Prof. Sofjan: Tradisi Perbedaan Awal Puasa Itu Laknat, Bukan Rahmat
Perbedaan awal puasa antar negara adalah hal yang bisa difahami, walau pun tidak mesti terjadi pada masa sekarang yang serba canggih bahwa setelah konjungsi hilal sudah muncul di atas horizon setelah terbenam matahari.
Hal itu disampaikan staf pengajar pada Islamic University of Europa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (14/7/2012).
"Namun jika perbedaan awal Ramadan di satu negara apalagi di kota yang sama seperti Jakarta bahkan di satu gang yang sama, maka itu bukan lagi rahmat, namun laknat bagi umat Islam di tanah air," ujar Sofjan.
Menurut Sofjan, perbedaan penetapan awal Ramadan sejak dulu bukan karena beda methode antara rukyah dan hisab, namun karena gengsi antara Muhammadiyah yang menerapkan methode horizon bebas dan Kemenag yang didominasi pemikiran horizon lokal.
"Karena methode apa pun yang dipakai jika masing-masing pihak memahami bahwa tujuan dari rukyah dan hisab adalah sama yaitu hilal, pasti bisa ketemu dan puasa bersama," tandas Sofjan.
Lanjut Sofjan, hakekat dan esensi perintah merukyah bukan ibadah dan tidak boleh disakralkan, tapi justru adalah untuk mengetahui apakah hilal sudah muncul atau belum. Jika kita sudah tahu hilal jauh sebelumnya, mengapa lajnatul isbath Kemenag dan ormas islam lainnya harus menunggu 29 Syaban setiap tahun untuk observasi hilal?
Jika hilal sudah diyakini pasti muncul, mungkin dilihat di tempat lain, namun tidak mungkin dilihat di Indonesia, mengapa Kemenag harus mengerahkan massa memantau hilal di beberapa titik di tanah air pada 29 Syaban?
"Artinya kenapa anggaran observasi dialokasikan dan dicairkan padahal sudah tahu haqqulyakin bahwa hilal untuk tahun ini pada tanggal tersebut tidak bisa dirukyah?Bukankah ini suatu pembodohan umat?," gugat Sofjan.
Dijelaskan, untuk tahun ini konjungsi matahari dan bulan terjadi pada Kamis 19 Juli 2012 pukul 04.24 UT, 07.24 waktu Mekkah. Kondisi hilal di Indonesia sulit dirukyah karena ketinggian hilal kurang dari 2 derajat, walau pun sebenarnya ketinggian hilal 1 derajat pun pernah bisa dirukyah pada 1971 di Indonesia.
Yang jelas, lanjut Sofjan, hilal sudah ada setelah matahari terbenam dan berumur lebih dari 8 jam setelah konjungsi. Kemungkinan dilihat di Mekkah ada selama sekitar 6 menit setelah matahari terbenam pada pukul 19.05 waktu setempat, lalu hilal tenggelam pada pukul 19.11.
Dalam pandangan Sofjan, hanya ada satu solusi yaitu bubarkan lajnatul isbat dan ganti dengan lajnatul falak. Artinya, tidak mesti kumpul dan kongko-kongko lagi di Kemenag pada setiap tanggal 29 Syaban, tapi tentukan jauh sebelumnya bahwa puasa jatuh pada hari sekian dan tanggal sekian.
Kemenag tahun ini harus berani menggunakan otoritasnya untuk mengumumkan awal puasa beberapa hari sebelum akhir Syaban dan menyiarkan puasa serentak pada 20 Juli 2012. Kemenag harus membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lilalamin bukan laknatan lilalamin.
"Adalah suatu kesalahan besar jika beberapa ormas Islam dan lajnatul isbath Kemenag masih bersikeras mempertahankan tradisi dan adat yang tidak ada kaitannya dengan ibadat. Merukyah sendiri, dengan melakukan methode horizon lokal, berarti mempersempit rahmat dan menyebar laknat terhadap umat Islam di tanah air,"
demikian Sofjan.
Sumber : detik.com
Hal itu disampaikan staf pengajar pada Islamic University of Europa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (14/7/2012).
"Namun jika perbedaan awal Ramadan di satu negara apalagi di kota yang sama seperti Jakarta bahkan di satu gang yang sama, maka itu bukan lagi rahmat, namun laknat bagi umat Islam di tanah air," ujar Sofjan.
Menurut Sofjan, perbedaan penetapan awal Ramadan sejak dulu bukan karena beda methode antara rukyah dan hisab, namun karena gengsi antara Muhammadiyah yang menerapkan methode horizon bebas dan Kemenag yang didominasi pemikiran horizon lokal.
"Karena methode apa pun yang dipakai jika masing-masing pihak memahami bahwa tujuan dari rukyah dan hisab adalah sama yaitu hilal, pasti bisa ketemu dan puasa bersama," tandas Sofjan.
Lanjut Sofjan, hakekat dan esensi perintah merukyah bukan ibadah dan tidak boleh disakralkan, tapi justru adalah untuk mengetahui apakah hilal sudah muncul atau belum. Jika kita sudah tahu hilal jauh sebelumnya, mengapa lajnatul isbath Kemenag dan ormas islam lainnya harus menunggu 29 Syaban setiap tahun untuk observasi hilal?
Jika hilal sudah diyakini pasti muncul, mungkin dilihat di tempat lain, namun tidak mungkin dilihat di Indonesia, mengapa Kemenag harus mengerahkan massa memantau hilal di beberapa titik di tanah air pada 29 Syaban?
"Artinya kenapa anggaran observasi dialokasikan dan dicairkan padahal sudah tahu haqqulyakin bahwa hilal untuk tahun ini pada tanggal tersebut tidak bisa dirukyah?Bukankah ini suatu pembodohan umat?," gugat Sofjan.
Dijelaskan, untuk tahun ini konjungsi matahari dan bulan terjadi pada Kamis 19 Juli 2012 pukul 04.24 UT, 07.24 waktu Mekkah. Kondisi hilal di Indonesia sulit dirukyah karena ketinggian hilal kurang dari 2 derajat, walau pun sebenarnya ketinggian hilal 1 derajat pun pernah bisa dirukyah pada 1971 di Indonesia.
Yang jelas, lanjut Sofjan, hilal sudah ada setelah matahari terbenam dan berumur lebih dari 8 jam setelah konjungsi. Kemungkinan dilihat di Mekkah ada selama sekitar 6 menit setelah matahari terbenam pada pukul 19.05 waktu setempat, lalu hilal tenggelam pada pukul 19.11.
Dalam pandangan Sofjan, hanya ada satu solusi yaitu bubarkan lajnatul isbat dan ganti dengan lajnatul falak. Artinya, tidak mesti kumpul dan kongko-kongko lagi di Kemenag pada setiap tanggal 29 Syaban, tapi tentukan jauh sebelumnya bahwa puasa jatuh pada hari sekian dan tanggal sekian.
Kemenag tahun ini harus berani menggunakan otoritasnya untuk mengumumkan awal puasa beberapa hari sebelum akhir Syaban dan menyiarkan puasa serentak pada 20 Juli 2012. Kemenag harus membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lilalamin bukan laknatan lilalamin.
"Adalah suatu kesalahan besar jika beberapa ormas Islam dan lajnatul isbath Kemenag masih bersikeras mempertahankan tradisi dan adat yang tidak ada kaitannya dengan ibadat. Merukyah sendiri, dengan melakukan methode horizon lokal, berarti mempersempit rahmat dan menyebar laknat terhadap umat Islam di tanah air,"
demikian Sofjan.
Sumber : detik.com
Mie ayam untuk haji.....
Malam itu Thomas Fatah sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Tubuhnya yang bulat hanya bisa bergelintingan kesana kemari di tempat tidur reotnya sehingga menimbulkan suara gemercit yang berisik.
Perutnya berbunyi lagi pertanda protes kepada tuannya kenapa sampai selarut ini belum diisi sama sekali.
Disaat yang mulai kritis, tiba-tiba terdengar suara yang sangat akrab di telinga Thaomas.... ting.....ting.....
ting.....
"Bagus.... itu dia yang aku tunggu" soraknya bersemangat sambil baranjak bangun dari pembaringan.
Gerobag Mie ayam yang berwarna biru muda itu sebenarnya biasa-biasa saja.tapi entah kenapa banyak sekali warga di perumahan tempat Thomas tinggal menyukainya dan bahkan rela menunggu selama berjam-jam demi menikmati semangkok mie ayam hangat.
"Jan..... nggak ngerti ditunggu ya pak Tamyis?" seru Thomas kepada lelaki setengah baya penjual mie ayam itu.
"Waduh sori mas bos, dari tadi saya ngetem di perempatan gang nangka. Alhamdulillah banyak yang beli. Gimana nih ? pesen berapa?" jawab lelaki yang dipanggil pak Tamzis itu.
"owh..... ya dong pesen semangkok dulu. Seperti biasa ya, kering ga pakai kuah"
" Oke siap mas bos...." sahut pak Tamzis sambil dengan cekatannya menyiapkan semangkok mie ayam pesanan Thomas.
Sudah beberapa bulan terakhir Thomas memang sering sekali makan malam mie ayam buatan pak Tamzis. Disamping rasanya enak, orangnya pun sangat ramah dan enak dijadikan teman ngobrol. Wawasannya sangat luas bahkan mungkin nggak kalah dengan Thomas sendiri yang notabene adalah seorang pegawai negeri.
Dan selama itu pula Thomas menyimpan sebuah tanda tanya besar terkait kebiasaan yang dilakukan penjual mie ayam langganannya ini setiap kali dia membayar. Pak Tamzis selalu memisahkan uang yang diterimanya. Ada empat tempat dimana lelaki itu menyimpan uang hasil jualannya. Laci, kaleng, kotak kayu dan dompet.
"Pak maaf nih mau tanya, selama ini saya perhatikan kalau terima bayaran mie ayam mesti uangnya dipisah-pisah, kenapa sih pak ?" tanya Thomas nekad bertanya.
"Owh anu mas bos, saya cuma ingin memisahkan hasil yang saya dapat untuk tujuan dan cita-cita saya kok. Yah maklum lah mas bos, orang kecil seperti saya kalau nggak begini ya kapan bisa maju ?"
"Lha emangnya apa cita-cita sampeyan pak?" tanya Thomas tambah penasaran.
"Jadi begini mas bos, tujuan sayamenyimpan di beda tempat salah satunya memang untuk keamanan saya. Jadi kalau ketemu dengan orang jahat kan paling saya kasih dari satu tempat penyimpanan saya masih punya tiga tempat lagi.....iya to ?"
"Hem bener juga ya, lha selain itu tujuannya apa pak?"
"Kalau itu sih sebenarnya demi menabung saja mas bos. Menabungnya adalah untuk 4 kepentingan besar saya. Satu kepentingan hidup sehari-hari, dua untuk kepentingan masa depan anak saya, tiga untuk kepentingan akhirat saya dan yang terakhir untuk kepentingan ibadah saya mas"
"Maksudnya pak ?"
"Begini mas bos, seperti yang sampeyan lihat uang hasil jualan emang saya pisah ke empat tempat dengan porsi yang berbeda.
- Laci, dengan jumlah yang paling sedikit adalah untuk tabungan pendidikan cucu saya kelak mas. Biaya pendidikan sekarang sudah semakin mahal. Dan tentu saja akan menjadi berlipat ganda sepuluh tahun lagi. Sekarang cucu saya masih berumur 2 tahun. senagkan bapaknya sendiri masih bekerja serabutan di luar kota. harapan saya semoga besok pada saat cucu saya memasuki usia sekolah, saya sudah punya cukup uang untuk membantu biayanya.
- Kaleng, jumlahnya agak lebih banyak dari yang saya masukkan laci. Tujuannya adalah untuk tabungan sodaqoh atau sedekah saya mas. Kata pak ustadz kalau kita mau bersedekah meskipun kita juga dalam keadaan susah insyaalloh rejeki kita akan lancar dan akan selalu mendapatkan bantuan yang tidak terduga dari Allah SWT
- Dompet, kalau yang ini memang jumlahnya lumayan banyak, yaitu untuk keperluan hidup sehari-hari mas. Selain itu kalau saya tidak mengalokasikannya dalam jumlah besar bagaimana saya bisa belanja buat dagang besok sore ?"
Sejenak lelaki setengah baya itu terdiam. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang mengalami kelelahan yang luar biasa. Namun dengan senyumannya dia berusaha menutupi kelelahan itu dan mengalihkannya entah kemana.
"Lha yang terakhir pak? kan baru tiga tempat itu ?" tanya Thomas semakin penasaran.
"Hehehe....kalau yang terakhir saya sebenarnya malu mas bos. Malunya adalah seperti tidak mungkin tapi itu adalah cita-cita kuat saya yang saya akan berusaha dengan sekuat hati untuk bisa mewujudkannya."
"Apa itu pak ?
"Kotak kayu itu adalah usaha saya untuk bisa memenuhi panggilan Allah SWT ke tanah suci mas bos. Sya pengen haji. Meskipun entah kapan bisa terpenuhi dan cukup dananya, yang penting saya akan terus berusaha ke situ mas. Harapan saya sih tahun depan saya sudah bisa mendaftar haji.....insyaalloh....."
Degg ..... Thomas terdiam seribu bahasa mendengar jawaban penjual mie ayam itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang terkadang dipandangnya dengan sebelah mata itu ternyata mempunyai kebesaran hati dan cita-cita yang sangat luar biasa. 180 derajat dengan para anggota yang terhormat yang setip hari ditemuinya di kantor.
"Kenapa mas bos ? kok jadi diam? " tanya lelaki setengah baa itu kepada Thomas yang sedang takjub.
"Ah enggak pak, saya hanya kagum sama bapak. Bahkan hal seperti itu belum saya pikirkan sama sekali. Bapak hebat. "
"Bukan seperti itu mas, saya hanya berusaha bersikap realistis saja dengan keadaan yang saya alami. Saya hanya berharap dan berusaha selalu optimis bahwa Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya yang mau berusaha, berusaha, dan berusaha. "
Perutnya berbunyi lagi pertanda protes kepada tuannya kenapa sampai selarut ini belum diisi sama sekali.
Disaat yang mulai kritis, tiba-tiba terdengar suara yang sangat akrab di telinga Thaomas.... ting.....ting.....
ting.....
"Bagus.... itu dia yang aku tunggu" soraknya bersemangat sambil baranjak bangun dari pembaringan.
Gerobag Mie ayam yang berwarna biru muda itu sebenarnya biasa-biasa saja.tapi entah kenapa banyak sekali warga di perumahan tempat Thomas tinggal menyukainya dan bahkan rela menunggu selama berjam-jam demi menikmati semangkok mie ayam hangat.
"Jan..... nggak ngerti ditunggu ya pak Tamyis?" seru Thomas kepada lelaki setengah baya penjual mie ayam itu.
"Waduh sori mas bos, dari tadi saya ngetem di perempatan gang nangka. Alhamdulillah banyak yang beli. Gimana nih ? pesen berapa?" jawab lelaki yang dipanggil pak Tamzis itu.
"owh..... ya dong pesen semangkok dulu. Seperti biasa ya, kering ga pakai kuah"
" Oke siap mas bos...." sahut pak Tamzis sambil dengan cekatannya menyiapkan semangkok mie ayam pesanan Thomas.
Sudah beberapa bulan terakhir Thomas memang sering sekali makan malam mie ayam buatan pak Tamzis. Disamping rasanya enak, orangnya pun sangat ramah dan enak dijadikan teman ngobrol. Wawasannya sangat luas bahkan mungkin nggak kalah dengan Thomas sendiri yang notabene adalah seorang pegawai negeri.
Dan selama itu pula Thomas menyimpan sebuah tanda tanya besar terkait kebiasaan yang dilakukan penjual mie ayam langganannya ini setiap kali dia membayar. Pak Tamzis selalu memisahkan uang yang diterimanya. Ada empat tempat dimana lelaki itu menyimpan uang hasil jualannya. Laci, kaleng, kotak kayu dan dompet.
"Pak maaf nih mau tanya, selama ini saya perhatikan kalau terima bayaran mie ayam mesti uangnya dipisah-pisah, kenapa sih pak ?" tanya Thomas nekad bertanya.
"Owh anu mas bos, saya cuma ingin memisahkan hasil yang saya dapat untuk tujuan dan cita-cita saya kok. Yah maklum lah mas bos, orang kecil seperti saya kalau nggak begini ya kapan bisa maju ?"
"Lha emangnya apa cita-cita sampeyan pak?" tanya Thomas tambah penasaran.
"Jadi begini mas bos, tujuan sayamenyimpan di beda tempat salah satunya memang untuk keamanan saya. Jadi kalau ketemu dengan orang jahat kan paling saya kasih dari satu tempat penyimpanan saya masih punya tiga tempat lagi.....iya to ?"
"Hem bener juga ya, lha selain itu tujuannya apa pak?"
"Kalau itu sih sebenarnya demi menabung saja mas bos. Menabungnya adalah untuk 4 kepentingan besar saya. Satu kepentingan hidup sehari-hari, dua untuk kepentingan masa depan anak saya, tiga untuk kepentingan akhirat saya dan yang terakhir untuk kepentingan ibadah saya mas"
"Maksudnya pak ?"
"Begini mas bos, seperti yang sampeyan lihat uang hasil jualan emang saya pisah ke empat tempat dengan porsi yang berbeda.
- Laci, dengan jumlah yang paling sedikit adalah untuk tabungan pendidikan cucu saya kelak mas. Biaya pendidikan sekarang sudah semakin mahal. Dan tentu saja akan menjadi berlipat ganda sepuluh tahun lagi. Sekarang cucu saya masih berumur 2 tahun. senagkan bapaknya sendiri masih bekerja serabutan di luar kota. harapan saya semoga besok pada saat cucu saya memasuki usia sekolah, saya sudah punya cukup uang untuk membantu biayanya.
- Kaleng, jumlahnya agak lebih banyak dari yang saya masukkan laci. Tujuannya adalah untuk tabungan sodaqoh atau sedekah saya mas. Kata pak ustadz kalau kita mau bersedekah meskipun kita juga dalam keadaan susah insyaalloh rejeki kita akan lancar dan akan selalu mendapatkan bantuan yang tidak terduga dari Allah SWT
- Dompet, kalau yang ini memang jumlahnya lumayan banyak, yaitu untuk keperluan hidup sehari-hari mas. Selain itu kalau saya tidak mengalokasikannya dalam jumlah besar bagaimana saya bisa belanja buat dagang besok sore ?"
Sejenak lelaki setengah baya itu terdiam. Raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang mengalami kelelahan yang luar biasa. Namun dengan senyumannya dia berusaha menutupi kelelahan itu dan mengalihkannya entah kemana.
"Lha yang terakhir pak? kan baru tiga tempat itu ?" tanya Thomas semakin penasaran.
"Hehehe....kalau yang terakhir saya sebenarnya malu mas bos. Malunya adalah seperti tidak mungkin tapi itu adalah cita-cita kuat saya yang saya akan berusaha dengan sekuat hati untuk bisa mewujudkannya."
"Apa itu pak ?
"Kotak kayu itu adalah usaha saya untuk bisa memenuhi panggilan Allah SWT ke tanah suci mas bos. Sya pengen haji. Meskipun entah kapan bisa terpenuhi dan cukup dananya, yang penting saya akan terus berusaha ke situ mas. Harapan saya sih tahun depan saya sudah bisa mendaftar haji.....insyaalloh....."
Degg ..... Thomas terdiam seribu bahasa mendengar jawaban penjual mie ayam itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang terkadang dipandangnya dengan sebelah mata itu ternyata mempunyai kebesaran hati dan cita-cita yang sangat luar biasa. 180 derajat dengan para anggota yang terhormat yang setip hari ditemuinya di kantor.
"Kenapa mas bos ? kok jadi diam? " tanya lelaki setengah baa itu kepada Thomas yang sedang takjub.
"Ah enggak pak, saya hanya kagum sama bapak. Bahkan hal seperti itu belum saya pikirkan sama sekali. Bapak hebat. "
"Bukan seperti itu mas, saya hanya berusaha bersikap realistis saja dengan keadaan yang saya alami. Saya hanya berharap dan berusaha selalu optimis bahwa Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya yang mau berusaha, berusaha, dan berusaha. "
Dan Thomas pun terdiam seribu bahasa.
Pikirannya melayang jauh entah kemana sampai akhirnya dia sadar bahwa dia sudah merenung di dalam kamarnya, diatas pembaringan reotnya sampai adzan subuh berkumandang hari ini………..
Jalan Tikus Downloader : Downloader buatan anak negeri
Ada satu lagi hasil karya anak bangsa yang membanggakan di dunia maya. Setelah proses download file selama ini selalu identik dengan Internet Download Manager (IDM), muncul sebuah software sejenis yang bernama Jalan Tikus Downloader yang asli buatan
anak bangsa. .
Kegunaannya sama seperti Download Manager lainnya, yaitu untuk memudahkan dan MEMPERCEPAT proses download file dari Internet serta memungkinkan untuk mendownload beberapa file sekaligus.
Karena masih dalam versi Alpha, software ini masih belum stabil dan masih sering terjadi Bug atau Error, selain itu sering terjadi miss (tidak berfungsi) pada situs-situs tertentu.
Salah satu kelebihan Jalan Tikus Downloader adalah tidak ada register. Sehingga pengguna bisa langsung download dan menggunakannya secara bebas. Juga sudah dijamin oleh pihak pengembangnya bahwa software ini 100% bebas malware, jadi aman bagi komputer pengguna.
Penasaran ??
silahkan kunjungi websitenya di www.jalantikus.com
Jika ingin berpartisipasi dalam proses pengembangan baik melalui ide, saran, kritik, silahkan kirim email ke
info@jalantikus.com
berminat ???
DOWNLOAD disini
Cara instal disini
Sumber : Kaskus.co.id
Kegunaannya sama seperti Download Manager lainnya, yaitu untuk memudahkan dan MEMPERCEPAT proses download file dari Internet serta memungkinkan untuk mendownload beberapa file sekaligus.
Karena masih dalam versi Alpha, software ini masih belum stabil dan masih sering terjadi Bug atau Error, selain itu sering terjadi miss (tidak berfungsi) pada situs-situs tertentu.
Salah satu kelebihan Jalan Tikus Downloader adalah tidak ada register. Sehingga pengguna bisa langsung download dan menggunakannya secara bebas. Juga sudah dijamin oleh pihak pengembangnya bahwa software ini 100% bebas malware, jadi aman bagi komputer pengguna.
Penasaran ??
silahkan kunjungi websitenya di www.jalantikus.com
Jika ingin berpartisipasi dalam proses pengembangan baik melalui ide, saran, kritik, silahkan kirim email ke
info@jalantikus.com
berminat ???
DOWNLOAD disini
Cara instal disini
Sumber : Kaskus.co.id
Sanim, dari tukang becak jadi pengusaha garam sukses
Bertahun-tahun lamanya Sanim menggantungkan nasib pada sebuah becak
yang dimilikinya. Kini nasibnya berubah, ia menjadi jutawan dengan dua
pabrik, tiga rumah, 10 mobil, dan dua kali haji dari usahanya itu.
Sanim
(60) merupakan seorang pengusaha asal Desa Rawa Urip, Kecamatan
Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ia menjadi salah satu contoh
warga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Dua usaha yang
ia jalani saat ini ialah pabrik pembuatan garam dan pupuk organik.
Namun, nama Sanim lebih dikenal sebagai pengusaha garam ketimbang
pengusaha pupuk organik.
"Sekarang saya punya 10 mobil, tiga di
antaranya mobil pribadi tipe Daihatsu Taruna, Honda Jazz, dan mobil
pertama ketika saya beli tahun 1997, yaitu Daihatsu Espass, bangga
sekali saya saat itu. Sisanya mobil angkut produksi, seperti Fuso," ujar
bapak empat anak ini, saat ditemui Kompas.com di acara peluncuran buku kewirausahaan Rhenald Kasali di Gedung WTC, Jakarta Kamis (5/7/2012).
Adapun
beberapa jenis garam yang diproduksi ialah jenis garam grosok (garam
non-yodium masih berbentuk butiran besar dan kasar, biasanya dipakai
untuk budidaya dan pengawetan ikan), garam dapur (konsumsi), dan garam
industri untuk pabrik tekstil.
Sementara jenis pupuknya, yakni
organik tipe KCL (kalium clorida), fungsinya meningkatkan unsur hara
kalium di dalam tanah budidaya.
Kemampuan produksi kedua
pabriknya, Samin mengaku, dalam setahun mampu memproduksi masing-masing
2.000 ton baik garam maupun pupuk organik.
"Oh kalau barang jadinya, itu mah (harga jual) rahasia perusahaan, Mas. Yang penting perhitungan saya ini ada lebihnya gitu. Saya tidak tahu kiranya berapa, tapi tahun kemarin bersih minimal mencapai Rp 400 juta per tahun," tuturnya sambil tertawa.
Menimba ilmu dari pabrik garam
Sanim
menceritakan, pada awalnya ketika masih sebagai tukang becak, ia sering
mangkal di persimpangan Jalan Cirebon. Di tempatnya mangkal, berdiri
sebuah pabrik garam yang cukup besar.
Sanim pun tertarik
untuk melamar kerja di pabrik tersebut, dengan harapan nasibnya bisa
lebih baik. Beruntung, Ia diterima bekerja di situ.
"Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri," ungkapnya.
Akhirnya,
Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai
berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih
besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.
Baginya, garam
bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan
untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak
sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. "Jadi bisa dikatakan cuma
menimba ilmu di pabrik tersebut," tuturnya.
Ilmu yang diperolehnya
ialah cara membuat garam krosok. Sanim pun menggarap empang peninggalan
orang tuanya yang berada di belakang rumahnya untuk mencoba membuat
garam.
"Alhamdulillah, lama-lama usaha saya berkembang, sampai
yang awalnya usaha di halaman belakang rumah, lalu berkembang dan kita
bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi," ujar
Sanim, yang mampu mengantarkan keempat anaknya meraih gelar sarjana ini.
Petani
garam umumnya memanfatkan empang atau kolam di dekat pantai. Caranya,
dengan mengumpulkan air laut ke dalam empang. Lalu, dengan bantuan sinar
matahari, air laut yang terkumpul tersebut akan menguap dan
menghasilkan kristal-kristal bersenyawa Natrium clorida (NaCl).
Kristal
NaCL itu dikumpulkan oleh petani, lalu dibersihkan berulang kali dari
kotoran yang melekat hingga menjadi butiran halus dan kecil, tetapi
non-yodium.
Itu dulu, tetapi kini, selain memproduksi sendiri
garam krosok, ia juga membelinya dari petani garam di sekitar Cirebon.
Dengan kisaran harga beli sekitar Rp 400 per kilogram.
Harga
belinya murah disebabkan garam yang diterima masih sangat kotor dan
berwarna hitam. Kemudian ia cuci kembali dengan alat seadanya.
Akhirnya,
Ia memutuskan untuk membeli alat pencuci khusus garam krosok seharga Rp
20 juta-an. Lebih efisien, dan garam krosok bisa dibersihkan dengan
cepat. Ia pun menjual garam itu ke industri, pertanian, dan perikanan.
Namun,
Sanim enggan menyebut berapa harga jual garamnya. Di beberapa iklan
promosi yang beredar di internet, harga jual garam krosok bersih bisa
mencapai Rp 810.
Peralatan produksi garamnya pun masih menggunakan
mesin tradisional. Menurutnya, ini warisan budaya setempat. Lagi pula,
ia menganggap mesin tradisional lebih tahan lama dan tidak menimbulkan
suara bising ketimbang mesin modern berbahan besi.
Mesin
tradisional inilah yang digunakan Sanim untuk mengolah garam krosoknya
menjadi garam beryodium dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kalau
barang, jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena
pemasaran banyak sekali setelah garam beredar," ungkapnya.
Memanfaatkan KUR
Lambat
laun, Sanim pun mulai berpikir untuk mengembangkan usaha lebih besar
lagi dari yang ia jalani sekarang. Pada 2010, ia memutuskan untuk
menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan
perbankan BUMD Jawa Barat, yakni Bank Jabar Banten (BJB).
Sebelumnya,
ia hanya memanfaatkan jasa bilyet giro Bank BJB untuk bertransaksi
dengan pembeli luar kota. "Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke Bank
BCA, tapi waktu itu ditolak. Setelah itu akhirnya kita ke bank BJB.
setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya
kita dapat dana," katanya bercerita saat kesulitan memperoleh dana
usaha.
Untuk menghasilkan 2.000 ton garam, paling tidak Sanim
harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 1 miliar. Untuk itu, ia
sangat membutuhkan suntikan dana bank untuk memperlancar arus
produksinya.
Ia mengaku tidak pernah mengalami kredit macet selama
meminjam ke bank. "Ke depannya nanti saya akan meminjam kembali ke Bank
BJB sebesar Rp 500 juta. Kepenginnya saya balikin sekitar 1 tahun," katanya.
Sementara itu, ditemui Kompas.com
di tempat yang sama, Dirut Bank BJB Bien Subiantoro mengatakan, bank
yang dipimpinnya itu memberikan akses kemudahan bagi para pengusaha
mikro melalui jalur KUR.
Salah satu langkah BJB ialah meluncurkan
suatu program bernama "Warung BJB". Warung tersebut semacam bank
keliling khusus untuk menyalurkan pembiayaan usaha mikro.
Kini, 430 Warung BJB tersebar di pasar-pasar tradional di beberapa wilayah Jawa Barat dan Banten.
"Khusus kredit (KUR) kita masih fokus di Jawa Barat dan Banten. Ini karena untuk menyalurkan kredit, kita harus tahu dulu customer-nya," tutur Bien.
Dirinya mengklaim, pengusaha mikro tidak perlu lagi berpikir ribetnya proses birokrasi pengajuan dana KUR.
Biasanya,
lanjut Bien, pengusaha mikro yang datang ke BJB untuk mengajukan KUR
didiskusikan terlebih dahulu, bank pun bisa langsung mencairkan dananya.
Asalkan pengusaha punya tempat usaha tetap.
"Kita memberi dana
mulai paling kecil yakni Rp 2 juta hingga yang paling besar sampai Rp 50
juta. Begitu tumbuh, lalu kita naikkan kembali levelnya sampai RP 100
juta. Lalu begitu tumbuh lagi, kita naikkan kembali level pinjamannya.
NPL-nya (kredit bermasalah) pun kecil, hanya empat persen (maksimal lima
persen) untuk mikro," kata Bien, yang pernah menjabat Direktur Treasury
dan Internasional Bank BNI ini.
Rhenald Kasali tentang Sanim
Guru
Besar FEUI sekaligus penggiat Rumah Perubahan kewirausahaan Rhenald
Kasali mengatakan, banyak sekali orang yang menjadi tukang becak selama
20 tahun dan bahkan hingga akhir hayatnya.
"Tapi Pak Sanim
berubah, justru Pak Sanim melihat dirinya ada potensi. Dan sekarang Pak
Salim menjadi pengusaha besar di bidang garam. Ketika sebagian besar
orang justru ingin impor garam. Pak Sanim berkutat untuk menyelamatkan
garam Indonesia. Jadi ini salah satu contoh," ungkapnya pada sambutannya
di peluncuran buku terbarunya tentang kewirausahaan.
Rhenald menyebut Sanim dan pengusaha mikro sejenis adalah para "pengusaha cracking".
Para pengusaha yang awalnya bukan dari kalangan keluarga pengusaha,
tetapi mereka nekat keluar dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada
umumnya.
sumber : kompas.com
Extra Big Project
Nggak terasa udah beberapa bulan ini aku lupa dan sama sekali nggak sempat menulis. Bukan karena aku sudah melupakan bagaimana asyiknya menulis atau apa tapi karena memang benar-benar waktu dan pikiran yang tersedia dalam hidupku saat ini sedang terforsir ke "area" yang lain.
area itu adalah big project aku dan istriku yang emang bener-bener big alias besar. Besar yang dimaksud adalah besar pikirannya, besar biayanya dan dituntut untuk selalu besar hatinya....
Kami sedang membangun istana kami gan..... karena rumahku adalah istanaku kan ???
Sejak tanggal 17 Mei 2012 lalu proyek ini dimulai sampai sekarang sudah tidak terhitung lagi besarnya biaya yang dikeluarkan. Yang jelas tujuan kami nekad memulai proyek ini (jelas nekad wong uang yang kami punya aja sangat terbatas) adalah biar kami bisa segera mandiri dan tidak terlena dengan nyamannya Pondok Mertua Indah..... selain itu salah satu pertimbangan utamanya adalah mumpung Zi masih berumur 2 tahun dan belum membutuhkan dana besar untuk sekolahnya.
sementara ini proses masih terus berlangsung. jujur saja terkadang ada rasa berat, ada rasa takut dan ada rasa pesimis apa bisa aku menyelesaikan proyek ini mengingat dana yang sangat terbatas.
area itu adalah big project aku dan istriku yang emang bener-bener big alias besar. Besar yang dimaksud adalah besar pikirannya, besar biayanya dan dituntut untuk selalu besar hatinya....
Kami sedang membangun istana kami gan..... karena rumahku adalah istanaku kan ???
Sejak tanggal 17 Mei 2012 lalu proyek ini dimulai sampai sekarang sudah tidak terhitung lagi besarnya biaya yang dikeluarkan. Yang jelas tujuan kami nekad memulai proyek ini (jelas nekad wong uang yang kami punya aja sangat terbatas) adalah biar kami bisa segera mandiri dan tidak terlena dengan nyamannya Pondok Mertua Indah..... selain itu salah satu pertimbangan utamanya adalah mumpung Zi masih berumur 2 tahun dan belum membutuhkan dana besar untuk sekolahnya.
![]() |
| persiapan pondasi |
![]() |
| pondasi gan |
![]() |
| pasang besi |
![]() |
| natabata |
![]() |
| mulai kelihatan bentuknya gan |
![]() |
| dari depan prateras |
![]() |
| dari dalam pra teras gan |
![]() |
| dari halaman belakang |
![]() |
| teras depan |
![]() |
| dari depan |
Tapi ane kembali lagi ke Yang Maha Kaya gan, dengan pasrah dan terus berdoa agar diberikan keajaiban-Nya kembali lagi aku nekad. Dengan segenap keyakinan bahwa akan ada jalan keluar dari-Nya kami teruskan proyek kami, kami teruskan doa kami dan kami teruskan perjuangan kami sekeluarga.......
semoga saja Allah SWT selalu mendengarkan dan sudi mengabulkan doa dan harapan kami...... amin
update foto akan terus berjalan di SINI monggo ditinjau dan dikomentari karena segala komentar baik berupa saran ataupun kritik adalah masukan bagi kami. terimakasih
update foto akan terus berjalan di SINI monggo ditinjau dan dikomentari karena segala komentar baik berupa saran ataupun kritik adalah masukan bagi kami. terimakasih













