Tampilkan postingan dengan label sekitar kita. Tampilkan semua postingan
Bencana Longsor Situkung, Banjarnegara Berduka Lagi !
Banyak
yang mengaitkan hujan dengan kenangan, asmara dan bahkan waktu bersantai untuk
makan dan minum sesuatu yang menghangatkan badan. Namun bagi warga yang tinggal
di dataran tinggi atau pegunungan, hujan apalagi sampai deras bukan lagi soal
"romantisme" atau "mie rebus". Hujan deras yang mengguyur
berjam-jam justru adalah alarm bahaya, dan semuanya harus dalam mode siaga.
Itulah
yang terjadi, bencana tanah longsor besar terjadi pada Minggu sore, 16 November
2025, di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara.
Longsor ini terjadi akibat hujan deras yang berlangsung sepanjang hari, membuat
tanah di bukit yang berada di atas pemukiman warga menjadi labil dan runtuh secara
masif, menimbun puluhan rumah warga. Akibatnya 28 orang dinyatakan meninggal
dan seribu lebih warga berada di pengungsian.
Banjarnegara
berduka lagi.
Dari
keterangan berbagai sumber, sebenernya ternyata alam udah ngasih kode, gaess.
Sehari sebelum kejadian, tepatnya Sabtu, 15 November 2025, warga sudah
mendeteksi adanya retakan tanah di area Gunung Jaran yang terletak di atas
Dusun Situkung. Namun karena berada di tengah hutan dan banyaknya pohon di
sekelilingnya sebagai pengikat tanah, hal ini dirasa tidak begitu membahayakan.
Pada
hari Minggu (16 November 2025), hujan deras mengguyur Kecamatan Pandanarum
tanpa ampun selama lebih dari 13 jam. Bayangin, tanah yang udah retak diguyur
air segitu lamanya. Tekanan air pori di dalam tanah naik drastis, bikin tanah
jadi bubur yang siap meluncur ke bawah. Dan pada pukul 15.45 WIB mimpi buruk
itu terjadi. Sore itu, saat warga lagi istirahat dan sebagian keluar rumah
karena hujan reda, tebing di atas Dusun Situkung runtuh. Rekaman video yang
diambil warga pun mendadak viral di media sosial. Bencana mendadak itu berdampak
parah pada permukiman, pertanian, dan peternakan, menyebabkan ratusan warga
mengungsi, puluhan rumah rusak, ratusan ternak tertimbun, dan lahan pertanian
serta irigasi hancur, dengan area terdampak mencapai sekitar 10 hektar dan
luncuran material hingga 1 km.
Kepanikan
massal melanda. Semua masyarakat berlarian masing masing mencari selamat,
cerita kalau mereka nggak punya pilihan lain selain lari. Karena jalur biasa
udah tertutup lumpur atau terlalu bahaya, ada sebagian warga yang lari masuk ke
dalam hutan dan area kuburan desa buat nyelamatin diri. Kebayang nggak ?
Mereka
bertahan di sana sampai akhirnya ditemukan dan diidentifikasi oleh tim SAR beserta
relawan pada malam harinya. Mereka baru bisa dievakuasi dalam kondisi shock
berat, basah kuyup, dan penuh lumpur pada keesokan harinya melalui jalan hutan
yang memutar dengan waktu tempuh mencapai 1,5 jam. Respect setinggi-tingginya buat mental baja
mereka.
Hari
Senin, 17 November 2025 operasi evakuasi dimulai. Pandanarum mendadak
kedatangan ratusan orang dari berbagai penjuru, jalanan macet, banyak orang
dengan berbagai atribut tiba-tiba terlihat di sana. Mulai dari pasukan orange,
semi orange, TNI berbaju hijau, TNI berwarna abu abu, orang-orang yang
bersliweran membawa kamera dan alat perekam, drone terbang dimana mana. Sesuatu
yang jarang terjadi di sana.
Sebagian tim BPBD, SAR dan relawan mulai memetakan area longsor, lainnya ada yang mulai melakukan pendataan masyarakat terdampak, ada juga yang bergerak menyisir hutan untuk mencari penduduk yang mengungsi disana.
Kantor
Kecamatan Pandanarum berubah menjadi Posko Induk penanganan bencana, Dapur
Umum, Gudang Logistik dan Media Center. Semua bergerak, bersinergi dan
menyamakan tujuan, Penanganan Maksimal.
Satu
hal yang menjadi kendala dalam proses pencarian korban adalah factor cuaca yang
tidak bersahabat dan kontur tanah di sana yang memang "ngeri-ngeri
sedap". Menurut PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi), di daerah itu punya struktur geologi sesar dan jenis tanah
pelapukan yang gampang banget rontok kalau kena air jenuh. Dan inilah yang
menjadi penyebab luasnya area longsoran.
Sampai
hari ke 4 (Rabu, 19 November 2025), pencarian korban masih belum bisa dilakukan
secara maksimal. Meskipun sudah banyak pejabat yang datang dan memerintahkan
untuk segera melakukan pencarian (bahkan dengan alat berat sekalipun), alam
tetap tidak bisa dilawan. Kata teman teman BPBD, konyol rasanya kalau sampai
terjadi tim penyelamat malah diselamatkan. Betul juga kan ?
Tapi diluar itu semua, tim non lapangan tetap bergerak tanpa henti. Terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi Masyarakat terdampak, plus para petugas dan relawan di lapangan. Dapur umum tetap mengebul, pendataan logistic dan bantuan yang masuk dan keluar tetap dilakukan dengan cermat, perbaikan sarana dan prasarana termasuk transportasi, jalur evakuasi bahkan fasilitas medis dipercepat.
Hebat….
Kamis
(20 November), Perlahan tapi pasti, korban-korban mulai ditemukan. Setelah
melalui proses rekayasa cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pencarian
besar besaran dimulai. Dengan melibatkan 18 alat berat (excavator) tim lapangan
menyisir Lokasi terjadinya longsoran sesuai dengan data yang sudah dibuat tim BPBD Banjarnegara.
Satu
demi satu korban mulai ditemukan.
Ada
satu hal yang unik dalam proses pencarian ini, muncul sosok “indigo” yang juga
ikut dilibatkan dalam proses pencarian jenazah. Rival Altaf namanya. Di
lapangan beberapa kali dia menunjukkan Lokasi diduga terdapat jenazah yang
masih tertimbun tanah, dan hampir semuanya tepat.
Saking sulitnya medan dan banyaknya korban yang belum ketemu, operasi SAR yang harusnya 7 hari diperpanjang 3 hari lagi. Dan puncaknya adalah di hari terakhir atau hari ke-10, Selasa (25 November 2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan lima korban yang semuanya berasal dari sektor A2 (sektor A Worksite 2). Kelima korban yang ditemukan berada di sektor A2 merupakan satu keluarga yang berdasarkan kesaksian kerabat korban, mereka terlihat berlari untuk menyelamatkan diri namun tidak berhasil dan terjatuh di sisi kanan jalan setapak depan rumah.
Dengan
ditemukan jasad 5 orang ini, maka jumlah total korban longsor yang telah
dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia mencapai 17 orang dan 11 orang tidak
ditemukan.
Upacara
penaburan bunga berjalan dengan haru, hampir semua orang yang hadir tidak kuasa
menahan air mata. Ada perasaan haru, sedih, lega dan beragam perasaan yang
bercampur menjadi satu seiring rintik hujan yang ikut turun seolah semesta
turut berduka.
So,
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari bencana
ini ?
Bencana
Situkung ini jadi tamparan keras buat kita semua soal lingkungan. Banyak hal
yang perlu kita sadari dan pertimbangkan.
- Geografi Kita Rawan : Kita tinggal di Ring of Fire. Tanah di Banjarnegara emang subur, tapi juga rapuh.
- Pentingnya Mitigasi : Retakan tanah sehari sebelumnya itu warning. Ke depannya, sistem peringatan dini harus lebih kenceng lagi biar warga bisa evakuasi SEBELUM longsor kejadian, bukan SAAT kejadian.
- Solidaritas : Aku salut banget sama relawan. Dari yang masak di dapur umum sampai yang nyangkul lumpur, kalian pahlawan!
Yang terakhir,
kita semua harus peka dan peduli sama tanda alam !
Bendera One Piece Berkibar di Indonesia : Simbol Protes ala Bajak Laut Topi Jerami yang Bikin Baper Elite
Sudah lihat kan, kalau bendera Jolly Roger-nya Monkey D. Luffy dalam serial anime One Piece lagi marak dipakai masyarakat Indonesia dimana-mana ? Itu lho bendera bajak laut dengan topi jerami yang sedang meringis ......
Kok bisa ?
Jadi gini ......
Ceritanya dimulai pas Presiden Prabowo Subianto ngajak warga buat ngibarin bendera Merah Putih sepanjang Agustus 2025, biar semangat nasionalisme makin kenceng menjelang HUT RI ke-80. Eh, tapi apa yang terjadi? Alih-alih bendera Merah Putih doang, tiba-tiba bendera Jolly Roger-nya kru Topi Jerami dari One Piece muncul di mana-mana! Mulai dari rumah-rumah, tiang bendera, sampe truk ODOL yang biasa ngegas di jalanan. Bahkan, ada yang bikin stiker bendera ini buat mobil atau ganti foto profil WhatsApp sama IG pake logo tengkorak bertopi jerami itu. Keren, kan?
Fenomena ini mulai rame sejak 26 Juli 2025, pas netizen mulai ngepost foto-foto bendera One Piece di X, TikTok, sama Instagram. Dari Jakarta, Bandung, sampe Kendari dan Jogja, bendera ini kayak jadi trend baru. Malah, pas May Day Fiesta di Stadion Madya, Senayan, Mei 2024, bendera ini udah keliatan dikibarin sama buruh yang demo. Jadi, ini bukan cuma soal hype anime, tapi ada cerita lebih dalam di baliknya.
Makna di Balik Bendera: Bukan Cuma Soal Anime
Buat yang belum tahu, Jolly Roger di One Piece itu bendera bajak laut yang punya makna kebebasan, perlawanan, sama solidaritas. Bendera kru Topi Jerami, dengan tengkorak yang pake topi jerami khas Luffy, ngelambangin semangat ngejar mimpi, lawan ketidakadilan, dan anti sama kekuasaan yang nyiksa rakyat. Nah, di Indonesia, bendera ini kayak disulap jadi simbol protes rakyat yang lagi kesel sama kondisi sosial-politik.
Banyak warganet bilang, ngibarin bendera One Piece ini cara mereka nyanyi-nyanyi soal ketidakpuasan sama pemerintah. Mulai dari isu ketimpangan ekonomi, hukum yang kayak tebang pilih, sampe dugaan pelanggaran HAM yang bikin orang gerah. Misalnya, ada netizen di X yang nulis, “Bendera One Piece itu kayak teriakan : kami mau kebebasan kayak Luffy, bukan cuma janji manis!” Ada juga yang bilang ini sindiran buat penguasa yang dianggap korup, mirip kayak Pemerintah Dunia di One Piece yang dikasih label “penutup kebenaran.”
Yang bikin menarik, gerakan ini katanya organik banget. Gak ada dalang atau tokoh besar di belakangnya. Murni keresahan warga yang nyanyi lewat simbol budaya pop.
Bahkan banyak juga bilang gini, “Aku gak anti-Indonesia kok. Tapi pemerintah sekarang tuh rasanya jauh banget dari rakyat. Ngibarin bendera One Piece itu kayak ngingetin: kita mau keadilan, kayak Luffy yang selalu bela temennya.”
Reaksi ? banyak .....
Dari sisi hukum, ternyata ngibarin bendera One Piece ini legal, lho. Pakar hukum Abdul Fickar dari Universitas Trisakti bilang, gak ada UU yang ngelarang ngibarin bendera kayak gini. Cuma, kalo disandingin sama Merah Putih, bendera nasional harus lebih tinggi dan besar, biar gak dianggap ngelecehin simbol negara. Jadi, selama bendera ini gak dipake buat provokasi serius atau ngehina bendera RI, aman-aman aja.
Kalau saja Almarhum Gus Dur masih bisa berkomentar, mungkin beliau juga akan memberikan statement gini " ya mbok biarin saja, dilihat saja ada bendera Merah Putih nya nggak. Kalau ada dan posisinya lebih tinggi ya biarin saja. Anggap saja umbul umbul ...... yang penting jangan lebih tinggi dari bendera Merah Putih " (seperti komentar beliau pada masa itu mengenai sebuah bendera yang juga dikibarkan di ujung negeri sana)
Filosofi One Piece: Kenapa Cocok Jadi Simbol?
Buat yang ngefans sama One Piece, pasti tahu dong, cerita ciptaan Eiichiro Oda ini gak cuma soal petualangan bajak laut. Ada nilai-nilai kebebasan, persahabatan, sama perjuangan ngejar mimpi yang bikin ceritanya relate sama kehidupan nyata. Luffy, si kapten Topi Jerami, itu orang yang gak takut ngelawan Pemerintah Dunia yang korup, apalagi kalo temennya disakitin. Makanya, bendera Topi Jerami ini kayak nyanyi keras soal semangat anti-korupsi dan keadilan.
Di Indonesia, yang lagi panas sama isu-isu kayak revisi UU, kasus HAM, atau ketimpangan ekonomi, bendera ini kayak jadi “teriakan” rakyat kecil. Apalagi, One Piece udah lama banget populer di sini. Komiknya laku keras, animenya ditonton jutaan orang, dan merchandise-nya ada di mana-mana. Jadi, gak heran kalo simbol dari cerita ini dipake buat nyuarain aspirasi.
Bukan cuma di Indonesia, fenomena ini sampe dilupain media asing, lho. Screen Rant, media hiburan dari Kanada, nulis soal “kontroversi aneh” ini. Mereka bilang, bendera One Piece ini mungkin nyambung sama laporan Human Rights Watch soal dugaan pelanggaran HAM di Indonesia tahun 2023. Jadi, ini bukan cuma soal anime, tapi juga soal pesan sosial yang bikin dunia ngeliatin Indonesia.
So, apa sih inti dari fenomena bendera One Piece ini?
Ini bukan cuma soal ngefans sama Luffy atau pengen keren-kerenan. Ini soal rakyat yang lagi pengen nyanyi keras soal kekecewaan mereka, tapi dengan cara yang kreatif dan pake bahasa budaya pop. Bendera Jolly Roger ini kayak jadi pengingat bahwa rakyat Indonesia pengen kebebasan, keadilan, dan pemerintahan yang bener-bener pro rakyat, kayak semangat kru Topi Jerami.
Buat sebagian orang, mungkin ini cuma “ulah” penggemar anime. Tapi buat yang lain, ini simbol perlawanan yang santai tapi ngena. Yang jelas, fenomena ini nunjukin betapa kuatnya budaya pop bisa nyanyi soal isu serius. Jadi, kalo kamu liat bendera One Piece berkibar di deket rumah, jangan cuma bilang “wah, keren!” Tapi coba dengerin apa yang pengen disuarain sama yang ngibarin bendera itu. Siapa tahu, kamu juga pengen ikutan jadi “bajak laut” yang ngejar keadilan!
Menurutku sih aksi protes ini dilakukan mengingat situasi politik dan ekonomi Indonesia akhir-akhir ini. Masyarakat berhak menggunakan simbol atau idiom budaya populer–seperti kasus bendera anime One Piece sebagai ekpresi kekecewaan.
Sayangnya ini menjadi memprihatinkan saat kita pejabat pejabat kita negara malah merespons dengan tindakan berlebihan, seperti mengerahkan aparat keamanan untuk ‘memberhangus’, menjatuhkan sanksi apalagi menghukum hingga menangkap, memenjara, dan sebagainya. Kan Lucu .....
Alangkah baiknya sebenarnya jika pemerintah seharusnya menjawab dengan narasi-narasi tandingan. Misalnya, memberikan penjelasan untuk mengatasi keresahan mereka atau melakukan aksi nyata. Itu saja sudah cukup, tidak perlu melakukan tindakan represif. Atau mengubah cara pandang seperti saran Gus Dur tadi.
Enak kan ?
Tapi ..... ya sudahlah, kita sebagai masyarakat bagaimanapun harus mendukung pemerintah yang semua keputusan, kebijakan maupun perilakunya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku #katanya ......
An International Terror Called COVID-19
Tapi, bener nggak sih itu semua ?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
So What we can do now ?
Mostly lockdown activated ?
Pertama ya siapkan saja kuburan massal........
















