Tampilkan postingan dengan label sekitar kita. Tampilkan semua postingan

Bencana Longsor Situkung, Banjarnegara Berduka Lagi !

Banyak yang mengaitkan hujan dengan kenangan, asmara dan bahkan waktu bersantai untuk makan dan minum sesuatu yang menghangatkan badan. Namun bagi warga yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan, hujan apalagi sampai deras bukan lagi soal "romantisme" atau "mie rebus". Hujan deras yang mengguyur berjam-jam justru adalah alarm bahaya, dan semuanya harus dalam mode siaga.

 

Itulah yang terjadi, bencana tanah longsor besar terjadi pada Minggu sore, 16 November 2025, di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Longsor ini terjadi akibat hujan deras yang berlangsung sepanjang hari, membuat tanah di bukit yang berada di atas pemukiman warga menjadi labil dan runtuh secara masif, menimbun puluhan rumah warga. Akibatnya 28 orang dinyatakan meninggal dan seribu lebih warga berada di pengungsian.


Banjarnegara berduka lagi.

 

Dari keterangan berbagai sumber, sebenernya ternyata alam udah ngasih kode, gaess. Sehari sebelum kejadian, tepatnya Sabtu, 15 November 2025, warga sudah mendeteksi adanya retakan tanah di area Gunung Jaran yang terletak di atas Dusun Situkung. Namun karena berada di tengah hutan dan banyaknya pohon di sekelilingnya sebagai pengikat tanah, hal ini dirasa tidak begitu membahayakan.

 

Pada hari Minggu (16 November 2025), hujan deras mengguyur Kecamatan Pandanarum tanpa ampun selama lebih dari 13 jam. Bayangin, tanah yang udah retak diguyur air segitu lamanya. Tekanan air pori di dalam tanah naik drastis, bikin tanah jadi bubur yang siap meluncur ke bawah. Dan pada pukul 15.45 WIB mimpi buruk itu terjadi. Sore itu, saat warga lagi istirahat dan sebagian keluar rumah karena hujan reda, tebing di atas Dusun Situkung runtuh. Rekaman video yang diambil warga pun mendadak viral di media sosial. Bencana mendadak itu berdampak parah pada permukiman, pertanian, dan peternakan, menyebabkan ratusan warga mengungsi, puluhan rumah rusak, ratusan ternak tertimbun, dan lahan pertanian serta irigasi hancur, dengan area terdampak mencapai sekitar 10 hektar dan luncuran material hingga 1 km.

 



Kepanikan massal melanda. Semua masyarakat berlarian masing masing mencari selamat, cerita kalau mereka nggak punya pilihan lain selain lari. Karena jalur biasa udah tertutup lumpur atau terlalu bahaya, ada sebagian warga yang lari masuk ke dalam hutan dan area kuburan desa buat nyelamatin diri. Kebayang nggak ? 

 

Mereka bertahan di sana sampai akhirnya ditemukan dan diidentifikasi oleh tim SAR beserta relawan pada malam harinya. Mereka baru bisa dievakuasi dalam kondisi shock berat, basah kuyup, dan penuh lumpur pada keesokan harinya melalui jalan hutan yang memutar dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam.  Respect setinggi-tingginya buat mental baja mereka.

 

Hari Senin, 17 November 2025 operasi evakuasi dimulai. Pandanarum mendadak kedatangan ratusan orang dari berbagai penjuru, jalanan macet, banyak orang dengan berbagai atribut tiba-tiba terlihat di sana. Mulai dari pasukan orange, semi orange, TNI berbaju hijau, TNI berwarna abu abu, orang-orang yang bersliweran membawa kamera dan alat perekam, drone terbang dimana mana. Sesuatu yang jarang terjadi di sana.

 






Sebagian tim BPBD, SAR dan relawan mulai memetakan area longsor, lainnya ada yang mulai melakukan pendataan masyarakat terdampak, ada juga yang bergerak menyisir hutan untuk mencari penduduk yang mengungsi disana.

Kantor Kecamatan Pandanarum berubah menjadi Posko Induk penanganan bencana, Dapur Umum, Gudang Logistik dan Media Center. Semua bergerak, bersinergi dan menyamakan tujuan, Penanganan Maksimal.

 

Satu hal yang menjadi kendala dalam proses pencarian korban adalah factor cuaca yang tidak bersahabat dan kontur tanah di sana yang memang "ngeri-ngeri sedap". Menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), di daerah itu punya struktur geologi sesar dan jenis tanah pelapukan yang gampang banget rontok kalau kena air jenuh. Dan inilah yang menjadi penyebab luasnya area longsoran.

 

Sampai hari ke 4 (Rabu, 19 November 2025), pencarian korban masih belum bisa dilakukan secara maksimal. Meskipun sudah banyak pejabat yang datang dan memerintahkan untuk segera melakukan pencarian (bahkan dengan alat berat sekalipun), alam tetap tidak bisa dilawan. Kata teman teman BPBD, konyol rasanya kalau sampai terjadi tim penyelamat malah diselamatkan. Betul juga kan ?



 

Tapi diluar itu semua, tim non lapangan tetap bergerak tanpa henti. Terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi Masyarakat terdampak, plus para petugas dan relawan di lapangan. Dapur umum tetap mengebul, pendataan logistic dan bantuan yang masuk dan keluar tetap dilakukan dengan cermat, perbaikan sarana dan prasarana termasuk transportasi, jalur evakuasi bahkan fasilitas medis dipercepat.

Hebat….





 

Kamis (20 November), Perlahan tapi pasti, korban-korban mulai ditemukan. Setelah melalui proses rekayasa cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pencarian besar besaran dimulai. Dengan melibatkan 18 alat berat (excavator) tim lapangan menyisir Lokasi terjadinya longsoran sesuai dengan data  yang sudah dibuat tim BPBD Banjarnegara.

 

Satu demi satu korban mulai ditemukan.

 





Ada satu hal yang unik dalam proses pencarian ini, muncul sosok “indigo” yang juga ikut dilibatkan dalam proses pencarian jenazah. Rival Altaf namanya. Di lapangan beberapa kali dia menunjukkan Lokasi diduga terdapat jenazah yang masih tertimbun tanah, dan hampir semuanya tepat.

 



Saking sulitnya medan dan banyaknya korban yang belum ketemu, operasi SAR yang harusnya 7 hari diperpanjang 3 hari lagi. Dan puncaknya adalah di hari terakhir atau hari ke-10, Selasa (25 November 2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan lima korban yang semuanya berasal dari sektor A2 (sektor A Worksite 2). Kelima korban yang ditemukan berada di sektor A2 merupakan satu keluarga yang berdasarkan kesaksian kerabat korban, mereka terlihat berlari untuk menyelamatkan diri namun tidak berhasil dan terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah.

 

Dengan ditemukan jasad 5 orang ini, maka jumlah total korban longsor yang telah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia mencapai 17 orang dan 11 orang tidak ditemukan.

 

Upacara penaburan bunga berjalan dengan haru, hampir semua orang yang hadir tidak kuasa menahan air mata. Ada perasaan haru, sedih, lega dan beragam perasaan yang bercampur menjadi satu seiring rintik hujan yang ikut turun seolah semesta turut berduka.

 


So,  Apa yang Bisa Kita Pelajari dari bencana ini ?

 

Bencana Situkung ini jadi tamparan keras buat kita semua soal lingkungan. Banyak hal yang perlu kita sadari dan pertimbangkan.

 

  1. Geografi Kita Rawan : Kita tinggal di Ring of Fire. Tanah di Banjarnegara emang subur, tapi juga rapuh.
  2. Pentingnya Mitigasi : Retakan tanah sehari sebelumnya itu warning. Ke depannya, sistem peringatan dini harus lebih kenceng lagi biar warga bisa evakuasi SEBELUM longsor kejadian, bukan SAAT kejadian.
  3. Solidaritas : Aku salut banget sama relawan. Dari yang masak di dapur umum sampai yang nyangkul lumpur, kalian pahlawan!

 

Yang terakhir,
kita semua harus peka dan peduli sama tanda alam !





11.29.2025
Posted by ngatmow

Bendera One Piece Berkibar di Indonesia : Simbol Protes ala Bajak Laut Topi Jerami yang Bikin Baper Elite

Sudah lihat kan, kalau bendera Jolly Roger-nya Monkey D. Luffy dalam serial anime One Piece lagi marak dipakai masyarakat Indonesia dimana-mana ? Itu lho bendera bajak laut dengan topi jerami yang sedang meringis ......



Kok bisa ?


Jadi gini ......

Ceritanya dimulai pas Presiden Prabowo Subianto ngajak warga buat ngibarin bendera Merah Putih sepanjang Agustus 2025, biar semangat nasionalisme makin kenceng menjelang HUT RI ke-80. Eh, tapi apa yang terjadi? Alih-alih bendera Merah Putih doang, tiba-tiba bendera Jolly Roger-nya kru Topi Jerami dari One Piece muncul di mana-mana! Mulai dari rumah-rumah, tiang bendera, sampe truk ODOL yang biasa ngegas di jalanan. Bahkan, ada yang bikin stiker bendera ini buat mobil atau ganti foto profil WhatsApp sama IG pake logo tengkorak bertopi jerami itu. Keren, kan?


Fenomena ini mulai rame sejak 26 Juli 2025, pas netizen mulai ngepost foto-foto bendera One Piece di X, TikTok, sama Instagram. Dari Jakarta, Bandung, sampe Kendari dan Jogja, bendera ini kayak jadi trend baru. Malah, pas May Day Fiesta di Stadion Madya, Senayan, Mei 2024, bendera ini udah keliatan dikibarin sama buruh yang demo. Jadi, ini bukan cuma soal hype anime, tapi ada cerita lebih dalam di baliknya.


Makna di Balik Bendera: Bukan Cuma Soal Anime

Buat yang belum tahu, Jolly Roger di One Piece itu bendera bajak laut yang punya makna kebebasan, perlawanan, sama solidaritas. Bendera kru Topi Jerami, dengan tengkorak yang pake topi jerami khas Luffy, ngelambangin semangat ngejar mimpi, lawan ketidakadilan, dan anti sama kekuasaan yang nyiksa rakyat. Nah, di Indonesia, bendera ini kayak disulap jadi simbol protes rakyat yang lagi kesel sama kondisi sosial-politik.


Banyak warganet bilang, ngibarin bendera One Piece ini cara mereka nyanyi-nyanyi soal ketidakpuasan sama pemerintah. Mulai dari isu ketimpangan ekonomi, hukum yang kayak tebang pilih, sampe dugaan pelanggaran HAM yang bikin orang gerah. Misalnya, ada netizen di X yang nulis, “Bendera One Piece itu kayak teriakan : kami mau kebebasan kayak Luffy, bukan cuma janji manis!” Ada juga yang bilang ini sindiran buat penguasa yang dianggap korup, mirip kayak Pemerintah Dunia di One Piece yang dikasih label “penutup kebenaran.”


Yang bikin menarik, gerakan ini katanya organik banget. Gak ada dalang atau tokoh besar di belakangnya. Murni keresahan warga yang nyanyi lewat simbol budaya pop. 

Bahkan banyak juga bilang gini, “Aku gak anti-Indonesia kok. Tapi pemerintah sekarang tuh rasanya jauh banget dari rakyat. Ngibarin bendera One Piece itu kayak ngingetin: kita mau keadilan, kayak Luffy yang selalu bela temennya.”


Reaksi ? banyak .....


Tapi, namanya fenomena viral, pasti ada pro dan kontra. Pemerintah langsung panas kuping ngeliat bendera anime ini berkibar. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, sampe bilang ini “provokasi” yang bisa memecah belah bangsa. Bahkan, ada yang nuduh ini makar! Serius, bro, makar? Cuma bendera anime doang! Tapi, di sisi lain, Wakil Mendagri Bima Arya malah santai. Dia bilang ini cuma ekspresi kreatif, selama gak ngehina bendera Merah Putih atau langgar konstitusi, ya gapapa. “Kayak ngibarin bendera Pramuka aja,” katanya.


Dari sisi hukum, ternyata ngibarin bendera One Piece ini legal, lho. Pakar hukum Abdul Fickar dari Universitas Trisakti bilang, gak ada UU yang ngelarang ngibarin bendera kayak gini. Cuma, kalo disandingin sama Merah Putih, bendera nasional harus lebih tinggi dan besar, biar gak dianggap ngelecehin simbol negara. Jadi, selama bendera ini gak dipake buat provokasi serius atau ngehina bendera RI, aman-aman aja.


Kalau saja Almarhum Gus Dur masih bisa berkomentar, mungkin beliau juga akan memberikan statement gini " ya mbok biarin saja, dilihat saja ada bendera Merah Putih nya nggak. Kalau ada dan posisinya lebih tinggi ya biarin saja. Anggap saja umbul umbul ...... yang penting jangan lebih tinggi dari bendera Merah Putih "  (seperti komentar beliau pada masa itu mengenai sebuah bendera yang juga dikibarkan di ujung negeri sana)


Filosofi One Piece: Kenapa Cocok Jadi Simbol?

Buat yang ngefans sama One Piece, pasti tahu dong, cerita ciptaan Eiichiro Oda ini gak cuma soal petualangan bajak laut. Ada nilai-nilai kebebasan, persahabatan, sama perjuangan ngejar mimpi yang bikin ceritanya relate sama kehidupan nyata. Luffy, si kapten Topi Jerami, itu orang yang gak takut ngelawan Pemerintah Dunia yang korup, apalagi kalo temennya disakitin. Makanya, bendera Topi Jerami ini kayak nyanyi keras soal semangat anti-korupsi dan keadilan.


Di Indonesia, yang lagi panas sama isu-isu kayak revisi UU, kasus HAM, atau ketimpangan ekonomi, bendera ini kayak jadi “teriakan” rakyat kecil. Apalagi, One Piece udah lama banget populer di sini. Komiknya laku keras, animenya ditonton jutaan orang, dan merchandise-nya ada di mana-mana. Jadi, gak heran kalo simbol dari cerita ini dipake buat nyuarain aspirasi.


Bukan cuma di Indonesia, fenomena ini sampe dilupain media asing, lho. Screen Rant, media hiburan dari Kanada, nulis soal “kontroversi aneh” ini. Mereka bilang, bendera One Piece ini mungkin nyambung sama laporan Human Rights Watch soal dugaan pelanggaran HAM di Indonesia tahun 2023. Jadi, ini bukan cuma soal anime, tapi juga soal pesan sosial yang bikin dunia ngeliatin Indonesia.



So, apa sih inti dari fenomena bendera One Piece ini? 

Ini bukan cuma soal ngefans sama Luffy atau pengen keren-kerenan. Ini soal rakyat yang lagi pengen nyanyi keras soal kekecewaan mereka, tapi dengan cara yang kreatif dan pake bahasa budaya pop. Bendera Jolly Roger ini kayak jadi pengingat bahwa rakyat Indonesia pengen kebebasan, keadilan, dan pemerintahan yang bener-bener pro rakyat, kayak semangat kru Topi Jerami.


Buat sebagian orang, mungkin ini cuma “ulah” penggemar anime. Tapi buat yang lain, ini simbol perlawanan yang santai tapi ngena. Yang jelas, fenomena ini nunjukin betapa kuatnya budaya pop bisa nyanyi soal isu serius. Jadi, kalo kamu liat bendera One Piece berkibar di deket rumah, jangan cuma bilang “wah, keren!” Tapi coba dengerin apa yang pengen disuarain sama yang ngibarin bendera itu. Siapa tahu, kamu juga pengen ikutan jadi “bajak laut” yang ngejar keadilan!

Menurutku sih aksi protes ini dilakukan mengingat situasi politik dan ekonomi Indonesia akhir-akhir ini. Masyarakat berhak menggunakan simbol atau idiom budaya populer–seperti kasus bendera anime One Piece sebagai ekpresi kekecewaan. 


Sayangnya  ini menjadi memprihatinkan saat kita pejabat pejabat kita negara malah merespons dengan tindakan berlebihan, seperti mengerahkan aparat keamanan untuk ‘memberhangus’, menjatuhkan sanksi apalagi menghukum hingga menangkap, memenjara, dan sebagainya. Kan Lucu .....


Alangkah baiknya sebenarnya jika pemerintah seharusnya menjawab dengan narasi-narasi tandingan. Misalnya, memberikan penjelasan untuk mengatasi keresahan mereka atau melakukan aksi nyata. Itu saja sudah cukup, tidak perlu melakukan tindakan represif. Atau mengubah cara pandang seperti saran Gus Dur tadi.

Enak kan ? 
Tapi ..... ya sudahlah, kita sebagai masyarakat bagaimanapun harus mendukung pemerintah yang semua keputusan, kebijakan maupun perilakunya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku #katanya ......





8.04.2025
Posted by ngatmow

An International Terror Called COVID-19

Sepi ......
itu kata pertama yang keluar dari mulut ketika berangkat ke kantor pagi ini. Memang sih dalam rangka "perang" melawan Corona masyarakat dianjurkan oleh pemerintah melakukan Sosial distancing alias membatasi bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung dan bahkan membatasi keluar rumah. Dan hal tersebut dikuatkan dengan pemberlakuan Work From Home (WFH) dalam skala besar dan nasional.  


Apa sih Corona itu ?
Virus Corona atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona ini adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan bahkan kematian. 

Hanya itu ? Tidak sodara sodara ......
Dari hasil penelitian yang dilakukan para pakar dari Peking University International Hospital ditemukan bahwa virus corona yang menyebabkan COVID-19 tetap hidup di paru-paru korban bahkan setelah pasien meninggal dunia. Hasil temuan lainnya dari autopsi juga menunjukkan adanya kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh pasien yang dilakukan virus corona.

Yang lebih mengerikan lagi, infeksi COVID-19 tidak hanya menyebabkan perubahan patologis yang parah di paru-paru. Tetapi juga merusak bronkiolus, yang membuat pasien lebih sulit untuk bernapas.

Oleh karena bahayanya yang luar biasa itulah maka ada instruksi khusus bahwa pasien meninggal karena COVID-19 tidak boleh dimakamkan sendiri oleh keluarga melainkan harus dilakukan oleh pihak medis. Tanpa prosedur pemeliharaan jenazah seperti layaknya seperti dimandikan, dikafani dan seterusnya, bahkan yang lebih menyayat hati adalah tanpa pengiring dan para pelayat......... 
Tragis.......

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam beberapa tulisan di dunia maya, baik yang berbahasa indonesia maupun berbahasa inggris, banyak sekali asumsi, praduga dan bahkan analisa yang (maaf) menarik untuk kita selami secara mandiri (karena memungkinkan nanti terjadinya perdebatan antah berantah yang ga jelas ujung pangkalnya hehehe.....) dan tentu saja semua itu sangat masuk akal  .......

Banyak pakar dan ahli intelijen dunia meyakini penyebaran virus COVID 19 tidak terjadi secara kebetulan. COVID 19 diduga hasil dari konspirasi yang memuat skenario, skema, dan desain tertentu. Lebih jauh, tudingan ini justru dialamatkan kepada negara adidaya, Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu diperkuat oleh keterangan mantan pejabat intelijen militer dari Badan Intelijen Pusat (CIA) dan mantan spesialis ahli-terorisme Amerika Serikat, Philip Giraldi yang mengatakan virus COVID-19, tidak muncul secara alami melalui mutasi melainkan diproduksi di laboratorium.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Strategic Culture Foundation (5/3/2020), ia mencurigai Amerika dan Israel terlibat dalam produksi virus tersebut sebagai agen perang biologis. Argumen Giraldi belum terbukti sahih. Namun banyak pakar dan pemerhati intelijen meyakini konspirasi ini.

Pengamat militer dan pertahanan, Wibisono mengatakan banyak analisa yang bermunculan mengatakan virus corona diciptakan oleh AS. Menurutnya dalam dunia telik sandi, kecurigaan terhadap kemunculan konspirasi terhadap peristiwa bukan hal yang baru. “Saya termasuk orang yang tidak pernah percaya dengan teori konspirasi, namun saya percaya politik penuh dengan konspirasi,” katanya kepada Gatra.com, Rabu (25/3).

Terlepas dari siapa aktor yang dimungkinkan dalam konspirasi tersebut, Wibi mengatakan perlu bagi para pakar menyimak asal dari kemunculan virus, apakah benar berasal dari Cina?. Menurutnya penting bagi para pakar untuk menyelidiki fakta ilmiah dari kasus COVID 19, dan tidak menggantungkan informasi pada satu literasi berita media saja.

Wibi menyebutkan agak aneh informasi yang menyebutkan virus corona berasal dari laboratorium Wuhan di Cina. Sampel lengkap dari virus menurutnya justru dimiliki oleh laboratorium AS. “Analisa saya, satu-satunya laboratorium yang punya sampel virus hidup dengan lima jenis GEN adalah Bio-Lab militer USA di Fort Detrick, Maryland. Itu sangat mungkin tercipta virus baru di situ. Sementara laboratorium Wuhan di Cina hanya punya satu sampel jenis virus, yang tak mungkin bisa melahirkan varietas jenis virus baru,” katanya.

Ia menyebutkan keterangan tersebut juga diperkuat dengan pernyataan para pakar yang ada di AS sendiri. “Saya membaca artikel yang ditulis oleh Daniel Lucey, seorang ahli penyakit menular di Universitas Georgetown di Washington. Ia mengatakan dalam sebuah artikel di majalah Science bahwa manusia terinfeksi pertama kali bukan di Wuhan tetapi di tempat lain. Tetapi ada juga yang bilang pada 18 september 2019, yang pasti bukan berasal dari pasar seafood di Wuhan,” ujarnya.

Makalah itu menurutnya juga diperkuat oleh peneliti Cina dari China Academy Science. Dalam artikel tersebut dituliskan rincian tentang 41 pasien pertama yang dirawat di rumah sakit. “Mereka positif terinfeksi apa yang disebut dengan Novel Corona Virus 2019 (2019-nCoV). Pertama kali, pasien jatuh sakit pada 1 Desember 2019 dan tidak memiliki hubungan dengan pasar seafood, data mereka juga menunjukkan bahwa secara total, 13 dari 41 kasus tidak pernah ke pasar seafood,” katanya.

Meski sebagian besar punya historis bepergian ke pasar seafood, tetapi itu menunjukan penyebaran virus terjadi sebelum bulan Desember 2019. Merujuk pada artikel Science, yang terbit 25 Januari 2020, Andersen memposting di situs web penelitian virologi tentang analisisnya terhadap 27 genom 2019-nCoV. Ia berkesimpulan kelahiran Covid 2019 itu pada tanggal 1 Oktober 2019. “Ada laporan dari Kristian Andersen, ahli biologi evolusi di Scripps Research Institute, yang telah menganalisis urutan 2019-nCoV untuk mencoba memperjelas asal muasal virus corona. Dia mengatakan skenario yang masuk akal adalah orang yang terinfeksi membawa virus ke pasar seafood. Jangan dibalik. Bukan seafood sebagai penyebar tetapi manusia,” ujarnya.

Dilihat dari sisi konspirasi, kejadian tersebut bertepatan saat acara World Military Games yang diadakan di Cina pada 18-27 Oktober lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, dalam pernyataan kerasnya pertengahan Maret lalu, menuding virus corona di Wuhan merupakan kiriman dari militer AS.

Menurutnya dari sana dugaan awal penyebaran virus, kenyataannya pasien nol Covid 2019 yang berjumlah lima pasien adalah warga AS yang berada di Cina. “Setelah itu ada hari raya imlek dimana terjadi eksodus besar besaran orang kota ke desa untuk merayakan imlek di kampung halamannya. Kerumunan orang banyak tak bisa dihindari. Intelijen Cina cepat mengetahui akan serangan Covid 2019. Cina tidak mau ambil resiko terjadi penyebaran virus corona meluas. Apalagi di saat musim dingin. Dengan cepat pemerintah Cina lockdown kota Wuhan,” katanya.

Ia menambahkan varietas virus yang menyerang di Cina juga berbeda dengan kejadian yang ada di Iran dan Italia. “ Hasil penelitian membuktikan bahwa varietas genom virus di Iran dan Italia, setelah diurutkan, ternyata tidak memiliki kesamaan dari varietas yang menginfeksi Cina. Artinya itu berasal dari tempat lain ”.

Wibisono menyebutkan kemungkinan rentetan serangan senjata biologis itu juga terkait dengan motif ekonomi dan kelanjutan perang dagang. “Ini saya rasa bagian dari rangkaian perang dagang. Sejarah perang dunia kedua berawal dari perang dagang juga. Saling embargo satu sama lain. Akhirnya perang fisik tak terelakan. Kini mungkin orang enggak mau lagi perang fisik. Karena ongkosnya mahal. Tetapi dengan sains, orang bisa membunuh banyak orang tanpa ada kerusakan,akhirnya menggunakan rekayasa biologis,” pungkasnya.

Sejalan dengan pendapat itu dilansir dari beberapa media dan jurnal internasional,  beberpa pejabat China menuding seorang tantara asal AS yang membawa covid 19 ke negeri China tersebut tepat setelah terjadinya perang dagang antara China dengan AS dimulai, namun tuduhan ini tanpa disertai bukti apapun. Dan itu adalah senjata biologis yang diciptakan untuk memulai "perang". 

Pendapat lain yang muncul di CNBCIndonesia.com pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie menduga bahwa covid 19 ini adalah senjata biologis yang digunakan untuk pemusnah masal. Dia juga menyebutkan, dari pernyataan mantan perwira intelijen CIA, Philip Giraldi mengatakan bahwa covid 19 bukan terjadi secara alami melainkan melalui mutasi genetik. Disebutnya bahwa virus mematikan itu sengaja diproduksi di laboratorium oleh AS dan bekerja sama dengan Israel untuk menghancurkan musuh terbesarnya yaitu China dan Iran dari berbagai sisi (karena dari sisi ekonomi  dan teknologi selalu saja gagal total).

Lebih lanjut Connie mengatakan senjata biologi memiliki daya tarik untuk digunakan karena sangat murah. Berdasarkan data beliau menyebut 1 kilometer persegi serangan senjata biologi hanya $1 US, selain itu senjata biologi dinilai tidak mudah dideteksi baik dengan X-ray ataupun anjing pelacak sekalipun. 

Sedangkan senjata konvensional memerlukan biaya $2.000 US, senjata nuklir $800 US, dan senjata kimia $600 US. Iran pun berada di ambang kekacauan akibat wabah virus corona. Bagaimana tidak? Sebanyak 23 dari 290 anggota DPR Iran dilaporkan positif virus corona. Parlemen langsung ditangguhkan tanpa batas waktu, dan anggotanya diminta untuk tidak bertemu dengan publik.

Dan teori konspirasi terakhir mengatakan bahwa COVID-19 sengaja diproduksi oleh Illuminati untuk memulai "Economy Big Start" sehingga menguntungkan konglomerat dunia yang berada di balik World Bank.  COVID-19 ini memang sengaja diproduksi dan diedarkan untuk membuat kekacauan dan kerugian ekonomi secara universal. Imbasnya banyak sekali harga saham yang anjlok dan banyak investor yang menjualnya dengan harga murah.  Selain itu pun mau tidak mau akan memartil banyak negara bahkan dunia menuju kerugian ekonomi akibat tersedotnya banyak biaya untuk merawat warga yang sakit dan dirumahkannya banyak pekerja untuk mencegah penularan COVID-19. 

Efeknya banyak perusahaan yang mengalami kerugian dan menurunnya pendapatan negara yang mengakibatkan perlambatan ekonomi itu akan benar-benar terjadi. Dan negara-negara di dunia akan membutuhkan hutang untuk membangkitkan kembali perekonomian di negara mereka. Well, tentu saja kemana lagi negara-negara yang merugi ini akan berhutang jika bukan ke World Bank?

Sedangkan yang memiliki penyokong dana dibalik World Bank yang disinyalir adalah Illuminati, yang dimana pesertanya adalah konglomerat dunia. Illuminati juga akan mendapatkan banyak keuntungan dari harga-harga saham yang jatuh, mereka bisa saja membelinya sekarang dengan harga murah dan menjualnya kembali saat harga sudah tinggi atau ketika perekonomian global telah kembali pulih. Ditambah lagi harga $1 US sekarang naik menjadi sekitar 16.308 rupiah (per 26 Maret 2020).

Tapi, bener nggak sih itu semua ?
Kembali lagi itu semua hanya analisa dan argumen dari berbagai sumber. Mengenai benar atau tidaknya sekali lagi hanya Tuhan Yang Maha Tahu dan waktulah yang akan menjelaskannya pada kita ..........

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

So What we can do now ?
Mostly lockdown activated ?

Dalam sebuah tulisannya, dr. Tifauzia Tyassuma yang berjudul :

"Mengapa saya sekarang tidak gencar lagi berteriak #lockdown?"

Dia menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini, juga negara-negara lain, di minggu ke 4 perjalanan COVID-19 sudah masuk dalam fase kedua penyebaran COVID-19, menjadi Local Transmitted.
Ibarat perang, tidak mau cepat-cepat tutup gerbang, gerbang terlambat ditutup, ya sudah musuh berhasil masuk ke dalam benteng kota.

Apa artinya? Artinya Indonesia berubah menjadi mangkok raksasa. Dalam mangkok itu, berisikan manusia dan virus Corona. Menjadi satu, saling kontak, saling meloncat, saling menempel. Ada PDP yang dia tidak tahu dia PDP (Pasien Dalam Pengawasan), lalu masih bekerja di kantor, naik KRL, kemudian batuk, lalu virusnya lompat dan menempel di bangku. Bangku diduduki orang dan tangannya memegang virus. Dia gatal lalu kucek-kucek, jadilah seketika itu juga dia ODP (Orang Dalam Pemantauan).

ODP ini kemudian pulang ke rumah disambut anak-anak yang menggelendot dalam pelukan, jadilah anak-anak itu ODP. Singkat cerita, jadilah keluarga itu keluarga ODP, tanpa merasa kenal ataupun kontak dengan PDP.

Di dalam mangkok raksasa bernama Indonesia, ada mangkok-mangkok kecil bernama Jakarta, Bandung, Solo, dan kota-kota lain yang sudah mengalami Local Transmitted.

Parahnya adalah karena mangkok-mangkok itu tidak ditutup rapat, maka berlompatanlah isi mangkok itu, manusia yang kemungkinan adalah PDP atau ODP, ke mangkok lain.

Jadilah mangkok lain mengalami local transmitted.
Begitulah seterusnya. Dan seterusnya.

Lantas apa yang terjadi?

Pertama ya siapkan saja kuburan massal........

Karena jelas akan terjadi banyak kasus kematian, paling kurang 10% dari PDP dan ODP yang berada di dalam mangkok itu, memiliki komorbid (penyakit penyerta) atau murni dari perparahan COVID19 nya sendiri.

Berikutnya adalah kelompok PDP tanpa gejala. Dia bisa kesana kemari sebagai reservoir penyebar virus.

Berikutnya adalah kelompok PDP yang sakti imunitasnya dan sembuh sendiri. Jadilah dia pembawa Imunoglobulin (+).

Berikutnya adalah PDP yang rentan, alias karier, pada waktu daya imunitasnya turun maka dia bisa berubah menjadi PDP.

Berikutnya yang lebih banyak lagi adalah ODP. Terpapar tetapi tidak terinfeksi.

Inilah orang yang paling beruntung dalam mangkok itu. Siapa mereka?

Orang yang mampu memelihara Mikrobiotas ususnya dengan baik, dengan memberi makan Mikrobiotas usus bahan baku terbaik yang diberikan oleh alam, dalam bentuk tetumbuhan beraneka ragam dan warna.

Para pembaca Nutrisi Surgawi termasuk yang beruntung. Karena mereka paham sekali tetumbuhan apa yang membuat Mikrobiota mereka bagus, lengkap, tumbuh dengan bagus, dan mampu menjadi Pabrik Obat Imunitas bagi tubuhnya.

Silakan bagi para Pembaca Nutrisi Surgawi untuk menyebarluaskan pengetahuan Anda kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal. Agar mereka bisa bersama-sama bisa menjadi sehat dengan cerdas, dan mampu menjaga ususnya menjadi ladang tempat tumbuh Mikrobiota, pabrik imun dalam tubuh kita.

Sudah paham kan apa yang dimaksud dengan Local Transmitted dan Nutrisi Surgawi ? hihihi ......

By the way, mari kita merenung sejenak sodara sodara, kita harus sadar bahwa kita nggak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. kita harus bersatu padu...... kita harus mengikuti instruksi pemerintah yang notabenenya adalah koordinator kita semua. biar mereka yang berpikir dan memutuskan langkah apa yang harus kita lakukan, sementara kita hanya perlu berdiam diri dan berusaha sebisa mungkin untuk melakukan social distancing....... serta mengurangi kehebohan via media sosial yang justru akan semakin membuat kita nampak BODOH  dan LUCU ........

so, mari kita dirumah saja dulu ...............

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow