whatever ... i love Indonesia

akhir akhir ini saya kok tambah gumun ya sama negara kita tercinta ini. kalau lagi lihat siaran berita di tv adanya berita kriminal, kecelakaan sama berita aneh bin ajaib dari dunia politik.
Lha ngga aneh bin ajaib gimana wong sudah jelas jadi tersangka, seorang pejabat yang katanya terhormat masih sempat ngurusi bisnisnya di luar penjara, masih tetep bisa senyum dan melambaikan tangan dengan bangganya ke media massa (yang otomatis akan menyiarkannya ke seluruh pelosok negeri ini), terus ada lagi berita tentang sebuah hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang tau-tau hilang dari pemberitaan karena menyangkut nama besar seorang pejabat tertentu, dan masih banyak lagi keajaiban lainnya di negeri ini. bah....

foto by Rizzal Zendrall fromKoFiPon® (Komunitas Fotografi Ponsel)

Suwer deh, kalau ditanya apakah saya cinta negeri ini, pasti jawab saya sangat cinta sekali pada negeri ini......tapi bukan pada sistemnya lho ya....
kenapa ?

karena pada dasarnya masyarakat Indonesia terutama yang sudah berada pada kasta atas justru adalah orang-orang dari golongan yang sudah "berumur" dengan pikiran kolot yang lebih mementingkan apa yang ada di otak mereka daripada apa yang dilihatnya dengan mata kepala mereka sendiri di sekitarnya. maksudnya adalah sebagian besar dari mereka adalah orang yang akan mendahulukan kepentingan makannya daripada mengulurkan tangan untuk membantu seseorang yang sedang mengemis demi sesuap nasi tepat di hadapannya....hayah ngomong apa to saya ni...hehehe....

Seiring bergantinya tahun, saya dan berjuta masyarakat di negeri ini tentu saja dan tanpa ada rekayasa bersama-sama berharap bahwa di tahun yang baru ini akan ada perbaikan gizi, eh maksudnya perbaikan ekonomi, perbaikan kehidupan dan segala bentuk perbaikan lainnya yang menyangkut negeri ini dan semua unsur yang ada di dalamnya. Termasuk sistemnya tadi....


ada satu kalimat dari presiden pertama kita, Ir. Soekarno, yang dimuat dalam harian Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, yang kemudian sangat membekas dalam hati dan sanubari saya....

"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."

Pas sekali bukan dengan kondisi "kejiwaan" negeri kita saat ini ? lihat saja sekarang, dalam sistem pemerintahan kita jarang sekali orang muda mendapatkan kesempatan untuk promosi dan memimpin para seniornya. yang ada adalah kedudukan pejabat diisi oleh para sesepuh di pemerintahan. kemudian jika ada seorang pemuda yang kritis dan berani bersuara untuk menentang aturan yang sudah terlanjur aneh tersebut, maka dia akan sesegera mungkin "disingkirkan" ke "daerah aman"....

tidak hanya dalam kancah politik saja hal tersebut terjadi. paling parah justru terjadi pada korps pegawai negeri kita. PNS yang bisa dikatakan sebagai buruh negeri ini juga sangat memegang teguh prinsip diatas.

ada sebuah kalimat menggelitik yang saya temukan ketika "jalan-jalan" di internet,

PNS = Professional works, No corruption, Salary not Good....

hwahahaha.....curcol deh jadinya.
tapi bener kok. yang namanya jadi Abdi Negara banyak minusnya daripada plusnya. Tentu saja dengan tidak mengurangi rasa syukur kepada-Nya yang telah memberikan kesempatan itu, sebagai abdi negara sering sekali terjadi ketimpangan yang diluar batas kewajaran. contohnya ? monggo dicari sendiri (karena akan sangat mudah sekali menemukannya) dan kemudian tolong sampaikan di blog ini untuk kita bahas lagi bersama-sama hehe.....

Sawang sinawang saja....begitu kata orang tua.
Memang kalau kita hanya menuruti kata hati, pasti nggak akan pernah ada kata cukup dan puas. Selalu saja kurang dan tidak pernah cukup. Namun jika kita memegang prinsip bahwa kita harus selalu "menunduk" dan bersyukur pastilah rasa semacam itu tidak akan meracuni hati dan otak kita.

Selamat tahun baru (bagi yang merayakannya) dan semoga ke depan kita akan semakin bisa menjalani hidup dengan lebih baik, lebih indah dan lebih bermanfaat.....



1.05.2014
Posted by ngatmow

Klinik KoFiPon di SMK N 1 Punggelan Banjarnegara

Tanggal 22 Desember 2013, Komunitas Fotografi Ponsel (Kofipon) sukses menggelar acara bertajuk  "Klinik Fotografi Dasar dengan Handphone" dengan bertempat di SMK N 1 Punggelan Banjarnegara. Acara yang diikuti oleh sekitar 70 siswa itu berlangsung meriah dengan berbagai macam kegiatan seperti pameran foto, diskusi, game dan lomba foto dengan menggunakan kamera handphone peserta yang sebagian besar adalah siswa SMK N 1 Punggelan.

Courtesy : Hidayat Syah Alam photo
Ketua panitia acara Buddy Yulli mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merubah pandangan generasi muda bahwa fotografi tidak hanya bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kamera mahal saja, namun juga bisa dilakukan dengan memaksimalkan kamera yang tersemat dalam handphone masing-masing.

Pada kesempatan ini Ketua pusat Kofipon, Hidayat Syah Alam, yang berkenan hadir dari Yogyakarta didapuk sebagai juri pada sesi lomba foto peserta bersama Oo Cah dan Ngatmow Prawierow. Lomba foto yang diikuti seluruh peserta workshop dengan sangat antusias ini ternyata menjadi salah satu ajang diskusi dan komunikasi antara peserta dengan tim Kofipon. Banyak hal yang kemudian ditanyakan peserta   terutama terkait teknik dan tips memotret dengan menggunakan handphone. Hasilnya sungguh diluer dugaan. Semangat dan rasa ingin tahu peserta membuahkan hasil yang maksimal. sebanyak 5 orang peserta berhasil menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah dari Tim Kofipon yaitu berupa lensa wide+macro osino untuk juara I, lensa macro osino untuk juara II, Topi Kofipon Macro untuk juara III dan pulsa untuk juara IV dan V.


Berikut hasil karya siswa SMK N 1 Punggelan yang berhasil menjadi 5 terbaik (dengan sedikit polesan dari admin tanpa mengurangi keaslian foto - hanya mempertegas warna saja)






Prihatin Sutarwanto,S.Pdi selaku Wakasek Kesiswaan SMK N 1 Punggelan mengatakan bahwa kegiatan seperti ini selain sangat positif dan bermanfaat bagi siswa terutama bagi mereka yang menaruh minat pada fotografi, juga bisa mengurangi sisi negatif jiwa muda mereka (siswa,red) yang sedang menggebu gebu dengan satu kegiatan  positif yang cenderung "adem". Selain itu dia berharap bahwa acara semacam ini bisa terus digelar dan bekerja sama lagi pada kesempatan yang lain dengan KoFiPon.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan tersebut yang diambil dari beberapa sumber.

pameran foto

klinik dan diskusi

praktek lapangan bersama KoFiPon
setor foto untuk lomba

Game bersama Udien dan Sinchan

sesi foto bersama KoFiPon

sesi foto bersama KoFiPon




12.23.2013
Posted by ngatmow
Tag :

Foto buta warna saya

Ada sebuah pertanyaan dari seorang kawan beberapa waktu yang lalu, menggelitik tapi asik untuk dibahas. Dia bertanya kenapa saya selalu saja mengambil foto orang-orang yang saya temui di jalan dengan kamera handphone saya dan kemudian merubah foto berwarna yang saya ambil menjadi foto hitam putih.....

Jawabannya simple sodara-sodara, karena saya sangat suka dengan foto jenis ini. Menurut saya, hasil foto hitam putih atau BW memiliki keunikan tersendiri. Elemen hitam putih dalam fotografi dapat memperkuat kesan dramatis, misterius, dan elegan. Hal inilah yang menyebabkan foto hitam putih menjadi salah satu jenis foto yang tak lekang oleh waktu. Dari dulu hingga saat ini foto bernuansa hitam putih selalu memiliki tempat dihati dan bahkan memberi kesan mendalam bagi orang yang melihatnya. Betul tidak ?


Ada beberapa "tema" foto BW yang memang sangat saya gandrungi. Portrait dan Streetphoto.  Portrait atau yang sering dipermudah kalimatnya menjadi foto wajah mungkin merupakan foto yang paling umum bagi kita semua yang memegang sebuah kamera. Entah itu kamera DSLR, kamera pocket, maupun kamera handphone sekalipun. Karena selain menarik, juga merupakan bentuk pengabadian ekspresi pribadi bagi kaum 4.L.4.Y alias penyuka foto selfie .....ah sudahlah, yang jelas untuk jenis ini saya lebih tertarik untuk mengabadikan raut wajah-wajah sepuh yang sudah berkeriput dari pada wajah-wajah cantik seorang model yang memang sudah siap untuk difoto (inilah yang membuat istri menjadi lebih "tenang" ketika saya pergi kemana-mana membawa alat jepret hehehe.......)

Bicara soal foto portrait, sebenarnya ada 4 hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan foto portrait yang enak dipandang namun sering kita lewatkan (ini versi saya lho ya). Pertama jangan lupakan cahaya, jangan terlalu banyak ruang kosong di atas kepala objek, mata berkata segalanya dan untuk mendapatkan kesan lebih, penuhi frame dengan subjek foto dalam hal ini bisa wajah si model - meskipun sudah penuh keriput hehehe....)

Berikut beberapa hasil jepretan untuk jenis foto ini dengan menggunakan kamera dari handphone Nokia N8 saya. Mohon masukan dan saran ya...







Memenuhi frame dengan subjek foto akan sangat berguna jika kita ingin menonjolkan subjek agar lebih "terlihat" dan "hidup" dalam foto yang kita tangkap. namun begitu, satu hal yang perlu diperhatikan adalah usahakan agar posisi mata berada di sepertiga bagian frame alias tetep mengikuti aturan ROT. kenapa ? karena biasanya POI dari foto seperti ini adalah bagian mata dimana mata bisa berkata segalanya....




Kembali ke persoalan jenis foto yang sedang saya gandrungi belakangan ini, satu hal lagi selain portrait adalah streetphoto. dari namanya saja sudah jelas yaitu foto yang diambil di jalanan, baik itu yang diambil secara terang terangan maupun sembunyi sembunyi sehingga tidak ketahuan objek fotonya.






** foto lainnya bisa dilihat di Zi Gallery atau Fan Page Zi Gallery

12.15.2013
Posted by ngatmow

Sebuah Perenungan

Kata orang tua, hidup itu harus selalu bersyukur apapun keadaannya, apapun kondisinya dan apapun peristiwanya. selalu saja ada hikmah yang akan kita dapatkan baik langsung maupun nggak langsung dari sebuah peristiwa. bahkan peristiwa sekecil apapun.

Bicara soal bersyukur, coba deh kita rasakan sendiri apa yang kita raih kalau kita mau bersyukur kepada-Nya. Bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa dan ajaib bahkan tanpa kita menyadarinya....tentu saja kalau kita mau menelaah apa dan dimana kita berada.

Ada sebuah cerita yang sungguh menyentuh hati terkait dengan rasa syukur masing masing pribadi yang saya temukan ketika iseng iseng membuka akun FB. Ceritanya begini ....... 

Sepasang suami-istri petani sedang bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya

 "Lihat Bu, betapa bahagianya suami istri yg naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah, tidak seperti kita yang harus lelah ber...jalan untuk sampai kerumah.."

Sementara itu pengendara motor & istrinya yang sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya


"Lihat Bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat


"Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, pasti nyaman di kendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hati


"Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tidak pernah punya waktu untuk berduaan karena kesibukan masing-masing......"

**asli copas dari status FB temen ..... 


QUOTE OF THE DAY

Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika hanya melihat milik orang lain, dan selalu membandingkannya dengan milik kita.  Begitu juga soal hidup, bekerja dan berkeluarga.....

Bersyukurlah senantiasa atas hidupmu kepada-Nya, niscaya akan dilipatgandakan kebahagiaanmu karenanya........


11.29.2013
Posted by ngatmow

Tips memilih kamera versi saya

Setelah beberapa waktu lalu saya sedikit mengulas soal bagaimana caranya memilih lensa kamera DSLR, dan munculnya pertanyaan dari beberapa orang teman soal bagaimana cara memilih dan menentukan kamera bagi mereka yang rata-rata adalah berstatus masih belajar fotografi, kali ini saya memberanikan diri menulis sedikit tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya dan temen-teman serta bantuan dari mbah Google sebagai pelengkap referensi....


Ceritanya begini sodara-sodara, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan sebelum membeli atau mungkin meminjam (hehehe....) kamera digital untuk mengabadikan momen momen penting yang terjadi di sekitar kita. Dalam sebuah artikel di dal digital.com, disebutkan bahwa dalam membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan yang jeli terlebih dahulu, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya.

Nah berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih kamera digital, baik itu DSLR maupun Mirrorless versi brock7.tk

1.  Isi dompet
Membeli kamera digital harus disesuaikan dengan isi dompet kita. Jangan memaksakan diri apalagi sampai berhutang sana sini hanya demi gengsi dan mencari pandangan orang bahwa kita adalah seorang fotografer.....selain itu pilihlah kamera sesuai dengan kebutuhan, karena yang sering terjadi adalah memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita bahkan  tidak bisa menggunakan fitur tersebut untuk keseharian.

Sekedar saran, untuk pemula lebih baik memilih kamera yang untuk pemula saja dulu, kemudian seiring meningkatnya skill, baru kamera ditingkatkan. Oya, kalau dalam konteks belajar tekhnik fotografi, alangkah baiknya mengesampingkan gengsi dan gaya-gayaan. Kenapa ? karena hal tersebut sangat tidak dianjurkan dalam kita belajar fotografi.
Dalam belajar fotografi, menggunakan kamera pocket atau bahkan kamera handphone - yang saat ini sudah sangat canggih - pun sudah bisa dilakukan. Banyak bermunculan komunitas fotografi yang menggunakan kamera jenis ini untuk share beragam ilmu foto (karena banyak diantara angotanya yang ternyata adalah fotografer pro lho....) yang bahkan bisa dijadikan sebuah kegemaran hingga kebanggaan baru.


2. Resolusi
Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.
Hal ini menjadi penting ketika hasil foto nantinya akan digunakan sebagai apa, sebab tidak bisa dipungkiri bahwa semakin besar resolusi kameranya maka akan semakin besar pula kemampuan foto untuk dicetak. Artinya, kalau hanya sekedar ingin foto-foto narsis kemudian di share ke dunia maya, ukuran Megapixel besar dan kamera jenis tercanggih tidak terlalu dibutuhkan.


3. Sensor
Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.
Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".
Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.
Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.
Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.
Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

4. ISO dan speed alias kecepatan
Fitur lainnya yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.
Disamping ISO, kecepatan atau speed juga perlu digunakan sebagai pertimbangan, biasanya kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya pertandingan sepak bola, pertunjukan kesenian tari, lomba lari, balap sepeda/mobil atau bahkan menonton konser musik.

5. Ukuran dan Model
Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Oleh karena itu ukuran atau model kamera juga harus dipertimbangkan. Bagi yang bersedia ribet, kayaknya sih oke oke saja "menggendong" paralatan tempur tang berat dan rawan rusak itu, namun jika kurang suka dengan sesuatu yang ribet dan menghendaki yang ringkas dan mudah dibawa, mungkin kamera mirrorless lah jawabannya.



6. Image Stabilization/Anti Getar
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.


Kalo saya pribadi, sering saya justru menganggurkan kamera bermoncong di tas saya dan jeprat jepret sana sini dengan kamera di ponsel saya. Dan saya justru bangga itu. Suer.... hehehe....


11.25.2013
Posted by ngatmow

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow