Posted by : ngatmow prawierow 1.25.2012

Tersebutlah Thomas Fatah, seorang pegawai negeri rendahan di sebuah kota kecil yang merupakan bagian dari sebuah negara kecil bernama Inasia. Dia adalah seorang pegawai golongan IIIa di Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Negeribanjir yang baru tiga tahunan menjalani karir sebagai buruh negara.

Singkat cerita, dalam menjalankan pengabdiannya sebagai buruh negeri - seperti yang biasa dia katakan, lambat laun orientasi dan cara berpikirnya pun sedikit demi sedikit ikut berubah. Tergerus oleh adat dan kebiasaan "aneh" di kalangan birokrasi nyeleneh yang sudah mendarah daging di sekitarnya.

Semula dia menyangka bahwa menjadi seorang buruh negeri adalah sesuatu yang membanggakan dan dapat meningkatkan status sosial dan derajat keluarga. Tapi ternyata anggapan itu adalah sebuah anggapan KOSONG yang SALAH.
Kenapa ? sebab pada kenyataannya masyarakat di sekitarnya dari hari ke hari semakin membenci birokrasi dan pemerintahan yang ada. Dan banyak sekali hal yang menyebabkannya.....

Sebenarnya Thomas adalah seorang pemuda yang rajin, tekun, cerdas dan berdedikasi tinggi pada setiap pekerjaannya. Hal yang merupakan tuntutan wajib pada pekerjaannya di sektor swasta sebelum menjadi seorang buruh negeri. Namun yang terjadi kemudian adalah ketidakselarasan antara hati, pikiran dan kenyataan yang selalu bertentangan.

Misalnya begini, dia ada di bidang Pencatatan dan Pembukuan untuk segala transaksi keuangan tingkat kabupaten, nah suatu ketika dia yang dalam kesehariannya bertugas merekap segala pengeluaran negara menemukan adanya "pembayaran konyol" yang entah bagaimana kebenarannya...... Biaya belanja pendamping operasional dana taktis fungsional kepala daerah...... panjang banget dan bikin pusing kan ?
otomatis timbul pertentangan dalam hatinya. Sebagai seorang warga negara, tentu saja dia sangat tidak suka dengan hal semacam ini, tapi sebagai seorang buruh negeri yang memang bertugas untuk merekapnya, hal ini tentu saja harus diinputnya ke sistem pencatatan daerah.

Pernah suatu saat dia bertanya pada seorang buruh negeri senior yang satu ruangan dengannya. Pak Ahmad Dwijo, SE. Ak.
" Pak transaksi untuk rekening ini, Biaya belanja pendamping operasional dana taktis fungsional kepala daerah, sebenarnya untuk apa sih ? "
" Oah, kalau itu anda jangan terlalu bertanya mas pas lagi banyak orang " sahut Pak Dwijo.
" Lah...kenapa pak ? "
" Gini mas, rekening itu adalah rekening penyesuaian untuk segala aktifitas kepala daerah yang kemudian dibiayai oleh negara karena kegiatan dimaksud adalah kegiatan resmi Pemda. Jadi segala bentuk pengeluaran yang dikeluarkan oleh kepala daerah pada saat itu kemudian diganti oleh pemda sebagai bentuk penghargaan kepada yang dimaksudkan. Dan hal itu merupakan sebuah rahasia negara yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang keuangan daerah saja seperti kita ini "
" Halah.....ga mudeng aku pak....intinya saja pak...."
" Intinya yang jelas gini mas, misal pak kepala daerah ada kunjungan ke sebuah daerah dan disana memberikan bantuan senilai Rs 10.000, maka kemudian pada hari itu atau hari berikutnya Pemda akan memberikan "bantuan" kepada yang tersebutkan itu sejumlah uang yang sama sebagai Ganti Uang yang telah dikeluarkan."
" O begitu ya...pantes saja saya sering menemukan rekening itu dengan nominal yang sama dengan pemberitaan media massa bahwa kepala daerah kita baru saja menyumbang ke mana-mana..... "
" ya memang begitulah adanya mas, anda harus siap mental, siap hati dan pikiran juga harus siap tutup mulut soal riskan semacam ini lho....bahkan sama istri anda sekalipun." jelas pak Dwijo memperingatkan.
" lah saya sih masih bujangan pak...lagian kalo mau ngomong juga sama siapa tidak akan ada yang percaya kok....hehehe..."

Merekapun kemudian kembali bergelut dengan aktifitasnya masing-masing. yang jelas sejak saat itu muncul sebuah asumsi tegas di pikiran terdalam seorang Thomas Fatah, si Buruh Negeri rendahan, bahwa adalah suatu hal yang sangat wajar apabila banyak orang berlomba-lomba menjadi kepala daerah (bahkan dengan berbagai macam cara nista sekalipun) karena kemudian modal akan segera kembali dan rekening akan segera terisi dengan sendirinya dan dengan status yang sangat termaklumi.

Comments
3 Comments

{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. numpang baca artikelnya keren banget deh

    BalasHapus
  2. artikelnya mantep banget gan, anee suka ceritanya

    BalasHapus
  3. walah....malih dadi tukang cerita juragan siji kie.... ??
    btw manteb gan ceritane..membuka mata dan telinga.
    neng kotane dewek iya ora kue ?

    BalasHapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow