Curug Sirawe, surga tersembunyi di tanah kahyangan

Salah satu resiko bekerja sebagai abdi masyarakat di desa macam saya ini diantaranya adalah jadi sering piknik ke lokasi lokasi menarik dan jelas berpemandangan yang sangat indah kisanak. Dan itu sudah sangat pasti sepasti harga listrik yang selalu naik di negeri ini .... halah......

Seperti yang terjadi beberapa hari kemarin kisanak, habis merdesa alias kunjungan dinas ke desa saya beserta pasukan kemudian sedikit mingser alias membelokkan sepeda motor kami ke arah Dusun Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur. Atau lebih tepatnya lagi menuju ke Curug Sirawe yang konon katanya adalah curug dengan tiga air terjun dan dua jenis air, air panas dan air dingin. Nah......


Sekitar 15 Menit dari Pasar Kecamatan Batur, melalui jalur alternatif menuju ke Dieng via d'Qiano dengan akses jalan yang lumayan halus mulus, akhirnya kami sampai ke Dusun Bitingan. Sebuah dusun yang memiliki tingkat kemiringan tanah yang Masyaalloh (bahkan jalan cor beton yang ada di tengah dusun dan juga sebagai akses utama ke lokasi parkir punya kemiringan cukup ekstrim, mungkin lebih dari 45 derajat lho). Oya, sekedar saran sodara sodara, kalau mau ke sini jangan menggunakan kendaraan roda 4 karena akses jalan masuk ke dusun (via jalan cor beton) yang sangat sempit dan curam, dan jalan aspal yang hanya separo jalan (300 meter sebelum masuk dusun via jalan aspal yang memutar, sudah ambyar....).

Dari lokasi parkir sepeda motor, kami berjalan kurang lebih 15 menit (perkiraan waktu jalan bagi manusia dengan bobot 80 kilo macam saya hehehe .....) melewati jalan usaha tani (yang sudah berupa jalan cor beton) untuk menuju ke tujuan utama kami. Curug Sirawe. Trek yang dilalui cukup menarik lho kisanak, datar dulu nunjem kemudian. Sekitar 50 meter terakhir jalan berubah wujud jadi satu turunan yang lumayan curam dengan pemandangan yang istimewa. Suwer.........

Turunan pertama hanya setinggi 20 meter man, relatif mudah dan belum bikin kemringet.....kemudian ada sedikit tanah lapang yang datar dimana sekarang di tempat tersebut sudah dibangun saung saung beratap ijuk dan sebuah tower pandang yang terbuat dari bambu setinggi sekitar 7 meter (3 tingkat). Tepat di samping tower itu ada trek turun yang kedua setinggi sekitar 30 meter dengan kondisi jalan cukup berbahaya karena sangat licin dan penuh dengan rumput dan ilalang liar di sekitarnya. Dan pastinya di trek yang ini keringat akan deras mengalir membasahi seluruh tubuh kita. Itung itung olah raga hehehe .......




Kata penduduk sekitar yang kami temui, Konon penamaan Curug Sirawe ini diambil dari asal kata rawe, yang artinya banyak suwiran atau seperti kain yang terdapat roncenya. Hal itu bisa dimaklumi karena curug ini terdiri dari tiga curug yang lokasinya saling berdekatan. Dua curug berukuran besar dengan ketinggian kurang lebih 80an meter dan satu curug yang ukurannya lebih kecil dengan ketinggian yang sama namun airnya panas.

What ?? air panas ??

Yes sodara sodara. Dua dari tiga curug yang ada di sini airnya berasal dari mata air panas hasil proses geothermal di dalam perut pegunungan Dieng. So jangan kaget kalau di sekitar pegunungan dieng akan kita temui banyak mata air panas yang kemudian digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari hari. Bisa dibanyangkan deh mandi air panas gratis dan tanpa masak air sebelumnya....... enak kan ??

Berdasarkan  data wilayah Curug Sirawe ini masuk dusun Sigemplong, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Lho ? iya sodara sodara. Perlu diketahui bahwa sungai yang mengalir dan kemudian membentuk curug ini merupakan batas desa dan batas kabupaten yaitu Banjarnegara dan Batang. Memang sih orang lebih banyak mengetahui curug ini masuk wilayah Banjarnegara, tepatnya desa Bitingan. Disamping karena akses jalan dari Bitingan (Banjarnegara) lebih mudah dan lebih dekat dibandingkan dari Sigemplong (Batang), juga karena mata airnya berada di Bitingan (bahkan dibawahnya sudah dibuat pemandian air panas juga lho).


Kata salah seorang warga, dahulu pihak Kabupaten Banjarnegara pernah mengklaim curug sirawe sebagai asetnya karena memang sumber mata air curug (di desa Bitingan) masuk wilayah Banjarnegara namun pihak Kabupaten Batang tidak begitu saja mengakui klaim tersebut, karena memang curugnya sudah masuk wilayah Batang. Pihak Kabupaten Batang berdalih, kalau memang curug tersebut menjadi milik Banjarnegara, pihak Banjarnegara tidak diperkenankan mengalirkan aliran sumber mata air dari desa Bitingan tersebut ke wilayah Batang oleh pihak Batang. Nah...njur piye jal .....

BTW, udah ga usah dibikin pusing. Biarkan para pembesar yang mikirin hal begituan......kita ? piknik aja.....hehehe

Setelah puas motret di curug dan cukup berkeringat karena jalan kaki, saya dan rombongan kemudian memutuskan untuk berendam dulu di pemandian air panas Bitingan yang lokasinya tepat di sebelah parkiran motor. Pemandian ini masih berupa sebuah kolam yang isinya air panas (kalau dikira kira panasnya seperti air panas satu gayung ditambah dengan air dingin dua gayung.....Pas banget dikulit !!!), dilanjut makan mie ayam di warung bambu disebelahnya yang ternyata rasanya ga kalah dengan mie ayam langganan di kota ..... yakin........... *cerita soal pemandian ini berlanjut di tulisan lain ya ......

Sekedar info kisanak, dari berbagai sumber saya dapet informasi bahwa karena sebagian be­sar para pengunjung Curug Sirawe lebih memilih melalui jalan Kabupaten Banjarnegara karena dinilai lebih efektif dan mudah dijangkau, Pemerintah Ka­bupaten Batang yang memiliki Curug Sirawe berusaha mengambil alih agar pengunjung bisa melalui Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Keseriusan Pemkab Batang untuk mengelola Curug Sirawe diwujudkan dengan mem­perbaiki sarana infrastruktur mulai dari Kecamatan Bawang hingga objek wisata itu. Pem­kab Batang sudah meren­canakan membangun masjid berukuran besar dan megah di sekitar Curug Sirawe.

Bahkan menurut beberapa sumber, Bupati Batang, Wihaji, me­ngatakan Pemkab akan mem­buat detail engineering design pembangunan infrastruktur, termasuk sarana pendukung­nya. Detail engineering design akan dibuat 2018 dan pada 2019 akan dimulai pelaksana­an pembangunannya. Bahkan dalam salah satu sumber, Bupati Wihaji mengatakan setelah jalur Bawang–Pranten selesai maka nantinya jarak tempuh yang selama ini me­merlukan waktu dua jam, dapat ditempuh 15 menit. Pemkab sudah menjanjikan untuk menghidupkan potensi wisata di Kecamatan Bawang. Pemkab akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan tidak menutup kemung­kinan dengan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Bentuk kerja sama dengan perusahaan melalui program corporate sosial responbilty untuk membantu pengem­bangan wisata curug itu.

Nah lho .....
Lha terus Banjarnegara ?
Masih banyak hal yang perlu ditindak lanjuti, dipikirkan dan kemudian segera disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara soal daerah ini kisanak. Yang jelas pertama dari sisi infrastruktur yang harus segera diperbaiki, kemudian promosi yang juga ditingkatkan sebagai komplek wisata kedua setelah komplek utama Dieng (karena dikomplek ini juga ada Pemandian air panas Bitingan yang sampai saat ini dikelola oleh BUMDes Desa Kepakisan namun menurut saya masih butuh campur tangan pemerintah Kabupaten Banjarnegara) dan sebagainya dan sebagainya......

Tinggal bagaimana menyikapinya.......



2.21.2018
Posted by ngatmow

Setahun di Pejawaran

Hari ini, tepat setahun yang lalu saya dapat surat sakti maha berharga yang berisi perintah pindah meja kerja. Dari semula mejanya di kantor yang deket alun-alun jadi meja yang berada di sebuah kantor kecamatan yang kurang lebih 40 menit sampai satu jam perjalanan dari alun alun..... bahkan bisa seharian penuh baru sampe kesana kalau jalan kaki hehehe ......

Menyesal ? Sedih ? Tidak Bahagia ?
TIDAK, sangat TIDAK dan sama sekali TIDAK sodara sodara.......

Kenapa ?
Karena seiring berjalannya waktu, tempat kerja yang baru jebulnya memberikan surga bagi saya......
What ? Surga ?

Yes...... saya dapat banyak ilmu dan pengalaman baru disini, dapat saudara saudara baru disini, banyak hiburan dan pereda sakit kepala disini dan yang jelas semakin banyak rejeki di sini kisanak, rejeki dalam arti yang luas tentunya...... suwer.......

Ada seorang sahabat lama yang kemudian bertanya karena saking penasarannya,  

" sakjannya Pejawaran itu di mana sih ? kok kamu kayane bahagia banget disitu ? "

" Nganu....Pejawaran itu ada di Banjarnegara begian atas, di sebelahnya surga nyit........ "

" Jadi kalo dari Pejawaran bisa ngintip surga gitu ? "

" Whoooo hayo mestu......buktinya di sana aku bisa lihat bidadari lagi pada mandi lho....tiap hari lagi........yakin...... "

" Whuuuuuu.......... your head ......... pekokkkkk........ your eyes is ndulegggg "  

bwahahaha.....

Penasaran ?
Monggo mampir ke sini saja kisanak....... Tapi ada sedikit saran sebelumnya, kalau mau kesini persiapkan fisik dan mental dulu sepenuhnya ya. karena untuk kesini harus menempuh perjalanan sejauh 34 km dengan medan yang berliku liku seperti jalan cerita hidup anda hehehe..... rute itu termasuk jalan yang naik turun dengan sudut kemiringan yang lumayan membuat orang (yang terbiasa lewat jalan datar) kapok kesini lagi ....... juga banyak jalan yang pernah diaspal halus dan hanya menyisakan kenangannya saja ...... hahahaha.....

syu

Sedikit cerita saja sodara sodara, Kecamatan Pejawaran adalah kecamatan yang mempunyai luas wilayah 52,24 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 44 ribu jiwa dan terbagi dalam 17 desa. Wilayahnya sendiri terdiri dari perbukitan dan lembah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana longsor. Karena disamping tanahnya yang cukup labil, juga karena mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani sayur mayur terutama kentang, wortel, kol dan tanaman umbi umbian lain. So, efeknya adalah banyak bukit yang kelihatan gundul seksi tanpa ada pepohonan penyangga dan pengikat tanah sama sekali. nah lho.....


Di sisi lain wilayah kerja saya ini menyimpan banyak sekali potensi yang tidak disangka lho pemirsah, seperti Kopi Senggani dari desa Pegundungan yang beberapa waktu lalu jadi kopi terbaik di negeri ini (bahkan bu kades sampe diundang ke istana dan duduk bareng pak bos Jokowi pas acara International Coffee Day 2017 lalu lho....), ada juga Talas begug dari desa Grogol yang gedhenya masyaalloh, ada juga stroberi Gembol yang gedhe gedhe, segedhe cintaku padanya...eh .....
selain itu, ada kentang jenis anu yang khusus dibuat sebagai cemilannya orang Amrik dan keripik kentang kualitas nomer satu yang identik dengan lebaran....... serta masih banyak lagi lainnya baik sayuran, buah buahan maupun hasil non itu seperti Gas alam (Desa Pegundungan), Batu Belah Super (Desa Sarwodadi dan Giritirta), de es be ...... buanyak kisanak..............

Nah dari kontur tanah dan bentangan alam yang berbukit dan berlembah lembah inilah, saya jadi sering dapat foto lumayan cakep dan bisa dipamerin ke teman sejawat dan kolega...halah.....
ga percaya ? monggo cek aja akun instagram saya Ngatmow_jilid_dua atau explore saja hastag #dolanpejawaran . Landscape .....ada, air terjun alias curug......ada, kesenian yang sudah mulai langka...... ada juga........ kurang apa coba.....


Promosi?
Bukan kisanak......saya cuman pengen curhat saja kok......hihihi

Intinya sih gini, meskipun Kecamatan Pejawaran adalah kecamatan pinggiran di Kabupaten Banjarnegara, meskipun di sini sangat dingin udaranya, meskipun jalannya berliku dan penuh batu, meskipun disini jauh dari hingar bingar kota, meskipun disini kadang terlupakan oleh para penguasa, meskipun disini rawan bencana tanah longsor dan seterusnya dan seterusnya ...............

Tapi,
Disini saya punya banyak sodara, disini saya nemu kedamaian dan kenyamanan hati, disini saya bisa piknik tiap hari, disini saya bisa motret sana sini, disini saya bisa ngopi setiap hari, disini saya bisa bermain sambil bekerja dengan status resmi, disini saya bisa tidur siang bisa makan kenyang dengan hiburan senyuman para bidadari  .......

dan disini saya betah sekali ......
Udah itu aja........

Last Day Odong Odong Kesayangan, My Kijang Super G

Anda kenal Toyota Kijang kisanak ??

Tidak ??
Hadeww..... anda selama ini hidup dimana nih ?

Begini kisanak.....Toyota Kijang dengan beragam variannya adalah salah satu dari beberapa mobil PALING legendaris di negeri ini. Bahkan sampai pernah ada julukan Mobil Sejuta Umat. Kenapa ?karena mobil ini dimiliki oleh jutaan orang di masa jayanya dulu dan masih digemari sampai saat ini...... termasuk saya hehehe



Khususon saya, sampai dengan kemarin ada seonggok Kijang Super G kelahiran tahun 1996 di garasi rumah. Kijang Super G ini merupakan mobil Toyota Kijang Generasi Ketiga atau dalam bahasa desa saya 3rd Generation (selain Kijang Grand Extra tentunya). Toyota Kijang jenis ini di produksi pada tahun 1986 sampai tahun 1997 untuk menggantikan pendahulunya yaitu Toyota Kijang Kotak. Setelah tahun 1997, Toyota kemudian memproduksi varian terbarunya sebagai generasi penerus keluarga Kijang yaitu Toyota Kijang Kapsul.

Sedikit penilaian saya soal mobil yang satu ini sodara sodara, bagian mesinnya Toyota Kijang Super G sudah dilengkapi dengan mesin 7K 1.8 liter karburator 4 silinder segaris SOHC yang memiliki tenaga yang cukup baik. Dengan mesin seperti itu mobil ini mampu mengeluarkan tenaga maksimal mencapai 72 Hp atau setara dengan putaran mesin 4.600 rpm sedangkan untuk torsinya mencapai 139 Nm atau setara dengan putaran mesin 2.800 rpm.

Mudeng ?
wong saya saja ga maksud kok hahahaha..........

Begini singkatnya....

Kijang super G saya, meskipun sudah uzur untuk ukuran sebuah mobil (21 tahun lebih sedikit men....) kekuatannya luwar biasah. Dibawa nanjak untuk medan extrim macam ke desa Semangkung di Pejawaran (dimana Kecamatan Pejawaran ini di Banjarnegara terkenal dengan medannya yang sulit mlilit) dengan semua kursi (2-3-3) terisi full berhasil dengan sukses. Aman, lancar, dan tanpa ada masalah mogok ga kuat nanjak apalagi sampai mundur.. coba bandingkan dengan mobil mobil keluaran baru dengan bodi yang terbalut almunium itu ...... jauhhhhh................hihihi............

Lanjut,  Untuk bagian eksterior mobil ini mempunyai sebuah desain yang sangat klasik dengan bodi berbentuk kotak. Pada sisi depan Kijang Super ini tampil cukup asik dan unik sebab mempunyai headlamp kotak  dan ditambah logo Toyota yang dilapisi dengan warna chrome. Sisi belakang mempunyai tampilan berbentuk kotak, sehingga tampilan belakang dari mobil ini juga nampak klasik dengan dibekali lampu stoplamp yang berbentuk kotak juga. Begitu kira kira....


Kalo kita ngomong bagian interior, pada bagian interior Toyota Kijang Super atau Grand Extra pada umumnya, kapasitas kabinnya meurut saya cukup luas dengan tampilan interior yang lagi lagi klasik (maklum, barang AMA - Angkatan Mbah Ane hihihi......). Bagian dashboard memiliki tampilan kotak dengan fitur – fitur yang standar seperti AC sebagai penyejuk kabin, Audio sebagai fitur hiburan, dan speedometer. Pada bagian kursinya Toyota Kijang Super atau Grand Extra memiliki 3 baris kursi yang dapat menampung penumpang maksimal 8 orang. Untuk material jok orisinil, saya merasa kurang begitu nyaman digunakan sehingga terpaksa harus dirubah dengan material kulit agar lebih nyaman di pantat seksi saya. Hehehehe......coba deh......

Kalau boleh diringkas sih, kira kira pendapat saya soal odong odong kesayangan intinya begini,

Kelebihan :

  1. Tampilan mobil klasik dan menarik
  2. Harga jual bertahan
  3. Kapasitas kabin luas
  4. Mesin mobil responsif dan bertenaga
  5. Dijamin kuat dan ampuh di segala medan tempur
  6. Pajak mobil murah
  7. Biaya perawatan murah
  8. Spare part mobil melimpah dan bisa dioplos sana sini


Kekurangan :

  1. Punya beberapa penyakit bawaan (contoh : Kaki kaki, power steering, Aki drop)
  2. Putaran atas lemah
  3. Kurang fitur pengamanan
  4. Bantingan mobil bisa dikatakan cukup keras
  5. Banyak komponen yang sudah uzur karena memang sudah banyak umurnya
  6. Fitur peredaman kabin buruk ga seperti mobil mobil generasi sekarang
  7. Konsumsi BBM lumayan boros apalagi jika dibandingkan dengan "cucu"nya - si Apanza, itu...

That's it.........

Tapi, hari ini di awal tahun 2018 ini, si odong odong harus berpindah garasi. STNK dan BPKB pun dengan terpaksa harus disimpan orang lain untuk selamanya. Banyak hal yang sudah dilalui bersama dan hanya akan meninggalkan kenangan indah dalam memori otak saya.......halah.....

Si odong odong ga bisa lagi menemani perjalanan panjang saya dari Banjarnegara sampai Semarang, Banjarnegara - Solo, Banjarnegara - Jogja, Banjarnegara - Purwokerto, Banjarnegara - Cilacap, Banjarnegara - Pekalongan, Banjarnegara - Kudus dan entah berapa banyak daerah lagi yang pernah kami kunjungi bersama......

Sehat sehat ya nak, jangan rewel, jangan bikin tuanmu yang baru marah apalagi sampai sedih .......
Ehh ................

#merasasedih


1.07.2018
Posted by ngatmow

Alhamdulillah, Abdan 2 tahun

Hari ini dua tahun yang lalu, Abdan Rakha Assaid Al Azis lahir ke dunia. Sejuta rasa syukur terucap saat tangisannya memecah keheningan pada malam itu. Merinding maksimal segala bulu roma saya sodara sodara.....dan tidak terasa air mata menetes tanpa sengaja sebahai tanda bahagia ..... halah......

Sekarang .... bayi merah itu sudah mulai tumbuh besar. Banyak hal sudah bertambah dalam masa pertumbuhannya. Banyak hal pula yang sudah bisa dilakukannya saat ini. Mulai dari merengek minta minum, main mobil mobilan sendiri bahkan sampai pura pura tidur hanya untuk mengerjai ayahnya. Dan sejuta hal lainnya yang menurut saya Ajaib. Suwer ..........hehehe.....

Malam ini dan jam ini, 03.10 pagi, sambil memandangnya tidur terlelap sambil ngemut jari telunjuk kanannya, saya hanya bisa berdoa kepada Allah SWT agar nama yang sekaligus doa kami untuknya senantiasa terjaga dan dikabulkan oleh Nya ......

.......Seorang hamba Allah SWT yang perkasa dan mempunyai kehidupan yang bahagia serta senantiasa sejahtera.....

Amin Yaa Robbal 'alamiin .........

Weh .... jadi mellow saya .....
Intinya sih begini sodara sodara, si Boy sekarang sudah 2 tahun, semakin banyak mudeng dan tahu akan dunia di sekelilingnya, semakin pinter niru apapun yang dilihatnya, semakin mahir memanipulasi orang orang disekelilingnya dengan berbagai cara, dan sebagainya yang tentu saja membuat saya dan emboknya semakin berpikir keras bagaimana cara mendidiknya.....

Kalo baca beragam artikel dan tanya tanya sama Mbah Gugel, bukan hanya ilmu yang didapat tapi juga beragam kengerian terkait perkembangan anak yang ternyata saat ini sangat dipengaruhi perkembangan teknologi dan pergeseran budaya...... walah.....
Diluar segala kengerian yang melanda hati dan sanubari kami sebagai orang tuanya, hanya doa yang selalu terucap dalam setiap nafas ini agar si Boy senantiasa tumbuh sehat, sempurna, cerdas dan bisa menjadi kebanggaan bagi agama, orang tua, nusa dan bangsanya ........semoga .........
Amin......







12.30.2017
Posted by ngatmow

Sedikit catatan Napak Tilas Route Gerilya Banjarnegara Berjuang Periode ke XXIV

Pernah denger istilah napak tilas belum kisanak ?? Belum ? weleh.......
Napak tilas itu adalah sebuah kegiatan perjalanan panjang yang biasanya dihindari oleh cewek cewek cantik nan putih macam sosialita karena akan mengakibatkan perubahan warna kulit secara signifikan dan perubahan nyata pada tingkat kekusaman wajah ...... eh......

Bukan ding ....... hehehehe.......

Jadi gini kisanak....napak tilas itu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh manusia berupa perjalanan  nan panjang dimana rute yang dilalui adalah rute khusus yang mempunya nilai historis tertentu. Baik dilakukan secara individu maupun bersama sama ....kalau menurut KBBI, Napak Tilas diartikan sebagai berjalan kaki dengan menelusuri jalan yang pernah dilalui oleh seseorang, pasukan, dan sebagainya untuk mengenang perjalanan pada masa perang dan atau sejarah masa lalu......

begitu .......

Pelepasan napak tilas di Ds. Pejawaran oleh Sekcam Pejawaran
Kalau di Banjarnegara kegiatan semacam ini ada lho yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tajuk Napak Tilas Route Gerilya Banjarnegara Berjuang. Konon, melalui event Napak Tilas ini Pemerintah Kota Banjarnegara mengajak masyarakat Indonesia untuk melihat lebih dekat potensi budaya dan masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan rute lomba yang telah diatur sedemikian rupa  sehingga para peserta bisa mengikuti lomba seraya menikmati pemandangan alam yang indah yang kedepannya diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan olahraga terbaik di Indonesia. 

Tahun ini Napak Tilas Route Gerilya Banjarnegara Berjuang telah memasuki Periode ke XXIV dimana sebanyak 417 peserta ambil bagian, dengan peserta tertua yang tercatat adalah Mbah Kirno asal Madiun (namun bermukin di Depok) yang sudah berusia 84 tahun. Wow .....

Dalam sambutan pelepasan peserta yang digelar di Lapangan Desa Leksana Kecamatan Karangkobar pada hari Jumat 10 November 2017 siang,  Wakil Bupati  mengungkapkan bahwa kegiatan Napak Tilas yang rutin diadakan setiap tahun ini adalah aksi nyata dalam memaknai nilai-nilai perjuangan. “Siapapun yang mengikuti kegiatan ini akan menyadari bahwa kita ada sampai saat ini karena jasa-jasa dan perjuangan para pahlawan untuk memperoleh kemerdekaan,” katanya. Karena itu dia mengajak kepada seluruh peserta Napak Tilas, untuk selalu menjaga semangat perjuangan para pahlawan, serta meneeruskan perjuangan pada bidang yang berbeda

Ketua Panitia Napak Tilas tahun ini, Arif Sofikhin alias Arif Tlewang mengatakan, peserta pelajar berasal dari hampir semua sekolah menengah atas di Kabupaten Banjarnegara sedangkan peserta umum berasal dari kalangan penggemar long march baik dari Banjarnegara sendiri maupun dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Trenggalek, Ciamis, Brebes, Wonosobo, Purwokerto dan kota kota lainnya.  Menurutnya, selain untuk memperingati hari pahlawan, kegiatan napak tilas ini dilaksanakan sebagai wahana silaturahmi bagi masyarakat Banjarnegara dengan masyarakat, serta untuk memperdalam rasa nasionalisme dan patriotisme akan nilai-nilai perjuangan bangsa khususnya bagi generasi muda. “Dengan Napak Tilas ini diharapkan dapat mencegah generasi muda melakukan kegiatan bersifat negative,” lanjutnya.

Napak Tilas Route Gerilya Banjarnegara Berjuang Periode ke XXIV ini dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dimulai dari Desa Leksana Kecamatan Karangkobar dengan tujuan desa Pejawaran Kecamatan Pejawaran sejauh kurang lebih 34 kilometer. Pada etape kedua, peserta napak tilas melanjutkan perjalanan dari desa Pejawaran menuju Desa Kutayasa Kecamatan Madukara sejauh sekitar 48 kikometer. Pada etape terakhir, peserta memulai perjalanan napak tilas dari Desa Kutayasa Madukara menuju titik akhir di Pendopo Kabupaten Banjarnegara di pusat kota sejauh sekitar 15 kilometer. Perjalanan napak tilas ini menantang karena rute yang dilalui peserta kebanyakan jalan setapak atau hutan. 

Berdasarkan catatan sejarah, halah ..........Napak tilas dengan rute gerilya pejuang kemerdekaan ini pertama kali diadakan pada 1992 silam lho oleh para pecinta alam dan KNPI. Penyelenggaraan napak tilas ini berawal dari semangat mereka dalam menumbuhkan patriotisme di kalangan pemuda. Juga didasari keprihatinan bersama terhadap minimnya pengetahuan masyarakat mengenai sejarah perjuangan para pahlawan di daerahnya masing-masing. Di sisi lain, dengan latar bekakang pecinta alam, pihak penyelenggara juga menyelipkan misi konservasi lingkungan. Dimana kegiatan ini sekaligus bagian dari ekspedisi untuk memetakan daerah-daerah rawan bencana semisal tanah longsor di sekitar rute napak tilas. Dengan pemetaan yang tepat, pihaknya berharap bisa mengedukasi masyarakat setempat agar mau terlibat dalam upaya konservasi di daerah masing masing.

"Kami bawa bibit aren dan kopi. Tanaman kopi sebagai pengikat tanah untuk cegah longsor. Sementara Aren untuk melindungi mata air di daerah yang sumber mata airnya terus menurun, kopi adalah komoditas potensial yang cocok ditanam di daerah dengan struktur tanah miring karena akarnya yang mampu mengikat tanah sehingga mengurangi tingkat resiko bencana"kata Arif Tlewang.

Selain itu dalam rangka memperkenalkan potensi alam dan pariwisata di Banjarnegara kepada masyarakat luar, jika rute gerilya yang dilalui berdekatan dengan objek wisata alam, peserta napak tilas akan diajak mampir sejenak untuk menikmati keindahan alam di objek tersebut. Menarik bukan ?

So, Tertarik ??
Jangan lupa tahun depan ikut yuk ......

Bersama Mbah Kirno (84 tahun) perserta tertua NT XXIV 2017

11.15.2017
Posted by ngatmow

Arsip

Copyright 2008 ZISBOX- Metrominimalist | Template Diutak atik Ngatmow Prawierow