Fakta menakjubkan Adzan
Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.
Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.
Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.
3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.
- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.
4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Sumber : Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.
Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.
3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.
- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.
4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Sumber : Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
Mengakali blokir URL
Seringkali kita sebagai pengguna internet numpang alias nebeng di kantor atapun tempat lain mengalami permasalahan pemblokiran situs tertentu oleh pengelola internet dimana kita numpang itu.
URL (Uniform Resource Locator) adalah cara yang paling umum digunakan pengguna Internet untuk mengunjungi sebuah situs. Saya tidak perlu menulis panjang lebar tentang URL. IP Address pun pada dasarnya bukan hal baru bagi para pengguna Internet. Kita sama-sama tahu bahwa URL itu sebenarnya berfungsi sebagai alias untuk IP Address dari sebuah situs.
Saya rasa sebuah contoh cukup untuk menjelaskan hubungan antara IP Address dan URL. Situs dengan URL www.antaranews.com memiliki IP Address 202.134.4.28. Jadi pada dasarnya dua alamat di bawah ini akan membawa Anda ke tempat yang sama:
http://www.enterupload.com
http://194.105.56.3
http://85.17.84.91/
Jadi seandainya pengelola jaringan Internet Anda memblokir akses ke sebuah URL, Anda mungkin bisa menggunakan pasangan IP Address dari URL tersebut sehingga Anda dapat terbebas dari blokir.
Untuk mengetahui IP Address dari sebuah URL, Anda dapat menggunakan layanan yang tersedia di http://ping.eu/. Masuk ke situs tersebut, masukan URL pada isian "Domain or host name", klik pilihan "DNS lookup", dan klik tombol "Go" untuk melihat hasilnya.
Kalau dengan memasukan IP Address pun tidak berhasil mengatasi blokir, mungkin Anda perlu versi lain dari IP Address tersebut. Versi lain? Betul. IP Address dapat direpresentasikan ke dalam 4 (empat) bentuk, yaitu dotted-decimal (versi yang umum seperti contoh di atas), dword (atau decimal), octal, dan hexadecimal. Saya hanya akan menjelaskan versi dword. Referensi lebih lanjut mengenai berbagai versi IP Address ini dapat dilihat di akhir tulisan ini.
Versi dword dari sebuah IP Address didapatkan melalui cara tertentu. Saya tidak akan membicarakan masalah teknisnya di sini. Layanan untuk melakukan konversi IP Address dari dotted-decimal ke dword atau sebaliknya sudah banyak tersedia di Internet.
Satu layanan yang saya gunakan adalah http://www.allredroster.com/iptodec.htm. Masuk ke halaman web tersebut, masukan kombinasi IP Address versi dotted-decimal ke isian "Enter IP address", klik tombol "Calculate" dan versi dword dari IP Address Anda dapat dilihat di dalam isian "Decimal".
Untuk IP Address pada contoh di atas, yaitu 194.105.56.3, hasil konversinya adalah 3261675523. Sekarang untuk mengakses situs www.enterupload.com saya dapat menggunakan 3 (tiga) alamat yang berbeda:
http://www.antaranews.com atau
http://194.105.56.3 atau
http://85.17.84.91/ atau
http://3261675523
Sumber : bagaimanacara
URL (Uniform Resource Locator) adalah cara yang paling umum digunakan pengguna Internet untuk mengunjungi sebuah situs. Saya tidak perlu menulis panjang lebar tentang URL. IP Address pun pada dasarnya bukan hal baru bagi para pengguna Internet. Kita sama-sama tahu bahwa URL itu sebenarnya berfungsi sebagai alias untuk IP Address dari sebuah situs.
Saya rasa sebuah contoh cukup untuk menjelaskan hubungan antara IP Address dan URL. Situs dengan URL www.antaranews.com memiliki IP Address 202.134.4.28. Jadi pada dasarnya dua alamat di bawah ini akan membawa Anda ke tempat yang sama:
http://www.enterupload.com
http://194.105.56.3
http://85.17.84.91/
Jadi seandainya pengelola jaringan Internet Anda memblokir akses ke sebuah URL, Anda mungkin bisa menggunakan pasangan IP Address dari URL tersebut sehingga Anda dapat terbebas dari blokir.
Untuk mengetahui IP Address dari sebuah URL, Anda dapat menggunakan layanan yang tersedia di http://ping.eu/. Masuk ke situs tersebut, masukan URL pada isian "Domain or host name", klik pilihan "DNS lookup", dan klik tombol "Go" untuk melihat hasilnya.
Kalau dengan memasukan IP Address pun tidak berhasil mengatasi blokir, mungkin Anda perlu versi lain dari IP Address tersebut. Versi lain? Betul. IP Address dapat direpresentasikan ke dalam 4 (empat) bentuk, yaitu dotted-decimal (versi yang umum seperti contoh di atas), dword (atau decimal), octal, dan hexadecimal. Saya hanya akan menjelaskan versi dword. Referensi lebih lanjut mengenai berbagai versi IP Address ini dapat dilihat di akhir tulisan ini.
Versi dword dari sebuah IP Address didapatkan melalui cara tertentu. Saya tidak akan membicarakan masalah teknisnya di sini. Layanan untuk melakukan konversi IP Address dari dotted-decimal ke dword atau sebaliknya sudah banyak tersedia di Internet.
Satu layanan yang saya gunakan adalah http://www.allredroster.com/iptodec.htm. Masuk ke halaman web tersebut, masukan kombinasi IP Address versi dotted-decimal ke isian "Enter IP address", klik tombol "Calculate" dan versi dword dari IP Address Anda dapat dilihat di dalam isian "Decimal".
Untuk IP Address pada contoh di atas, yaitu 194.105.56.3, hasil konversinya adalah 3261675523. Sekarang untuk mengakses situs www.enterupload.com saya dapat menggunakan 3 (tiga) alamat yang berbeda:
http://www.antaranews.com atau
http://194.105.56.3 atau
http://85.17.84.91/ atau
http://3261675523
Sumber : bagaimanacara
Untuk PSSI : tolong Lihat, Dengar dan Rasakan
Hari ini aku pengen ngobrol soal Timnas kita (bahasan yang terpaksa aku tulis lagi setelah sekian kalinya mencacimaki). ini berawal dari membuka sebuah surat kabar yang sedang mengulas tentang Konyolnya timnas kita, aku kemudian buka internet dan membuka webnya Mas Bepe.
Sebelum beranjak ke tulisannya Mas Bepe, aku mau sedikit berkomentar soal timnas kita. Jujur saja, menurutku kenapa sepakbola indonesia bisa nggak maju seperti sekarang ini adalah karena terlalu cengeng dan suka cuci tangan. Kita lihat saja persepakbolaan negeri tua kita, Jepang. Disana pelatih sekolah aja kalau pemainnya salah jangankan dibentak atau disalahkan bisa bisa kursi jadi sepatu buat ngelempar, tapi herannya nggak ada tuh yang namanya ngambek. Dan kenapa pula kalau timnas mereka kalah maupun menang mereka pasti nangis ? itu semua adalah karena dia sebegitu bangganya dia bisa berbuat untuk negaranya tercinta atau menangis karena mereka tidak bisa membawa kepercayaan dari seluruh warga Jepang. bahkan jika kita melihat di kalangan politik sampai ada pejabat yang rela mengundurkan diri jika (baru) dinyatakan tersangkut kasus korupsi (bahkan kalau sampai terbukti mereka rela untuk melakukan harakiri)
Tapi entahlah. Mungkin juga pendapatku ini salah soal mentalitas timnas kita. yang pasti secara pribadi aku merindukan gaya permainan Timnas kita saat dilatih Alfred Riedl. Meskipun hasilnya adalah sama saja (sama kalahnya), tapi gaya permainan yang disuguhkan jauh berbeda. sangat menghibur, atraktif, variatif, mengesankan dan pemain penuh daya juang.
Sekarang kembali ke blog Mas Bepe. Dalam tulisannya, Bepe curhat soal bagaimana sejatinya kejadian yang menyebabkan muncul isu bahwa sekarang ini ada 7 pemain yang akan memboikot timnas kita jika masih dilatih oleh Mr. Wim Rijsbergen.
Berikut sedikit tulisannya :
Jadi jika ada berita yg beredar bahwasanya pertemuan saya dengan Alfred Riedl lah yg menyebabkan 7 pemain tidak bersedia dipanggil timnas jika Wim Rijsbergen masih menangani timnas, jelas sebuah kesalahan besar. Sedekar untuk di ketahui, jika 7 pemain yg menyatakan tidak bersedia bermain di bawah Wim tersebut, menyampaikannya kepada management timnas sesaat setelah pertandingan selesai, atau pada kisaran pukul 24:00 WIB tgl 6 September. Sedang saya sendiri baru mengetaui berita tersebut dari Manager tim nasional Ferry Kodrat, saat beliau memanggil saya kekamarnya pada pukul 02:00 pagi hari tgl 7 September. Jadi logikanya bagaimana mungkin pertemuan sore itu tgl 7 September dapat mempengaruhi keputusan yg sudah dibuat tadi malam tgl 6 September, sangat tidak mungkin bukan.
Sejujurnya hal yg membuat pemain sangat kecewa kepada Wim Rijsbergen adalah komentar beliau sesaat setelah pertandingan, yg terkesan melempar segala kesalahan kepada pemain. Saya yakin semua pemain kecewa dengan komentar tersebut, akan tetapi sejauh ini hanya 7 pemain yg menyampaikan keberatan untuk bermain di bawah asuhan Wim di tim nasional..
Pertemuan saya, Firman, Markus, Wolfgang dan Alfred sendiri lebih kepada ucapan perpisahan dalam kapasitas sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak kurang. Dan apakah ada yg salah mengenai hal tersebut, saya rasa tidak. Jika dilihat dari waktu pertemuannya, mungkin memang sedikit kurang tepat, akan tetapi pada kenyataannya hanya pada hari itu saya mempunyai kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Jika saya tidak melakukannya sore itu, mungkin saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Alfred Riedl..
Di tengah keheranan saya akan terlalu dibesar-besarkannya masalah ini, sempat terlintas di benah saya. Jika saja waktu itu saya bertemu dengan pelatih lain seperti Rahmad Darmawan misalnya. Apakah mereka juga akan berpikir jika pemain berniat curhat dan lebih suka jika dilatih oleh pak RD, yg notabene sukses dan sangat berpengaruh dalam mendampingi Wim Risjbergen, dalam 2 partai awal melawan Turkmenistan. Atau jangan-jangan pertemuan saya dengan alfred riedl tersebut menjadi sebuah masalah, karena sosok Alfred yg sekarang membuat PSSI harus berurusan dengan FIFA karena masalah pelanggaran kontrak kerja..??
Mari kita fokus pada permasalahan dan jangan berpikir terlalu sempit saudara-saudara. Sekali lagi permasalahan yg sebenarnya adalah komentar Wim Risjbergen setelah pertandingan yg terkesan melimpahkan segala kesalahan kepada pemain, bukan masalah pemain bertemu siapa setelah pertandingan tersebut. Toh pertemuan itu sendiri sejatinya dilakukan disaat pemain sudah keluar dari pemusatan latihan, itu artinya setiap pemain bebas dan berhak bertemu dengan siapapun serta membahas masalah apapun..
Oke, sekarang kita tinggalkan mas Bepe. Kita beralih ke Tuan-tuan besar yang lagi nongkrong di PSSI.
Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan dan inginkan dengan menjadi pengurus PSSI ? mungkin dulu mereka (sebagaimana yang lainnya) berkampanye bahwa tujuan utamanya adalah memajukan persepakbolaan bangsa ini. tapi apa yang terjadi ????
DOBOL KURO..... (bohong besar dalam bahasa ngapak banyumasan)
sebuah realita bahwa segala sendi urat nadi persepakbolaan negeri ini sudah jadi komoditas politik... yg ada cuma kepentingan-kepentingan politik, kepentingan golongan saja yang dikedepankan dan bahkan kepentingan perut pribadi masing-masing saja yang diutamakan.
ada satu usulan untuk PSSI yang sekarang (katanya) berwajah baru dan segar agar bisa lebih baik dari pendahulunya harusnya lihat, dengar dan rasakan...
LIHAT :
1. Lihat kondisi sekitar,,,
2. Lihat metode2 dari kpengurusan lama, ambil yg baik, buang yg buruk,,
DENGAR :
1. Dengarkan Aspirasi Rakyat yg mencintai persepakbolaan Indonesia
2. Dengarkan saran dan kritik dan cacian sekalipun sbg cambuk utk perbaikan diri ke Depan
RASAKAN :
1. Rasakan bila Anda pada posisi PELATIH
2. Rasakan bila Anda pada posisi PEMAIN
3. Rasakan bila Anda pada posisi SUPPORTER
Dan satu hal yang patut kita ingat bersama :
Bangsa kita selalu dengan bangga mengatakan jika kita adalah bangsa yg ramah, penuh sopan santun serta menjungjung tinggi adat ketimuran. Saya menjadi sangsi, apakah sekarang ini kita masih cukup ramah dan sopan sebagai sebuah bangsa ? atau kita sudah mulai melupakan budaya arif yg sudah turun temurun dari nenek moyang kita tersebut ?
Mari kita tanyakan kepada hati kecil kita masing-masing...
Sebelum beranjak ke tulisannya Mas Bepe, aku mau sedikit berkomentar soal timnas kita. Jujur saja, menurutku kenapa sepakbola indonesia bisa nggak maju seperti sekarang ini adalah karena terlalu cengeng dan suka cuci tangan. Kita lihat saja persepakbolaan negeri tua kita, Jepang. Disana pelatih sekolah aja kalau pemainnya salah jangankan dibentak atau disalahkan bisa bisa kursi jadi sepatu buat ngelempar, tapi herannya nggak ada tuh yang namanya ngambek. Dan kenapa pula kalau timnas mereka kalah maupun menang mereka pasti nangis ? itu semua adalah karena dia sebegitu bangganya dia bisa berbuat untuk negaranya tercinta atau menangis karena mereka tidak bisa membawa kepercayaan dari seluruh warga Jepang. bahkan jika kita melihat di kalangan politik sampai ada pejabat yang rela mengundurkan diri jika (baru) dinyatakan tersangkut kasus korupsi (bahkan kalau sampai terbukti mereka rela untuk melakukan harakiri)
Tapi entahlah. Mungkin juga pendapatku ini salah soal mentalitas timnas kita. yang pasti secara pribadi aku merindukan gaya permainan Timnas kita saat dilatih Alfred Riedl. Meskipun hasilnya adalah sama saja (sama kalahnya), tapi gaya permainan yang disuguhkan jauh berbeda. sangat menghibur, atraktif, variatif, mengesankan dan pemain penuh daya juang.
Sekarang kembali ke blog Mas Bepe. Dalam tulisannya, Bepe curhat soal bagaimana sejatinya kejadian yang menyebabkan muncul isu bahwa sekarang ini ada 7 pemain yang akan memboikot timnas kita jika masih dilatih oleh Mr. Wim Rijsbergen.
Berikut sedikit tulisannya :
Jadi jika ada berita yg beredar bahwasanya pertemuan saya dengan Alfred Riedl lah yg menyebabkan 7 pemain tidak bersedia dipanggil timnas jika Wim Rijsbergen masih menangani timnas, jelas sebuah kesalahan besar. Sedekar untuk di ketahui, jika 7 pemain yg menyatakan tidak bersedia bermain di bawah Wim tersebut, menyampaikannya kepada management timnas sesaat setelah pertandingan selesai, atau pada kisaran pukul 24:00 WIB tgl 6 September. Sedang saya sendiri baru mengetaui berita tersebut dari Manager tim nasional Ferry Kodrat, saat beliau memanggil saya kekamarnya pada pukul 02:00 pagi hari tgl 7 September. Jadi logikanya bagaimana mungkin pertemuan sore itu tgl 7 September dapat mempengaruhi keputusan yg sudah dibuat tadi malam tgl 6 September, sangat tidak mungkin bukan.
Sejujurnya hal yg membuat pemain sangat kecewa kepada Wim Rijsbergen adalah komentar beliau sesaat setelah pertandingan, yg terkesan melempar segala kesalahan kepada pemain. Saya yakin semua pemain kecewa dengan komentar tersebut, akan tetapi sejauh ini hanya 7 pemain yg menyampaikan keberatan untuk bermain di bawah asuhan Wim di tim nasional..
Pertemuan saya, Firman, Markus, Wolfgang dan Alfred sendiri lebih kepada ucapan perpisahan dalam kapasitas sebagai sahabat, tidak lebih dan tidak kurang. Dan apakah ada yg salah mengenai hal tersebut, saya rasa tidak. Jika dilihat dari waktu pertemuannya, mungkin memang sedikit kurang tepat, akan tetapi pada kenyataannya hanya pada hari itu saya mempunyai kesempatan untuk dapat bertemu dengan Alfred. Jika saya tidak melakukannya sore itu, mungkin saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Alfred Riedl..Di tengah keheranan saya akan terlalu dibesar-besarkannya masalah ini, sempat terlintas di benah saya. Jika saja waktu itu saya bertemu dengan pelatih lain seperti Rahmad Darmawan misalnya. Apakah mereka juga akan berpikir jika pemain berniat curhat dan lebih suka jika dilatih oleh pak RD, yg notabene sukses dan sangat berpengaruh dalam mendampingi Wim Risjbergen, dalam 2 partai awal melawan Turkmenistan. Atau jangan-jangan pertemuan saya dengan alfred riedl tersebut menjadi sebuah masalah, karena sosok Alfred yg sekarang membuat PSSI harus berurusan dengan FIFA karena masalah pelanggaran kontrak kerja..??
Mari kita fokus pada permasalahan dan jangan berpikir terlalu sempit saudara-saudara. Sekali lagi permasalahan yg sebenarnya adalah komentar Wim Risjbergen setelah pertandingan yg terkesan melimpahkan segala kesalahan kepada pemain, bukan masalah pemain bertemu siapa setelah pertandingan tersebut. Toh pertemuan itu sendiri sejatinya dilakukan disaat pemain sudah keluar dari pemusatan latihan, itu artinya setiap pemain bebas dan berhak bertemu dengan siapapun serta membahas masalah apapun..
Oke, sekarang kita tinggalkan mas Bepe. Kita beralih ke Tuan-tuan besar yang lagi nongkrong di PSSI.
Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan dan inginkan dengan menjadi pengurus PSSI ? mungkin dulu mereka (sebagaimana yang lainnya) berkampanye bahwa tujuan utamanya adalah memajukan persepakbolaan bangsa ini. tapi apa yang terjadi ????
DOBOL KURO..... (bohong besar dalam bahasa ngapak banyumasan)
sebuah realita bahwa segala sendi urat nadi persepakbolaan negeri ini sudah jadi komoditas politik... yg ada cuma kepentingan-kepentingan politik, kepentingan golongan saja yang dikedepankan dan bahkan kepentingan perut pribadi masing-masing saja yang diutamakan.
ada satu usulan untuk PSSI yang sekarang (katanya) berwajah baru dan segar agar bisa lebih baik dari pendahulunya harusnya lihat, dengar dan rasakan...
LIHAT :
1. Lihat kondisi sekitar,,,
2. Lihat metode2 dari kpengurusan lama, ambil yg baik, buang yg buruk,,
DENGAR :
1. Dengarkan Aspirasi Rakyat yg mencintai persepakbolaan Indonesia
2. Dengarkan saran dan kritik dan cacian sekalipun sbg cambuk utk perbaikan diri ke Depan
RASAKAN :
1. Rasakan bila Anda pada posisi PELATIH
2. Rasakan bila Anda pada posisi PEMAIN
3. Rasakan bila Anda pada posisi SUPPORTER
Dan satu hal yang patut kita ingat bersama :
Bangsa kita selalu dengan bangga mengatakan jika kita adalah bangsa yg ramah, penuh sopan santun serta menjungjung tinggi adat ketimuran. Saya menjadi sangsi, apakah sekarang ini kita masih cukup ramah dan sopan sebagai sebuah bangsa ? atau kita sudah mulai melupakan budaya arif yg sudah turun temurun dari nenek moyang kita tersebut ?
Mari kita tanyakan kepada hati kecil kita masing-masing...
Dicari : Pemimpin yang memimpin
Bagi masyarakat di negeri tercinta kita sosok ini sudah sangat langka dan jarang ditemukan. bahkan bisa dikatakan tidak ada lagi batang hidungnya sekalipun.
Ya, sosok seorang pemimpin yang memimpin. Bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang dan bagi-bagi uang.tapi juga mengangkat mental dan semangat yang sedang drop atau bahkan sedang tak berdaya untuk bernafas bebas.
Sosok pemimpin seharusnya merupakan figur mutlak dimana ada sebuah kelompok,/ organisasi. Dalam pengelihatan sangat tipis pembeda antara pemimpin dan pimpinan, namun akan sangat terasa dalam sebuah sistem yang berjalan apakah sang pucuk diatas itu menerapkan sistem yang menjadi pengayom atau hanya tukang perintah saja.
Pembeda antara sang pemimpin dan pimpinan adalah sikap dalam menajalankan kepengurusan, sang pemimpin akan menjadi seorang yang selalu mengayomi, duduk sama rendah, dan berdiri sama tinggi dengan siapapun. Sedangkan sang pimpinan senantiasa menjadi seorang Jendral, yang selalu siap memerintah tanpa melihat situasi.
Figur pemimpin ideal setidaknya harus mampu berperan sebagai leader (kesepahaman dalam satu pikiran, satu perkataan, dan satu perbuatan dengan benar). Pemimpin perlu berjiwa manajer (memiliki kemampuan dalam hal manajerial), juga entertainer (berkaitan dengan masalah human relation. Pemimpin harus dapat membina hubungan baik dengan sesama manusia secara horizontal dengan pimpinan mana pun, di samping dapat membina hubungan baik dengan bawahannya serta dengan lingkungan sekitarnya), juga memiliki jiwa kewirausahaan.
Pemimpin juga memerlukan jiwa kejuangan yang tinggi, serta keuletan yang tahan banting agar kepemimpinannya bisa berjalan dengan baik tak tersisihkan. Pemimpin menjadi pendorong atau pemberi motivasi bagi bawahannya. Pemimpin harus mampu berperan sebagai perancang di berbagai bidang bagi kemajuan yang dipimpinnya, bertindak layaknya ayah terhadap anak-anaknya dengan penuh kasih, serta menjadi "pelayan" yang bertanggung jawab kepada bawahanya. Kriteria lainnya adalah menjadi guru, pendidik, dan pengajar yang baik serta menjadi "teladan" bagi bawahannya.
Pemimpin dituntut memiliki pengetahuan dan berwawasan tinggi agar tidak kalah dari bawahannya, terampil dan gesit serta cekatan dalam bertindak. Pemimpin ideal selayaknya berpikir tepat sasaran/tajam berpikir karena jika pemimpin keliru atau berspekulasi, akan menghambat kepemimpinannya.
Pemimpin harus memiliki keuletan dan ketekunan yang tinggi. Kepemimpinannya pantang menyerah dan tidak pernah putus asa sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan berhasil guna. Pemimpin dituntut jujur, baik dalam perkataan, pemikiran, maupun perbuatan, sehingga dipercaya (rekan kerja/sejawat/institusinya) atau pun bawahannya.
Di samping itu, pemimpin senantiasa memiliki sikap terbuka untuk dikritik, "legowo", dan bijaksana sehingga mau menerima saran dan terbuka untuk dikritik jika salah atau menyimpang dari aturan yang ditetapkan. Selayaknya pula ia dekat dan dipercaya masyarakat atau rakyatnya.
Pemimpin ideal harus bersikap bijaksana/bajik. Perintah yang diberikan harus dapat dipahami manfaat dan kegunaannya oleh bawahannya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Selayaknya berperilaku dan bertindak sebagaimana orang tua yang bijak dan ramah atau bestari kepada bawahannya karena dapat menumbuhkan rasa nyaman dalam bekerja dan beraktivitas.
Pemimpin berusaha "memikat hati" lewat perbuatan dan tingkah lakunya, ia juga menjadi kebanggaan bagi bawahannya. Kepemimpinannya harus mampu membujuk dan menenteramkan hati dengan menumbuhkan semangat kerja bawahannya. Pemimpin tidak segan-segan memuji, mengulas, dan mengoreksi bawahannya secara santun.
Kaidahnya berpijak kepada kuantitas dan kualitas hubungan antarmanusia, dalam kondisi yang tidak kaku dan tidak otoriter. Dalam proses komunikasi harus tetap menggunakan asas silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Sosok kepemimpinan adalah sosok yang tidak semua orang punya. Tetapi setiap orang bisa memilikinya, asalkan dia bisa merubah faktor psikologinya.... Sangat jarang ada orang yang terlahir dengan karakter yang sempurna, karena semuanya itu tetap membutuhkan sebuah proses dan senantiasa mau berusaha berubah menjadi pribadi yang dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Dedicated to my Favourite Leader : Mahmud Ahmadinejad
Sumber Tulisan : Suara Merdeka
Ya, sosok seorang pemimpin yang memimpin. Bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang dan bagi-bagi uang.tapi juga mengangkat mental dan semangat yang sedang drop atau bahkan sedang tak berdaya untuk bernafas bebas.
Sosok pemimpin seharusnya merupakan figur mutlak dimana ada sebuah kelompok,/ organisasi. Dalam pengelihatan sangat tipis pembeda antara pemimpin dan pimpinan, namun akan sangat terasa dalam sebuah sistem yang berjalan apakah sang pucuk diatas itu menerapkan sistem yang menjadi pengayom atau hanya tukang perintah saja.
Pembeda antara sang pemimpin dan pimpinan adalah sikap dalam menajalankan kepengurusan, sang pemimpin akan menjadi seorang yang selalu mengayomi, duduk sama rendah, dan berdiri sama tinggi dengan siapapun. Sedangkan sang pimpinan senantiasa menjadi seorang Jendral, yang selalu siap memerintah tanpa melihat situasi.
Figur pemimpin ideal setidaknya harus mampu berperan sebagai leader (kesepahaman dalam satu pikiran, satu perkataan, dan satu perbuatan dengan benar). Pemimpin perlu berjiwa manajer (memiliki kemampuan dalam hal manajerial), juga entertainer (berkaitan dengan masalah human relation. Pemimpin harus dapat membina hubungan baik dengan sesama manusia secara horizontal dengan pimpinan mana pun, di samping dapat membina hubungan baik dengan bawahannya serta dengan lingkungan sekitarnya), juga memiliki jiwa kewirausahaan.Pemimpin juga memerlukan jiwa kejuangan yang tinggi, serta keuletan yang tahan banting agar kepemimpinannya bisa berjalan dengan baik tak tersisihkan. Pemimpin menjadi pendorong atau pemberi motivasi bagi bawahannya. Pemimpin harus mampu berperan sebagai perancang di berbagai bidang bagi kemajuan yang dipimpinnya, bertindak layaknya ayah terhadap anak-anaknya dengan penuh kasih, serta menjadi "pelayan" yang bertanggung jawab kepada bawahanya. Kriteria lainnya adalah menjadi guru, pendidik, dan pengajar yang baik serta menjadi "teladan" bagi bawahannya.
Pemimpin dituntut memiliki pengetahuan dan berwawasan tinggi agar tidak kalah dari bawahannya, terampil dan gesit serta cekatan dalam bertindak. Pemimpin ideal selayaknya berpikir tepat sasaran/tajam berpikir karena jika pemimpin keliru atau berspekulasi, akan menghambat kepemimpinannya.
Pemimpin harus memiliki keuletan dan ketekunan yang tinggi. Kepemimpinannya pantang menyerah dan tidak pernah putus asa sehingga semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan berhasil guna. Pemimpin dituntut jujur, baik dalam perkataan, pemikiran, maupun perbuatan, sehingga dipercaya (rekan kerja/sejawat/institusinya) atau pun bawahannya.
Di samping itu, pemimpin senantiasa memiliki sikap terbuka untuk dikritik, "legowo", dan bijaksana sehingga mau menerima saran dan terbuka untuk dikritik jika salah atau menyimpang dari aturan yang ditetapkan. Selayaknya pula ia dekat dan dipercaya masyarakat atau rakyatnya.
Pemimpin ideal harus bersikap bijaksana/bajik. Perintah yang diberikan harus dapat dipahami manfaat dan kegunaannya oleh bawahannya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Selayaknya berperilaku dan bertindak sebagaimana orang tua yang bijak dan ramah atau bestari kepada bawahannya karena dapat menumbuhkan rasa nyaman dalam bekerja dan beraktivitas.
Pemimpin berusaha "memikat hati" lewat perbuatan dan tingkah lakunya, ia juga menjadi kebanggaan bagi bawahannya. Kepemimpinannya harus mampu membujuk dan menenteramkan hati dengan menumbuhkan semangat kerja bawahannya. Pemimpin tidak segan-segan memuji, mengulas, dan mengoreksi bawahannya secara santun.
Kaidahnya berpijak kepada kuantitas dan kualitas hubungan antarmanusia, dalam kondisi yang tidak kaku dan tidak otoriter. Dalam proses komunikasi harus tetap menggunakan asas silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Sosok kepemimpinan adalah sosok yang tidak semua orang punya. Tetapi setiap orang bisa memilikinya, asalkan dia bisa merubah faktor psikologinya.... Sangat jarang ada orang yang terlahir dengan karakter yang sempurna, karena semuanya itu tetap membutuhkan sebuah proses dan senantiasa mau berusaha berubah menjadi pribadi yang dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
Dedicated to my Favourite Leader : Mahmud Ahmadinejad
Sumber Tulisan : Suara Merdeka
Selamat Idul Fitri 1432 H
Segenap Keluarga Besar Ngatmow Prawierow mengucapkan
Selamat Idul Fitri 1432 H
Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga di hari kemenangan ini semua salah serta khilaf kita semua terlebur dalam alunan tembang kemerdekaan dan kidung fitri.....
Semoga kita semua mendapat berkah dan anugerah yang semakin indah seiring tali silaturahim yang semakin tak tergoyah......


