Perbedaan Blackberry refurbish, black market dan Blackberry resmi garansi RIM
Hari gini siapa sih yang nggak kenal BB alias Blackberry ?
Blackberry bisa dibilang adalah smartphone yang lagi booming di Indonesia (yang mulai berbudaya plagiatisme) beberapa waktu terakhir. Peruntukannya yang semula adalah sebagai smartphone bisnis, beralih menjadi ponsel gaya gengsi bagi beberapa orang. Maka tak heran, saat ini remaja SMA bahkan bocah SMP sudah menenteng smartphone asal Kanada ini.
Namun banyaknya peredaran Blackberry di pasaran justru berbalik menjadi tahap mengkhawatirkan. Ketidaktahuan konsumen dan calon pembeli yang ingin memiliki smartphone bisnis ini justru dimanfaatkan oleh para penjual nakal. Maka tak heran, Blackberry refurbish banyak beredar dengan diakui sebagai 'barang baru' oleh si penjual.
Blackberry refurbish adalah Blackberry bekas / second yang mendapatkan 'sentuhan' sehingga tampak seperti baru. Penjual yang jujur biasanya mengatakan 'sentuhan' apa saja yang dia lakukan untuk membuat handheld Blackeberry yang ia jual tampak seperti baru, dan si penjual tetap menyebutnya sebagai BB refurbish. Namun ada juga penjual yang 'nakal', dan mengatakan BB yang ia jual adalah NEW.
Bahkan belakangan juga marak dengan beredarnya Blackberry murah yang diklaim sebagai barang black market. Tentu saja ini menjadikan tawaran menggiurkan bagi yang sedang mengincar smartphone bisnis. Namun, black market berarti masuk secara tidak resmi ke pasaran Indonesia. Dan untuk itu ada beberapa konsekuensi yang harus anda terima.
Untuk itu, ada beberapa tips bagi anda yang sedang mengincar handheld keluaran Research in Motion (RIM) ini. Tips ini bermanfaat untuk anda agar dapat mengetahui perbedaan antara Blackberry refurbish, black market dan Blackberry resmi garansi RIM.
Perbedan Yang Terlihat Pada Dus atau Kotak Blackberry :
Blacberry Refurbish : Sablon dus kasar, dibagian bawah biasanya tidak terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, biasanya disisi kanan tidak ada stiker identitas handheld.
Blackberry Black Market : Sablon halus, dibagian bawah terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus bergambar BB dan berlogo sesuai dengan vendor yg mengeluarkan/memproduksi blackberry tersebut ( tapi ada juga yg hanya berwarna hitam seperti dus resmi.
Blackberry Resmi RIM : Sablon halus, dibagian bawah terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus berwarna hitam tidak ada gambar BB hanya ada tulisan Blackberry di bagian atasnya.
Perbedaan Blackberry Yang Terlihat dari Tampilan Logonya
Blackberry Refurbish : Biasanya logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser tidak sesuai dengan di dus ( ex : di BB pada saat welcome screen keluar tulisan T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Body BB ada tulisan T-Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Internet browser ( selama masih memakai themes standard ) berlogo T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile).
Blackberry Black Market : Logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser sesuai dengan di dus ( selama masih memakai themes standard ).
Blackberry Resmi RIM : Tidak ada logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser, kecuali Blackberry tersebut dikeluarkan bundling operator Indonesia.
Perbedaan yang Dilihat dari PIN dan IMEI
Blackberry Refurbish : Biasanya PIN dan IMEI pada Blackberry refurbish tidak sama dengan numbering plan serta box Blackberry tersebut. Bahkan ada beberapa yang PIN selalu berubah-ubah.
Blackberry Black Market : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device dan vendor, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi "This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed".
Blackberry Resmi RIM : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi "This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed".
Untuk mengecek PIN dan IMEI pada handheld Blackberry, pada tampilan homescreen klik Options lalu pilih status, tekan tombol Shift + ALT + H bersamaan. Nomor IMEI dan PIN Blackberry pada handheld tersebut akan muncul. Dan anda dapat samakan dengan numbering plan atau box handheld tersebut.
Nah tips berikut adalah cara membedakan antara Blackberry asli dengan Blackberry tiruan atau palsu.

Blackberry bisa dibilang adalah smartphone yang lagi booming di Indonesia (yang mulai berbudaya plagiatisme) beberapa waktu terakhir. Peruntukannya yang semula adalah sebagai smartphone bisnis, beralih menjadi ponsel gaya gengsi bagi beberapa orang. Maka tak heran, saat ini remaja SMA bahkan bocah SMP sudah menenteng smartphone asal Kanada ini.
Namun banyaknya peredaran Blackberry di pasaran justru berbalik menjadi tahap mengkhawatirkan. Ketidaktahuan konsumen dan calon pembeli yang ingin memiliki smartphone bisnis ini justru dimanfaatkan oleh para penjual nakal. Maka tak heran, Blackberry refurbish banyak beredar dengan diakui sebagai 'barang baru' oleh si penjual.
Blackberry refurbish adalah Blackberry bekas / second yang mendapatkan 'sentuhan' sehingga tampak seperti baru. Penjual yang jujur biasanya mengatakan 'sentuhan' apa saja yang dia lakukan untuk membuat handheld Blackeberry yang ia jual tampak seperti baru, dan si penjual tetap menyebutnya sebagai BB refurbish. Namun ada juga penjual yang 'nakal', dan mengatakan BB yang ia jual adalah NEW.
Bahkan belakangan juga marak dengan beredarnya Blackberry murah yang diklaim sebagai barang black market. Tentu saja ini menjadikan tawaran menggiurkan bagi yang sedang mengincar smartphone bisnis. Namun, black market berarti masuk secara tidak resmi ke pasaran Indonesia. Dan untuk itu ada beberapa konsekuensi yang harus anda terima.
Untuk itu, ada beberapa tips bagi anda yang sedang mengincar handheld keluaran Research in Motion (RIM) ini. Tips ini bermanfaat untuk anda agar dapat mengetahui perbedaan antara Blackberry refurbish, black market dan Blackberry resmi garansi RIM.
Perbedan Yang Terlihat Pada Dus atau Kotak Blackberry :
Blacberry Refurbish : Sablon dus kasar, dibagian bawah biasanya tidak terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, biasanya disisi kanan tidak ada stiker identitas handheld.
Blackberry Black Market : Sablon halus, dibagian bawah terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus bergambar BB dan berlogo sesuai dengan vendor yg mengeluarkan/memproduksi blackberry tersebut ( tapi ada juga yg hanya berwarna hitam seperti dus resmi.
Blackberry Resmi RIM : Sablon halus, dibagian bawah terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, disisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus berwarna hitam tidak ada gambar BB hanya ada tulisan Blackberry di bagian atasnya.
Perbedaan Blackberry Yang Terlihat dari Tampilan Logonya
Blackberry Refurbish : Biasanya logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser tidak sesuai dengan di dus ( ex : di BB pada saat welcome screen keluar tulisan T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Body BB ada tulisan T-Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile, di Internet browser ( selama masih memakai themes standard ) berlogo T- Mobile tapi dus polos / bukan dus keluaran T-Mobile).
Blackberry Black Market : Logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser sesuai dengan di dus ( selama masih memakai themes standard ).
Blackberry Resmi RIM : Tidak ada logo pada bodi, welcome screen & Internet Browser, kecuali Blackberry tersebut dikeluarkan bundling operator Indonesia.
Perbedaan yang Dilihat dari PIN dan IMEI
Blackberry Refurbish : Biasanya PIN dan IMEI pada Blackberry refurbish tidak sama dengan numbering plan serta box Blackberry tersebut. Bahkan ada beberapa yang PIN selalu berubah-ubah.
Blackberry Black Market : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device dan vendor, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi "This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed".
Blackberry Resmi RIM : PIN tetap / static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi "This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed".
Untuk mengecek PIN dan IMEI pada handheld Blackberry, pada tampilan homescreen klik Options lalu pilih status, tekan tombol Shift + ALT + H bersamaan. Nomor IMEI dan PIN Blackberry pada handheld tersebut akan muncul. Dan anda dapat samakan dengan numbering plan atau box handheld tersebut.
Nah tips berikut adalah cara membedakan antara Blackberry asli dengan Blackberry tiruan atau palsu.

1. Langkah pertama adalah cek PIN dan IMEI. Blackberry Tiruan tidak akan mempunyai nomor PIN. Pada Home Screen klik Option dan pilih Status (tekan SHIFT+ALT+H), IMEI dan PIN BB Asli akan sama bila dicocokan dengan yang tertera di DUS.
2. Klik Options-Status dan ketik BUYR, pada Blackberry Asli dan baru, akan menampilkan angka nol yang berarti bahwa Blackberry tersebut belum pernah dipakai. Jika menampilkan angka seperti Voice Usage Exeeding 15 Minutes, BB tersebut asli namun sekon alias pernah dipakai. Pada Blackberry Tiruan tidak ada menu seperti ini.
3. Blackberry tiruan tentu saja tidak akan bisa ditambah Aplikasi Blackberry dari Blackberry App World bahkan aplikasinya cenderung tidak bisa dirubah (ditambah atau dikurangi).
4. Tidak ada salahnya anda cek keasliannya dengan cara mencium Blackberry yang baru Anda beli. Blackberry yang benar-benar baru biasanya mengeluarkan aroma metal bercampur kulit. Aromanya sangat khas.
Ingat, Jangan tergiur dan tertarik oleh dus atau segel plastik, karena semua kemasan barang bisa dibuat sendiri.
Benarkah Pancasila Masih Sakti ?
Tadi pagi aku ikut upacara hari Kesaktian Pancasila yang jadi agenda rutin tiap tahun. emang PNS wajb ikut upacara ini sebagai bentuk "tanggungjawab" nya kepada baju korprinya.
Pas pembacaan ikrar bahwa kami (selaku Pegawe Negeri) akan tetap menjaga harkat dan martabat serta kesaktian Pancasila, aku jadi berpikir ...
entahlah.....
Pancasila yang dulu merupakan pandangan hidup Bangsa, sekarang seolah hanya terdengar sayup-sayup, nyaris tidak terdengar, ada dan tiada, kalaupun ada sebatas formalitas yang selalu dibacakan oleh Irup dan diucap ulang oleh peserta dan tamu undangan pada setiap upacara Peringatan Hari Besar Nasional saja.
Menurut Suharizal (penulis pada kolom Pikiran Rakyat), bahwa ada semacam kekhawatiran mengangkat Pancasila dapat dianggap tidak reformis sehingga kedudukan Pancasila kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal ini kemungkinan pengaruh diterbitkannya TAP MPR RI No. XVII/MPR/1998 Tentang Pencabutan TAP MPR RI No. II/MPR/1978 Tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Pemerintah dan sebagian masyarakat seolah memandang trauma terhadap Pancasila terutama P4 yang hingga kini masih terjadi silang pendapat terhadap TAP MPR tersebut.
Pancasila cenderung menjadi marginal karena terlanjur “tercemar” oleh kebijakan politik masa lalu sebagai mesin politik, adanya liberalisasi politik yang menghapuskan Pancasila sebagai satu-satunya azas, pengaruh desentralisasi dan otonomi daerah yang mendorong penguatan sentimen daerah, serta pengaruh kuat derasnya arus globalisasi yang menggerus jati diri dan identitas nasional. Pada beberapa tokoh reformis memandang Pancasila bukan ideologi melainkan hanya kontrak sosial yang dirumuskan para Founding Father pada saat mendirikan negara ini. Sehingga menurut Suharizal hampir 70 % Perguruan Tinggi saat ini menghilangkan mata kuliah Pancasila. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan patut dipertanyakan sampai dimana memori bangsa ini yang selama 32 tahun diindoktrinasi Pancasila ternyata tidak banyak menyentuh pemahaman publik terhadap ideologi Pancasila ini.
Oke sekarang kita kembali ke memori jaman SD dulu waktu setiap siswa (termasuk aku) wajib menghafalkan Pancasila dan mengikuti mata pelajaran PMP. Masih ingatkah kita isi dari Pancasila ?
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Adanya pem-bom-an Gereja di Solo beberapa waktu yang lalu, serta banyaknya aksi kerusuhan antarumat beragama membuat aku sangsi dengan masih bertahannya Sila pertama ini di hati nurani segenap warga Indonesia. Mungkin memang hal tersebut hanya dilakukan oleh beberapa oknum saja yang berpikiran sempit. Tapi justru yang perlu dikhawatirkan adalah munculnya benih-benih kebencian dan dendam yang akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini untuk kembali terpecah belah. Maih adakah toleransi beragama sekarang ini ? itu yang harus kita pertanyakan dalam diri kita masing-masing.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Masih ingat kasus Prita Mulyasari ? apakah apa yang dilakukan pihak penuntut masih menggunakan hati nurani dan asas kemanusiaan yang (harusnya) beradab ? Apakah Adil jika seorang pencuri ayam dihukum lebih berat (bahkan mati) bila dibandingkan dengan maling uang rakyat bermilyar-milyar ? Masih adilkah negara ini, ketika sang mafia pajak hanya dihukum 2 taun penjara dan setelah itu bisa bebas dan mungkin kembali beroperasi menjadi mafia pajak lagi ?
3. Persatuan Indonesia
Apakah hal ini masih relevan dengan kenyataan bahwa hampir setiap hari kita lihat adanya tawuran antar warga, pelajar dan antar suku bangsa muncul di berbagai surat kabar dan media massa ? apakah masih pantas kita mengaku Pancasila masih sakti kalau kita sendiri masih sangat membenci (maaf) Etnis minoritas di sekitar kita seperti etnis (maaf lagi) Tionghoa misalnya ? apakah kita tidak malu kalau dengan suara lantang masih menyerukan kalimat "yang penting bukan orang Cina yang jadi bupati kita..." pada Pilkada di daerah masing-masing meskipun sejujurnya orang yang dimaksud mempunyai potensi yang sangat besar ?....
Bullshit kita semuanya.....
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Hmm… ini lebih parah lagi. DPR bukan lagi mewakili rakyat di majelis. Tapi justru menjadi musush abadi umat sekarang ini. Mereka selalu berusaha untuk memperkaya diri sendiri. Mementingkan ego politik sendiri tanpa memperjuangkan suara-suara rakyat. Bahkan rakyat pun sudah tak ada kepercayaan pada DPR tersebut. Jadi apakah pasal 4 tersebut masih berlaku???
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Adilkah ketika banyak terjadi pembedaan-pembedaan dalam hukum, dimana yang kaya dan berkuasa kebal hukum sementara si miskin di hukum habis-habisan? Adilkah bangsa ini manakala ada seorang petani mengeluhkan harga jual hasil buminya yang susah payah dirawatnya sementara kemudian dengan entengnya pemerintah pusat malah memutuskan untuk import barang hasil bumi yang sama dari bangsa tetangga dan secara otomatis "membunuh" para petani tersebut..... Adilkah bangsa ini manakala kita jumpai seorang pegawai negeri berstatus staff murung karena kesulitan membangun rumahnya (meskipun sudah menggadaikan SK PNS nya) sementara ada seorang pejabat tinggi mampu membangun 3 rumah sekaligus dengan masing-masing seharga hampir 2 M dengan uang kas negara dengan senyum merona diwajahnya (bagaimana pula dengan orang-orang yang berada dibawah kelas pegawai negeri tersebut)?
Ya, masih saktikah Pancasila ketika pasal-pasalnya sudah tak diamalkan lagi ???
Memang Pancasila bukanlah agama melainkan vision of state atau kumpulan dari nilai dan visi yang hendak diraih oleh bangsa Indonesia. Pancasila tetap harus konsisten dan konsekuen dilaksanakan oleh para pemimpin dan masyarakat karena memiliki nilai-nilai luhur yang sangat sesuai dengan karakter bangsa yang tercermin dalam setiap Sila dari Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Pancasila sudah seharusnya diyakini masih relevan dengan situasi dan era manapun dan tetap sakti untuk menangkal segala ancaman dan tantangan masuknya paham/ideologi asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.
Ke depan, guna menguatkan Pancasila sebagai Vision of state paling tidak ada dua persoalan yang penting menjadi agenda bersama. Pertama, membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila harus turun dari menara gadingnya untuk menjadi kajian yang implementatif; Kedua, internalisasi nilai-nilai Pancasila, baik melalui pendidikan formal maupun non formal (masyarakat) menjadi sebuah kebutuhan tentunya dengan revitalisasi sistem lam yang terbukti gagal dalam mengawal ideologisasi Pancasila. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan keluarga menjadi penting dalam internalisasi pancasila secara non formal; Ketiga, Pemerintah diwajibkan untuk melahirkan political will yang harus disertai juga dengan political action dalam upaya memperkuat peran dan implementasi Pancasila. Sebagai pemangku kepentingan utama dalam upaya sosialisasi dan implementasi Pancasila, maka Pemerintah dengan segenap pelakunya wajib untuk menjiwai Pancasila dan menjadi teladan bagi publik, artinya perilaku korupsi, tidak disiplin, egois, malas harus segera ditinggalkan.
Sejumlah pertanyaan yang selalu menggelayut di pikiran ini memang akan selalu menghantui pemikiran orang yang awam akan politik. Sampai-sampai pertanyaan yang cukup mengganggu alam pikir kita, “apakah semua kejadian yang membuat suram negeri ini masih merupakan skenario politis para tokoh politis kita? lalu masih sakti-kah Pancasila untuk negeri ini?”.
Dan dalam konteks pertanyaan masih saktikah Pancasila ?
Pas pembacaan ikrar bahwa kami (selaku Pegawe Negeri) akan tetap menjaga harkat dan martabat serta kesaktian Pancasila, aku jadi berpikir ...
- Masih adakah Pancasila di negeri ini?
- Apa benar saat ini Pancasila masih Sakti ?
- Apa benar kami harus selalu menjaga itu semua sedangkan orang-orang yang berada "diatas' kami justru mengobrak-abriknya dengan segala atribut kepentingan partai.
- Apa benar bangsa ini masih punya harkat dan martabat lagi ? sementara masyarakatnya sudah pesimis dan malu "beratribut" Indonesia...
entahlah.....
Pancasila yang dulu merupakan pandangan hidup Bangsa, sekarang seolah hanya terdengar sayup-sayup, nyaris tidak terdengar, ada dan tiada, kalaupun ada sebatas formalitas yang selalu dibacakan oleh Irup dan diucap ulang oleh peserta dan tamu undangan pada setiap upacara Peringatan Hari Besar Nasional saja.
Menurut Suharizal (penulis pada kolom Pikiran Rakyat), bahwa ada semacam kekhawatiran mengangkat Pancasila dapat dianggap tidak reformis sehingga kedudukan Pancasila kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Hal ini kemungkinan pengaruh diterbitkannya TAP MPR RI No. XVII/MPR/1998 Tentang Pencabutan TAP MPR RI No. II/MPR/1978 Tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Pemerintah dan sebagian masyarakat seolah memandang trauma terhadap Pancasila terutama P4 yang hingga kini masih terjadi silang pendapat terhadap TAP MPR tersebut.
Pancasila cenderung menjadi marginal karena terlanjur “tercemar” oleh kebijakan politik masa lalu sebagai mesin politik, adanya liberalisasi politik yang menghapuskan Pancasila sebagai satu-satunya azas, pengaruh desentralisasi dan otonomi daerah yang mendorong penguatan sentimen daerah, serta pengaruh kuat derasnya arus globalisasi yang menggerus jati diri dan identitas nasional. Pada beberapa tokoh reformis memandang Pancasila bukan ideologi melainkan hanya kontrak sosial yang dirumuskan para Founding Father pada saat mendirikan negara ini. Sehingga menurut Suharizal hampir 70 % Perguruan Tinggi saat ini menghilangkan mata kuliah Pancasila. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan patut dipertanyakan sampai dimana memori bangsa ini yang selama 32 tahun diindoktrinasi Pancasila ternyata tidak banyak menyentuh pemahaman publik terhadap ideologi Pancasila ini.
Oke sekarang kita kembali ke memori jaman SD dulu waktu setiap siswa (termasuk aku) wajib menghafalkan Pancasila dan mengikuti mata pelajaran PMP. Masih ingatkah kita isi dari Pancasila ?- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Adanya pem-bom-an Gereja di Solo beberapa waktu yang lalu, serta banyaknya aksi kerusuhan antarumat beragama membuat aku sangsi dengan masih bertahannya Sila pertama ini di hati nurani segenap warga Indonesia. Mungkin memang hal tersebut hanya dilakukan oleh beberapa oknum saja yang berpikiran sempit. Tapi justru yang perlu dikhawatirkan adalah munculnya benih-benih kebencian dan dendam yang akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini untuk kembali terpecah belah. Maih adakah toleransi beragama sekarang ini ? itu yang harus kita pertanyakan dalam diri kita masing-masing.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Masih ingat kasus Prita Mulyasari ? apakah apa yang dilakukan pihak penuntut masih menggunakan hati nurani dan asas kemanusiaan yang (harusnya) beradab ? Apakah Adil jika seorang pencuri ayam dihukum lebih berat (bahkan mati) bila dibandingkan dengan maling uang rakyat bermilyar-milyar ? Masih adilkah negara ini, ketika sang mafia pajak hanya dihukum 2 taun penjara dan setelah itu bisa bebas dan mungkin kembali beroperasi menjadi mafia pajak lagi ?
3. Persatuan Indonesia
Apakah hal ini masih relevan dengan kenyataan bahwa hampir setiap hari kita lihat adanya tawuran antar warga, pelajar dan antar suku bangsa muncul di berbagai surat kabar dan media massa ? apakah masih pantas kita mengaku Pancasila masih sakti kalau kita sendiri masih sangat membenci (maaf) Etnis minoritas di sekitar kita seperti etnis (maaf lagi) Tionghoa misalnya ? apakah kita tidak malu kalau dengan suara lantang masih menyerukan kalimat "yang penting bukan orang Cina yang jadi bupati kita..." pada Pilkada di daerah masing-masing meskipun sejujurnya orang yang dimaksud mempunyai potensi yang sangat besar ?....
Bullshit kita semuanya.....
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Hmm… ini lebih parah lagi. DPR bukan lagi mewakili rakyat di majelis. Tapi justru menjadi musush abadi umat sekarang ini. Mereka selalu berusaha untuk memperkaya diri sendiri. Mementingkan ego politik sendiri tanpa memperjuangkan suara-suara rakyat. Bahkan rakyat pun sudah tak ada kepercayaan pada DPR tersebut. Jadi apakah pasal 4 tersebut masih berlaku???
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Adilkah ketika banyak terjadi pembedaan-pembedaan dalam hukum, dimana yang kaya dan berkuasa kebal hukum sementara si miskin di hukum habis-habisan? Adilkah bangsa ini manakala ada seorang petani mengeluhkan harga jual hasil buminya yang susah payah dirawatnya sementara kemudian dengan entengnya pemerintah pusat malah memutuskan untuk import barang hasil bumi yang sama dari bangsa tetangga dan secara otomatis "membunuh" para petani tersebut..... Adilkah bangsa ini manakala kita jumpai seorang pegawai negeri berstatus staff murung karena kesulitan membangun rumahnya (meskipun sudah menggadaikan SK PNS nya) sementara ada seorang pejabat tinggi mampu membangun 3 rumah sekaligus dengan masing-masing seharga hampir 2 M dengan uang kas negara dengan senyum merona diwajahnya (bagaimana pula dengan orang-orang yang berada dibawah kelas pegawai negeri tersebut)?
Ya, masih saktikah Pancasila ketika pasal-pasalnya sudah tak diamalkan lagi ???
Memang Pancasila bukanlah agama melainkan vision of state atau kumpulan dari nilai dan visi yang hendak diraih oleh bangsa Indonesia. Pancasila tetap harus konsisten dan konsekuen dilaksanakan oleh para pemimpin dan masyarakat karena memiliki nilai-nilai luhur yang sangat sesuai dengan karakter bangsa yang tercermin dalam setiap Sila dari Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika. Pancasila sudah seharusnya diyakini masih relevan dengan situasi dan era manapun dan tetap sakti untuk menangkal segala ancaman dan tantangan masuknya paham/ideologi asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.
Ke depan, guna menguatkan Pancasila sebagai Vision of state paling tidak ada dua persoalan yang penting menjadi agenda bersama. Pertama, membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila harus turun dari menara gadingnya untuk menjadi kajian yang implementatif; Kedua, internalisasi nilai-nilai Pancasila, baik melalui pendidikan formal maupun non formal (masyarakat) menjadi sebuah kebutuhan tentunya dengan revitalisasi sistem lam yang terbukti gagal dalam mengawal ideologisasi Pancasila. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan keluarga menjadi penting dalam internalisasi pancasila secara non formal; Ketiga, Pemerintah diwajibkan untuk melahirkan political will yang harus disertai juga dengan political action dalam upaya memperkuat peran dan implementasi Pancasila. Sebagai pemangku kepentingan utama dalam upaya sosialisasi dan implementasi Pancasila, maka Pemerintah dengan segenap pelakunya wajib untuk menjiwai Pancasila dan menjadi teladan bagi publik, artinya perilaku korupsi, tidak disiplin, egois, malas harus segera ditinggalkan.
Sejumlah pertanyaan yang selalu menggelayut di pikiran ini memang akan selalu menghantui pemikiran orang yang awam akan politik. Sampai-sampai pertanyaan yang cukup mengganggu alam pikir kita, “apakah semua kejadian yang membuat suram negeri ini masih merupakan skenario politis para tokoh politis kita? lalu masih sakti-kah Pancasila untuk negeri ini?”.
sudah waktunya para pemimpin nasional berbicara tentang pentingnya Pancasila (tanpa ada “order politik”) dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dan memberikan perhatian khusus kepada ideologi pemersatu ini, kalau memang peduli terhadap keselamatan dan kemakmuran bangsa Indonesia.
Dan dalam konteks pertanyaan masih saktikah Pancasila ?
Jawabannya mungkin saja masih tapi dengan suatu cara yang sedikit labih rumit.........
Katanya Cara Membobol Akses Jaringan Hotspot
Bagi kita para pengguna internet dan penikmat gratisan, apalagi yang suka menggunakan fasilitas wi-fi, sering kita jumpai adanya area wi-fi yang dipasword oleh pemilik nya. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin cerdasnya manusia, sekarang untuk mencari pasword yang digunakan oleh seseorang dalam mengakses hotspot yang bisanya menggunakan kartu prepaid atau member dari suatu warnet lho! perhatikan baik-baik ya!Alat yang perlu dipersiapkan :
- Seperangkat Laptop atau PC yang kita gunakan, yang penting sinyal hotspotnya sampai.
- Charger laptop (buat jaga-jaga kalau keasyikan internetan gratis sampai lupa waktu).
Software yang diperlukan :
1. AngryIP Scanner (108 kb) : ini software untuk scanning ip dan mencari mac address korban. Softwarenya bisa di download disini. Tinggal pakai alias gak perlu instalasi.
2. Mac Addres Chager (312 kb) : software ini dipergunkan untuk mengganti mac addres kita.
"Mac Address ? MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI ."
Softwarenya bisa didownload disini. Langsung aja sekarang ke caranya :
- Cari lokasi penyedia layanan hotspot, tentunya di daerah yang terjangkau jaringan hotspot tersebut.
- Hidupkan laptop anda, dan hidupkan pula wireless network anda dan lihat di sistem tray icon wireless network, kemudian klik kanan dan pilih view avalible wireless network, dan tentunya setelah itu anda harus connect ke wireless hotspot tujuan anda.
- Setelah connect, klik kanan sistem tray dan pilih status pilih tab detail, kelihatan disana IP yang diberikan kepada kita. Catat IP tersebut.
- Buka Program AngryIP Scanner dan isikan ip range yang akan kita scan (pakai data ip kita tadi) pada bagian atas. Misalnya : IP yang kita dapat xxx.xxx.x.xx kemuadian masukkan pada kolom range pertama ip kita sesuai dengan ip yang tadi namun ganti angka di bagian akhir dengan 1 menjadi xxx.xxx.x.1 dan pada kolom kedua tuliskan sama namun angka satu diakhir itu ganti dengan 255 menjadi xxx.xxx.x.255. hasilnya xxx.xxx.x.1 to xxx.xxx.x.255 dan klik start (tombol merah).
- Setelah melakukan scanning maka kita akan mendapatkan data ip yang hidup yang terkoneksi dengan hotspot tersebut. setelah scanning selesai maka lihat ip yang hidup (alive host) warna biru klik kanan pada ip yang hidup Klik kanan pada ip yang warna biru tadi klik kanan show mac address dan akan ada kode mac addres (terkadang ada mac addressnya tidak tampil, pilih saja ip yang lainnya). Catat mac address yang kita dapatkan.
- Buka Program Mac Address Changer yang telah kita persiapkan. Disana ada field mac address. Nah sekarang tinggal ganti mac address tersebut dengan yang kita dapatkan tadi dan tekan change mac id.
- Tunggu karena mac kita akan diganti dan koneksi sementara terputus dan konek lagi otomatis sendiri.
- Masuk web browser firefox atau apa saja. Nikmati Internet Gratisnya..
Untuk Sacanning Ip saya juga bisa gunakan aplikasi the dude untuk mengetahui kondisi koneksi komputer-komputer ke hotspot.
Kalo mau pake software juga ada beberapa pilihan kok. Contohnya :
1. NetStumbler
Netstumbler yang dikenal sebagai Jaringan Stumbleris suatu alat acilitates detecting dari Wireless Lans menggunakan Wireless 802.11b, 802.11a dan 802.11g WLAN standar yang berjalan pada sistem operasi dari microsoft Win98 – Win Vista, ada versi lain juga yang disebut Anothere Mini Stumbler yang menggunakan sistem operasi Windows CE. Untuk alat” kecil yang bisa di genggam.
Download : NetStumbler
2. Aircrack
Tercepat untuk WEP / WPA cracking tool Aircrack adalah suite alat untuk 802.11a/b/g WEP dan WPA cracking. Hal ini dapat dilakukan dalam 40 sampai 512-bit password WEP dan hanya sekali dienkripsi paket” telah dikumpulkan. Aircrack juga dapat menyerang WPA 1 atau 2 jaringan dengan menggunakan metode lanjutan cryptographic kasar atau memaksa. Suite yang mencakup airodump (802,11 sebuah paket pengambil program), aireplay (802,11 sebuah paket suntikan program), aircrack (statis WEP dan WPA-PSK cracking), dan airdecap (decrypts WEP / WPA)
Download : Aircrack
3. Airsnort
802,11 WEP Encryption Cracking Tool AirSnort adalah LAN nirkabel (WLAN) tool yang digunakan untuk merecover enkripsi password. Ia dikembangkan oleh shmoo kelompok pasif dan dioperasikan oleh pemantauan transmisi, komputasi enkripsi password akan dilakukan bila paket telah dikumpulkan.
Download : Airsnort
4. Cowpatty
Cowpatty ini adalah tools yang baik untuk memaksa cracking WPA-PSK, yang dianggap “WEP Baru” untuk Home Wireless Security. Program ini hanya mencoba bunch dari berbagai pilihan dari kamus file untuk melihat dan menemukan apa yang didefinisikan sebagai Pre-Shared Key.
Download : Cowpatty
5. Asleap
Alat ini sangat bagus ketika menggunakan jaringan Leap. Alat ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data otentikasi yang sedang lewat di jaringan, dan ini dapat di sniffed sehingga bisa di crack. Leap tidak melindungi otentikasi lainnya seperti “real” EAP, yang merupakan alasan utama mengapa Leap dapat mudah rusak.
Download : Asleap
6. Ethereal
Ethereal digunakan oleh seluruh dunia oleh kedua sistem operasi dan opensource, yang digunakan untuk mengatasi masalah, analisis, dan perangkat lunak protokol pembangunan, dan pendidikan. Memiliki semua fitur-fitur standar yang akan diharapkan dalam analisa protokol, dan beberapa fitur tidak dilihat pada setiap produk. Lisensi open source memungkinkan penambahan perangkat tambahan bagi anda” yang memiliki keahlian.
Download : Ethereal
Sumber : iwank
Tips Sok Sibuk
Malas. itu dia musuh utama kita sebagai manusia yang pengen maju dan berkarya. Tapi adakalanya juga malas yang menyerang itu ternyata justru membawa efek yang berbeda dari pada kita lho.
kata kunci yang perlu kita lakukan adalah : Pura-pura sibuk saja. Pasalnya banyak keuntungan yang bisa didapat dari pada terlihat tak ada kerjaan atau bermalas-malasan. Selain tampak antusias terhadap pekerjaan, terlihat sibuk bisa membuat atasan terpesona pada kita. Apalagi kalo kita adalah penghuni kantor baru yang belum banyak dapat limpahan pekerjaan. Bagaimana caranya?
1. Gunakan Laptop atau Komputer sebagai Kamuflase.
Sekarang ini banyak aplikasi yang memungkinkan kita untuk bermain game dan bersurfing ria di dunia maya tanpa terlihat mencolok. Memang internet merupakan satu langkah ampuh untuk membuang bosan.
Agan ingin browsing di FB tanpa kelihatan membuka Jendela Facebook ?? bisa gan (tampilannya kaya lagi ngetik di MS Excel lho).atau bisa juga menggunakan fBTalk yang tampilannya kaya YM! chat..
dan masih banyak cara yang lain kok gan....
oya ada satu lagi yang perlu diperhatikan. gunakan wallpaper dari hasil foto screen (pake aja software screen capture) saat agan sedang kerja atau saat membuka Windows Explorer (atau active window lainnya sesuai dengan pekerjaan ). dengan begitu orang yang hanya sekilas melirik monitor agan akan mengira bahwa agan sedang membuka halaman itu. (padahal sebenarnya hanya gambar saja hahaha....).
2. Atur Posisi secerdas mungkin.
Langkah 1 diatas nggak akan cukup efektif bila tidak diikuti dengan posisi dan ekspresi yang pas. Seperti bersandar di bangku atau tertawa setelah membaca status seorang teman bukanlah langkah yang tepat. Jadi, tetaplah monitor dengan wajah serius. Sebisa mungkin pendam dalam-dalam keinginan untuk tertawa. Begitu pun dengan sikap duduk. Duduk tegap merupakan posisi terbaik. Sesekali kerutkan kening. Dengan begini, atasan akan melihat kita sedang bekerja secara serius.
Perlu diperhatikan gan ! letak layar laptop harus disesuikan juga dengan posisi atasan atau karyawan yang lain, apakah mereka bisa melihat atau perlu dengan posisi tertentu sehingga bisa melihat monitor kita. Untuk menyiasatinya, biarkan aplikasi word atau excel terbuka. Jadi, saat ada yang datang, tinggal klik saja aplikasi tersebut sebagai active window.
3. Biarkan Meja Terlihat Penuh.
Jangan biarkan tumpukan dokumen atau kertas terbuang percuma, sisakan untuk memenuhi meja kerja. Biarkan pulpen, flashdisk, atau buku bacaan juga tergeletak disana. Lebih seru lagi kalau sampai ada yang terjatuh di lantai, itu akan membuat kita terlihat super sibuk, apalagi jika diikuti dengan dua langkah sebelumnya. Meja kerja yang terlalu kosong dan rapi memberikan kesan kalau kita punya banyak waktu untuk membersekan meja. Jadi, buatlah sedikit berantakan....hehehe...
4. Selalu Bergerak Cepat
Tunjukkan semangat kerja di depan rekan dan atasan dengan terus tampil berenergi, seperti mengetik dengan cepat (walaupun hanya sekedar chatting), mempercepat langkah kaki, dan terlihat tak ingin diganggu. Begitu pun saat menuju kantin untuk makan siang, sesekali makanlah lebih cepat dari biasanya dan pamit untuk ke kantor duluan. Bilang saja kalau masih banyak yang harus segera diselesaikan.
Tapi jangan terlalu sering karena hal ini justru akan membawa dampak yang kurang baik buat kita sendiri, antara lain bisa terasing dari rekan kerja lain. karena bagaimanapun pergaulan tetap penting, demi mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman.
5. Menunda Makan Siang.
Tak ada salahnya berkata “menyusul” saat teman-teman Anda mengajak makan siang. Tak perlu berlama-lama, sepuluh menit sudah cukup untuk menunda makan siang. Katakan kalau kita sedang tanggung dalam mengerjakan laporan. Lakukan saat bos ada di kantor. Kalau tidak ? Lebih baik on time saja hahaha.....
Mendahulukan pekerjaan dan menunda sebentar makan siang memang menandakan kalau kita sangat focus pada pekerjaan. Tapi kalau sampai lupa makan, bisa-bisa malah tak dianggap tak menyayangi diri sendiri.
6. Siapkan Berkas dan Dokumen "Palsu".
Membawa dokumen walau hanya beberapa lembar kertas hasil laporan atau buku catatan, membuat kita seakan sedang menuju rapat atau sibuk menyelesaikan pekerjaan. Lalu, sibukkan diri dengan membacanya berulang-ulang seakan sedang mengecek hasil laporan. Jangan lupa, tulis semua pekerjaan yang harus diselesaikan berserta dengan kalimat-kalimat penyemangat. Biarkan ia menempel walau sudah selesai. Selain terlihat sibuk dan rajin, ini bisa menjadi cara agar tak ada laporan yang lupa untuk dibuat.
7. Jangan Terlalu Cepat Pulang.
Seringkali banyak karyawan yang on-time kalo menyangkut jam pulang kerja. Nah itu dia yang harus dihindari. tambahkan waktu sedikit , 10 menit misalnya dari jam pulang untuk bertahan di kantor. jangan terlihat terburu-buru pulang.
Hal tersebut akan membawa dampak positif bagi kita misalnya dengan mendapat predikat sebagai karyawan yang baik karena tidak pulang sebelum pekerjaan selesai (meskipun pada kenyataannya hanya membuka internet atau sekedar baca koran saja di kantor).....
kata kunci yang perlu kita lakukan adalah : Pura-pura sibuk saja. Pasalnya banyak keuntungan yang bisa didapat dari pada terlihat tak ada kerjaan atau bermalas-malasan. Selain tampak antusias terhadap pekerjaan, terlihat sibuk bisa membuat atasan terpesona pada kita. Apalagi kalo kita adalah penghuni kantor baru yang belum banyak dapat limpahan pekerjaan. Bagaimana caranya?
1. Gunakan Laptop atau Komputer sebagai Kamuflase.
Sekarang ini banyak aplikasi yang memungkinkan kita untuk bermain game dan bersurfing ria di dunia maya tanpa terlihat mencolok. Memang internet merupakan satu langkah ampuh untuk membuang bosan.
Agan ingin browsing di FB tanpa kelihatan membuka Jendela Facebook ?? bisa gan (tampilannya kaya lagi ngetik di MS Excel lho).atau bisa juga menggunakan fBTalk yang tampilannya kaya YM! chat..
dan masih banyak cara yang lain kok gan....
oya ada satu lagi yang perlu diperhatikan. gunakan wallpaper dari hasil foto screen (pake aja software screen capture) saat agan sedang kerja atau saat membuka Windows Explorer (atau active window lainnya sesuai dengan pekerjaan ). dengan begitu orang yang hanya sekilas melirik monitor agan akan mengira bahwa agan sedang membuka halaman itu. (padahal sebenarnya hanya gambar saja hahaha....).
2. Atur Posisi secerdas mungkin.
Langkah 1 diatas nggak akan cukup efektif bila tidak diikuti dengan posisi dan ekspresi yang pas. Seperti bersandar di bangku atau tertawa setelah membaca status seorang teman bukanlah langkah yang tepat. Jadi, tetaplah monitor dengan wajah serius. Sebisa mungkin pendam dalam-dalam keinginan untuk tertawa. Begitu pun dengan sikap duduk. Duduk tegap merupakan posisi terbaik. Sesekali kerutkan kening. Dengan begini, atasan akan melihat kita sedang bekerja secara serius.
Perlu diperhatikan gan ! letak layar laptop harus disesuikan juga dengan posisi atasan atau karyawan yang lain, apakah mereka bisa melihat atau perlu dengan posisi tertentu sehingga bisa melihat monitor kita. Untuk menyiasatinya, biarkan aplikasi word atau excel terbuka. Jadi, saat ada yang datang, tinggal klik saja aplikasi tersebut sebagai active window.
3. Biarkan Meja Terlihat Penuh.
Jangan biarkan tumpukan dokumen atau kertas terbuang percuma, sisakan untuk memenuhi meja kerja. Biarkan pulpen, flashdisk, atau buku bacaan juga tergeletak disana. Lebih seru lagi kalau sampai ada yang terjatuh di lantai, itu akan membuat kita terlihat super sibuk, apalagi jika diikuti dengan dua langkah sebelumnya. Meja kerja yang terlalu kosong dan rapi memberikan kesan kalau kita punya banyak waktu untuk membersekan meja. Jadi, buatlah sedikit berantakan....hehehe...
4. Selalu Bergerak Cepat
Tunjukkan semangat kerja di depan rekan dan atasan dengan terus tampil berenergi, seperti mengetik dengan cepat (walaupun hanya sekedar chatting), mempercepat langkah kaki, dan terlihat tak ingin diganggu. Begitu pun saat menuju kantin untuk makan siang, sesekali makanlah lebih cepat dari biasanya dan pamit untuk ke kantor duluan. Bilang saja kalau masih banyak yang harus segera diselesaikan.
Tapi jangan terlalu sering karena hal ini justru akan membawa dampak yang kurang baik buat kita sendiri, antara lain bisa terasing dari rekan kerja lain. karena bagaimanapun pergaulan tetap penting, demi mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman.
5. Menunda Makan Siang.
Tak ada salahnya berkata “menyusul” saat teman-teman Anda mengajak makan siang. Tak perlu berlama-lama, sepuluh menit sudah cukup untuk menunda makan siang. Katakan kalau kita sedang tanggung dalam mengerjakan laporan. Lakukan saat bos ada di kantor. Kalau tidak ? Lebih baik on time saja hahaha.....
Mendahulukan pekerjaan dan menunda sebentar makan siang memang menandakan kalau kita sangat focus pada pekerjaan. Tapi kalau sampai lupa makan, bisa-bisa malah tak dianggap tak menyayangi diri sendiri.
6. Siapkan Berkas dan Dokumen "Palsu".
Membawa dokumen walau hanya beberapa lembar kertas hasil laporan atau buku catatan, membuat kita seakan sedang menuju rapat atau sibuk menyelesaikan pekerjaan. Lalu, sibukkan diri dengan membacanya berulang-ulang seakan sedang mengecek hasil laporan. Jangan lupa, tulis semua pekerjaan yang harus diselesaikan berserta dengan kalimat-kalimat penyemangat. Biarkan ia menempel walau sudah selesai. Selain terlihat sibuk dan rajin, ini bisa menjadi cara agar tak ada laporan yang lupa untuk dibuat.
7. Jangan Terlalu Cepat Pulang.
Seringkali banyak karyawan yang on-time kalo menyangkut jam pulang kerja. Nah itu dia yang harus dihindari. tambahkan waktu sedikit , 10 menit misalnya dari jam pulang untuk bertahan di kantor. jangan terlihat terburu-buru pulang.
Hal tersebut akan membawa dampak positif bagi kita misalnya dengan mendapat predikat sebagai karyawan yang baik karena tidak pulang sebelum pekerjaan selesai (meskipun pada kenyataannya hanya membuka internet atau sekedar baca koran saja di kantor).....
Generasi Muda dan Masa Depan ??
Kalau nurani masih bersih, pasti umat Islam akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang, karena saat ini nyaris seluruh sektor kegiatan kaum Muslimin terpuruk.
Dalam segi akidah atau keyakinan pokok banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan syirik, menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela, penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan, pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak dijumpai. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab dalam kitab tauhid, termasuk kategori syirik.
Dalam aspek politik, yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa dan retorika semu. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba, yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. Akibatnya, makin lebar jurang antara si kaya dan si miskin. Dalam lapangan sosial budaya, kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: kemusyrikan, perzinaan, pembunuhan, kasus narkoba dan sebagainya.
Kita sangat prihatin dan sangat menyesal dengan hidup jahili (yang diharamkan) itu yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir Rasulullah SAW.
Beliau bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta". Ada orang yang bertanya, "Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?" Jawab Beliau, "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).
"Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka". Kami bertanya, "Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?" Jawab Nabi, "Siapa lagi?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa`id Al-Khudri).
Hadis tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian lain. Mereka kehilangan gaya hidup hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi, kita jadi ingat firman Allah surat Ar- Ruum ayat 41: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".
Rasa-rasanya, firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang. Orang tua sering tidak paham dengan perubahan yang terjadi pada remaja sehingga tidak jarang terjadi konflik di antara keduanya. Karena merasa tidak dimengerti remaja seringkali memperlihatkan tindakan agresif yang dapat mengarah pada perilaku berisiko tinggi.
Dalam surat an-Nisa ayat sembilan Allah SWT berfirman yang maknanya : Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Ayat ini khithobnya (sasarannya) adalah kepada generasi yang lebih tua. Hendaklah generasi tua memikirkan nasib generasi muda, keberlangsungan masa depan mereka juga masa depan agama mereka. Bagi para kawula muda dan para remaja ayat ini juga menjadi sandaran dan pijakan kuat bahwa Al-Qur?an memandang masa muda itu tidak ringan. Masa muda dan remaja itu penuh dengan tantangan.
Kata dhi`aafa (lemah) dalam ayat di atas tentu berdimensi luas. Mencakup berbagai aspek kehidupan, khususnya lemah dalam hal meneruskan perjuangan generasi tua.
Dimensi pertama lemah akidahnya.
Ini tentu yang paling utama, yaitu hendaklah generasi tua mawas diri seandainya meninggalkan generasi muda yang lemah akidahnya. Kita umat Islam jangan sampai meninggalkan generasi yang goyah imannya. Karena kalau goyah pada dimensi pertama ini, maka hidup ini tidak ada artinya menurut pandangan agama. Karena diutusnya para Nabi atau Rasul itu adalah untuk membentengi akidah umatnya. Pada Rasul itu hampir tidak ada yang menonjolkan ilmu pengetahuan, meskipun mereka ahli ilmu pengetahuan. Nabi Dawud adalah orang yang ahli dalam bidang konstruksi baja (besi), tetapi dia menonjolkan dakwah ilahiyahnya. Pendekatan utama dakwahnya adalah lewat pondasi iman dan akidah, baru selanjutnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dimensi kedua adalah lemah dalam mental dan fisiknya.
Jangan sampai generasi muda kita punya fisik yang lemah, rentan terkena penyakit. Maka ini adalah tanggung jawab generasi tua ketika mereka dalam masa pertumbuhan untuk menyiapkan generasi muda yang sehat fisiknya, sehat ekonominya dan juga sehat secara pendidikan.
Tantangan pemuda Islam saat ini yang terberat adalah tantangan secara kultural. Karena perkembangan Iptek saat ini telah membuat pemuda kita mudah goyah. Iptek membuat kemajuan luar biasa keseluruhan dimensi kehidupan, dimensi sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya. Perkembangan Iptek secara tidak langsung membawa tantangan kepada pemuda kita. Dari situasi ini seringkali yang muncul krisis identitas. Terjadi kelemahan kultural karena mereka tidak mau menunjukkan identitas sebagai seorang muslim dan bahkan mereka merasa malu dan enggan untuk menampakkan identitas sebagai generasi muslim. Ini yang harus kita waspadai sebagai orang tua.
Faktor yang menjadi pemicu krisis identitas kultural adalah lemahnya pemahaman akan agama Islam. Anak-anak kita seringkali hanya terfokus pada studi di sekolah saja dan melupakan tugas utamanya sebagai seorang muslim yaitu mengaji. Menuntut ilmu bukan hanya sekedar di bangku sekolah formal. Mengaji, mengikuti majelis taklim atau sekedar menyempatkan beberapa menit untuk mendengarkan dakwah adalah salah satu cara kita dalam dalam memahami agama.
Dimensi yang ketiga adalah lemahnya skill para pemuda muslim.
Keterbatasan atau ketidakmampuan dalam skill membuat banyak pemuda Islam goyah dalam hidupnya. Kalau sudah goyah, ini akan membahayakan mental pemuda kita. Dalam situasi yang sudah mengglobal dan sangat kompleks seperti sekarang, akan sangat rentan bagi pemuda terseret dalam kerapuhan iman. Dan yang lebih penting saat ini adalah bagaimana kita turut membantu mengembangkan skill dan menumbuhkan jiwa entrepreneur dalam diri setiap pemuda muslim. Bukankah Rasulullah sendiri adalah suri teladan yang nyata bagi umat Muslim untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship dan leadership?
Dampak dari kelemahan iman dan mental adalah :
Penggunaan narkoba.
Remaja yang menggunakan narkoba bukan berarti memiliki moral yang lemah. Banyaknya zat candu yang terdapat pada narkoba membuat remaja sulit melepaskan diri dari jerat narkoba jika tidak dibantu orang-orang sekelilingnya. Zat kokain dan methamphetamine yang terdapat dalam narkoba akan memunculkan energi dan semangat dalam waktu cepat. Sedangkan heroin, benzodiazepines dan oxycontin membuat perasaan tenang dan rileks dalam otak. Ketika otak sudah tidak menerima lagi asupan zat-zat tersebut, maka akan timbul rasa sakit dan itulah yang membuat seseorang kecanduan.
Mengonsumsi alkohol.
Alkohol merupakan substansi utama yang paling banyak digunakan remaja dan sering berhubungan dengan kejahatan di kalangan remaja. Menurut Clinical and Experimental Research, remaja yang mengonsumsi alkohol, daya ingatnya akan berkurang hingga 10 persen. Substance Abuse and Mental Health Services Administration juga mengatakan bahwa 31 persen remaja yang minum alkohol mengaku stres dan memiliki Attention-Deficit Disorder (ADD) karena jarang diperhatikan oleh orang tua.
Pakaian yang menonjolkan aurat.
Kita boleh bersenang hati melihat berbagai mode busana Muslimah mulai bersaing dengan mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari?at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Na'udzubillahi min dzalik.
Marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di neraka. Ingatlah, Rasulullah SAW bersabda:
"Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (penampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh?" (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
Aborsi.
Kecanduan Game.
Di negara barat, permainan game sudah mulai dibatasi karena terlalu sering bermain game akan membahayakan fisik dan psikologisnya. Seperti dikutip dari Psychiatric Time, anak-anak yang banyak bermain game akan menjadi anak yang mudah marah, agrasif dan cenderung radikal. Seorang anak boleh saja bermain game, asalkan waktunya dibatasi dan hal yang terpenting adalah pemilihan game yang tepat untuk anak-anak.
Perubahan ideologi.
Masa remaja sering dikaitkan dengan masa mencari jati diri. Akibatnya mereka mudah dimasuki ideologi-ideologi dari luar dan jika ideologi itu terus dipupuk akan menyebabkan sifat idealis di kemudian hari. Sifat idealis yang terus berkembang bisa menyebabkan perbedaan pandangan dengan keluarga dan akhirnya remaja memilih melepas keluarga dan melanjutkan ideologinya. Seperti contoh baru-baru ini, tersangka teroris Hotel Marriot dan Ritz Carlton Juli 2009 adalah remaja lulusan SMA yang mau melakukan aksi tersebut karena telah didoktrin jalan tersebut adalah jihad. Remaja gampang disusupi hal-hal negatif di atas karena jiwanya masih labil.
Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak lalu kemudian kedua orangtuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus.
Sesungguhnya anak itu adalah amanat bagi kedua orangtuanya. Di saat hatinya masih bersih, putih, sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia pun akan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya jika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkan bagaikan binatang, maka akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur.
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, "Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya." Maka Allah Subhanahu wa Ta?ala mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim: 6). Berkata Amirul Mukminin Ali Radiyallahu `anhu, "Ajarilah diri kalian dan keluarga kalian kebaikan dan bimbinglah mereka".
Rasulullah Shalallahu`alaihi wassalam bersabda,
"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan diminta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya." (HR Bukhori dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu `anhu).
Keluarga, terlebih khusus kedua orangtua dan siapa saja yang menduduki kedudukan mereka adalah unsur-unsur yang paling berpengaruh penting dalam membangun sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian sang anak dan menanamkan tekad yang kuat dalam hatinya sejak usia dini. Seperti Zubair bin Awam misalnya. Ia adalah salah seorang dari pasukan berkudanya Rasulullah SAW yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, ?Satu orang Zubair menandingi seribu orang laki-laki.? Ia seorang pemuda yang kokoh aqidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya Shofiyah binti Abdul Mutholib, bibinya Rasulullah dan saudara perempuannya Hamzah.
Ali bin Abi Tholib sejak kecil menemani Rasulullah bahkan dipilih menjadi menantunya. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda sosok teladan bagi para pemuda seusianya di bawah didikan ibunya Fathimah binti Asad dan yang menjadi mertuanya Khodijah binti Khuwailid. Begitu pula dengan Abdullah bin Ja?far, bangsawan Arab yang terkenal kebaikannya, di bawah bimbingan ibunya Asma binti Umais.
Orangtua mana yang tidak gembira jika anaknya tumbuh seperti Umar ibnu Abdul Aziz. Pada usianya yang masih kecil ia menangis, kemudian ibunya bertanya, ?Apa yang membuatmu menangis?? Ia menjawab, ?Aku ingat mati.? ? waktu itu ia telah menghafal Al Qur?an ? ibunya pun menangis mendengar penuturannya. Berkat didikan dan penjagaan ibunya yang sholihah Sufyan Ats Tsauri menjadi ulama besar, amirul mukminin dalam hal hadits. Saat ia masih kecil ibunya berkata padanya, ?Carilah ilmu, aku akan memenuhi kebutuhanmu dengan hasil tenunanku.? Subhanallah! Anak-anak kita rindu akan ucapan dan kasih sayang seorang ibu yang seperti ini, seorang ibu yang pandangannya jauh ke depan. Seorang ibu yang super arif dan bijaksaana.
Beberapa langkah dasar dalam mendidik anak yang disarikan dari Al Kitab dan Sunnah.
Pertama: mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepadaNya, menjauhkan mereka dari perbuatan syirik seperti ramalan lewat televisi, mengundi nasib lewat hp, dsb serta menjadikan mereka lebih mencintai Allah daripada selainNya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Ini pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya.
Kedua: mengajari mereka sholat dan mencintai masjid sehingga membiasakan mereka untuk shalat berjama?ah dan memperdalam agama. Lingkungan masjid sangat baik untuk melatih mental dan pergaulan bagi anak-anak kita
Ketiga: mengajari mereka agar pandai bersyukur kepada Allah, kepada kedua orangtua, dan kepada orang lain. Orang yang bersyukur adalah orang yang tahu berterimakasih atas segala pemberian dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah SWT.
Keempat: mendidik mereka agar taat kepada kedua orangtua dalam hal yang bukan maksiat, setelah ketaatan kepada Allah dan rosulNya yang mutlak. Orang tua bukan hanya bisa memerintah agar anak-anak mentaati tetapi juga harus menjadi contoh teladan dan panutan yang baik sebelum memerintahkan sesuatu kebaikan kepada anak.
Kelima: menumbuhkan pada diri mereka sikap muroqobah atau merasa selalu diawasi Allah. Tidak meremehkan kemaksiatan sekecil apapun dan tidak merendahkan kebaikan walau sedikit.
Keenam: mengawasi pergaulan dan orang-orang yang menjadi teman anak-anak kita serta mengarahkan mereka bagaimana memilih teman dengan cara yang baik. Seringkali pengaruh teman jauh lebih besar dibandingkan nasihat-nasihat guru atau orang tua.
Ketujuh: mengarahkan mereka akan pentingnya ilmu Al Kitab dan Sunnah. Ajarkan membaca Al Quran semenjak kecil dan ajak mereka jika para orang tua mengaji di masjid.
Kedelapan: menanamkan pada jiwa mereka sikap tawadlu, rendah hati, dan rujulah serta syaja?ah (keberanian membela kebenaran). Buat anak-anak kita bangga jika mampu berbuat baik dan berani dalam membela kebenaran.
*) Dr H.M Fachrizal Achmad adalah praktisi kesehatan dan tulisan ini merupakan ringkasan dari khutbahnya pada Idul Fitri 1432 H di Masjid Al Istiqomah, Jalan Percetakan Negara I, Jakarta Pusat.
Diposting di : antaranews.com
Dalam segi akidah atau keyakinan pokok banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan syirik, menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela, penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan, pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak dijumpai. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab dalam kitab tauhid, termasuk kategori syirik.
Dalam aspek politik, yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa dan retorika semu. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba, yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. Akibatnya, makin lebar jurang antara si kaya dan si miskin. Dalam lapangan sosial budaya, kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: kemusyrikan, perzinaan, pembunuhan, kasus narkoba dan sebagainya.
Kita sangat prihatin dan sangat menyesal dengan hidup jahili (yang diharamkan) itu yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir Rasulullah SAW.
Beliau bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta". Ada orang yang bertanya, "Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?" Jawab Beliau, "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).
"Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka". Kami bertanya, "Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?" Jawab Nabi, "Siapa lagi?" (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa`id Al-Khudri).
Hadis tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mereka telah terisi oleh jenis kepribadian lain. Mereka kehilangan gaya hidup hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.
Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi, kita jadi ingat firman Allah surat Ar- Ruum ayat 41: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".
Rasa-rasanya, firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang. Orang tua sering tidak paham dengan perubahan yang terjadi pada remaja sehingga tidak jarang terjadi konflik di antara keduanya. Karena merasa tidak dimengerti remaja seringkali memperlihatkan tindakan agresif yang dapat mengarah pada perilaku berisiko tinggi.
Dalam surat an-Nisa ayat sembilan Allah SWT berfirman yang maknanya : Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Ayat ini khithobnya (sasarannya) adalah kepada generasi yang lebih tua. Hendaklah generasi tua memikirkan nasib generasi muda, keberlangsungan masa depan mereka juga masa depan agama mereka. Bagi para kawula muda dan para remaja ayat ini juga menjadi sandaran dan pijakan kuat bahwa Al-Qur?an memandang masa muda itu tidak ringan. Masa muda dan remaja itu penuh dengan tantangan.
Kata dhi`aafa (lemah) dalam ayat di atas tentu berdimensi luas. Mencakup berbagai aspek kehidupan, khususnya lemah dalam hal meneruskan perjuangan generasi tua.
Dimensi pertama lemah akidahnya.
Ini tentu yang paling utama, yaitu hendaklah generasi tua mawas diri seandainya meninggalkan generasi muda yang lemah akidahnya. Kita umat Islam jangan sampai meninggalkan generasi yang goyah imannya. Karena kalau goyah pada dimensi pertama ini, maka hidup ini tidak ada artinya menurut pandangan agama. Karena diutusnya para Nabi atau Rasul itu adalah untuk membentengi akidah umatnya. Pada Rasul itu hampir tidak ada yang menonjolkan ilmu pengetahuan, meskipun mereka ahli ilmu pengetahuan. Nabi Dawud adalah orang yang ahli dalam bidang konstruksi baja (besi), tetapi dia menonjolkan dakwah ilahiyahnya. Pendekatan utama dakwahnya adalah lewat pondasi iman dan akidah, baru selanjutnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dimensi kedua adalah lemah dalam mental dan fisiknya.
Jangan sampai generasi muda kita punya fisik yang lemah, rentan terkena penyakit. Maka ini adalah tanggung jawab generasi tua ketika mereka dalam masa pertumbuhan untuk menyiapkan generasi muda yang sehat fisiknya, sehat ekonominya dan juga sehat secara pendidikan.
Tantangan pemuda Islam saat ini yang terberat adalah tantangan secara kultural. Karena perkembangan Iptek saat ini telah membuat pemuda kita mudah goyah. Iptek membuat kemajuan luar biasa keseluruhan dimensi kehidupan, dimensi sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya. Perkembangan Iptek secara tidak langsung membawa tantangan kepada pemuda kita. Dari situasi ini seringkali yang muncul krisis identitas. Terjadi kelemahan kultural karena mereka tidak mau menunjukkan identitas sebagai seorang muslim dan bahkan mereka merasa malu dan enggan untuk menampakkan identitas sebagai generasi muslim. Ini yang harus kita waspadai sebagai orang tua.
Faktor yang menjadi pemicu krisis identitas kultural adalah lemahnya pemahaman akan agama Islam. Anak-anak kita seringkali hanya terfokus pada studi di sekolah saja dan melupakan tugas utamanya sebagai seorang muslim yaitu mengaji. Menuntut ilmu bukan hanya sekedar di bangku sekolah formal. Mengaji, mengikuti majelis taklim atau sekedar menyempatkan beberapa menit untuk mendengarkan dakwah adalah salah satu cara kita dalam dalam memahami agama.
Dimensi yang ketiga adalah lemahnya skill para pemuda muslim.
Keterbatasan atau ketidakmampuan dalam skill membuat banyak pemuda Islam goyah dalam hidupnya. Kalau sudah goyah, ini akan membahayakan mental pemuda kita. Dalam situasi yang sudah mengglobal dan sangat kompleks seperti sekarang, akan sangat rentan bagi pemuda terseret dalam kerapuhan iman. Dan yang lebih penting saat ini adalah bagaimana kita turut membantu mengembangkan skill dan menumbuhkan jiwa entrepreneur dalam diri setiap pemuda muslim. Bukankah Rasulullah sendiri adalah suri teladan yang nyata bagi umat Muslim untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship dan leadership?
Dampak dari kelemahan iman dan mental adalah :
Penggunaan narkoba.
Remaja yang menggunakan narkoba bukan berarti memiliki moral yang lemah. Banyaknya zat candu yang terdapat pada narkoba membuat remaja sulit melepaskan diri dari jerat narkoba jika tidak dibantu orang-orang sekelilingnya. Zat kokain dan methamphetamine yang terdapat dalam narkoba akan memunculkan energi dan semangat dalam waktu cepat. Sedangkan heroin, benzodiazepines dan oxycontin membuat perasaan tenang dan rileks dalam otak. Ketika otak sudah tidak menerima lagi asupan zat-zat tersebut, maka akan timbul rasa sakit dan itulah yang membuat seseorang kecanduan.
Mengonsumsi alkohol.
Alkohol merupakan substansi utama yang paling banyak digunakan remaja dan sering berhubungan dengan kejahatan di kalangan remaja. Menurut Clinical and Experimental Research, remaja yang mengonsumsi alkohol, daya ingatnya akan berkurang hingga 10 persen. Substance Abuse and Mental Health Services Administration juga mengatakan bahwa 31 persen remaja yang minum alkohol mengaku stres dan memiliki Attention-Deficit Disorder (ADD) karena jarang diperhatikan oleh orang tua.
Pakaian yang menonjolkan aurat.
Kita boleh bersenang hati melihat berbagai mode busana Muslimah mulai bersaing dengan mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari?at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Na'udzubillahi min dzalik.
Marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di neraka. Ingatlah, Rasulullah SAW bersabda:
"Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (penampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh?" (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).
Aborsi.
Saat ini tiap hari ada 100 remaja yang melakukan aborsi karena kehamilan di luar nikah. Jika dihitung per tahun, 36 ribu janin dibunuh oleh remaja dari rahimnya. Ini menunjukkan pergaulan seks bebas di kalangan remaja Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Survei Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia menemukan jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahunnya mencapai 2,3 juta dan 30% di antaranya dilakukan oleh remaja. Menurut National Abortion Federation, sebanyak 4 dari 5 wanita di Amerika telah melakukan hubungan seks sebelum usia 20 tahun, dan sebanyak 70 persennya adalah remaja. Karena mental yang belum siap, mereka pun melakukan aborsi.
Kecanduan Game.
Di negara barat, permainan game sudah mulai dibatasi karena terlalu sering bermain game akan membahayakan fisik dan psikologisnya. Seperti dikutip dari Psychiatric Time, anak-anak yang banyak bermain game akan menjadi anak yang mudah marah, agrasif dan cenderung radikal. Seorang anak boleh saja bermain game, asalkan waktunya dibatasi dan hal yang terpenting adalah pemilihan game yang tepat untuk anak-anak.
Perubahan ideologi.
Masa remaja sering dikaitkan dengan masa mencari jati diri. Akibatnya mereka mudah dimasuki ideologi-ideologi dari luar dan jika ideologi itu terus dipupuk akan menyebabkan sifat idealis di kemudian hari. Sifat idealis yang terus berkembang bisa menyebabkan perbedaan pandangan dengan keluarga dan akhirnya remaja memilih melepas keluarga dan melanjutkan ideologinya. Seperti contoh baru-baru ini, tersangka teroris Hotel Marriot dan Ritz Carlton Juli 2009 adalah remaja lulusan SMA yang mau melakukan aksi tersebut karena telah didoktrin jalan tersebut adalah jihad. Remaja gampang disusupi hal-hal negatif di atas karena jiwanya masih labil.
Lingkungan pertama yang berperan penting menjaga keberadaan anak adalah keluarganya sebagai lembaga pendidikan yang paling dominan secara mutlak lalu kemudian kedua orangtuanya dengan sifat-sifat yang lebih khusus.
Sesungguhnya anak itu adalah amanat bagi kedua orangtuanya. Di saat hatinya masih bersih, putih, sebening kaca jika dibiasakan dengan kebaikan dan diajari hal itu maka ia pun akan tumbuh menjadi seorang yang baik, bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya jika dibiasakan dengan kejelekan dan hal-hal yang buruk serta ditelantarkan bagaikan binatang, maka akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur.
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah, "Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orangtuanya." Maka Allah Subhanahu wa Ta?ala mengingatkan kita dengan firmanNya, "Hai orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat kasar, keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim: 6). Berkata Amirul Mukminin Ali Radiyallahu `anhu, "Ajarilah diri kalian dan keluarga kalian kebaikan dan bimbinglah mereka".
Rasulullah Shalallahu`alaihi wassalam bersabda,
"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan diminta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya." (HR Bukhori dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu `anhu).
Keluarga, terlebih khusus kedua orangtua dan siapa saja yang menduduki kedudukan mereka adalah unsur-unsur yang paling berpengaruh penting dalam membangun sebuah lingkungan yang mempengaruhi kepribadian sang anak dan menanamkan tekad yang kuat dalam hatinya sejak usia dini. Seperti Zubair bin Awam misalnya. Ia adalah salah seorang dari pasukan berkudanya Rasulullah SAW yang dinyatakan oleh Umar ibnul Khattab, ?Satu orang Zubair menandingi seribu orang laki-laki.? Ia seorang pemuda yang kokoh aqidahnya, terpuji akhlaqnya, tumbuh di bawah binaan ibunya Shofiyah binti Abdul Mutholib, bibinya Rasulullah dan saudara perempuannya Hamzah.
Ali bin Abi Tholib sejak kecil menemani Rasulullah bahkan dipilih menjadi menantunya. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda sosok teladan bagi para pemuda seusianya di bawah didikan ibunya Fathimah binti Asad dan yang menjadi mertuanya Khodijah binti Khuwailid. Begitu pula dengan Abdullah bin Ja?far, bangsawan Arab yang terkenal kebaikannya, di bawah bimbingan ibunya Asma binti Umais.
Orangtua mana yang tidak gembira jika anaknya tumbuh seperti Umar ibnu Abdul Aziz. Pada usianya yang masih kecil ia menangis, kemudian ibunya bertanya, ?Apa yang membuatmu menangis?? Ia menjawab, ?Aku ingat mati.? ? waktu itu ia telah menghafal Al Qur?an ? ibunya pun menangis mendengar penuturannya. Berkat didikan dan penjagaan ibunya yang sholihah Sufyan Ats Tsauri menjadi ulama besar, amirul mukminin dalam hal hadits. Saat ia masih kecil ibunya berkata padanya, ?Carilah ilmu, aku akan memenuhi kebutuhanmu dengan hasil tenunanku.? Subhanallah! Anak-anak kita rindu akan ucapan dan kasih sayang seorang ibu yang seperti ini, seorang ibu yang pandangannya jauh ke depan. Seorang ibu yang super arif dan bijaksaana.
Beberapa langkah dasar dalam mendidik anak yang disarikan dari Al Kitab dan Sunnah.
Pertama: mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepadaNya, menjauhkan mereka dari perbuatan syirik seperti ramalan lewat televisi, mengundi nasib lewat hp, dsb serta menjadikan mereka lebih mencintai Allah daripada selainNya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Ini pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya.
Kedua: mengajari mereka sholat dan mencintai masjid sehingga membiasakan mereka untuk shalat berjama?ah dan memperdalam agama. Lingkungan masjid sangat baik untuk melatih mental dan pergaulan bagi anak-anak kita
Ketiga: mengajari mereka agar pandai bersyukur kepada Allah, kepada kedua orangtua, dan kepada orang lain. Orang yang bersyukur adalah orang yang tahu berterimakasih atas segala pemberian dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah SWT.
Keempat: mendidik mereka agar taat kepada kedua orangtua dalam hal yang bukan maksiat, setelah ketaatan kepada Allah dan rosulNya yang mutlak. Orang tua bukan hanya bisa memerintah agar anak-anak mentaati tetapi juga harus menjadi contoh teladan dan panutan yang baik sebelum memerintahkan sesuatu kebaikan kepada anak.
Kelima: menumbuhkan pada diri mereka sikap muroqobah atau merasa selalu diawasi Allah. Tidak meremehkan kemaksiatan sekecil apapun dan tidak merendahkan kebaikan walau sedikit.
Keenam: mengawasi pergaulan dan orang-orang yang menjadi teman anak-anak kita serta mengarahkan mereka bagaimana memilih teman dengan cara yang baik. Seringkali pengaruh teman jauh lebih besar dibandingkan nasihat-nasihat guru atau orang tua.
Ketujuh: mengarahkan mereka akan pentingnya ilmu Al Kitab dan Sunnah. Ajarkan membaca Al Quran semenjak kecil dan ajak mereka jika para orang tua mengaji di masjid.
Kedelapan: menanamkan pada jiwa mereka sikap tawadlu, rendah hati, dan rujulah serta syaja?ah (keberanian membela kebenaran). Buat anak-anak kita bangga jika mampu berbuat baik dan berani dalam membela kebenaran.
*) Dr H.M Fachrizal Achmad adalah praktisi kesehatan dan tulisan ini merupakan ringkasan dari khutbahnya pada Idul Fitri 1432 H di Masjid Al Istiqomah, Jalan Percetakan Negara I, Jakarta Pusat.
Diposting di : antaranews.com










