Tampilkan postingan dengan label perlu tahu. Tampilkan semua postingan

Dawet Ayu Banjarnegara, minuman khas yang jadi Warisan Budaya Tak benda Indonesia

Kakang kakang pada plesir (maring endi yayi)

Tuku dawet, dawete banjarnegara

Seger adem legi (apa iya)

Dawet ayu, dawete banjarnegara


Begitu sepenggal bait dari lagu berjudul “Dawet Ayu Banjarnegara” yang konon diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono (dan disebut-sebut sebagai asal sejarah nama dawet ayu) untuk kemudian dipopulerkan kembali oleh Grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. 


Wajar kalau nama Dawet Ayu kemudian di identikkan dengan Banjarnegara karena dalam lirik lagu ini memang disebutkan beberapa kali kata 'Dawet Banjarnegara'.  Dalam liriknya lagu ini berkisah tentang percakapan sederhana antara adik dan kakak soal rencana pergi bepergian piknik kemana saja yang penting jangan lupa membeli dawet banjarnegara yang segar, dingin dan manis. Begitu ...... 




Dalam masyarakat Banjarnegara sendiri, asal muasal penamaan Dawet Ayu memang ada beberapa versi. Selain versi tersebut, ada pula versi Ahmad Tohari (dan setelah melalui penelusuran yang intensif ternyata versi Tohari ini mirip dengan keterangan tokoh masyarakat Banyumas, Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu) yang mengatakan bahwa berdasarkan cerita tutur turun temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Generasi ketiga penjual es dawet ini terkenal dengan parasnya yang cantik. Dari sini mulailah orang menyebutnya sebagai es dawete wong ayu yang artinya es dawet racikan wanita cantik.


Ada juga cerita dari mulut ke mulut yang beredar di masyarakat Banjarnegara bahwa popularitas dawet Banjarnegara ini adalah berkat jasa dan dorongan mantan Presiden Soeharto saat meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica pada 1989. Disebutkan saat itu Presiden Soeharto disuguhi minuman khas Banjarnegara yakni dawet oleh ibu ibu cantik, dan kemudian Pak Harto bilang minuman ini seterusnya disebut saja dawet ayu agar semakin terkenal ke seluruh Indonesia. 


Pak Harto juga menganjurkan supaya hiasan ukiran sosok Semar dan Gareng terpampang di angkringan dawet ayu. Semar Gareng atau disingkat mareng dalam bahasa Jawa artinya, musim kemarau.


“Jadi simbolnya nanti berupa Mareng, Semar dan Gareng yang menjadi penanda ajakan untuk menghilangkan rasa dahaga (kering, mareng atau kemarau) dengan meminum dawet ayu" begitu dikisahkan.



Btw, lupakan soal nama...... ingatlah soal rasa ...... halah ......


Dawet Ayu sendiri sebenarnya merupakan minuman yang unik. Keunikan es dawet ayu Banjarnegara terletak pada cita rasanya yang khas. Santan kelapa yang digunakan beraroma gurih dan tidak amis. Gula arennya juga berkualitas tinggi, memberikan rasa manis yang legit tanpa rasa pahit. Selain itu, dawetnya terbuat dari tepung beras yang diolah secara tradisional, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan lembut.


Selain cita rasanya, es dawet ayu Banjarnegara juga memiliki penampilan yang cantik. Warna hijau dari dawet dan putih dari santan berpadu harmonis, menciptakan tampilan yang menggoda. Ditambah es serut yang dingin dan serutan gula aren, es dawet ayu Banjarnegara menjadi sajian yang memanjakan mata dan lidah.


Menggoda ? 

Pasti dong.......


Pengakuan terhadap Dawet Ayu Banjarnegara juga nggak main main lho. Dawet Ayu Banjarnegara ditetapkan sebagai ‘Minuman Tradisional Terpopuler’ dan meraih Juara 1 pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 sekaligus sebagai minuman terfavorit pilihan masyarakat Indonesia pada ajang yang sama pada tahun 2021.




Pada tahun ini Dawet Ayu Banjarnegara telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2024. Sertifikat penetapan tersebut diserahterimakan oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Indonesia (AWBI) Tahun 2024 pada hari Sabtu (16/11).




Foto by Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Banjarnegara 

Keren kan ?


Pengakuan terhadap Dawet Ayu Banjarnegara diharapkan kemudian menjadi kebanggaan dan sebuah komitmen bagi masyarakat Banjarnegara untuk terus berupaya melestarikan minuman khasnya tersebut.  Selain itu juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi untuk diwariskan kepada generasi mendatang.


So, kita sebagai generasi terkini siap untuk mengemban tugas itu ?

Harus lah ....

karena kalau bukan kita, siapa lagi ??

12.07.2024
Posted by ngatmow

Telaga Dringo, satu lagi destinasi yang tersembunyi di Dieng

Di suatu senja di musim yang lalu .....
Ketika itu hujan rintik .....
Halah......

Hehehe...... tapi emang pernah sih, waktu gerimis siang-siang, saya lagi menjalankan tugas sebagai abdi negara yang baik..... (hemm ....) eh ga sengaja nemu dua orang bule cantik kesasar......

" Excuse me sir, do you know where is the Dringo Lake ? i think we lost here .... " tanya salah satunya (yang kemudian saya tahu namanya Lena) sambil menunjukkan muka sangat memelas ..... :)
" Oh yes yes..... i know it, but..... nganu...... i think is not save to go to Dringo lake now, because  now is kremun mau hujan .... the street is lunyu ...... oya, don' t call me sir, just zis aja" 

Dan karena mereka masih tetap ngeyel saja ya apa boleh buat.... akhirnya  dengan sangat tidak terpaksa saya mengantarkan ke lokasi yang dimaksud ......

Sekitar setengah jam kemudian ..... 

" woooooowww.......... "
" wonderfull......"
" amazing ..... "
" this is a paradise zis....."
teriak mereka sambil lari kesana dan kesini .....

Dan dua jam kemudian ......

" thank you zis, this is a best lake that i ever see..... love you so much......" #ehh.......

Dan saya pun terbangun kemudian .......
Bwahahahaha.........

Berbicara tentang Dataran tinggi Dieng, bagi beberapa orang yang mau dan sudi mengeksplore habis wilayahnya pasti tidak akan melewatkan sebuah telaga yang konon mirip dengan Ranu Kumbolo di bawah puncak Mahameru sana..... atau istilah lainnya Ranu Kumbolo KW.

 Yes.... Telaga Dringo namanya

Telaga yang berada di wilayah desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara (bukan berada di Kabupaten Batang seperti yang selalu muncul di hasil pencarian mbah Google) ini memang seolah menjadi surga yang tersembunyi karena keindahan alamnya yang tak terbantahkan. Telaga Dringo ini merupakan destinasi wisata yang memang belum banyak dikunjungi wisatawan karena kurangnya publikasi dan akses jalan untuk menuju kelokasi itu memang sangat ekstrim, dimana kita harus treking selama 20 menit jalan tanah dan berbatu dari Desa Pekasiran. Dengan suasana yang memang masih sepi, belum banyak terjamah alay alay selfi, dan tangan tangan jahil para pemburu like di media sosial, lokasi ini sangat cocok untuk camping, atau sekedar melepaskan segala kepenatan hati dan jiwa......heissshhh........

Telaga Dringo dengan background puncak Gunung Sindoro (foto pribadi)

Konon, Penyebutan Telaga Dringo berasal dari nama Dlingo yaitu tumbuhan sebangsa rerumputan menyebarkan bau wangi yang banyak ditemukan di bibir telaga. Rerumputan jenis ini hanya hidup dan muncul pada musim penghujan saja, sedangkan pada musim kemarau seolah menghilang tidak tahu kemana.

Ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, bahwa di tengah telaga hidup seekor kerbau bertanduk emas. Hewan sahabat petani ini diceritakan sebagai penjaga telaga. Karenanya warga sekitar meyakini bahwa bala akan tiba jika telaga tak dirawat. Memang sih belum ada warga yang pernah melihat langsung kerbau bertanduk emas tersebut, namun hal ini cukup membuat penduduk sekitar menjadi sangat rajin merawat telaga ini.

Selain mitos tersebut, yang menarik dari Telaga Dringo adalah keberadaan 10 makam di puncak Bukit Cemeti di sisi kanan telaga. Katanya makam-makam tersebut merupakan peristirahatan penyebar agama Islam di sana. Namun belum diketahui detail 10 makam tersebut. Warga sekitar juga mengaku tak mengetahui asal usulnya. Dahulu waktu pertama kali ditemukan, 10 kerangka sempat dilakukan rukyat oleh seorang ahli agama.

Di Telaga Dringo terdapat dua spot camping man..... yaitu di Bukit Stlompak dan Bukit Cemeti. Keduanya masih sangat asri dengan rumput yang tumbuh subur dan udara yang sangat segar. Hanya saja kalau memang mau bermalam di kedua lokasi ini harap waspada dengan keberadaan hewan hewan liar seperti ular.  Selain itu Telaga Dringo ini letaknya cukup dekat dengan kawah candradimuka. Legendanya kawah Candradimuka ini merupakan tempat Gatot Kaca dicelupkan sehingga Gatot Kaca mempunya kesaktian yakni kebal senjata, kecuali engkel kakinya karena hanya bagian itu saja yang tidak dicelupkan di dalam bagian kawah.


Ada 2 jalan masuk untuk menikmati Telaga Dringo ini yakni jalan yang menuju dan dari Desa Pekasiran Banjarnegara dan dari arah Kabupaten Batang. Jalan menuju Telaga Dringo inipun sangatlah kecil, mungkin hanya cukup 1 mobil saja. Kalau ada mobil lain yang lewat berlawanan arah maka salah satu mobil harus mengalah dan mundur agar satu jalan bisa dilalui dua mobil. Sangat disarankan untuk menggunakan mobil yang tinggi seperti Jeep. Jangan coba coba pakai mobil sedan karena jalan ke Telaga Dringo ini sangat curam dan jalannya masih berupa batu ditata. atau bila ingin lebih mudah pakailah kendaraan roda dua saja.


Momen yang paling tepat untuk berkunjung ke telaga istimewa ini adalah pada pagi hari menjelang atau sesudah matahari terbit karena Dieng jika sudah lewat dari jam 10 pagi biasanya sudah berkabut. Sedangkan suhu cuaca kalau malam sangatlah dingin, bahkan lebih dingin dari Dieng. View terbaik untuk menikmati Telaga Dringo adalah pada saat sunrise, karena Telaga Dringo dikelilingi oleh bukit bukit yang langsung menghadap pemandangan Dieng. Memang sih ketika sunrise, keindahan telaga tidak tampak karena tertutup bukit. Tetapi pada saat sunrise anda harus berjalan dan trekking sedikit ke arah bukit untuk mendapatkan view di balik bukit pemandangan Dieng yang menawan.


Kembali ke permasalahan yang sering dimasalahkan oleh para pencari masalah mengenai status kepemilikan Telaga Dringo ini. Banyak artikel di internet yang menyebutkan bahwa Telaga ini masuk wilayah Destinasi wisata Kabupaten Batang dan bukan Banjarnegara. It's true ?

Sama sekali salah sodara sodara......

Memang sih Telaga cantik ini sudah dimasukkan kedalam peta wisata kabupaten sebelah, namun apabila kita telusuri lebih jauh maka akan ketahuan bahwa Telaga Dringo ini (sekali lagi saya katakan) 100 % masuk wilayah desa Pekasiran Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara.

Perlu bukti ?

Berdasarkan data dari Data di Badan Statistik, Data dari LMDH Wilayah Banyumas, data Desa Pekasiran dan Data dari Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, sebanyak 26 hektar wilayah Desa Pekasiran masih berupa hutan dengan 8 hektar diantaranya berupa kawasan air (telaga)..... ya Dringo ini..... dan ini bisa kita tanyakan kepada ketua LMDH setempat yaitu Bapak Yahya (bisa ditemui di sekitar kawah Candradimuka atau di rumahnya di dekat Masjid besar Desa Pekasiran)

Pak Yahya
Batas wilayah dengan Kabupaten Batang ada di 25 meter di sebelah kanan jalan (dari arah Pekasiran) atau dibawah tebing jalan. sehingga untuk mempermudah penjelasan ke pendatang disebutlah bahwa jalan itulah batas antar kabupaten.
Selain itu ada pembatas lain yaitu berada di puncak bukit cemeti yang ditandai dengan dua pohon Cemara dimana pohon sebelah kanan (dari arah utara) ikut Kabupaten Batang dan pohon sebelah kiri ikut Kabupaten Banjarnegara. Hal ini juga menjelaskan bahwa makam keramat yang ada di tempat tersebut 100% ikut wilayah Banjarnegara.


Jalan batas wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Batang (arah yang ditunjuk Pak Yahya adalah arah Banjarnegara)

Tapi .........
Adalah sebuah kewajaran manakala telaga ini di klaim oleh tetangga sebelah. Sebab akses jalan termudah menuju ke Dringo dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Dan seperti sudah dijelaskan di awal tadi, akses dari wilayah Banjarnegara sendiri malah ambyar.... jauh dari kata mendingan sekalipun. Bahkan penunjuk jalan yang ada di ruas jalan provinsi (Jalur Pekalongan - Dieng ) pun tidak ada tulisannya......


Damn !!!

Selain itu, para "petinggi" di Banjarnegara yang notabene sebagai pemilik wilayah seolah olah tidak memperdulikan akses kesini (padahal melewati Kawah Candradimuka yang memiliki history sangat kuat). Hal ini bisa dibuktikan dengan tidak adanya respon atau minimal kunjungan para pejabat ke Telaga Dringo. Dan parahnya lagi, bahkan ada pejabat sangat tinggi yang tidak tahu akan keberadaan telaga ini. Mereka (yang tahu) rata rata hanya memperdulikan nilai nominal pendapatan yang masuk saja......dengan sebuah jurus silat lidah ......
" Ah biarkan saja diklaim tetangga.... sukur sukur mereka mau membangunnya. Yang penting retribusi masuknya ke kita ....... " 

Kan a*u to .......

Well...... seandainya akses dibangun, kemudian dibuat semacam festival atau kegiatan budaya di sini, pasti jumlah pengunjung akan meningkat dan secara otomatis pendapatan daerah (yang diantaranya masuk ke kantong para pejabat itu) akan semakin meningkat. Iya nggak ?

So..... bullshit dengan para pejabat itu. Tugas kita sebagai orang orang yang waras dan tidak punya kepentingan diluar pariwisata, camping dan tentu saja fotografi, adalah menjaga bagaimana caranya agar surga yang tersembunyi ini tetap lestari. Entah bagaimanapun dan dengan cara apapun......
Betul tidak ???

Daftar Paspor via online ? Bisa kok ...

Paspor adalah barang wajib yang perlu kita miliki sebelum berpergian ke luar negeri, tetapi mungkin banyak orang tidak mengetahui bagaimana caranya untuk membuatnya. Paspor merupakan salah satu indentitas resmi yang diperlukan untuk melakukan perjalanan resmi secara internasional, walaupun beberapa negara juga menetapkan dokumen lain untuk disertakan selain paspor.

Sekarang ini paspor bukan lagi barang istimewa untuk orang indonesia karena seperti kita tahu banyak sekali orang Indonesia yang pergi untuk keperluan bisnis atau hanya sekedar jalan-jalan. Bukan hanya di dunia, indonesia juga menjadi pengguna pesawat terbang komersil terbanyak, bahkan International Air Transport Association (IATA) menyatakan bahwa indonesia diperkirakan akan menjadi nomor 4 pengguna pesawat terbanyak pada tahun 183 juta pada tahun 2034 dengan peningkatan rata-rata 6,4% pertahun.

Wow.....

So, Sebenarnya apa saja sih jenis paspor yang berlaku di Indonesia ??
Alright.......saya jelaskan kisanak ......

  1. Paspor Biasa : Paspor ini merupakan paspor reguler yang biasanya masyarakat indonesia gunakan, paspor ini biasanya berwarna hijau tua yang dikeluarkan oleh Dirjen Keimigrasian. 
  2. Paspor Dinas : Yaitu paspor yang diterbitkan untuk kalangan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik seperti kedutaan dan konsulat ataupun bagi pegawai negeri sipil yang sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Biasanya paspor ini berwarna biru yang dikeluarkan oleh kementrian luar negeri yang di acc oleh Sekretariat Negara. 
  3. Paspor Diplomatik : Dengan paspor ini kita akan mendapatkan kemudahan di negara tujuan. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul warna hitam dan dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri.
Dan karena saya juga lagi berkepentingan untuk buat paspor (hemmm)..... so sekarang mari kita bahas bagaimana cara mendaftar paspor tapi yang via online saja ya hehehe .....
Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu. Yaitu :

  1. Scan e-ktp (file jpeg warna grayscale)
  2. Scan kartu keluarga (file jpeg warna grayscale)
  3. Scan ijazah / akta kelahiran / surat nikah  - pilih salah satu (file jpeg warna grayscale)

Caranya ?? 
Check this out .......
  1. Pertama kita harus masuk website resmi kementrian imigrasi di imigrasi.go.id 
  2. Lalu masuk sub judul Layanan Paspor Online 
  3. Setelah terbuka halaman tersebut lalu pilih Pra Permohonan Personal, di halaman ini kita harus mengisi beberapa data sebagai pemohon dan kemudian pilih 48H perorangan (jika paspor kita hanya untuk berkunjung atau rekreasi) dan pilih 24H perorangan (jika kita akan menjadi TKI) 
  4. Jika kita belum memiliki paspor sebelumnya,  maka pilih Baru – Paspor Biasa pada isian Jenis Permohonan
  5. Kantor Imigrasi diisi dengan lokasi yang akan kita datangi untuk membuat paspor, kita dapat memilih yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal. Cek saja di SINI
  6. Email merupakan data yang penting, jadi kita harus memperhatikannya jangan sampai email yang diinput salah karena bukti tanda terima pemohon akan dikirim ke email tersebut. 
  7. Pada saat muncul tab verifikasi, ketikkan angka dan huruf pada kode verifikasi tersebut. Kemudian klik OK
  8. Setelah itu akan muncul halaman Bukti Permohonan. Anda harus mencetak bukti permohonan tersebut untuk dibawa saat melakukan wawancara di kantor imigrasi yang anda pilih tadi.
  9. Setelah bukti verifikasi tersebut sudah dicetak, anda bisa datang ke kantor imigrasi sesuai dengan tanggal yang tercantum dalam Bukti Permohonan untuk Wawancara, Pembayaran, dan juga Foto.
  10. Pada waktu wawancara, anda hanya melakukan proses mencocokkan data yang telah anda submit secara online dengan berkas berkas anda yang asli.
  11. Setelah wawancara selesai, anda akan melakan proses foto untuk paspor anda kemudian melakukan pembayaran di loket pembayaran atau langsung foto apabila pembayaran dilakukan secara online.
  12. Setelah membayar, anda akan mendapatkan bukti pembayaran serta kartu untuk mengambil paspor anda. Biasanya paspor akan selesai dalam waktu 3 hingga 7 hari.
  13. Pada tanggal dan hari yang ditentukan untuk mengambil paspor, silahkan anda kembali ke kantor imigrasi tempat anda mendaftar untuk mengambil paspor anda.

Biaya yang harus di bayar

Jenis PasporKeteranganTarif
Paspor BiasaBuku 48 halaman untuk WNI/orangRp.300,000
Paspor BiasaBuku 48 halaman pengganti yang hilang/rusakRp.600,000
Paspor BiasaBuku 48 halaman pengganti yang rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alamRp.300,000
Paspor BiasaPaspor biasa 24 halaman untuk WNI/orangRp.100,000
Paspor BiasaBuku 24 halaman pengganti yang hilang/rusakRp.200,000
Paspor BiasaPaspor biasa 24 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alamRp.100,000
Paspor BiasaSurat Perjalanan Laksana Paspor untuk WNI PeroranganRp.50,000
Paspor BiasaSurat Perjalanan Laksana Paspor untuk WNI dua orangRp.100,000
Paspor BiasaJasa penggunaan teknologi sistem penerbitan paspor berbasis biometrikRp.55,000
Jenis PasporKeteranganTarif
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 48 Halaman untuk WNIRp.600,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 48 Halaman pengganti yang hilang / rusakRp.800,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 48 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alamRp.600,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 24 Halaman untuk WNIRp.350,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 24 Halaman pengganti yang hilang / rusakRp.400,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISE-Passport 24 halaman pengganti yang hilang/rusak yang masih berlaku disebabkan karena bencana alamRp.350,000
PASPOR BIASA ELEKTRONISJasa penggunaan teknologi sistem penerbitan paspor berbasis biometrikRp.55,000
*Pembayaran bisa dilakukan via layanan bank mandiri misalnya seperti via ATM dan mobile banking.
2.14.2017
Posted by ngatmow

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow