Posted by : ngatmow prawierow 11.23.2013

Simbah setar kembali turun ke jalan raya beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 16 November 2013. Kali ini yang menjadi tujuan akhir adalah kota tetangga yang jaraknya tidak se-ekstreem biasanya, Kebumen. Rutenya hanya Banjarnegara - Kebumen - Purworejo - Kebumen (lagi)atau kurang lebih menempuh 180km saja (PP).


Dilihat dari jarak tempuh sih memang tidak terlalu jauh, tapi kondisi jalan yang beragamlah yang menjadi tantangan kali ini. Lebih dari separo jalan antara Banjarnegara sampai dengan Kebumen adalah jalan semi aspal alias pernah diaspal....hehe...sudah bolong disana sini sehingga pengendara kendaraan jenis apapun harus pandai pandai memilih jalan agar tidak "kejeglong" di lubang-lubang itu.


Bagi pengendara yang tidak biasa menempuh perjalanan dengan rute seperti ini, memang akan menjadi sebuah tantangan yang cukup menegangkan sekaligus mengasikkan. Sebab kita akan melaju melewati jalan pegunungan yang berkelak kelok dan naik turun (ada beberapa tanjakan dan turunan ekstreem juga) namun  disuguhi pemandangan yang luar biasa indah dan sejuk hampir di sepanjang rute perjalanan.

Satu hal yang menarik adalah pada jalur yang dilewati Simbah Setar kemarin, terdapat Waduk Sempor yang terletak 7 km di sebelah utara Gombong, atau sekitar 14 km arah timur laut kota Kebumen. Waduk yang membentang begitu luas dan begitu indah ini menjadi salah satu alternatif wisata di kota ini yang menyimpan beragam atraksi (katanya)...

Waduk Sempor sore hari 
Setelah beristirahat sekejap (nggak sampai 15 menit), perjalanan berlanjut sodara-sodara. Kali ini rute yang dilewati tidak begitu sulit karena merupakan trek datar dalam kota (Gombong-Kebumen). Nah selama menempuh trek ini, ada satu hal yang cukup menjadi tanda tanya bagi saya. Kok tidak ada kendaraan lain yang melewatiku ya ? apa karena orang didaerah ini memang berkendara dengan mode siput, atau memang simbah setar yang larinya ngalahin yang masih "muda".... entahlah hehehe....

Oke, singkat cerita kami (saya dan simbah)setelah berkunjung ke rumah salah seorang teman, menuju ke tujuan terakhir. Pantai Menganti.

Asing ? memang....saya juga baru pernah dengar....


Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Tidak mudah memang untuk mencapai lokasi pantai Menganti ini, jaraknya dari Kota Kebumen kurang lebih mencapai 63 Km. Tidak jarang bagi pelancong yang berasal dari luar kota seperti kami harus menggunaan GPS alias Gunakan Penduduk Setempat (banyak tanya pada penduduk maksudnya hehe...) untuk menemukan jalur yang benar - kami tersesat hingga 10 km lebih karena terlalu banyak percaya pada Go*gle Maps sodara sodara.... Dan parahnya lagi tidak ada satu pun akses transportasi umum yang mencapai lokasi ini kecuali kendaraan pribadi.

Sebenarnya sih bukan masalah kondisi fisik jalannya yang tidak memungkinkan karena jalan menuju lokasi sudah beraspal (atau lebih tepatnya agak beraspal), melainkan topografi jalan menuju lokasi Pantai Menganti berada pada kemiringan lereng yang  sangat curam, sehingga perlu keberanian, keterampilan dan kehati-hatian ekstra untuk berkendara naik turun bukit memutari lereng dan punggungan bukit ini. Spesial pokoknya....

Harus menguatkan nyali terlebih dahulu bagi yang belum terbiasa berkendara dengan medan yang curam, turun naik dan kelokan tajam. Tapi bagi saya dan simbah ini akan menjadi sebuah tantangan yang sangat mengasyikkan. Karena begitu melihat pemandangan pantai dari atas bukit, semua lelah terbayar dengan pesona Pantai yang begitu eksotis. Pantai ini dibatasi perbukitan batu gamping dan batu bekas gunung api. Hamparan pasir putih hasil abrasi batu gamping dan keindahan pohon kelapa di pinggir pantai menciptakan nuansa dan pesona nan indah.

Matahari terbit dilihat dari bukit di sebelah pantai menganti
Menurut penuturan penduduk setempat, Pantai Menganti memang belum dikelola oleh Dinas Pariwisata Pemda setempat, wajar jika pengunjungnya hanya segelintir, itu pun adalah mereka-mereka yang mempunyai nyali besar hingga sampai ke tempat ini. Atau bahkan orang-orang "kesasar" yang sebenarnya bertujuan menuju pantai ayah ataupun pantai Karang bolong....

Perlu diketahui, sejauh ini pantai Menganti masih menjadi Tempat Pelelangan Ikan nelayan setempat.Dengan balutan kesantunan khas masyarakat nelayan yang membuat kita cepat menjadi akrab. Kita bisa mendapatkan ikan segar langsung di tempat itu layaknya kita baru saja menangkap sendiri.

Nampaknya memang agak susah mengemas Pantai Menganti menjadi objek wisata yang menjanjikan dan menarik minat pengunjung. Dari segi destinasi memang oke, tidak banyak pantai yang terdapat dibalik gugusan Karst, bersisian dengan tebing yang menjulang tinggi dan karang-karang yang menahan laju ombak besar, ditambah lagi pesona pasir putih keemasan yang terkena matahari. Itu memang menjadi destinasi menarik. Keunikan daerah destinasi wisata memang manjadi alasan dan motivasi kuat bagi para pengunjung, meskipun mungkin jarak yang harus ditempuh dengan jarak yang teramat jauh.

Oya, ada satu lagi hal menarik yang perlu dimasukkan ke dalam daftar target buruan apabila kita mau berkunjung ke pantai yang satu ini. Kulinernya....

Yup, salah satu masakan andalan warung-warung makan yang berjejer di pinggir pantai adalah udang masak pedas. Sesuai namanya, masakan ini didominasi oleh rasa pedas yang berpadu dengan nikmatnya rasa khas udang laut dan bumbu lainnya yang sungguh sayang jika dilewatkan.

Walaupun hanya berlauk udang pedas dengan kerupuk dan irisan timun segar saja, namun makan siang sambil memandang hamparan laut yang menghampar luas dan dibelai angin yang lembut membuat kita akan lupa betapa sulitnya perjalanan pulang yang perlu diterjang nanti. selain itu harga yang dipatok untuk menikmatinya pun serasa sebanding dengan cita rasa yang diterima lidah kita.

Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa.

Tidak terasa hari sudah beranjak siang, sudah saatnya simbah diajak berlari lagi menyusuri jalanan pulang ke rumah dengan satu kesan membekas di dalam hati. Ternyata di negeri ini masih banyak hal yang bisa dibanggakan..... dan dirindukan.....

Karena suatu saat nanti, kami pasti kan kembali ke Menganti lagi.....

Berikut beberapa sudut keindahan Pantai Menganti yang sempat saya abadikan dengan Kamera Handphone Nokia N8 dan Kamera seleler Canon EOD 1100D pada waktu itu....


 



 












Comments
6 Comments

{ 6 komentar... read them below or Comment }

  1. simbah setar kapan le munggah nduwur kui kang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bar dewe bali buru sunrise kae, munggah sedelo trus parkir maneh hehehe

      Hapus
  2. The pictures of people and places are very nice to look at.

    BalasHapus
  3. thanks for apreciating....yes this is on of many beautiful place in my country.... you must visit here sometime !

    BalasHapus
  4. what a beatifuuul place. sebagai anak pantai saya tetep aja gumun ngliatnya. foto2 nya bagus juga kang. sip!

    BalasHapus
    Balasan
    1. maturnuwun .... wah seneng juga bisa berbagi kegumunan saya sama orang lain dan anda.....

      Hapus

Google+

Arsip

Copyright 2008 BROCKBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow