Berita duka dari Jemblung

Berita duka kembali menghiasi layar kaca di seluruh negeri ini. Semua headline news tertuju ke Banjarnegara. Di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, tanah longsor tiba-tiba datang mengubur sekitar 40 rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga sekitar pukul 17.30 WIB. Jumlah warga Dusun Jemblung RT 05 RW 01 yang tertimpa longsor diperkirakan sekitar 108 orang, sedangkan warga lainnya berhasil menyelamatkan diri. Selain itu, sejumlah mobil yang sedang melintas di jalan Karangkobar-Banjarnegara turut tertimpa longsor. Sehingga jumlah pasti korban meninggal dalam bencana ini diperkirakan jauh diatas angka yang muncul di media massa.

Banyak korban selamat mengatakan bahwa musibah kali ini sangat aneh. Tanah longsoran bergerak seperti ombak yang bergulung dan berputar membentuk pusaran besar. Tanah seolah menjadi cair dan berwarna mengerikan dengan gemuruh suara yang sungguh dahsyat.

Karena itulah kemudian banyak versi cerita muncul di kemudian hari. Mulai dari yang bersifat ilmiah sampai cerita mistis yang melatarbelakanginya.
Kebanyakan dari korban selamat pada malam itu juga bergerak dengan alat seadanya untuk mencari korban selamat lain yang lokasinya tidak begitu jauh dari posisi mereka. Malam yang gelap itu semakin mencekam dengan teriakan manusia yang maminta pertolongan. Dan tangisan orang orang yang kehilangan sanak saudara, juga teriakan orang orang yang saling menguatkan satu sama lain ditengah himpitan tanah tanpa bisa saling menolong. Tragis....
   
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan beberapa penyebab terjadinya longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (15/12/2014 - Kompas)
"Dusun Jemblung di dalam peta merupakan daerah yang rawan longsor dengan intensitas sedang-tinggi," ujar Sutopo, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

Sutopo mengatakan, pada dua hari menjelang terjadinya longsor, yaitu pada tanggal 10-11 Desember, wilayah di sekitar Dusun Jemblung, Banjarnegara, diguyur hujan yang cukup deras. Akibatnya, tanah di lokasi tersebut menjadi penuh dengan air. Kemudian, menurut Sutopo, materi penyusun bukit Telaga Lele, di Dusun Jemblung, merupakan endapan vulkanik tua sehingga solum atau lapisan tanah cukup tebal dan terjadi pelapukan.

Selain itu, kemiringan lereng di bukit tersebut kurang dari 60 persen. Saat kejadian, mahkota longsor berada pada kemiringan lereng 60-80 persen. Sutopo juga mengatakan, penyebab longsor tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Tanaman di atas bukit tempat terjadinya longsor adalah tanaman semusim, dengan jenis palawija, yang tidak rapat. Akibatnya, kondisi tanah menjadi longgar dan mudah terbawa air."Budidaya pertanian yang tidak mengindahkan konservasi juga jadi penyebab. Kondisi tanah dan air di lokasi kejadian, di mana tidak ada terasering pada lereng tersebut," kata Sutopo.















 



Innalillahi wainna ilaihi roji'un.....
Hanya itu yang bisa kita ucapkan selain segera bertindak dengan segala kemampuan yang kita bisa untuk meringankan beban bagi saudara saudara kita yang terkena musibah disana.


Tidak lupa mari kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa, semoga mereka yang sedang tertimpa musibah diberikan kekuatan dan kesabaran, dan kita semua semoga diingatkan bahwa kita ini hanyalah makhluk-Nya yang tidak punya kekuatan apapun untuk berlaku sombong dan melupakan keberadaan-Nya


12.15.2014
Posted by ngatmow

Anies Baswedan, Guru Anak-anak Muda Indonesia

Ditengah carut marutnya dunia politik di negeri ini, lambat laun kita sebagai masyarakat kecil akhirnya bisa melihat mana petinggi-petinggi bangsa yang hanya "omong tok" dan mana yang benar benar mau bekerja demi bangsa ini.

Nama Anies Baswedan tidak asing lagi di telinga para generasi muda. Ide dan pemikirannya yang cerda membawa angin segar bagi perubahan bangsa.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 ini menorehkan tinta emas sebagai intelektual muda nasional namun berprestasi global. Hal ini dimulai sejak Anies menjadi peserta AFS, Intercultural Programs yakni program pertukaran pelajar siswa Indonesia-Amerika, tahun 1987. Ia kemudian menjadi salah satu tokoh intelektual muda Indonesia.

Anies berhasil masuk dalam daftar 100 intelektual Publik Dunia oleh Majalah Foreign Policy. Anies tercantum di majalah terbitan Amerika ini pada edisi April 2008. Dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang tercantum namanya pada majalah tersebut.

Pria yang dikenal ramah dan murah senyum ini berhasil mensejajarkan namanya bersama para intelektual muda kelas dunia di antaranya Al Gore (aktivis lingkungan/mantan Wakil Presiden AS), Francis Fukuyama (ilmuwan AS), Lee KuanYew (menteri mentor Singapura) hingga pemenang Nobel perdamaian asal Bangladesh Muhammad Yunus. Hanya ini saja? Tentu tidak.

Selain itu, pada April 2010 pria bernama lengkap Anies Rasyid Baswedan ini juga terpilih sebagai salah satu dari 20 tokoh yang akan membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight. Majalah terbitan Jepang ini menampilkan 20 tokoh yang diperkirakan akan menjadi perhatian dunia, salah satunya adalah nama Anies yang disematkan berdampingan dengan 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen serta Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi.

Siapa sesungguhnya sosok cerdas yang sudah mendunia ini? Anies Baswedan berasal dari keluarga sederhana, masa kecil Anies dihabiskan di Kota Pelajar, Yogyakarta. Lahir dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid keduanya merupakan dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Sebagai informasi, Anies muda bukanlah seorang bintang di kelasnya. Sejak kecil Anies malah tidak pernah juara kelas, tetapi bakat kepemimpinannya sudah terlihat, saat kecil dia selalu proaktif terhadap berbagai hal dibanding teman-teman seusianya.

Anies juga membentuk perkumpulan anak-anak muda di kampungnya yang diberi nama ‘Kelabang’ (Klub Anak Berkembang) pada usia yang relatif masih sangat muda yakni umur 7 tahun. Bayangkan saja, di usia yang pada umumnya anak sedang asyiknya bermain kelereng dia justru sudah memikirkan sesuatu pemikiran yang besar.

Anies boleh saja menjadi sosok intelektual di masa kini, namun tahukah Anda, selain menjadi anak yang aktif, Anies ternyata gemar adu jotos dengan teman-teman sebayanya.

"Semua orang saya anggap sak tinju. Ditonjokin (dipukul) semua..." ucap suami dari Fery Farhati Ganis, S.Psi. M.Sc, mengenang masa kecilnya. "Saya merasa terinspirasi Muhammad Ali," ungkap Anies, menyebut idolanya petinju legendaris berkulit hitam asal Amerika Serikat itu.

Lantaran gemar meninju teman-teman sebayanya, baik di sekolah atau di lingkungan rumahnya di Yogyakarta, berulangkali ia pun dipanggil kepala sekolah. “Saat kelas 1 dan 2 sekolah dasar, saya memang agak punya masalah," ucap ayah dari empat orang anak ini.

Namun demikian, siapa sangka, kegemarannya bertinju itu kelak mengantarnya gemar membaca buku, dan mengenal tokoh-tokoh nasional dan dunia, serta belakangan membuatnya akrab dengan istilah dan makna inspirasi.

Beranjak remaja, Anies tumbuh menjadi seorang yang hebat dan berprestasi. Saat SMP, dia dipercaya menjadi Ketua Seksi Pengabdian Masyarakat di sekolahnya SMP Negeri 5 Yogya. Anies selalu dipercaya oleh guru-gurunya untuk tampil mewakili sekolahnya kala itu. Hal yang lebih menakjubkan lagi ketika Anies duduk di bangku SMA Negeri 2 Yogya, Anies yang baru duduk di kelas satu sudah dipercaya menjadi ketua OSIS SMA se-Indonesia, hal yang sangat jarang terjadi di setiap sekolah di seluruh penjuru negeri ini.

Anies mengikuti program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs di Indonesia yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya, selama satu tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (1987-1988). Anies terpaksa menjalani masa SMA selama 4 tahun pada (1985-1989).

Jiwa aktivis mengalir begitu deras dalam sekujur tubuh Anies. Dia tumbuh menjadi pemuda aktif. Lulus dari SMA dia lalu melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ekonomi UGM di tahun 1989, Anies aktif di gerakan mahasiswa dan menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM.

Setelah meraih gelar sarjananya tahun 1995, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park. Berkat prestasi-prestasinya yang sangat gemilang, sewaktu kuliah, dia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Student Award.

Tak hanya sampai di situ, 10 tahun kemudian Anies kembali melanjutkan pendidikan doktoralnya menggunakan jalur beasiswa di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat dan dapat menyelesaikan disertasinya dengan sangat baik.



Setelah menyelesaikan studinya, ia pun langsung pulang ke Indonesia, kiprahnya di Jakarta begitu hebat. Selain berprofesi sebagai intelektual, Anies selalu mengisi kegiatan-kegiatan seminar pendidikan, keagamaan dan kebangsaan.

Tak ayal melihat kiprahnya yang demikian hebat, dua tahun kepulangannya Anies langsung terpilih sebagai rektor Universitas Paramadina, sebuah universitas yang dibangun dengan modal warisan intelektual dan nama besar almarhum Nurcholis Madjid yang mendunia. Saat itu usianya baru menginjak 38 tahun, ia pun dianugerahkan sebagai Rektor Termuda di Indonesia.

Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan.

“Kami tidak berencana menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia, tapi kami berencana mengajak semua pihak turun tangan menyelesaikan masalah pendidikan Indonesia. Problem yang ada di bangsa ini luar biasa banyak. Tidak bisa kita berharap satu orang menyesaikan every single detail,” ujar Anies.

Tergugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Anies pun mendirikan gerakan pendidikan baru yaitu Indonesia Mengajar. Sebuah program yang merekrut anak-anak muda terbaik lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar yang berada di pelosok Indonesia.


Lewat program Indonesia Mengajar, Anies mengajak para pemimpin muda Indonesia yang telah selesai berkiprah di dunia kampus, untuk terjun ke desa-desa di pelosok negeri yang tanpa listrik, tanpa sinyal telepon. Menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan menggantungkan mimpi bagi anak-anak negeri lewat kehadiran para lulusan terbaik universitas ternama.

Ini pembuktian bahwa Anies ingin membangun Indonesia dengan langkah sederhana yang konkrit namun memberi terang setelah kegelapan. Tak salah jika ia dijuluki sebagai sang guru bangsa. Bangga? Tentu saja!


Sumber : Sooperboy.com
12.08.2014
Posted by ngatmow
Tag :

Festival Sungai Merawu : Simple, unik, asik dan mBanjar banget

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 8 November 2014, Masyarakat Desa Rakitan Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara menggelar sebuah acara budaya yaitu Festival Sungai Merawu untuk yang pertama kalinya. Aneh juga saat pertama kali mendengar kabar akan adanya acara ini. Sebab yang saya dengar, acara ini digalang oleh pemuda setempat dan murni hasil kerja keras mereka dalam mempersiapkannya selama beberapa hari saja. Luar biasa........

Desa Rakitan adalah sebuah desa yang masuk wilayah Kecamatan Madukara (meskipun pada dasarnya lebih dekat ke Kecamatan Banjarmangu daripada ke Kecamatan madukara itu sendiri), berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Banjarnegara ke arah Selatan. Akses untuk menuju ke sana pun sangat mudah, karena dilalui jalan utama menuju wilayah Selatan dan wilayah Atas kabupaten Banjarnegara.

Menurut ketua Panitia, Setyo Bangun Suharto, festival ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat melestarikan salak jantan. Sebab keberadaan salak jantan ini semakin hari semakin menurun. Padahal tanpa penyerbukan dengan serbuk sari salak jantan, salak pondoh tidak bisa berbuah.Dia meminta para petani salak, khususnya di Desa Rakitan, jangan hanya menanam salak betina yang bisa berbuah, namun juga menanam salak jantan di terasiring. Pada saat langka, serbuk sari dijual dengan harga mahal, sehingga menanam salak jantan juga memiliki manfaat ekonomis.

11.13.2014
Posted by ngatmow

CPMI 2014 Yogyakarta : Saya Tidak Berangkat

Tanggal 19 Oktober 2014 kemaren, ada satu hal yang sangat sangat dan sangat terasa hilang dalam pikiran saya. Meskipun sudah berusaha untuk mengalihkan perhatian dengan melakukan beragam aktivitas yang asik dan menyenangkan dengan keluarga, namun ternyata perasaan itu terlanjur sangat dalam membekas di ujung relung hati.....halah

Ya. Pada tanggal itu saya seharusnya saya berada di antara 1800-an penggemar fotografi yang mengenakan atribut lengkap CPMI 2014 di Pelataran pusat perbelanjaan terbaru di Yogyakarta, Jogja City Mall.
CPMI ?
Canon PhotoMarathon Indonesia, sodara sodara. Sebuah event foto terbesar yang sangat saya idam idamkan bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya, yang pada akhirnya saya hanya bisa nyawang saja foto teman teman yang berangkat ke sana.....

Sekedar info (bagi yang belum tahu saja....yang sudah tahu mau dibaca monggo, mau nggak ya nggak papa......)
CPM adalah singkatan dari Canon Photo Marathon, yaitu sebuah ajang perlombaan fotografi yang diadakan setahun sekali oleh Canon di (Singapore, Thailand, Vietnam, India, Indonesia, Malaysia, Kamboja) dalam hal ini di Indonesia di selenggarakan oleh PT. Datascrip (selaku distributor tunggal produk fotografi di Indonesia).

Canon PhotoMarathon Indonesia tahun ini merupakan gelaran yang keenam (CPM Indonesia pertama diadakan di tahun 2009) dengan hanya berlokasi di Jakarta. Kemudian Mulai tahun 2011 – 2013 (dan semoga seterusnya) diadakan di 3 Kota: Jakarta, Surabaya dan Jogjakarta. Terakhir tahun ini, 2014 diadakan di 3 Kota : Jakarta, Medan dan Jogjakarta (Canon PhotoMarathon akan diadakan di tiga kota tersebut dalam waktu berbeda, yakni pada 11 Oktober 2014 di Lapangan Merdeka Medan, 19 Oktober 2014 di Jogja City Mall Yogyakarta, dan puncaknya 25 Oktober 2014 di Gelora Bung Karno Jakarta.)

Original pic by Sulthon Arif Rahmatullah
Bayangkan saja, dengan sebegitu banyak peserta, berapa besar kemungkinan untuk menang ? 1 : sekian itu kan ? Nah dari situlah pada awalnya saya berharap bisa bertemu dengan master master jepret dari daerah lain yang kemudian bisa diajak kenalan, ngobrol, ngopi  dan tentu saja diserap ilmunya......dan tentu saja pasti akan menjadi sebuah pengalaman besar yang tidak akan terlupakan sampai akhir nanti.

..........ah sudahlah.........


Nah, pagi tadi, saya fb-an gasik di kantor pengen melihat hasil CPMI kemaren itu. Berdasarkan apa yang saya baca, Canon PhotoMarathon Indonesia 2014 di Yogyakarta lalu terbagi dalam tiga tema dimulai dengan tema pertama, yaitu “Menyambut Pagi” di lanjutkan ke tema kedua (setelah batas waktu kurang lebih 60 menit untuk berburu foto tema pertama berakhir), yaitu “Indahnya Persahabatan”. Tema terakhir atau tema ketiga yang mengakhiri tantangan kecepatan dan kreativitas para peserta di ajang ini adalah “Waktunya Belanja”.


Hasil foto seluruh para peserta kemudian diseleksi oleh Dewan Juri yang terdiri dari Ray Bachtiar (Fotografer Profesional), Misbachul Munir (Fotografer Profesional), Rarindra Prakarsa (Fotografer Profesional), Wahyu Wijoseno Aji (Fotografer Profesional), Denny Feblu (Fotografer ; Pengamat Fotografi) dan Heru Chandra (Manajer Divisi PT. Datascrip).

Sambil menunggu penilaian oleh Dewan Juri dan pengumuman finalis serta pemenang, para peserta disuguhi seminar fotografi mengenai corporate photography yang dibawakan oleh fotografer profesional dan mentor ternama, Edward Tigor Siahaan. Para peserta pun terlihat serius mengikuti seminar tersebut.

Hasilnya ?
Dahsyat bin sangar bin mengagumkan .........

Juara Umum dimenangkan oleh master Agus Supriyanto (fotografer panutan saya  dari HPPW Wonosobo hehehe.....) . Untuk itu, ia berhak membawa pulang kamera DSLR Canon EOS 60D serta mengikuti Trip Photo Clinic ke Jepang bersama para Juara Umum dari Canon PhotoMarathon Indonesia 2014 di Medan dan Jakarta serta pemenang utama dari negara penyelenggara Canon PhotoMarathon Asia lainnya.


Kemudian  Juara 1 Tema pertama diraih oleh kakangmas Budi Prasetyo  (balakurawa dan mentor foto saya di KPFB - Komunitas Penggemar dan Penghobi Fotografi Banjarnegara) dan Juara 1 Tema kedua diraih oleh Gunung Pamungkas. Juara pertama dari masing-masing tema yang di gelar dalam kompetisi berhak membawa pulang kamera DSLR Canon EOS 60D Body serta Trip Photo Clinic ke Lombok....... (ini yang bikin saya ngiler berat sodara hehehe....)

Original pic by Sabar Widadi‎
Oya ada lagi, beberapa orang kawan dari HPPW ternyata berhasil juga menjadi Jawara di ajang ini. Mas Juragan OASE studio, Sulthon Arif Rahmatullah, yang menjadi Juara 2 kategori Umum dan mas bro Em Faies yang menjadi Finalis tema ke 2 ......

Bangga juga saya pada mereka, ikut merasa bahagia namun jauh dalam hati semakin menjerit (halah....) karena keinginan untuk bisa ada di sana tidak terlaksana ......

mungkin tahun depan.....
mungkin tahun depannya lagi ......
mungkin tahun depannya depannya lagi ......
entah......
10.21.2014
Posted by ngatmow

Catatan Ringan setelah Dieng Culture Festival ke V

Pagelaran akbar Dieng Culture Festival ke V tahun 2014 ini sudah selesai diselenggarakan. Ada banayk cerita dibalik gegap gempitanya Festival tahunan di negeri atas awan itu. Cerita asik, cerita gembira, cerita hebat, cerita kagum, cerita sedih, cerita duka bahkan caci dan maki melengkapi pemberitaan yang muncul dimana-mana.

Yup. Festival di atas awan. mungkin benar sekali apa yang dusebutkan dalam kalimat itu. Dengan ketinggian mencapai 2000 mdpl, kabut yang pekat bisa sewaktu waktu turun dan menyelimuti seluruh permukaan tanah hingga kita akan serasa berada di negeri antah berantah.

suasana pemotongan rambut gembel - #DCF2014
Pada pagelaran Dieng Culture Festival ke V (DCF V) tanggal 30 - 31 Agustus 2014 kemarin, jumlah pengunjung festival pada hari pertama mencapai 20.000 orang dan bertambah hampir separuhnya pada hari kedua. Hal inilah yang kemudian memunculkan sebuah masalah yang bahkan tidak pernah dialami atau bahkan terpikir sekalipun oleh warga setempat. MACET.

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow