Posted by : ngatmow 1.25.2025

Senin pagi di kantor dimana Thomas bekerja tampak sibuk dengan intensitas yang ga biasa, dimulai dengan rapat koordinasi. Agendanya adalah membahas persiapan rapat besar bulan depan.

Pak Bambang, Kepala Bidang Perencanaan, membuka rapat dengan khidmat.

"Baik, kita mulai. Agenda kita hari ini adalah menyusun agenda rapat kita bulan depan."

Tidak ada yang tertawa. Semua mengangguk dengan wajah serius. Ibu Lastri langsung membuka laptop dan mulai mengetik notulensi.

"Rapat bulan depan akan membahas apa, Pak?" tanya Fatah dengan polos.

"Membahas hasil rapat hari ini."


Fatah mengangguk perlahan. Ia baru tiga bulan menjadi anggota baru di dinas ini sejak mutasi semena mena yang sebenernya nggak ia percaya juga. Ia masih percaya bahwa semua ini pasti ada maksudnya.

Rapat pun bergulir. Mereka membahas siapa yang harus hadir di rapat bulan depan. Diputuskan: semua kepala bidang plus staf pendamping. Lalu mereka membahas kapan rapatnya. Diputuskan: tanggal dua belas, jam sembilan pagi. Lalu mereka membahas di mana rapatnya. Ini memakan waktu dua puluh menit karena ruang rapat utama sedang direnovasi, dan ruang rapat kecil kapasitasnya tidak cukup kalau semua kepala bidang plus staf pendamping hadir.

Akhirnya diputuskan: rapat bulan depan akan membahas tempat yang tepat untuk rapat berikutnya.

Thomas mengangkat tangan.

"Pak, maaf... jadi kita rapat hari ini untuk persiapan rapat bulan depan yang isinya membahas rapat selanjutnya?"

Pak Bambang menatapnya dengan tatapan seorang guru yang melihat murid belum memahami konsep dasar.

"Bukan. Kita rapat hari ini untuk menyusun kerangka acuan rapat bulan depan, yang nanti hasilnya akan menjadi bahan pra-rapat sebelum rapat besar triwulanan."

"Oh," kata Fatah. "Jadi ada rapat lagi di antaranya?"

"Pra-rapat, namanya. Beda."

"Bedanya?"

"Pra-rapat tidak ada notulensi resmi."

Ibu Lastri langsung menutup laptopnya dengan bunyi klik yang entah kenapa terdengar seperti kepasrahan.

Rapat hari itu selesai pukul sebelas. Menghasilkan satu dokumen: undangan rapat bulan depan. Yang rencananya akan membahas: jadwal rapat berikutnya.

Di perjalanan pulang ke meja masing-masing, Thomas berpapasan dengan Pak Samsuri, staf senior yang sudah dua puluh tahun mengabdi.

"Mas Tom, gimana rapatnya?"

"Bingung, Pak. Kita rapat buat ngebahas rapat."

Pak Samsuri menepuk bahunya sambil tertawa sinis

"Selamat datang di plat merah, Nak."

FAKKKKK .... batin Thomas........

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow