Posted by : ngatmow 12.24.2011

Ini dia sosok menteri yang paling menjadi idolaku saat ini. Dahlan Iskan. Memang beliau ini adalah sosok yang "nyeleneh" bila dibandingkan dengan pejabat yang lain. tapi karena itulah beliau menjadi "layak" untuk aku idolakan.


Bukan hanya karena sifatnya yang ceplas-ceplos dan seadanya, bukan hanya karena gaya berpakaiannya yang ala kadarnya, dan bukan hanya karena keberaniannya mengungkapkan sebuah perkara tanpa tedheng aling-aling, tapi juga karena kemauannya untuk benar-benar membaur dengan masyarakat umum yang membuatnya lain dari yang lain.

Bahkan ketika menjadi seorang menteri seperti sekarang ini tidak membuat pembawaan Dahlan Iskan berubah. Setidaknya ini yang terlihat ketika Dahlan, yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara, tetap mengenakan sepatu kets ketika mengikuti upacara pelantikan menteri dan wakil menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/10/2011. Dahlan merupakan satu-satunya anggota Kabinet Indonesia Bersatu II yang mengenakan sepatu kets. Kali ini, sepatu kets yang dipakai berwarna hitam, senada dengan celana bahannya yang berwarna gelap.(okezone.com)

Berikut secuil biografi Dahlan Iskan yang aku kumpulkan dari berbagai sumber :

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.

Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati (catatan tersebut dapat dibaca di Pengalaman Pribadi Menjalani Tranplantasi Liver) pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina.

Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.

Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.

Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.

Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN.
Dahlan Iskan menjanjikan satu hal, mantan Direktur Utama PLN ini menyatakan bahwa dirinya siap turun jika Presiden merasa tidak puas dengan kinerjanya.
"Kapan saja Presiden merasa tidak puas dengan kerja saya, ganti saja kapanpun Presiden mau. Tidak perlu nunggu enam bulan, satu tahun atau sebagainya.  Bahkan kalau saya meneken (tanda tangan) di kertas kosong, saya bersedia," tegasnya.


Website : http://dahlaniskan.wordpress.com
Buku :
  1. Buku Ganti Hati (Online)
  2. The Joy Of Agony
  3. Pelajaran Dari Tiongkok
  4. Menegakkan Akal Sehat

Comments
2 Comments

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. harusnya orang seperti pak dahlan iilah yang jadi pemimpin negeri ini.berani mengubah tatanan busuk yang sudah mendarah daging....salut untuk beliau

    BalasHapus
  2. ada wacana beliau akan dijadikan ketum PSSI.menurut saya itu adalah ide yang sangat bagus, sebab beliau adalah orang yang sangat terbuka dan selalu berpikir duapuluh langkah di depan otak para pejabat PSSI yang ada.

    BalasHapus

Instagram

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow