Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Gitaris Fingerstyle kelas dunia asli Indonesia : Alip_Ba_Ta_

Apa yang ada di pikiran kita kalau denger kata Youtuber ?
Pasti macem macem......mungkin ada yang langsung keinget Ferdian Paleka yang kemarin sempat menghebohkan jagad maya dengan pank sampahnya, atau inget nyanyi nyanyi asik diiringi gitar akustik plus suara khasnya mas Felix Irwan dari Yogyakarta,  Cap Tikus dari timur sana yang selalu bikin tiktok reaction, Estechmedia yang selalu membahas teknologi terbaru, atau bebeb Adella Wulandari si embak ayu Semarangan yang berlogat jawa medok dan suka mengumpat, atau mungkin ada juga yang ingetnya Gamer Kimi Hime yang selalu bisa bikin seger mata karena semangka !!!

eh.....

Nah sekarang kalau ditanya,  pernah denger nama Alip_ba_ta ?
Belum ?

Hemm.... Lalu apa gunanya kalian bukain Youtube tiap hari kisanak ? ngintipin si Berli sama konten absurd macam MV yang sukanya bikin tegang si Joni.....??? hahahaha.....

Btw, wajar sih kalau bagi sebagian orang yang memiliki "minat" yang lain di dunia Youtube kalau ga kenal nama Alip Ba Ta. Sebab dia sama sekali beda dengan artis artis Youtube lainnya. Padahal dia saat ini menjadi salah satu gitaris yang disegani se antero jagad raya lho......

For Your Info gan, Alief Gustakhiyat atau lebih dikenal dengan nama Alip Ba Ta (pake P bukan F ya.....), saat ini harum sampai ke mancanegara karena kepiawaiannya gitar akustik dengan teknik fingerstyle. Bahkan musisi sekelas Brian May, gitaris band legendaris Queen, sampai dibuat kepincut lho.....  belum termasuk Sandi Sandoro, Tantri Kotak, Addie MS, Dewa Budjana, Fun Two, Alexandr Misko, Igor Presnyakov alias Uncle Igor, hingga gitaris Avenged Sevenfold, Synyster Gates ...... padahal profesi aslinya sangat jauh dari dunia musik, karena dia adalah seorang operator forklift (sebuah alat atau kendaraan yang digunakan untuk mengangkat beban-beban berat) di daerah Cakung Jakarta Timur !!!

sangar !!

Semua genre musik, dari rock sampai dengan gending jawi pernah dimainkan cowok asli Ponorogo ini sejak membuat channel YouTube pada 27 Januari 2018 lalu. Dan uniknya dia ga pernah berkata sepatah katapun. Baik menyapa penontonnya, minta orang untuk nonton atau like and share, ataupun mengemis subscribe layaknya Youtuber lain (kecuali tukang tato andalan Hendric Shinigami hehehe....). Ga pernah......

"Yang saya tonjolkan itu cara saya bermain gitar," ungkap Mas Alip dalam wawancaranya dengan Tribunjakarta.com. Malahan, ia berkelakar punya ide lebih ekstrem lagi agar penonton benar-benar fokus mendengar petikan gitarnya.

"Saya punya niat malahan hitamkan seluruh video saya. Jadi kalau perlu enggak kelihatan semuanya,"

Keren ya.....

Eh ada ding sodara sodara ......suara pemuda 31 Tahun ini pernah muncul lho dalam video cover lagu nya System fo a down yang berjudul Toxity. Dia nyanyi !!  Sebuah momen yang langka. Bahkan saking langkanya, banyak  video reaction followernya yang sampai ga percaya......bahkan ada yang nangis saking bagusnya !!!


Kalau kita perhatikan dalam setiap karya karyanya, lagi lagi kita akan menemukan keunikan dari seorang Alip_ba_ta_  

Apa itu? 

Lokasi tentu saja. “studio” tempat rekaman adalah kontrakannya yang terkesan sederhana tanpa alat canggih dan pencahayaan yang bagus, plus tempelan dinding poster pengenalan huruf dan angka untuk anak anak. Juga topi dan celana pendek yang selalu dia kenakan dengan asbak dan segelas kopi yang nggak pernah absen di sampingnya. 

Dan yang paling unik adalah..... Seringkali dia menyisipkan sebatang rokok menyala di ujung gitar yang (mungkin) digunakannya untuk membuktikan bahwa video video nya adalah langsung, nggak melalui proses editing yang kebangetan (bahkan kayaknya nggak kena edit sama sekali lho..... Perhatikan aja asapnya) kaya youtuber lain yang full editing hihihi.......

Sekedar info, akun YouTube Alip_ba_ta_ pernah mengalami banned dari pihak YouTube sendiri akibat adanya claim dari pihak sebuah media data musik. Usut punya usut ternyata di sana ada akun yang mengatasnamakan Alif_ba_ta_ (pake F) dan menjual rekaman suara beberapa hasil karya mas Alif_ba_ta_.

Saat itulah komunitas Alipers bergerak. Bahkan beberapa akun YouTube penggemar Alip_ba_ta_ juga ikut melaporkan dan mengklarifikasi hal tersebut hingga akhirnya pihak YouTube bersedia membuka kembali channel Alip_ba_ta_ 

Keren kan ?
Ini membuktikan lho bahwa untuk menjadi seorang youtuber dengan banyak follower nggak harus bikin konten prank, konten sampah, atau bahkan jual diri dengan menjual bodi saja........ Tapi dengan cara yang lebih elegan dan lebih berfaedah yaitu pake SKILL alias keahlian....... Titik......

Ada sebuah cerita menarik (lagi) soal mas mas satu ini. 

Adalah seorang pengguna YouTube bernama Nenza Leoni yang menulis komentar di bawah ini pada video mas Alip_ba_ta_ berjudul “Yiruma – River Flows in You”

Permintaan dari penggemar
Tak disangka beberapa saat kemudian  mas Alip_ba_ta_  memberikan respon dengan mengupload video khusus memainkan lagu “Kiss The Rain” sesuai request tersebut.

Bahkan seperti untuk menunjukkan bahwa lagu itu khusus untuk Nenza Leoni, dia mengenakan topi yang sama ketika mas Alip_ba_ta_ memainkan lagu River Flows In You.

Sontak saja warganet yang mengetahui “story” di balik dimainkannya lagu itu membanjir komentar video itu dengan pujian.

Tak sedikit yang mengaku menangis melihat kesungguhan mas Alip_ba_ta_ memenuhi permintaan gadis cilik tersebut.

Perlu beberapa hari setelah video itu diupload sampai Neza Leoni menulis komentar di video Kiss The Rain

Komentar balasan dari si penggemar.

Istimewa kan......???
5.19.2020
Posted by ngatmow

Adi Nur Cahyono, dari MathCity Map (MCM) sampai Pokemon GO

Akhir akhir ini dunia sedang heboh dengan fenomena Pokemon GO. Hampir setiap menit kita disuguhi berita-berita yang berkaitan dengannya. Mulai dari aspek positif, negatif, review, sampai pada cara meng-hack dan trik-trik dalam mengakali permainan ini. dan memang Pokemon GO ini merupakan terobosan baru dalam cara bermain game. Jika selama ini games diasosiasikan sebagai permainan indoor, maka Pokemon GO melabrak stereotipe itu. Para player atau disebut Pokemon Trainer harus keluar ruangan untuk berburu Pokemon. Adanya feature ini ternyata disambut baik. Lalu bagaimana dengan Indonesia, apakah kita hanya menjadi pasar saja? Mampukah kita mengembangkan game-game seru (dan juga mendidik) yang bisa menyamai dan melebihi Pokemon GO?

Ternyata ada game menarik yang sedang dikembangkan, bahkan lebih bernuansa pendidikan. Game ini dikenal dengan MathCity Map (MCM). Cara memainkannya kurang lebih sama. Player dengan menggunakan smartphone dan terkoneksi dengan GPS dapat menginstal aplikasi MCM (dapat diunduh di sini , di sini dan Google Play). Selanjutnya, player akan diminta untuk menelusuri jalan-jalan sesuai peta untuk menemukan suatu post. Kemudian di post tersebut, player akan mendapat task untuk memecahkan problem matematika yang berhubungan dengan tempat, bangunan atau benda disekitarnya. Misalnya, di lokasi post ada sebuah kolam besar, maka player diminta untuk menghitung berapa botol air (volume 1500mL) yang diperlukan untuk mengisi kolam. Jika belum mampu menjawab, maka player dapat membuka fitur bantuan (hint) untuk memperoleh informasi tambahan.



Pertanyaannya pun dirancang agar player dapat memecahkan task dengan strateginya sendiri. Misalnya untuk mengukur volume kolam maka perlu mengukur diameter kolam. Bagaimana mengukur diameter kolam besar yang berisi air hanya dengan penggaris?

Games ini dirancang agar player dapat merasakan pengalaman memecahkan matematika di tempat dan situsi yang riil. Jadi, matematika tidak bersifat abstract dan persoalan matematika dapat ditemui di tempat-tempat umum entah sekolah, pasar, taman atau tempat lainnya. Pelajar pun antusias karena belajar matematika tidak hanya di kelas. MCM ini merupakan proyek riset dari Goethe-Universität Frankfurt a.M., dimana salah satu pengembangnya adalah Adi Nur Cahyono, seorang dosen muda di Universitas Negeri Semarang.

Siapakah Adi Nur Cahyono ini ? Dia adalah seorang pemuda kelahiran sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Banjarnegara, 34 Tahun Silam. Kecintaannya kepada Matematika dan dunia pendidikan membawanya berkelana untuk mengajar baik di kota kelahiran maupun di perantauan. SMA Kartini Semarang (2005-2007), SMA N 1 Banjarnegara RSBI dan UPBJJ Universitas Terbuka (2007-2008), IKIP PGRI Semarang (2008) dan Universitas Negeri Semarang (2009 - sekarang) sempat menjadi pelabuhannya dalam ber-Matematika.

foto by Adi Nur Cahyono
Seingat saya, dulu pada tahun 2014, bapak satu anak ini pernah memposting sebuah foto di akun Facebook dan instagramnya dimana dia sedang mempresentasikan dua buah peta yang terpampang pada dua buah smartphone. Ketika itu saya berkomentar dengan sedikit olokan bahwa dia sedang mempresentasikan hasil jalan jalan dan kegiatan memotretnya di Jerman (dan pada waktu itu saya sama sekali belum ngeh apalagi terpikirkan bahwa itu adalah sebuah aplikasi untuk smartphone yang sekarang ternyata sangat wow sekali).

Dan sebagai seorang pemuda yang kekinian, dalam kegiatan kesehariannya bapak yang sayang anak ini juga ternyata sudah memiliki aplikasi Pokemon GO juga di dalam smartphonenya. Sehingga kegiatan melipirnya ketika sedang mengantar sang buah hati ke Kindergarten alias TK di Frankfurt sana juga diselingi mencari Pokemon kamana mana.

 foto by Adi Nur Cahyono
Sekedar info, saat ini peta untuk aplikasi  MathCity Map (MCM) sudah tersedia untuk seluruh dunia, tapi tasks baru tersedia untuk kota Frankfurt dan Semarang. Sementara untuk kota-kota lain masih menunggu kolaborasi dari kota/ negara lain utk bekerjasama. Apakah ada yang tertarik untuk mengisi task di kota Anda? halo para pengembang aplikasi ?

Saya pun membayangkan kalau game ini tidak hanya untuk matematika, tapi bisa terintegrasi untuk bidang lain, entah sejarah, budaya, ekonomi, fisika, kimia, dan bidang lainnya.  Tapi namanya akan berubah jadi seperti apa ya ? ada ide ?


*Disadur dari sumber tulisan asli : http://www.kompasiana.com/yousufkurniawan dengan sedikit penambahan
7.20.2016
Posted by ngatmow

Lagi lagi tentang Cak Nun

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata (ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya). Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, sempit, tidak paham kontek, nggk kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.

Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat.
“Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat,” kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.
Kita memang masih sesat karena setiap kita sholat diwajibkan membaca ayat ‘Ihdinash Shirathal Mustaqim’ yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus.
“Kalau sudah merasa lurus dan benar maka nggak usah ikut pengajian..di sini tempatnya orang sesat yang terus mencari kebenaran dan jalan yang lurus.”

Cak Nun tidak ingin masyarakat umum mengenalnya sebagai kyai, haji, ustadz atau gelar-gelar semacam itu. Beliau sengaja mencopot gelar-gelar tersebut.
Pernah suatu kali Cak Nun jadi seorang pembicara dalam acara seminar. Panitia membuat Spanduk penyambutan yang isinya kurang lebih : “Selamat datang KH Emha Ainun Nadjib….”
Cak Nun pun bercanda sama panitia-nya, “Mas kalau gelar saya Kyai Haji..terus gelarnya Rasullulah apa mas ..: Kanjeng sepuh Kyai Haji Panglima Besar Waliyullah Nabiullah blablablablablabla..Muhammmad SAW.”

Dan kayaknya Cak Nun berhasil dengan cita-citanya itu. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai tokoh budaya, penyair atau seniman. Ketika ada jamaahnya Cak Nun yang bicara pemikiran (bukan ajaran) Cak Nun tentang agama, mereka sinis : “Kok percaya sama omongannya penyair… belajar agama kok dari seorang budayawan..!”

Tongkrongannya pun biasa saja, tidak menampakan diri sebagai seorang kyai.
“Agama itu letaknya di dapur, nggk perlu dipamerkan di warungnya…nggak masalah kamu masak di dapur pakai gas, kompor biasa atau apa pun yang penting yang kamu sajikan di ruang tamu adalah masakan yang menyenangkan semua orang..begitu juga dengan agama, nggak masalah agama apapun yg di anut yang penting output di masyarakat itu baik..jadi orang yang mengamankan, menentramkan, menolong saat dibutuhkan..”

Cak Nun adalah salah satu tokoh gerakan reformasi (yang tidak diakui negeri ini), melengserkan sekaligus guru ngajinya Presiden Soeharto. Yang membujuk Gus Dur untuk mau jadi presiden dan mengajaknya meninggalkan istana saat Gus Dur di-impeachment oleh MPR.
“Lapo sampeyan nang istana setan…ayo mulih nang istana malaikat..!” ajak Cak Nun pada Gus dur.
“Nang endi istana malaikat iku Cak..?” tanya Gus Dur.
“Yo nang Ciganjur (rumah Gus Dur)..!” jawab Cak Nun.
Setelah itu Gus Dur keluar istana cuman pakai kaos oblong dan celana kolor.

Saya rasa jarang ada orang yang begitu ikhlas, berani, cerdas, arif seperti beliau. Walaupun pendidikannya cuman sampai semester 1 Fakultas Ekonomi UGM tapi otaknya melebihi seorang profesor. Profesor pun minder kalau disandingkan dengan Cak Nun. Karena beliau adalah berlian yang intelektualitasnya mumpuni.

Banyak sekali aktifitas Cak Nun demi keutuhan NKRI yang tak pernah diakui, ditulis dalam sejarah Indonesia. Dan sekarang beliau memutuskan untuk Out Of Box dari semua itu. Indonesia mengalami sakit kronis parah. Ilmu manusia pun nggak sanggup untuk menyembuhkan Indonesia. Cak Nun pun tak lagi mau tampil di media nasional. Menyibukan diri dalam kegiatan pengajian, shalawatan dan semacamnya (Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat, Kenduri Cinta, Bang Bang Wetan dan sebagainya).

Cak Nun tidak mengakui negara Indonesia. Beliau cuma seorang penduduk Indonesia saja. “Saya tidak menganjurkan anda Golput…tapi kalau anda nggak Golput itu goblok..! Wis ngerti dike’i taek kok yo gelem ae…tiap lima tahun sekali dike’i taek kok yo ora kapok-kapok..! Terus anda masih penasaran : ‘jangan-jangan ini lidah saya ya..? lho kok pahit..lho kok??’..”

Dalam setiap acara seminar, sarasehan atau apa pun namanya Cak Nun tidak pernah perduli soal honor. Dibayar atau tidak dibayar bagi Cak Nun tak masalah. Cak Nun mewanti-wanti pada manajemen yang ngurusi Cak Nun untuk tidak menyebutkan angka.
“Berapa sih yang akan anda bayarkan pada saya??…dibayar berapapun nggak akan cukup!…Maka lebih baik tidak usah. Bukannya saya hebat…tapi saya takut menyinggung perasaan Tuhan. Urusan Akhlak dan dagang harus dipisahkan. Jangan sampai akhlak dikapitalisasi.”
Ustadz dibayar itu bukan karena transfer ilmunya tapi karena waktunya (yang dikorbankan), akomodasinya dan seterusnya. Karena itu tidak selayaknya kalau ada Ustadz, Motivator, Guru Ngaji pasang tarif.

Cak Nun yang menyebarkan kebaikan, membuka pori-pori kecerdasan, mencerahkan, membesarkan hati para jamaahnya tanpa minta imbalan apa pun. Beliau selalu memposisikan sama dengan jamaahnya. Sama-sama belajar dan mencari kebenaran bersama.
Berikut ini cuplikan beberapa pituturnya tentang ketidakinginanya untuk dikultuskan :

“Awas kalau sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat) sama saya….tak tonyo ndasmu..!
Karena di maiyah ini semua orang berposisi sama.
Di sini tidak ada kyai-nya, tidak ada imam-nya, tidak ada mursid-nya, tidak ada syekh-nya.
Biasanya khan sebuah perkumpulan pengajian atau tariqat ada ‘ndas-ndasane’ yang harus ditaati sama jamaahnya.

Yang harus anda taati hanya Rasullulah dan Allah..bukan saya…saya nggak mau..!
Soalnya kalau anda taat sama saya..Saat kamu nyolong..saya nggk bisa nolong kamu di akhirat.
Hanya Allah dan syafaat Rasulullah yang bisa menolong kamu.

Kalau kamu taat sama saya..apa gunanya?
Saya sendiri masih harus taat sama Rasullah dan Allah.
Di sini adalah majelis ilmu..mencari kebaikan bersama dan tujuanya bukan untuk menguasai Indonesia..tapi mencari kebenaran bersama.

Jangan hidup menurut Cak Nun. Hidup sekali kok menurut Cak Nun..menurut Cak Nun, menurut syekh ini, menurut ulama ini, menurut itu…gak kabeh!!
Hidup itu menurut Allah, menurut Rasullullah..titik!
Hidup sekali kok menurut ini, menurut itu.
Kalau hidup menurut Cak Nun, nanti saya diseret di pengadilan Gusti Allah :
“Wong iki jarene nglakoni ngene mergo awakmu Nun..”
Terus saya njawab, “lha salahe dewe..wong kulo cuma’ ngomong kok..”

Kebenaran itu tidak pada siapapun. Kecuali pada keputusan terakhir anda masing-masing. Karena itu nanti yang dihisab oleh Allah. Anda boleh mendengar apa pun, boleh menafsirkan kayak apa pun, boleh melakukan apa pun setelah itu. Tapi sebenarnya yang dinilai adalah bahwa itu menjadi keputusan anda. Jangan pernah punya keputusan yang tidak otentik pada diri anda masing-masing. Artinya kalau shalatmu itu ya shalat kamu dan Allah..itu otentik.
Bukan kamu plus Cak Nun, plus Kyai, plus Ustadz, plus Ulama dan Allah.

Sepanjang kebenaran itu anda ketahui terletak di situ maka seluruh forum apa pun tidak masalah. Karena anda dewasa, tidak gampang ‘masuk angin’ oleh kalimat kayak apa pun.

Jangan mau ditipu oleh siapapun yang menghadir-hadirkan Tuhan kepadamu. Yang menghalang-halangi hubunganmu dengan Allah. Jangan percaya kepada Emha Ainun Nadjib. Jangan percaya kepada Kyai, Ustadz atau siapapun. Itu hak pribadimu untuk menemukan Tuhanmu dengan gayamu dan caramu..!”

Begitulah segelintir cerita tentang sang Guru Rakyat yang sebenarnya bisa berjilid-jilid kalau diceritakan secara detail. Begitu banyak kiprah beliau dalam mencerdaskan rakyat negeri ini dengan gerakan Maiyah-nya yang tujuannya tidak untuk menguasai Indonesia. Indonesia itu kecil, Indonesia adalah bagian dari kampung halamanku, begitu kata Cak Nun.

Dan Maiyah bukanlah sebuah sekte, aliran, madzhab dan sejenisnya. Maiyah adalah sebuah majelis ilmu, mencari kebenaran bersama untuk membentuk manusia Indonesia baru yang tangguh, berani, cerdas dan berwawasan luas (tambahi sendiri kalau kurang).

sumber tulisan : Robbi Gandamana dalam kompasiana.com
4.30.2015
Posted by ngatmow
Tag :

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow