Surat FIFA ke PSSI = Tipuan Sampah

PARAH.....haya itu kalimat yang pantas kita tujukan buat PSSI pimpinan Nurdin Halid yang semakin tidak tahu malu.

Demi menangkal adanya gelombang "kebangkitan" Sepakbola Modern Indonesia melalui LPI yang semakin hari semakin jelas bermutu dan mendapat respon positif yang luar biasa dari masyarakat, PSSI sampai menggunakan cara-cara licik untuk "membela diri".
Setelah beberapa saat yang lalu mereka menggunakan nama Arthur Irawan yang mereka sebut bermain untuk Klub di Divisi Championship Inggris (padahal sebenarnya di Lyton Town yang 12 level di bawahnya), sekarang mereka menggunakan dalih Surat dari FIFA yang menyebutkan bahwa FIFA akan menghukum LPI......padahal faktanya ???
Sangat Mencurigakan keasliannya.

Berikut isi dari surat itu :
"We understand from your letter that the PSSI has repeatedly delivered warnings to the parties on this issue. On that basis and based on the statutes of FIFA, PSSI must impose sanctions, to all affiliated clubs, officials involved, including the players who registered at PSSI , including representatives from the players involved in the activities of LPI.

We remind you, that PSSI must be in line with the FIFA Statutes and a violation of it will impose sanctions (in accordance with Article 13 of the Statutes of FIFA). "

We ask you to continue to inform the development of this problem and we also will continue to follow the development of the case. If this problem persists, we had no choice but to bring this case to trial Fifa Associations Committee scheduled on March 1, 2011 in order to determine the steps to be taken olhe FIFA. "

Berikut Analisa dari teman-teman di www.kaskus.us

Originally Posted by bathur View Post

Setelah meneliti suratnya FIFA ke PSSI, saya menemukan beberapa KEJANGGALAN sebagai berikut :
  1. Dikirim tanggal  10 Januari 2011 dibalas tanggal 11 Januari 2011. Seperti yg dibilang Humas LPI, sangat janggal FIFA begitu cepat membalas surat PSSI. Pada kasus ricuh kepemimpinan PSSI-nyaFilipina (yang sepertinya lebih penting dari kasus Liga Tarkam), surat dari Sekjen PFF tanggal 6 Desember 2010 baru dibalas oleh FIFA tanggal 20 Desember 2010.
  2. Halaman ke-2 hanya berisi tanda tangan saja. Seperti yg juga dibilang Humas LPI, dalam surat resmi yg lebih dari 1 halaman sanggat janggal halaman ke-2 hanya berisitanda tangan saja. Biasanya paragraf terakhir ditarik ke halaman ke-2. Semua mesti sudah maklum bahwa secara logika hal ini memang lazim untuk menghindari penyalahgunaan tanda tangan pada halaman ke-2.
  3. Penggunaan kalimat penutup "We thank you for your cooperation" atau versi indonesia-nya "Terima kasih atas kerjasamanya". Gaya kalimat tersebut sangat "Indonesia banget". Saya sdh membaca beberapa belas contoh surat dari FIFA yang diterbitkan selama tahun 2010, tidak ada satupun yang ditutup dengan kalimat persis seperti di atas. Kalaupun ada kata "kerjasama/cooperation" biasanya tidak sependek itu, contohnya : "We thank you for taking note and your valuable cooperation in this matter" atau "We would like to thank you once again for your attention to the above and for your cooperation" atau "We thank you for taking note and for your valuable cooperation". Kata-kata "taking note" dan "attention" lebih ditekankan dan tidak pernah ketinggalan mengiringi kata "cooperation". Penggunaan kata "Sincerely yours" dan bukan "Yours Sincerely". Boleh dicek semua surat dari FIFA selalu ditutup dengan "Yours Sincerely" karena bentuk ini bersifat formil dan biasa digunakan dalam british english."Sincerely yours" lebih banyak digunakan di Amerika dan lebih bersifat informil atau ada unsur keakraban antara pengirim dan penerima surat.
  4. Di atas tanda tangan Sekjen FIFA tertulis "FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION". Semua juga tau kalau FIFA itu singkatannya "FEDERATION INTERNATIONALE DE FOOTBALL ASSOCIATION". Perhatikan ada kata "DE" sebelum kata FOOTBALL ASSOCIATION. Semua surat FIFA yg saya baca tidak pernah kelupaan mencantuman kata "DE". Selain itu, untuk surat yg ditujukan langsung ke suatu asosiasi sepak bola tertentu dengan kata lain bukan surat edaran/circular atau bukan surat kepada pihak di luar FIFA, biasanya di atas tanda tangan sekjen hanya ditulis "FIFA" saja dan tidak ditulis kepanjangannya.
  5. CC (carbon copy/tembusan) kepada Sekjen AFC (Alex Soosay) tidak menggunakan gelar "Mr.". Dalam surat formil dan demi kesopanan, tembusan yang ditujukan ke orang tertentu dan mencantumkan namanya, pasti selalu menggunakan gelar "Mr." atau gelar lainnya. Pada surat FIFA kepada Sekjen PFF juga ada tembusan kepada Sekjen AFC dan ditulis seperti ini : "Cc: Mr. Alex Soosay, General Secretary, AFC" sedangkan yang tertulis di surat kepada PSSI : "CC: Alex Soosay, AFC, Secretary General"

Ada lagi bos....

Originally Posted by bathur View Post

yang ini analisanya Bima Prameswara Said (Editor Goal.com http://twitter.com/bimasaid) dalam beberapa poin, kita sepikiran..

(1) Pada lembar pertama, ini yang bikin surat FIFA tidak jelas dari siapa. Adanya kop FIFA kanan atas, ditujukan ke Sekjen PSSI, tgl 11/1.

(2) Surat ini diawali dengan kalimat yang salah: ""We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011" --> Excuse me poor grammar.

(3) Lembar pertama dan kedua beda template. Di lembar pertama terdapat footer alamat FIFA, tapi di lembar kedua hanya tertulis angka 2

(4) Sekjen FIFA biasanya menggunakan "Yours sincerely" dan BUKAN "Sincerely yours" (beda lho)

(5) Di lembar kedua hanya terdapat tandatangan Sekjen FIFA Jérôme Valcke tapi sekali lagi, beda template!

(6) Kesalahan grammar surat FIFA: "We kindly ask you to keep us informed about any development" --> seharusnya "of", BUKAN "about".

(7) PSSI mengaku mereka mengirim surat tanggal 10/1, dibalas FIFA via fax pada 11/1, tapi stempel PSSI & presscon pada 13/1. (???)

Bukti nyata Kesalahan dalam surat itu  dari tread punya agan bimaryota :

FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary (harusnya ada koma neh.....)

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

Nah silahkan dicermati dan dinilai sendiri. karna sesungguhnya kita bebas untuk menili dan menentukan sikap terhadap apapun dan siapapun.

Sumber : Agan qwh di www.kaskus.us
1.15.2011
Posted by ngatmow
Tag :

Sepakbola kita ......

Denger soal gonjang ganjing PSSI, LPI vs ISL, Turunkan Nurdin dan kabar Timnas kita yang beberapa hari ini santer beredar di berbagai media massa, aku jadi pengen ikutan ngobrol nih.
Mengapa PSSI begitu dicela belakangan ini ??? ada yang mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah karena diketuai oleh Nurdin Halid dan mereka (NH + PSSInya) dianggap gagal membawa perubahan pada manajemen persepakbolaan nasional kita. Jujur aku sangat miris melihat keteguhan hati seorang Nurdin Halid yang kekeuh nggak mau meletakkan jabatannya. Wajahnya ditaroh dimana sih .... contohlah orang2 di Jepang sana yang segera meletakkan jabatannya bahkan kemudian diteruskan dengan aksi bunuh diri sekalian bila sudah merasa gagal dan mendapat tuntutan mundur dari berbagai pihak.
Sori.... disini aku bukannya mau menjelek-jelekkan personal, aku sebagai warga negara yang cinta kepada timnasnya sangat mengharapkan adanya perubahan yang berarti pada persepakbolaan kita. Ambil saja contoh munculnya LPI ( Liga Primer Indonesia ) yang merupakan wujud ketidakpuasan masyarakat akan kinerja PSSInya Nurdin Halid. LPI yang akan beredar Januari ini dianggap sebagai liga tandingan oleh PSSI dengan ISLnya. Kenapa ? bukankah seharusnya PSSI berkaca dan kemudian introspeksi diri mengapa muncul tandingan ?
Seharusnya PSSI cukup bijak untuk berbenah diri dan tanpa malu mengakui kelemahannya. bukan malah mengeluarkan maklumat bahwa semua komponen yang terlibat dalam LPI akan di"kucilkan" dan hukumnya Haram. Lha emangnya sepakbola di negeri ini mutlak punya PSSI ?? anda salah bung !!!

Bahkan karena adanya "hukum Konyol" seperti itu, Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan yang merupakan pemain naturalisasi di tubuh timnas kita nasibnya bakal terancam. 
apakah ini yang namanya demokrasi ?? Diluar sana muncul berita terbaru dari negeri sebelah yang notabene "musuh besar" bangsa ini, Malaysia. mereka menganggap bahwa liga di Indonesia kualitasnya masih patut di pertanyakan. Sebuah penghinaan yang halus kan ??? apakah PSSI nggak merah telinganya mendengar berita ini ???

Terkait soal pemain timnas kita yang dibawah bayangbayang tekanan itu, menurutku lebih baik biarkan mereka bermain di luar negeri, jangan paksa mereka masuk di klub lokal kita agar mereka tidak jenuh dan ter"makan" berbagai peraturan konyol.
Coba saja lihat Oktovianus Maniani yang jadi salah satu dari 10 Pesepakbola terbaik Asia,  serta ada  banyaknya pemain keturunan negeri ini yang cemerlang di luar sana.


Berikut sedikit dari mereka :

Febrianto Wijaya yang bergabung di klub anggota Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart.

1.06.2011
Posted by ngatmow

Catatan Mas Andi : Indonesia si Anak Durhaka

Polemik tentang keistimewaan Yogyakarta kian memanas, seiring dengan hasil sidang rakyat hari senin lalu yang dilegalisasi DPRD DIY untuk tetap menetapkan Sultan sebagai gubernur. Disisi lain pemerintah justru kian ngotot mempertahankan pemikirannya untuk mengisi jabatan gubernur melalui pemilu. Berbagai bencana tampaknya belum ingin beranjak dari bumi Yogyakarta. Belum pulih sepenuhnya akibat terjangan gempa tahun 2006 yang menyebabkan ribuan korban jiwa berjatuhan dan rumah warga porak poranda, kemudian disusul oleh bencana akibat erupsi merapi beberapa waktu yang lalu yang juga menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan desa rata dengan abu. Kini ancaman bencana baru sedang mengintai Yogyakarta, berbeda dengan bencana sebelumnya yang disebabkan karena faktor alam maka ancaman bencana kali ini lebih banyak berkaitan dengan persoalan politik namun akibatnya tak kalah hebat yaitu berpotensi merusak harga diri, kerukunan dan ketentraman rakyat Yogya. Dan semua potensi bencana politik ini bersumber dari kengototan pemerintah untuk memaksakan disahkannya RUU keistimewaan Yogyakarta yang isinya dianggap tidak sesuai dengan kehendak masyarakat Yogya dan bersifat ahistoris.

Disinformasi

Beragam pendapat dan sikap kemudian bermunculan dari berbagai pihak sehingga menyebabkan situasi Yogyakarta kian memanas. Ada pihak yang pro pemerintah namun lebih keras pihak yang menentang. Aura penentangan bahkan ditunjukkan oleh penduduk di Yogyakarta dengan beramai-ramai mengibarkan bendera Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat hingga berbagai pelosok pedesaan sebagai simbol dukungan mereka terhadap eksistensi dan sikap keraton. Berbagai korban politik juga mulai berjatuhan, dimulai dengan pengunduran diri GPIH Prabukusumo adik Sri Sultan Hamengubuwono X sebagai ketua pengurus daerah Partai Demokrat. Disusul dengan desakan berbagai pihak agar para wakil rakyat dan pengurus partai yang berasal dari Yogyakarta termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Roy Suryo agar juga mundur dari partainya.

Munculnya berbagai sikap dan pendapat tentang RUUK Yogyakarta ini bukannya kian memperjelas persoalan namun sebaliknya justru kian memperpanas keadaan. Hal ini disebabkan karena berbagai sikap dan pendapat lebih sering diwarnai oleh ego posisi dan sudut pandang pribadi. Oleh karena perlu kiranya untuk mengurai lebih jernih persoalan ini secara subtantif dan bertahap sehingga akan membuat fokus persoalan menjadi kian jelas.

RUUK memang perlu

Amir Syamsudin dari Partai Demokrat yang pro pemerintah dalam berbagai perdebatan berulangkali mengarahkan pembicaraan akan pentingnya RUU keistimewaan Yogyakarta ini. Statement ini memang benar akan tetapi tidak tepat jika terus-terusan ditekankan untuk menjawab berbagai kritikan yang masuk karena dapat mengaburkan persoalan yang lebih subtantif yang diperdebatkan yakni tentang dilema posisi dan peran Keraton dan Gubernur. Pentingnya RUUK ini tidak perlu diperdebatkan dan ditekankan lagi karena ini sudah disepakati oleh semua pihak. Bahkan Sultan sendiri sudah menekankan pentingnya RUUK ini sejak beberapa tahun yang lalu, termasuk dengan rencana mundur dari jabatan gubernur jika pemerintah tidak serius menyelesaikannya.

Istimewa peran dan posisi

12.14.2010
Posted by ngatmow

Wawancara Eksklusif

Beberapa waktu yang lalu, aku pergi ke Yogyakarta ikut tes alias ujian terkait Diklat PBB dan BPHTB berbasis e-learning....meskipun sebenernya aku sendiri nggak tau sama sekali makanan apa tuh PBB dan BPHTB hehe.....

Tapi bukan itu yang aku mau ceritain.

Pas perjalanan pulang, kami (semua berlima) mampir ke Malioboro, nah disitu sambil nongkrong nunggu yang lain belanja aku sempat ngobrol sama seorang pengamen yang sedang "kerja".
Salutnya, dia aku kasih duit pas lagi nyanyi nggak mau, dan baru mau nerima uang setelah satu lagu selesai.....hebat juga nih orang pikirku....

Aku (N)         : " kok g mau mas tadi ? sori nih jadi tanya..."
Pengamen (S) : " wooh, sante mas...emang aku dan temen2 membiasakan diri gitu kok. nggak cuma bisa    minta n nyadong (minta-Jawa) aja tapi nggak jelas kerjanya..."

N  : " lha emange ada mas yang kaya gitu (nggoblog mode : ON)"
S   : " lha sampeyan tu gimana to ? wong kita tu ada yang namanya DPR to...nah itu dia yang aku        maksud..."

N  : " eh mas aku mau tanya nih, Jogja kan sekarang lagi "nggak enak hati" sama pusat.kalo menurut           sampeyan gimana ?
S   : " kalo aku ya tetep Sinuhun Kanjeng Gusti mas, biarpun gembel gini tapi kalo disuruh milih aku masih    bisa pake akal sehat kok. sekarang ontran-ontran itu kan sebenarnya rekayasa politik.nah yang          berkepentingan dengan perpolitikan siapa jal ? DPR to..... tai tenan pancen kok.... "

N  : " maksude piye mas ? "
S   : " lha sekarang gini aja wis mas, DPR kalo nggak rapat kan nggak ada duit tambahan.sebab jalan2 ke      luar  negerinya sudah dikecam banyak orang, merekan kan kemudian berpikir lagi piye carane ben oleh         duit maneh......lha ini carane...."

N : " oo...maksude biar dapat uang sidang, uang duduk dan uang kemringet yo mas ?"
S : " nah kui mas.....tanpa PILKADA demokrasi di jogja sudah ada dan berjalan selama ratusan tahun.., dan itulah maksudnya DEMOKRASI PANCASILA..., bukan demokrasi pake duit korupsi buat konflik dan pemborosan anggaran yang ujung2nya duit rakyat juga.bener to ?"

N : " wah mbuh mas, aku dudu wong jogja kok....hehehe "
S : " sampeyan wong ndi ? Indonesia juga to ? ngerti UUD 45 to ?"

N : " ya ngerti dong mas...lha kaitane sama UUD apa ? kok tau2 sampeyan lari ke situ ?"
S : " nah kui,.....sampeyan sama aja sama SBY itu. asal tau aja mas, katanya Indonesia akan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945, nah kalo pengin cari pemecahan terbaik masalah ini ya tolong UUD 45 dibuka dan dipelajari lalu dilaksanakan.... lha wong menungsane bangsa kita tu inget UUD  kalo pas lagi kepepet tok kok.po maneh pemimpine.......mbuh kelingan po rak aku yo ra ngerti..."

N : " lha sampeyan kok malah ngerti mas ? "
S : " eeh...ngece ik.....ngerti ra mas, aku ki selalu mengikuti berita lho.opo gunane tivi nek mung nggo nonton sinetron.bener to ?  percuma ... ra ,arai tambah pinter. onone malah wong ndeso2 dadi pingin kerjo neng kota sing umahe apik trus pengen ketemu cewek sing pupune diler ngantek cawete ketok....pengen numpak mobil mewah sing koyo nggone sinetron......negoro opo iki ??? "
N : " Indonesia mas..... "
S : " lucu...... "

N : " Lucu piye mas ? "
S : " sampeyan kui lucu, sampeyan pegawe negeri to ? "


N : " yoi..."
S : " aku tak takon, sampeyan tau mbolos kerjo ? nek ora yo bali sak penake ? "

N : " hehehe....tau mas...lha piye ?"
S : " korupsi kui mas.....piye negoro iki meh maju tur dadi apik nek wargane seko sing paling cilik wae do bejad ngono kui.aku po maneh mas....... oya sampeyan sarjana ?sarjana opo ?"

N : " iyo mas, ekonomi....UNNES"
S : " aku ...... hukum UGM mas....."

DEGG......... sambil ngucapin kalimat terkhir itu dia ngloyor pergi nggak pamitan nggak menoleh dan nggak tau kemana. yang jelas dia kemudian berbaur dengan keramaian pejalan kaki di Malioboro yang sumpeknya setengah mati.

memang bener juga sih, bangsa ini perlu introsepksi diri dengan segenap hati dari setiap nurani warganya. dari yang terbawah sampai yang teratas.
mungkin bangsa ini juga perlu ada perombakan yang luar biasa besar untuk menghapus budaya buruk yang semakin lama bukannya semakin berkurang tapi justru semakin berkembang dan meluas dari setiap elemennya.

yang jelas, perlu ada usaha mempertebal keimanan masing2 pribadi agar tidak melangkah ke hal2 yang tidak selayaknya...............lagi

12.08.2010
Posted by ngatmow

Perbandingan Windows dan Linux ( Ubuntu )

Beberapa saat yang lalu, ada sebuah pengumuman dari pemerintah pusat bahwa pada tahun 2011 semua Dinas dan Lembaga pemerintahan harus sudah menggunakan Software Windows asli....bukan bajakan. padahal tau sendiri kan, sebagian besar komputer di kantor2 (termasuk kantorku tentunya) makenya Windows Aspal, Asli tapi Palsu, dengan berbagai versi.

sempat kepikiran juga sih ngakalin Windows yang ada dengan software khusus yang bisa memigrasikan versi bajakan menjadi Genuine
, tapi setelah ada bintek ( bimbingan teknis ) dari pemerintah pusat ke semua staff IT kantor dan dinas di lingkungan Pemda yang aku ikuti ( sebenernya aku bukan staff IT sih, kebetulan aja nyasar masuk ke situ ...)pikiran itu jadi lenyap bak ditelan si mbak....

sebagai pengganti SO Windows, akan diterapkan SO Ubuntu ....

padahal aku aja blom pernah pake Ubuntu.......



Tanpa bermaksud untuk menghakimi dan memuja salah satunya dan hanya sebagai perbandingan serta share ilmu saja,  Berikut perbandingan antara Sistem Operasi Terbuka (UBUNTU) dan Sistem Operasi Berbayar (WINDOWS), pada saat pemasangan untuk pertama kalinya yang berhasil aku kumpulin dadi berbagai sumber :

Pembanding                              Ubuntu                                            Windows
Ukuran CD                                ± 700 MB                                          ± 700 MB
Kalkulator                                 ADA                                                   ADA
Penampil Gambar                      ADA (Image Viewer)                          ADA (Windows Picture and Fax Viewer)
Pemutar Audio                          ADA (Rhytmbox)                                ADA (Media Player)
Pemutar Video                          ADA (MPlayer)                                  ADA (Media Player)
Pengolah Kata                          ADA (OpenOffice Word)                    ADA (Word Pad)
Pengolah Angka                        ADA (OpenOffice Spreadsheet)          TIDAK ADA
Pengolah Sumber Data              ADA (OpenOffice Database)               TIDAK ADA
Pengolah Presentasi                  ADA (OpenOffice Presentation)           TIDAK ADA
Penampil Berkas PDF              ADA (Document Viewer)                     TIDAK ADA
Efek Tampilan Layar                ADA (Compiz)                                     TIDAK ADA
Permainan Ringan                    ADA                                                     ADA
Screen Saver                           ADA                                                     ADA
Pengaturan Berkas                   ADA (Nautilus)                                     ADA (Windows Explorer)
Peramban Situs                        ADA (Mozilla Firefox)                          ADA (Internet Explorer)
Pesan Singkat                          ADA (PidGin)                                       TIDAK ADA
Torrent Klien                           ADA (Transmission)                              TIDAK ADA
(di Windows, TIDAK ADA menunjukkan bahwa komponen itu harus menggunakan software tambahan)

Dari sisi kriteria pemakaian perbandingannya sebagai berikut (ini kata temen2 yang udah jadi user keduanya lho ) :

Kemudahan                            Agak Sulit ( Belum terbiasa)                      Mudah (sudah terbiasa)


Virus                                      Belum pernah ada virus yang menyerang    Cepet jadi peternakan virus
Harga                                     Relatif lebih murah                                     Relatif Mahal
Internet                                   Koneksi lebih cepat (banget)                     Standar lah
Penggunaan Printer                 Simpel semuanya                                       agak lebih ribet


Berikut sedikit share soal Beberapa kelebihan Linux (K/Ubuntu) yang udah aku rasakan sendiri :
  • Tampilan Linux lebih bisa DENGAN MUDAH di ubah2 sesuai selera.
  • Lebih rapi dalam menata file, dalam artian masing2 file yang sejenis di jadikan satu folder. Misalnya folder khusus dokumentasi, folder khusus file eksekusi, dsb.
  • File2 dari software yang terinstall bisa dilihat "kemana saja file2 nya diletakkan" , misalnya melalui Synaptic.
  • Melatih kita lebih cerdas dalam mengoperasikan komputer.

11.24.2010
Posted by ngatmow
Tag :

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow