu. Setelah saya keluar, dua pihak yang lain ternyata masih diajak "rembugan" secara intensif oleh yang bersangkutan. Pak Haji yang anaknya pada saat kejadian adalah "pihak paling salah" (lha wong naik sepeda motor tanpa SIM, STNK, jalannya ragu-ragu alias zigzag dan langsung kabur setelah kejadian), tentu saja panik luar biasa. Mas pramuka terus mencecar keduanya dengan berbagai pertanyaan yang menjebak dan seolah memojokkan mereka. Bahkan dengan sedikit bumbu ancaman pidana dan penjara.

Dan apa yang sudah diperkirakan sebelumnya, dengan alasan untuk menyelesaikan proses hukumnya yang sudah terlanjur masuk berkas (walau entah apapun itu maksudnya), Pak Haji dimintai uang sejumlah satu juta rupiah sedangkan mas Saudi satu setengah juta.

Busyet....
Sudah jatuh tertimpa tangga

mungkin itu yang tepat buat Pak Haji dan mas Saudi. Mereka yang sebelumnya sudah sepakat untuk membantu biaya perawatan dan pengobatan adik saya dan juga masih harus memikirkan biaya perbaikan kendaraan masing-masing, ternyata masih harus diwajibkan (kalau bisa dibilang demikian) membayar sejumlah uang hanya demi "menutup berkas kasus" oleh mas pramuka yang katanya ikhlas berbakti melindungi dan melayani masyarakat.

Negeri apa ini ?
Selapar itukah pihak yang berwenangnya ?

Sungguh tidak bisa diterima akal pikiran saya yang awam ini. Manakala terjadi kecelakaan logikanya pasti pihak yang menjadi pelaku dan korban sedang menderita kesusahan dan tidak mempunyai niatan untuk berkecelakaan seperti yang telah terjadi. Kenapa kok ya ada yang tega "meres" sedemikian rupa seperti itu tanpa adanya toleransi blas.......... kecuali "korban" ini memiliki ikatan darah dengan "mas pramuka di pos itu".

Satu hal lagi yang menjadi pertanyaan saya adalah apa bener ada peraturan hukum yang memperbolehkan mas pramuka meminta sejumlah uang (bahkan sampai dengan 10 juta ke atas apabila terjadi kecelakaan yang menimbulkan kematian) kepada "korban kecelakaan itu" tanpa adanya toleransi sedikitpun ?
Sebagai informasi, di tempat yang sama saya bertemu dengan seorang supir bis yang  sudah tiga minggu berada di sana karena bis yang dikendarainya menabrak orang bunuh diri. Sialnya, pak sopir ini disamping harus memberikan santunan kepada korban senilai belasan juta juga harus membayar biaya hukum dan mencabut berkas sebesar belasan juta juga TANPA POTONGAN alias KORTINGAN sedikitpun. Padahal dari ceritanya kepada saya dari profesinya sebagai supir bus antar propinsi dari mana dia bisa dapatkan uang sebesar itu ? dan yang lebih tragis lagi dia hanya boleh pulang ke rumah setelah biaya tersebut dilunasi. Pertanyaannya lha kapan mencari uangnya kalau diaharus selalu ada di pos mas pramuka tersebut sepanjang hari ?

Entahlah......(lagi)
saya juga bukan orang pandai untuk urusan semacam itu.....yang jelas segala macam semboyan, motto, dan sebagainya adalah sangat mubadzir alias tidak berguna.

Melindungi dan Melayani ?

No....no.....no.....it's just a big bullshit.....
People know who you are....... just a bast*rd with great position and nice uniform........

Mohon maaf kalau setelah membaca tulisan ini ada pihak-pihak yang merasa tersindir, karena memang sesungguhnya untuk sedikit mencolek hati kita semua untuk lebih peduli sesama. Bukan hanya demi mengejar setoran yang sudah ditarget saja kepada atasan ataupun orang rumah, tapi juga mari kita sedikit membukakan pintu hati untuk menumbuhkan jiwa "manusia" lagi.......









Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow